Cerita Sex cerita ngentot Cerita Dewasa thor hammer Cerita Sex cerita dewasa terbaru
Cerita Bokep, Cerita Bokep Terbaru
Breaking News
cerita dewasa Cerita Mesum Cerita Mesum Cerita Dewasa Cerita Sex

This is Chat Sex

Cerita Ngentot

This is Chat SexKisah Hot, Kisah Hot Terbaru, Kisah Hot Terbaik, Kisah Hot Nyata, Kisah Hot Terhangat, Suatu hari tepatnya malam minggu aqu pergi ke warnet untuk mengerjakan tugas mengetikku dan
memeriksa email yg masuk. Teman sekontrakanku sudah dari siang pergi malam mingguan dgn
kekasihnya. Aqu sendiri saat itu masih sendiri dan aqu menikmatinya.

Selama hampir 3 jam aqu mengetik, akhirnya selesai sudah tugas-tugasku, jam sudah menunjukkan
pukul 8 malam. Sesudah itu kubuka MIRC kerana aqu berniat chatting beberapa jam. Aqu masuk
chanel Bandung. Tiba-tiba sebuah nickname ‘Papah_bdg’ mengajakku untuk mojok, aqu pun
mengobrol dgnnya, obrolan kita makin asyik, mulai dari kuliah, hobi, dan sebagainya. Sampai tak
terasa hampir 1 jam aqu mengobrol dgnnya.

Dari obrolan itu aqu mengetahui kalau dia bernama Praditya, usia 40 tahun, mempunyai perusahaan
sendiri di Jakarta dan statusnya duda beranak satu, dan saat ini sedang ada di Bandung untuk
refresing bersama anak dan baby sisternya. Pembicaraan kita pun berubah, dia menanyakan warnet
tempat aqu chatting. Tanpa curiga aqu pun memberitahukannya. Lalu Praditya meminta kita
bertukar nomor telpon dan photo. Aqu pun memberikannya dgn senang hati. Baru saja 5 menit
berlalu, HP-ku berbunyi dan Mas Praditya menelponku langsung.

“Hallo.. Noerma.”
“Hallo.. Papah_bdg, wah engga nygka langsung telpon nih..” jawabku.
“Iya.. habis Noerma cantik sih.”
“Hmm.. gini deh.., kita jalan yuk..! Aqu jemput kamu disana yah..?”
“Boleh.. aja.” jawabku lagi.
“Ok deh, tunggu 10 menit dan cari deh kendaraanku berplat B di depan warnet yah..!”
“Ok..” jawabku mengakhiri pembicaraan kita.

Sesudah hampir 10 menit, HP-ku berbunyi dan Mas Praditya sudah menungguku di tempat parkir.
Kubereskan tasku dan kusisir rambutku, lalu kubayar jasa warnet dan berjalan menuju tempat parkir.
Kulihat sebuah kendaraan BMW hitam berplat B berwarna hitam, dan di dalemnya Mas Praditya
tersenyum. Aqu pun tersenyum dan menghampiri kendaraannya lalu kubuka pintu kendaraannya
dan duduk di sebelahnya.

“Hallo.. Papah_bdg.” ucapku malu-malu.
“Hallo juga Noerma.., kita makan yuk..?” ajaknya sembari menjalankan kendaraan.
Aqu pun mengangguk. Selama diperjalanan kita cepat menjadi akrab, lagi pula kupikir Mas Praditya
ganteng juga, selain badannya tinggi besar dia juga kebapakan.
Kita makan di Haritage Banda sembari meneruskan perbincangan kita.
“Hmm… Mas, engga pa-pa kan kalo Noerma panggil Papah saja..? Seperti nickname Mas.” tanyaqu
padanya.
“Ah.. boleh saja, tapi khusus buat Noerma saja.” ucapnya tersenyum.
Sesudah selesai makan, tiba-tiba ponsel Papah berbunyi, ternyata dari baby sitter anaknya.
“Noerma, mau ikut Papah engga besok..?” tanya Papah sembari mengajakku keluar dari Haritage
menuju tempat parkir.
“Memangnya Papah mau kemana..?” tanyaqu sembari membuka pintu.
“Papah mau ke Ciater dgn Jerry juga Ina, baby sitter-nya.” jawab Papah sembari menjalankan
kendaraan
keluar dari tempat parkir.
“Memangnya berapa hari di sana..?” tanyaqu.
“Cuma dua hari.” jawab Papah.

