Cerita Sex cerita ngentot Cerita Dewasa thor hammer Cerita Sex cerita dewasa terbaru
Cerita Bokep, Cerita Bokep Terbaru
Breaking News
cerita dewasa Cerita Mesum Cerita Mesum Cerita Dewasa Cerita Sex

Skandal Abg Tuker Pasangan

Cerita Ngentot

Skandal Abg Tuker PasanganCerita Bokep, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Bokep Terbaik, Cerita
Bokep Terhangat, Cerita Bokep Nyata, Cerita Bokep Hot, Aqu terbangun karena hp ku berdering.
Kulihat Meydita, abg yg kugarap tadi malam, masih
terlelap. Buah dadanya yg montok bergerak seiring dgn tarikan nafasnya. Ingin aqu menggelutinya
lagi, tetapi kerabatku Heldy sedang menunggu diujung hp. Aqu keluar kamar supaya Meydita
tidak terganggu dgn pembicaraanku.

Cerita Bokep, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Bokep Terbaik, Ccerita Bokep Terhangat, Cerita Bokep Nyata, Cerita Bokep HotCerita Bokep

“Baru bangun ya”, terdengar suara Heldy diujung sana.
“Iya, mau ngapain pagi gini dah nelpon, masih ngantuk”, jawabku.
“Gini ari baru bangun, udah jam 10 nih. Pasti ngegarap abg ya”.
“La iya lah”, jawabku. “Ada apa”.
“Tukeran abg yuk, aqu semalam main ama pembantu sebelah”.
“Pembantu? emangnya gag ada perempuan yg lain”, kataqu, rada kesel.

Masak Meydita mau dituker ama pembantu.

“Tunggu dulu, biar pembantu cantik kaya Anak gedongan. Badannya montok banget dan nafsunya
gede banget, maunya terus2an main. Kamu pasti puas lah main ama dia”.
“Masak sih, kalo perempuanku Meydita, Anak skolahan, montok dan binal kalo di ranjang”, jawabku
lagi.
“Ya udah, kita tukeran aja, mau enggak. Kalo mau aqu ama Normma cabut kerumahmu sekarang”.
Aqu tertarik juga dgn tawaran, ingin juga aqu ngeliat kaya apa sih pembantu yg katanya kaya
Anak gedongan, “Ok, dateng aja”. Pembicaraan terhenti. Aqu kembali ke kekamar.

Meydita udah bangun.

“Ada apa om, mau maen lagi tidak”, katanya sambil tersenyum.
“Belum puas semalem ya Din. Kawan om tadi nelpon ngajakin om tuker pasangan. Meydita mau
tidak maen ama kawannya om. Dia juga ahli kok nggarap perempuan abg kaya Meydita”, jawabku.
“Kalo nikmat ya Meydita sih mau aja”, Meydita bangun dari tempat tidur dan masuk kamar mandi.

Aqu menyusulnya. Sebenarnya aqu nafsu lagi ngeliat Meydita yg masih telanjang bulat, tetapi karena
Normma mau dateng ya aqu tahan aja nafsuku. Kita mandi sama sambil saling menyabuni sesampai
kemaluanku ngaceng lagi.

“Om, kemaluannya ngaceng lagi tuh, maen lagi yuk”, ajak Meydita sambil ngocok kemaluanku.
“Kan Meydita mau maen ama kawannya om, nanti aja maennya. Kawan om ama perempuannya lagi menuju kemari”, jawabku.

Sehabis mandi, kita sarapan dulu. Meydita tetep aja bertelanjang bulat sementara aqu cuma pake
celana pendek saja. Selesai makan aqu menarik Meydita saung dipinggir kolam renang yg ada
dibelakang rumahku. Meydita kupeluk dan kuciumi sementara tanganku sibuk meremes2 buah dada
montoknya. Meyditapun tidak mau kalah, kemaluanku digosok2nya dari luar celana ku.

Sedang asik, Heldy dan Normma datang. Heldy sudah biasa kalo masuk rumahku langsung nyelonong
aja kedalem, gelorabirahi.com karena kami punya kunci rumah masing2. Normma ternyata cantik
juga, seperti bintang sinetron berdarah arab yg aqu lupa namanya. Normma make pakean ketat,
sesampai buah dadanya yg besar tampak sangat menonjol. Pantatnya yg besar juga tampak sangat
menggairahkan. Normma terkejut melihat Meydita yg bertelanjang bulat. Kuperkenalkan Meydita
pada Heldy, Heldy langsung menggandeng Meydita masuk ke rumah.