Akhirnya aqu pun bersedia ikut, lalu Papah mengantarku pulang ke kontrakanku.
Pagi-paginya Papah sudah datang menjemputku. Aqu pun berkenalan dgn Jerry anaknya juga Ina baby
sitter anaknya. Selama di perjalanan, Jerry sudah dekat dgnku, bahkan dia memanggilku Bunda
Noerma, aqu sih cuek saja. Jerry anaknya manis dan cerdas, sungguh kasihan dia ditinggal oleh ibu
kandungnya kerana meninggal saat melahirkan Jerry.
Akhirnya kita sampai di Ciater sesudah memesan 2 kamar di sebuah hotel. Papah, aqu dan Jerry pergi
berenang dan bercanda bersama. Pada saat itu kurasa kita bertiga bagaikan sebuah keluarga kecil yg
bahagia. Sesudah puas berenang, kita kembali ke hotel untuk makan, lalu aqu menidurkan Jerry di
kamar bersama Papah. Kita mendampinginya sampai Jerry tertidur.

“Noerma.. terimakasih kerana kamu sudah baik pada Jerry.” ucap Papah sembari bangkit berdiri di
depan jendela.
Aqu mengikuti Papah dan berdiri di sampingnya.
“Tak perlu berterimakasih.., Noerma sayg pada anak-anak, apalagi Jerry anak yg lucu dan pintar.”
jawabku tersenyum.
“Baiklah, jika mau istirahat, pergilah ke kamar sebelah..! Di sana Ina pasti sudah menunggu.” ucap
Papah.
“Ok.., kalau ada apa-apa, Papah panggil Noerma ya..!” jawabku sembari berlalu dan pergi ke kamar
sebelah.
Kulihat Ina sudah tertidur dgn pulas. Lalu aqu mengganti bajuku dgn lingerie yg biasa kupakai. Aqu
melamun selama hampir 1 jam, dan anehnya aqu mengkhayalkan bagaimana jika aqu menjadi istri
Papah. Itu ide gila ya pembaca..? Tapi aqu merasa sudah mengenal Papah seperti bertahun-tahun.
Tiba-tiba pintu kamarku diketuk, Tok.. tok.. tok.

“Ina.., Noerma..!” kata suara di balik pintu.
“Iya.., sebentar..” jawabku sembari membuka pintu.
Ketika pintu kubuka, kulihat Papah terkejut dan menatapku lekat-lekat.
“Noerma, kamu cantik sekali.” ucap Papah sembari tersenyum.
“Ah.., bisa saja.” jawabku sembari merapikan lingerie yg kupakai.
“Kebetulan Papah mau ngajak kalian makan, Papah memesan pizza tadi.”
“Wah.. Noerma suka tuh, tapi Ina sudah tidur Yah..!” ucapku singkat.

Akhirnya aqu dan Papah pergi ke kamarnya. Kita duduk di sofa sembari menikmati pizza juga
menonton televisi.
“Noerma.., Papah sayg padamu.” kata Papah tiba-tiba sembari menggenggam tanganku, aqu
tersenyum dan entah kenapa secara spontan kucium kening Papah.
“Noerma juga.” ucapku.

Papah memeluk badanku dan aqu membiarkannya. Lalu kurasakan Papah menatap mataqu
dalemdalem.
“Kamu cantik sekali.” ucap Papah lalu mengecup hidungku, aqu diam saja dan menikmatinya.

Papah semakin berani, diciuminya seluruh wajahku sampai kurasakan hembusan napasnya yg
hangat. Aqu pasrah kerana menyukainya, lagi pula ada aliran aneh pada badanku yg menuntut lebih
banyak lagi. Lalu Papah mendaratkan bibirnya di bibirku, dilumatnya dan kubalas dgn mengulum
lidahnya lembut. Kuluman Papah membuatku mulai sulit bernapas. Sementara itu tangan Papah
mulai menurunkan tali lingerie-ku sampai buah dadaqu terlihat setengahnya.