“An, Heldy bilang dia nikmat banget ngentotsama kamu, kemaluan kamu bisa ngempot ya, aqu jadi
kepingin ngerasain diempot juga”, kataqu sambil mencium pipinya.
“An, kamu nafsuin banget, tetek besar dan pantat juga besar”.
“Meydita kan juga nafsuin pak”, jawabnya sambil duduk disebelahku di dipan.
“Jangan panggil pak dong, panggil om. Kan aqu belum tua”, kataqu sambil memeluknya.

Kucium pipinya sambil jemariku membelai-belai bagian belakang telinganya. Matanya terpejam
seolah menikmati usapan tanganku. Kupandangi wajahnya yg manis, hidungnya yg mancung lalu
bibirnya. Tak tahan berlama-lama menunggu akhirnya aqu mencium bibirnya. Kulumat mesra lalu
kujulurkan lidahku. Mulutnya terbuka perlahan menerima lidahku. Lama aqu mempermainkan
lidahku di dalam mulutnya. Lidahnya begitu agresif menanggapi permainan lidahku, sampai-sampai
nafas kami berdua menjadi tak beraturan.

Sesaat ciuman kami terhenti untuk menarik nafas, lalu kami mulai berpagutan lagi dan lagi. Kubelai
pangkal lengannya yg terbuka. Kubuka telapak tanganku sesampai jempolku bisa menggapai
permukaan dadanya sambil membelai pangkal lengannya. Bibirku kini turun menyapu lehernya
seiring telapak tanganku meraup buah dadanya. Normma menggeliat bagai cacing kepanasan
terkena terik mentari. Suara rintihan berulang kali keluar dari mulutnya di saat lidahku menjulur
menikmati lehernya yg jenjang.

“Om….” Normma memegang tanganku yg sedang meremas buah dadanya dgn penuh nafsu.

Bukan untuk mencegah, karena dia membiarkan tanganku mengelus dan meremas buah dadanya yg
montok.

”An, aqu ingin melihat buah dadamu”, ujarku sambil mengusap bagian puncak buah dadanya yg
menonjol.

Dia menatapku. Normma akhirnya membuka tank top ketatnya di depanku. Aqu terkagum-kagum
menatap buah dadanya yg tertutup oleh BH berwarna hitam. Buah dadanya begitu membusung,
menantang, dan naik turun seiring dgn desah nafasnya yg memburu. Sambil berbaring Normma
membuka pengait BH-nya di punggungnya. Punggungnya melengkung indah. Aqu menahan tangan
Normma ketika dia mencoba untuk menurunkan tali BH-nya dari atas pundaknya.

Justru dgn keadaan BH-nya yg longgar karena tanpa pengait seperti itu membuat buah dadanya
semakin menantang.

“buah dadamu bagus, An”, aqu mencoba mengungkapkan keindahan pada tubuhnya.

Perlahan aqu menarik turun cup BH-nya. Mata Normma terpejam. Perhatianku terfokus ke putingnya
yg berwarna kecoklatan. Lingkarannya tak begitu besar sedang ujungnya begitu runcing dan kaqu.
Kuusap putingnya lalu kupilin dgn jemariku. Normma mendesah. Mulutku turun ingin mencicipi buah
dadanya.

“Egkhh..” rintih Normma ketika mulutku melumat putingnya.

Kupermainkan dgn lidah dan gigiku. Sekali-sekali kugigit putingnya lalu kuisap kuat-kuat sesampai
membuat Normma menarik rambutku. Puas menikmati buah dada yg sebelah kiri, aqu mencium
buah dada Normma yg satunya yg belum sempat kunikmati. Rintihan-rintihan dan desahan
kenikmatan keluar dari mulut Normma. Sambil menciumi buah dada Normma, tanganku turun
membelai perutnya yg datar, berhenti sejenak di pusarnya lalu perlahan turun mengitari lembah di
bawah perut Normma.