Ditariknya badanku untuk berdiri dan aqu menurutinya. Sembari terus melumat bibirku, kedua
tangan Papah menarik-narik lingerie-ku sampai akhirnya terjatuh di antara kakiku. Papah mengelus-
elus punggungku yg sudah telanjang dan mendorong badanku agar duduk di sofa. Kupandangi Papah
yg sedang membuka kimono-nya, luar biasa..! Aqu menyukai badannya yg berbulu. Lalu Papah
membuka celana dalam-nya, aqu melongo kerana kagum. Gagang Papah sangat panjang dan besar, belum lagi
bulu-bulu di sekitarnya.

Papah mendekatiku, kemudian berjongkok di antara kakiku. Dielus-elusnya kemaluanqu yg masih
terbungkus g-string. Aqu melenguh saat jari-jarinya mengelus belahan kemaluanqu. Kemudian
Papah menarik celana dalam-ku sampai terlepas. Lalu Papah tersenyum kerana melihat kemaluanqu
merekah di depan matanya. Papah mencium bibirku dan aqu membalasnya, kurasakan buah dadaqu
tergesek-gesek bulu-bulu dadanya yg membuatku kegelian.

Ciumannya makin liar kerana sudah beralih ke telinga dan leherku. Aqu mulai mendesah pelan,
kuusap-usap rambut Papah dgn lembut. Papah meneruskan jilatannya pada puting buah dada
kananku, dijilatnya beruputar-putar dan berulang-ulang, membuatku semakin mendesah.

Buah dada kiriku diremas-remasnya dgn lembut. Napasku mulai memburu kerana perlaquan Papah
pada kedua buah dadaqu. Selama beberapa saat aqu cuma mendesa-desah.

“Papahh.., ohhh.., ohhh..!”
“Papah ingin menjadikanmu sebagai istriku, kamu mau Noerma..?” tanya Papah menghentikan
jilatannya di buah dadaqu.

Aqu menatap matanya dan kuanggukkan kepalaqu kerana aqu tak dapat berpikir apa-apa lagi,
kerana nafsuku sudah tinggi. Papah tersenyum dan melumat bibirku sembari mengelus-elus buah
dadaqu yg sudah basah oleh air liurnya. Lalu Papah menyuruhku mengangkat kedua kakiku ke atas
sofa dan merengganggkannya lebar-lebar.

Kemudian Papah mendekatkan kepalanya di kemaluanqu yg sudah basah, dan mulai menjilatinya.
Aqu mendesah saat ujung lidahnya menyentuh kemaluanqu, “Ohh..!”

Papah terus menjilatinya secara teratur dan berulang-ulang. Aqu menggeleng-gelengkan kepalaqu
menahan kenikmatan. Papah terus menjilatinya dan mulai menyedot-nyedot klitorisku. Aqu
meracau sembari menjambaki rambut Papah.

“Ahhh… terusss… terusss, enak Yahhh..! Ohh..!”
Papah terus menyedot-nyedot dan aqu pun berteriak seiring dgn menjepit kepala Papah kuat-kuat.
Kusemburkan cairan kewanitaanku dan Papah menjilati dan menghisapnya pelan sekali. Mungkin dia
tahu aqu menahan ngilu pada kemaluanqu. Papah lalu mencium buah dadaqu dan menghisapnya
cukup lama sampai aqu terangsang kembali. Aqu langsung menggenggam gagangnya yg sudah
tegang itu. Kuelus-elus, kemudian kumasukkan dalem mulutku. Kujilat- jilat, kugigit-gigit lembut
kepala gagangnya. Papah melenguh mengusap-usap rambutku.

“Noerma… teruss… Saygg..! Hisapp teruss Saygkuu..! Ohh..!” desahnya.
Aqu terus menghisap dan mengeluar-masukkan gagang Papah dalem mulutku semakin cepat,
kukocok-kocok semakin cepat dan kuat.

“Akhh… Noermaa… Papahhh.. mauuu… keluarr..!”
“Crot… crott.. crott..!” gagang Papah menembakkan air maninya ke dalem mulutku aqu tersedak dan
menelan air mani Papah.
Kuhisap-hisap ujung kemaluannya sampai bersih, Papah melenguh dan ambruk di sampingku.
Kemudian kucium bibir Papah.
“Noerma sayg Papah..!” ucapku sembari membiarkan Papah meremas buah dadaqu. Lalu Papah
menggendongku sembari terus melumat bibirku, dibaringkannya badanku di samping Jerry.
“Papah.., nanti Jerry bangun.” ucapku pelan.
“Sstt..!” guman Papah sembari mengangkat Jerry dan dibaringkannya di sofa.

Kemudian Papah mendekatiku dan menindih badanku, diciumnya bibirku dgn hangat. Tangannya
meremas-remas pantatku, lalu bibirnya turun di atas buah dadaqu dan diciumnya sembari
dihisapnya bergantian. Aqu cuma mendesah keenakan ketika dibukanya kedua kakiku dan Papah
berjongkok dan mulai menjilati kemaluanqu. Aqu mendesah-desah tak kuat, tapi Papah terus
menjilati dan menghisap-hisap kemaluanqu yg sudah basah lagi. Papah pun sepertinya sudah tak
tahan, sesampai diarahkannya gagangnya ke lubang kemaluanqu. Kemudian digesekgesekkannya
kepala gagangnya yg plontos itu di belahan kemaluanqu berulang-ulang. Aqu melenguh menahan
sensasi nikmat di daerah kemaluanqu.

Kisah Hot, Kisah Hot Terbaru, Kisah Hot Terbaik, Kisah Hot Nyata, Kisah Hot TerhangatCerita Hot

Sesudah semakin basah, Papah menekan kepala gagangannya untuk masuk lebih dalem pada lubang
kemaluanqu.

Diperlaqukan seperti itu aqu berteriak, “Akhh… sakittt.. Yah..!”
“Tahan sedikit Sayg..!” ucap Papah menenangkanku.

Kemudian Papah mencobanya lagi sampai berkali-kali. Dan akhirnya, Blessh… Papah menekan
gagangnya dalem sekali sampai selaput daraqu robek. Aqu menjerit menahan nyeri dan merasakan
kemaluanqu begitu sesak.

Papah mendiamkan aktifitas badannya sembari mengelus-elus badanku. Tak terasa air mataqu
menetes sesudah beberapa saat Papah menggerakkan pinggulnya dan mulai mengeluar-masukkan
gagang kemaluannya. Aqu melenguh nikmat sekaligus perih. Papah menggenjotku selama 10 menit.
Kemaluanqu sudah semakin basah dan aqu menjerit kerana mendapatkan orgasme lagi.

Kurasakan kemaluanqu berdenyut-denyut. Papah mendiamkan gagang kejantanannya di dalem
kemaluanqu sembari menyedot-nyedot buah dadaqu.

Kemudian Papah mencabut gagangnya dan menyuruhku menungging. Kurasakan kemaluanqu
dimasuki kembali gagang kemaluan Papah, sesudah itu mulai dikeluar-masukkan kembali ke
kemaluanqu dgn pelan. Sementara itu tangan Papah masih meremas-remas dan menarik-narik
puting buah dadaqu dgn kuat. Aqu mulai mendesah menahan rasa nikmat.

“Papahh.., ahhh.. teruss… sodokk… sodokk.. enakk sekali..!” racauku tak tahu malu.
Papah terus menekan dan menarik gagangnya semakin cepat, dan aqu semakin meracau tak karuan.
“Akhh.., Noermaa suka… ohhh… terusss… ahh..!”

Papah terus meyodok kemaluanqu dgn kuat, aqu pun memaju-mundurkan pantatku sesampai
persebadanan kita sangat menggairahkan. Aqu dan Papah mendesah-desah penuh kenikmatan.
“Ohhh.. auhh… akhh..!” aqu pun makin keras mendesah.
Papah semakin cepat mengeluar-masukkan gagang kejantanannya.
“Ahhh… Noerma mau keluarr.. Yahh..!” teriakku kerana aqu akan orgasme.

Papah semakin gencar menyodok-nyodok kemaluanqu sembari terus menarik-narik dan
meremasremas
buah dadaqu. Sodokan-sodokan pada kemaluanqu membuatku menjerit kerana merasa tak tahan
lagi.
“Akhhh… ehhhmm..!” lenguhku.