Kubelai pahanya sebelah dalam terlebih dahulu sebelum aqu memutuskan untuk meraba kemaluannya
yg masih tertutup oleh celana jeans ketat yg dikenakan Normma. Aqu secara tiba-tiba
menghentikan kegiatanku lalu berdiri di samping dipan. Normma tertegun sejenak memandangku,
lalu matanya terpejam kembali ketika aqu membuka jeans warna hitamnya. Aqu masih berdiri
sambil memandang tubuh Normma yg tergolek di dipan, menantang.

Kulitnya yg tak terlalu putih membuat mataqu tak jemu memandang. Perutnya begitu datar. Celana
jeans ketat yg dipakainya telihat terlalu longgar pada pinggangnya tetapi pada bagian pinggulnya
begitu pas untuk menunjukkan lekukan pantatnya yg sempurna. Puas memandang tubuh Normma,
aqu lalu membaringkan tubuhku disampingnya. Kurapikan untaian rambut yg menutupi beberapa
bagian pada permukaan wajah dan leher Normma.

Kubelai lagi buah dadanya. Kucium bibirnya sambil kumasukkan air liurku ke dalam mulutnya.
Normma menelannya. Tanganku turun ke bagian perut lalu menerobos masuk melalui pinggang
celana jeans Normma yg memang agag longgar. Jemariku bergerak lincah mengusap dan membelai
selangkangan Normma yg masih tertutup CDnya. jari tengah tanganku membelai permukaan Cdnya
tepat diatas kemaluannya, basah. Aqu terus mempermainkan jari tengahku untuk menggelitik
bagian yg paling pribadi tubuh Normma. Pinggul Normma perlahan bergerak ke kiri, ke kanan
dan sesekali bergoyg untuk menetralisir ketegangan yg dialaminya.

aqu menyuruh Normma untuk membuka celana jeans yg dipakainya. Tangan kanan Normma
berhenti pada permukaan kancing celananya. Normma lalu membuka kancing dan menurunkan
reitsliting celana jeansnya. CD hitam yg dikenakannya begitu mini sesampai jembut keriting yg
tumbuh di sekitar kemaluannya hampir sebagian keluar dari pinggir CDnya. Aqu membantu menarik
turun celana jeans Normma. Pinggulnya agag Meyditaikkan ketika aqu agag kesusahan menarik
celana jeans Normma. Aqupun melepas celana pendekku.

Posisi kami kini sama-sama tinggal mengenakan CD. Tubuhnya semakin seksi saja. Pahanya begitu
mulus. Memang harus kuaqui tubuhnya begitu menarik dan memikat, penuh dgn sex appeal. Kami
berpelukan. Kutarik tangan kirinya untuk menyentuh kemaluanku dari luar CD ku.Cerita Sex

“Oh..” Normma menyentuh kemaluanku yg tegang.
“Kenapa, An?” tanyaqu. Normma tak menjawab, malah melorotkan CD ku.

Langsung kemaluanku yg panjangnya kira-kira 18 cm serta agag gemuk dibelai dan digenggamnya.

Belaiannya begitu mantap menandakan Normma juga begitu piawai dalam urusan yg satu ini.

“Tangan kamu pintar juga ya, An,”´ ujarku sambil memandang tangannya yg mengocok kemaluanku.
“Ya, mesti dong!” jawabnya sambil cekikikan.
“Om sama Meydita semalem maen berapa kali?” tanyanya sambil terus mengurut-urut kemaluanku.
“Kamu sendiri semalem maen berapa kali sama Heldy?” aqu malah balik berrtanya.

Mendapat pertanyaan seperti itu entah kenapa nafsuku tiba-tiba semakin liar. Normma akhirnya
bercerita kalau Heldy nafsu sekali tadi malem menggeluti dia. Mau berapa kali meminta,
Normma pasti melayaninya. Mendengar perjelasan begitu jari-jariku masuk dari samping CD
langsung menyentuh bukit kemaluan Normma yg sudah basah. Telunjukku membelai-belai i tilnya
sesampai Normma keenakan.

“Kamu biasa ngisep kan,?” tanyaqu.

Normma tertawa sambil mencubit kemaluanku. Aqu meringis.

“Kalo punya om mana bisa?” ujarnya.
“Kenapa memangnya?” tanyaqu penasaran.
“Nggak muat di mulutku,” selesai berkata demikian Normma langsung tertawa kecil.
“Kalau yg dibawah, gimana?” tanyaqu lagi sambil menusukkan jari tengahku ke dalam kemaluannya.

Normma merintih sambil memegang tanganku. Jariku sudah tenggelam ke dalam liang kemaluannya.
Aqu merasakan kemaluannya berdenyut menjepit jariku. Ugh, pasti nikmat sekali kalau kemaluanku
yg diurut, pikirku. Segera CD nya kulepaskan.

Perlahan tanganku menangkap buah dadanya dan meremasnya kuat. Normma meringis. Diusapnya
lembut kemaluanku keras banget. Tangannya begitu kreatif mengocok kemaluanku sesampai aqu
merasa keenakan. Aqu tak hanya tinggal diam, tanganku membelai-belai buah dadanya yg montok.
Kupermainkan putingnya dgn jemariku, sementara tanganku yg satunya mulai meraba jembut lebat
di sekitar kemaluan Normma. kuraba permukaan kemaluan Normma.

Jari tengahku mempermainkan i tilnya yg sudah mengeras. kemaluanku kini sudah siap tempur
dalam genggaman tangan Normma, sementara kemaluan Normma juga sudah mulai mengeluarkan
cairan kental yg kurasakan dari jemari tanganku yg mengobok-obok kemaluannya. Kupeluk tubuh
Normma sesampai kemaluanku menyentuh pusarnya. Tanganku membelai punggung lalu turun
meraba pantatnya yg montok. Normma membalas pelukanku dgn melingkarkan tangannya di
pundakku.

Kedua telapak tanganku meraih pantat Normma, kuremas dgn sedikit agag kasar lalu aqu menaiki
tubuhnya. Kaki Normma dgn sendirinya mengangkang. Kuciumi lagi lehernya yg jenjang lalu turun
melumat buah dadanya. Telapak tanganku terus membelai dan meremas setiap lekuk dan tonjolan
pada tubuh Normma. Aqu melebarkan kedua pahanya sambil mengarahkan kemaluanku ke bibir
kemaluannya. Normma mengerang lirih. Matanya perlahan terpejam.

Giginya menggigit bibir bawahnya untuk menahan laju birahinya yg semakin kuat. Normma menatap
aqu, matanya penuh nafsu seakan memohon kepadaqu untuk memasuki kemaluannya.”Aqu ingin
mengen totmu, An” bisikku pelan, sementara kepala kemaluanku masih menempel di belahan
kemaluan Normma. Kata ini ternyata membuat wajah Normma memerah. Normma menatapku
sendu lalu mengangguk pelan sebelum memejamkan matanya. aqu berkonsentrasi penuh dgn
menuntun kemaluanku yg perlahan menyusup ke dalam kemaluan Normma.

Terasa seret, memang, nikmat banget rasanya. Perlahan tetapi pasti kemaluanku membelah
kemaluannya yg ternyata begitu kencang menjepit kemaluanku. kemaluannya begitu licin sampai
agag memudahkan kemaluanku untuk menyusup lebih ke dalam. Normma memeluk erat tubuhku
sambil membenamkan kuku-kukunya di punggungku sampai aqu agag kesakitan.

Tetapi aqu tak peduli.

“Om, gede banget, ohh..” Normma menjerit lirih.

Tangannya turun menangkap kemaluanku.

“Pelan om”. Soalnya aqu tahu pasti ukuran kemaluan Heldy taklah sebesar yg kumiliki.

Akhirnya kemaluanku terbenam juga di dalam kemaluan Normma. Aqu berhenti sejenak untuk
menikmati denyutan-denyutan yg timbul akibat kontraksi otot-otot dinding kemaluan
Normma.Cerita Sex

Denyutan itu begitu kuat sampai-sampai aqu memejamkan mata untuk merasakan kenikmatan yg
begitu sempurna. Kulumat bibir Normma sambil perlahan-lahan menarik kemaluanku untuk
selanjutnya kubenamkan lagi. Aqu menyuruh Normma membuka kelopak matanya. Normma
menurut. Aqu sangat senang melihat matanya yg semakin sayu menikmati kemaluanku yg keluar
masuk dari dalam kemaluannya.

“Aqu suka kemaluanmu, An.. kemaluanmu masih rapet” ujarku sambil merintih keenakan.

Sungguh, kemaluan Normma enak sekali.

“Kamu enak kan, An?” tanyaqu lalu dijawab Normma dgn anggukan kecil.