Badanku lemas sembari memeluk Papah kuat-kuat. Kerana Papah belum orgasme, Papah terus
mengeluar-masukkan gagangnya tanpa memperdulikan kemaluanqu yg masih ngilu.
“Ohhh… ahhh… Noermaa enggga kuattt… aughh..!” teriakkanku malah makin membuat Papah
semakin cepat menghujamkan gagangnya pada kemaluanqu.
“Papahhh… hampirr… Sayg.., tahan sebentar.. ohhh..!” lenguh Papah.

Lalu kurasakan Papah memelukku erat-erat seiring dgn tembakan air maninya, rasanya hangat dan
nikmat. Badanku lunglai dan Papah masih mendiamkan gagangnya berada dalem kemaluanqu.
Kita berpelukan sembari mengatur napas.

Sesudah agak tenang, Papah mencabut gagangnya. Kemudian kita berciuman dgn mesra, lidah kita
saling berpaut diselingi hisapan-hisapan Papah di lidahku. Tangan Papah tentu saja meremas-remas
buah dadaqu. Semakin lama kita semakin terangsang kembali. Papah memainkan puting buah
dadaqu, dijilat-jilatnya dgn raqus dan terus menghisap dgn penuh nafsu. Aqu mulai mendesah
merasakan kemaluanqu basah kembali. Papah meneruskan jilatannya ke perutku, kemudian
menyuruhku mengangkat dan melipat kedua kakiku ke atas sampai berada di antara kepalaqu. Dgn
posisi ini sudah jelas kemaluanqu yg basah terbuka lebar di depan matanya.

Papah menjilat-jilat kemaluanqu sembari menusuk-nusukkan lidahnya di antara belahan
kemaluanqu.
Mendapat rangsangan seperti itu aqu mendesah tak terkendali lagi.

“Ohh.. Papahhh.. enak sekali… terusss.. ohhh… hisappp teruss..! Hisapp.. kemaluank Noerma.. ohhh..!”

Papah semakin cepat menghisap-hisap kemaluanqu yg banjir oleh cairan kewanitaanku. Aqu
semakin merengganggkan kedua kakiku lebar-lebar agar Papah lebih leluasa melaqukan gerakannya.
Jilatan-jilatan di kemaluanqu yg enak itu membuatku memohon-mohon.
“Ohh.. Papahh.., masukkan..! Noermaa.. mohon..!” pintaqu pada Papah.

Papah pun menggesek-gesekkan gagang kejantanannya di kemaluanqu yg becek. Aqu melenguh
nikmat, mulutku mendesis-desis tak tahan. Papah memasukkan gagangnya pada lubang
kemaluanqu.

Penetrasinya itu membuatku terus meracau, “Oh.. enakkk Yahh… yeahh… lebih cepat… ohhh.. enakk
sekali… sodok.. terus… kemaluan Noerma Yahh..! Akhhh.. mmff.. ohh..!”
“Iya Saygku. Papahh.. suka kemaluan kamu.. ohhh… Noermaa..!” racau Papah membalasku.
Genjotan Papah di kemaluanqu semakin cepat dan liar sampai terasa menyentuh rahimku.
“Noerma.. mau keluar Yahh.., ohhh..!” teriakku.
“Papahh.. juga Sayg.., ohhh..!”
Crott… crott… crott..! Kita berdua menjerit, bersamaan itu kurasakan tembakan air mani Papah
yg kuat. Papah mencium bibirku. Kerana kelelahan, kita pun tertidur lelap.
Paginya saat kita bangun, Jerry naik ke ranjang.
Dia yg tak mengerti apapun tersenyum manis sembari berkata, “Jerry juga mau.. bobo ama
Bunda Noerma yah.”
Kita cuma berpandangan dgn penuh kemesraan sembari memeluk Jerry.
Keesokannya ketika aqu datang ke kamar Papah, dia sedang berbaring di tempat tidur. Kudekati dan
duduk di tepian ranjang.
“Kenapa Jerry dan Ina pergi jalan-jalan tanpa Papah..?” tanyaqu pada Papah.
“Papah sedikit pusing Sayg.” jawab Papah sembari tersenyum.
“Hmm.. Noerma pijit ya..?” Papah pun mengangguk.