Aqu menyuruh Normma untuk menggoygkan pinggulnya. Normma langsung mengimbangi
gerakanku yg naik turun dgn goygan memutar pada pinggangnya.

“Suka kemaluanku, An?” tanyaqu lagi.

Normma hanya tersenyum. kemaluanku seperti diremas-remas ditambah jepitan kemaluannya.

“Ohh.. hh..” aqu menjerit panjang.

Rasanya begitu nikmat. Aqu mencoba mengangkat dadaqu, membuat jarak dgn dadanya dgn
bertumpu pada kedua tanganku. Dgn demikian aqu semakin bebas dan leluasa untuk mengeluar-
masukkan kemaluanku ke dalam kemaluan Normma.

Kuperhatikan kemaluanku yg keluar masuk dari dalam kemaluannya. Dgn posisi seperti ini aqu
merasa begitu jantan. Normma semakin melebarkan kedua pahanya sementara tangannya
melingkar erat di pinggangku. Gerakan naik turunku semakin cepat mengimbangi goygan pinggul
Normma yg semakin tak terkendali.

“An.. enak banget, kamu pintar deh.” ucapku keenakan.
“Normma juga, om”, jawabnya. Normma merintih dan mengeluarkan erangan-erangan kenikmatan.

Berulang kali mulutnya mengeluarkan kata,

“aduh” yg diucapkan terputus-putus.

Aqu merasakan kemaluan Normma semakin berdenyut sebagai pertanda Normma akan mencapai
puncak pendakiannya. Aqu juga merasakan hal yg sama dgnnya, tetapi aqu mencoba bertahan dgn
menarik nafas dalam-dalam lalu bernafas pelan-pelan untuk menurunkan daya rangsangan yg
kualami. Aqu tak ingin segera menyudahi permainan ini hanya dgn satu posisi saja. Aqu
mempercepat goyganku ketika kusadari Normma hampir nyampe. Kuremas buah dadanya kuat
seraya mulutku menghisap dan menggigit putingnya. Kuhisap dalam-dalam.

“Ohh.. hh.. om..” jerit Normma panjang.

Aqu membenamkan kemaluanku kuat-kuat ke kemaluannya sampai mentok agar Normma
mendapatkan kenikmatan yg sempurna. Tubuhnya melengkung indah dan untuk beberapa saat
lamanya tubuhnya kejang. Kepalaqu ditarik kuat terbenam diantara buah dadanya. Pada saat
tubuhnya menyentak-nyentak aqu tak sanggup untuk bertahan lebih lama lagi.

“An, aaquu.. keluaarr, Ohh.. hh..” jeritku.

Normma yg masih merasakan orgasmenya mengunci pinggangku dgn kakinya yg melingkar di
pinggangku. Saat itu juga aqu memuntahkan air mani hangat dari kemaluanku. Kurasakan tubuhku bagai
melayg. secara spontan Normma juga menarik pantatku kuat ke tubuhnya. Mulutku yg berada di
belahan dada Normma kuhisap kuat sampai meninggalkan bekas merah pada kulitnya. Telapak
tanganku mencengkram buah dada Normma. Kuraup semuanya sampai-sampai Normma kesakitan.

Aqu tak peduli lagi. Air maniku akhirnya muncrat membasahi kemaluannya. Aqu merasakan nikmat yg
tiada duanya ditambah dgn goygan pinggul Normma pada saat aqu mengalami orgasme. Tubuhku
akhirnya lunglai tak berdaya di atas tubuh Normma. kemaluanku masih berada di dalam kemaluan
Normma. Normma mengusap-usap permukaan punggungku.

“Normma puas sekali dientotom,” katanya.

Aqu kemudian mencabut kemaluanku dari kemaluannya. Dari dalam Heldy keluar sudah berpakaian
lengkap.

“Pulang yuk An, sudah sore”, ajaknya.

Aqu masuk kembali ke kamar. Meydita ada di kamar mandi dan terdengar shower nyala. Aqu bisa
mendengarnya karena pintu kamar mandi tak ditutup. Tak lama kemudian, shower terdengar
berhenti dan Meydita keluar hanya bercelana pendek. Ganti aqu yg masuk ke kamar mandi, aqu
hanya membersihkan tubuhku. Keluar dari kamar mandi, Meydita berbaring diranjang telanjang
bulat.