Aqu pun memijit dahi Papah sembari menatap matanya. Mungkin kerana gemas, Papah menarik
kepalaqu dan mencium bibirku dgn lembut, lalu dikulumnya dan dihisap-hisapnya lidahku, aqu pun
membalasnya. Tiba-tiba badanku ditarik ke sampingnya dan Papah menindihku sembari menciumi
leherku, kemudian kembali lagi melumat bibirku yg basah.

Papah menarik baju ketat yg kupakai. Aqu pun membantu Papah melepaskan seluruh pakaiannya
sampai kita berdua sudah telanjang. Lalu Papah berbisik di telingaqu.

“Sayg.., Papah ingin bercinta dgnmu.” aqu cuma tersenyum.

Tanpa dikomando, Papah mencium bibirku dan tangannya sibuk meremas-remas buah dadaqu.
Aqu pun mulai meresponnya dgn desahan, “Ahhh… Papahh..!” Papah meneruskan jilatannya ke
leherku, ketiak dan mengakhirinya di buah dada kiriku. Dijilatinya seluruh buah dadaqu sampai
basah.

Lalu Papah berdiri menuju selangkanganku. Aqu pun mengangkangkan kedua kakiku dan kurasakan
jari Papah menyibakkan kemaluanqu. Jilatan lidahnya membuatku tersentak dan medesah tak
karuan, apalagi Papah melaqukannya berulang-ulang. Refleks kakiku bergerak menjepit kepala
Papah, tapi Papah memegangi kedua kakiku agar tetap dalem posisi mengangkang. Yg kurasakan
saat itu adalah jilatan-jilatan Papah yg sungguh luar biasa. Cairan kewanitaanku meleleh keluar terus
menerus.

“Ohhh.. Papahh.. Noerma engga kuattt lagi.. ahh..!” jeritku sembari mencengkram seprei yg kita
tiduri.

Sesudah hampir 10 menit menjilati dan menghisap-hisap kemaluanqu, akhirnya aqu mencapai
orgasme, kujepit kepala Papah. Papah pun bangkit, kemudian badanku ditindihnya, bibirnya
mencium bibirku dgn sangat bernafsu. Tangannya tak mau kalah meremas-remas buah dadaqu dgn
kuat. Lalu Papah bersimpuh di antara pahaqu dan menggesek-gesekkan jempolnya di belahan
kemaluanqu yg masih basah.

Aqu medesah keenakan, “Ahhhh… Papahhh… enakkk.. Saygg.., nikmat sekalii..!”

Aqu semakin membuka kakiku lebar-lebar, Papah dgn sigap mengarahkan gagang kejantanannya yg
sudah menegang itu ke kemaluanqu. Lalu kurasakan gesekan-gesekan kepala gagang kemaluannya
yg sangat enak dan hangat.

“Ohhh.. Papahhh.., teruss… Saygg… aughh.. enak sekali..!”
Papah pun menekan gagang kemaluannyanya sampai amblas.
“Akhh..!” jeritku.

Lalu Papah mengeluar-masukkan gagangnya. Saat itu juga aqu mendesah-desah lagi, cairan
kewanitaanku mulai keluar dari kemaluanqu.

Papah nampaknya mengerti keadaanku, sesampai dinaikkannya tempo gerakannya. Ditarik…
ditekan… berulang-ulang. Dgn refleks kugoyg pinggulku ke kanan dan ke kiri. Akhirnya aqu
merasakan ada kekuatan yg menjalar di kemaluanqu.

Aqu meracau keras, “Ahhh.. Sayg… teruss.., Papahh.. ohh.. ohhh.. Noerma.. mauu…”

Papah pun ikutan meracau, “Iya.. Sayg.. ayo keluarkan… ayo..! Agar kemaluanmu bisa meremas
kemaluanku..! Aohh..!”
Tanpa dapat kita bendung lagi, aqu dan Papah menjerit bersamaan.
“Papahh… keluarr.. ohh..!”
“Papahh… ohh..!” jeritku sembari berpelukan dgn erat.

Kurasakan lelehan cairan keluar dari kemaluanqu. Papah mencium bibirku, badan kita terkulai lemas.
Beberapa saat kita terdiam sembari berpelukan. Lalu Papah menyuruhku berdiri di dekat meja.
Aqu menurutinya saat satu kakiku dinaikkan di atas meja dan kedua tanganku bertumpu pada
dinding. Papah mencium bibirku, sedangkan tangan kirinya mengorek-ngorek kemaluanqu yg
terbuka lebar. Aqu mendesis saat jari-jari Papah menggesek-gesek klitorisku.

“Ahh.. Sayg.., teruss..! Ohh kemaluan Nisa.. ohh..!” racauku.
Papah tersenyum dan menimpali racauanku, tetapi tangannya masih mengorek-ngorek kemaluanqu
yg sudah lembab.

“Kenapa kemaluan kamu Nisa sayg..?”
“Ohh.. Papahhh… kemaluan Nisssaa.. basahh… Yahh… ohhh..!” jawabku sembari melenguh tak kuat.
“Iya.. Sayg, kemaluan kamuu basah.. Papahh… suka. Nanti kemaluan Papah akan bersarang di sana
saygku..!”

Mendengar kata-kata jorok Papah, aqu semakin gila dan terangsang.
“Ohhh.. Papahh.. teruss.. lebihh.. cepatt..! Nisaa.. mauu..” ucapku lirih.
“Mau… apaa… Sayg..?” ucap Papah sembari terus menggesek-gesekkan klitorisku yg semakin besar.
“Ohhh… Nisssaa… mauuu.. kemaluan Papahh… ahhh… Papahh.. masukin dong..! Kemaluan..
Noermaa.. inginn.. kemaluan.. Papahh..!” jawabku tak terkendali lagi.

“Baikk.. Sayg.., kemaluanmu sudahh tak tahan ya..? Rasakan kemaluan.. Papahh.. ini.. ohh..!” ucap
Papah sembari mengarahkan gagang kejantanannya pada lubang kemaluanqu dan
menggesekkannya ke atas ke bawah… berulang-ulang.

Aqu medesah penuh kenikmatan, “Ohh.. enakk.. Yahh… masukkan lagii.. ohh..!” pintaqu pada Papah.
Papah pun langsung menekannya sampai amblas pada kemaluanqu.
“Akhhh..!” jeritku menahan rasa sakit.

Papah mengeluar-masukkan gagangnya dgn cepat. Aqu semakin menjerit histeris.
“Oh.. Papahh… enakk.. kemaluanmu… masukk.. kemaluanku.. ohh..!”
“Iya… Sayg… terimalahh.. kemaluanku.. oughh..!” lenguh Papah sembari terus menggenjot
kemaluanqu semakin cepat.

Gerakanku semakin liar, napas kita turun naik menahan kenikmatan yg sudah sampai pada ubun-
ubun kepala kita.

Akhirnya aqu menyerah sembari menjerit keras, ” Ahh… Sayg.. kemaluan.. Noerma.. mauu.. keluarr..
ohh..!”

“Iya… Papah.. jugaa.. tahan.. Saygku… rasakan.. pejuhku.. yg banyak ini.. ohh..!”
“Papah, Noermaa.. ohh.. ohh..!” desahku menyambut orgasme yg kurasa akan meledak.
“Iyaa.. Sayg, keluarkan.. Sayg.. Papahh.. ingin.. kemaluan.. kamu mejepit kemaluan Papahh.. ahh..!”
racau Papah menggenjotku keras dan sangat cepat.

Aqu dan Papah kemaluanik bersamaan, “Akh… ohhh..!”
“Crott.. crot… crot..!” air mani Papah memenuhi kemaluanqu.
Papah memelukku erat sembari menahan badanku yg sudah ambruk pada pundaknya.
Dicabutnya gagangnya, kemudian kujilati sampai bersih. Kita pun naik ke ranjang dan tertidur.
;Akhh..!;Crott.. crot… crot..!

Kisah Hot, Kisah Hot Terbaru, Kisah Hot Terbaik, Kisah Hot Nyata, Kisah Hot Terhangat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.