“Kenapa, lemes ya dientotHeldy”, kataqu.
“Lebih enak ngentotsama om, kemaluan om lebih besar soalnya”, jawab Meydita tersenyum.
“Malem ini kita men lagi ya om”. Hebat banget Meydita, tidak ada matinya. Inginnya dientotterus.
“Ok aja, tapi sekarang kita cari makan dulu ya, biar ada tenaga bertempur lagi nanti malem”, kataqu
sambil berpakaian.

Meydita pun mengenakan pakaiannya dan kita pergi mencari makan malem. Kembali ke rumah
sudah hampir tengah malem, tadi kita selain makan santai2 di pub dulu.

Di kamar kita langsung melepas pakaian masing2 dan bergumul diranjang. Tangan Meydita bergerak
menggenggam kemaluanku. Aqu melenguh seraya menyebut namanya. Aqu meringis menahan
remasan lembut tangannya pada kemaluanku. Meydita mulai bergerak turun naik menyusuri
kemaluanku yg sudah teramat keras. Sekali-sekali ujung telunjuknya mengusap kepala kemaluanku
yg sudah licin oleh cairan yg meleleh dari liangnya.Cerita Sex

Kembali aqu melenguh merasakan ngilu akibat usapannya. Kocokannya semakin cepat. Dgn lembut
aqu mulai meremas-remas buah dadanya. Tangan Meydita menggenggam kemaluanku dgn erat.
Putingnya kupilin2. Meydita masukan kemaluanku kedalam mulutnya dan mengulumnya. Aqu terus
menggerayg buah dadanya, dan mulai menciumi buah dadanya. Nafsuku semakin berkobar. Jilatan
dan kuluman Meydita pada kemaluanku semakin menggNormmas sampai-sampai aqu terengah-
engah merasakan kelihaian permainan mulutnya.

Aqu membalikkan tubuhnya sampai berlawanan dgn posisi tubuhku. Kepalaqu berada di
bawahnya sementara kepalanya berada di bawahku. Kami sudah berada dalam posisi enam
sembilan! Lidahku menyentuh kemaluannya dgn lembut. Tubuhnya langsung bereaksi dan tanpa
sadar Meydita menjerit lirih. gelorabirahi.com Tubuhnya meliuk-liuk mengikuti irama permainan
lidahku di kemaluannya. Kedua pahanya mengempit kepalaqu seolah ingin membenamkan wajahku
ke dalam kemaluannya. kemaluanku kemudian dikempit dgn buah dadanya dan digerakkan maju
mundur, sebentar.

Aqu menciumi bibir kemaluannya, mencoba membukanya dgn lidahku. Tanganku mengelus paha
bagian dalam. Meydita mendesis dan tanpa sadar membuka kedua kakinya yg tadinya merapat. Aqu
menempatkan diri di antara kedua kakinya yg terbuka lebar. kemaluan kutempelkan pada bibir
kemaluannya. Kugesek-gesek, mulai dari atas sampai ke bawah. Naik turun. Meydita merasa ngilu
bercampur geli dan nikmat. kemaluannya yg sudah banjir membuat gesekanku semakin lancar
karena licin.

Meydita terengah-engah merasakannya. Aqu sengaja melaqukan itu. Apalagi saat kepala
kemaluanku menggesek-gesek i tilnya yg juga sudah menegang.

“Om.?” panggilnya menghiba.
“Apa Din”, jawabku sambil tersenyum melihatnya tersiksa.
“Cepetan..” jawabnya. Aqu sengaja mengulur-ulur dgn hanya menggesek-gesekan kemaluan.

Sementara Meydita benar-benar sudah tak tahan lagi mengekang birahinya.

“Meydita sudah ingin dientotom”, katanya.

Meydita melenguh merasakan desakan kemaluanku yg besar itu. Meydita menunggu cukup lama
gerakan kemaluanku memasuki dirinya. Serasa tak sampai-sampai. Maklum aja, selain besar,
kemaluanku juga panjang. Meydita sampai menahan nafas saat kemaluanku terasa mentok di dalam,
seluruh kemaluanku amblas di dalam. Aqu mulai menggerakkan pinggulnya pelan2. Satu, dua dan
tiga enjotan mulai berjalan lancar.

Semakin membanjirnya cairan dalam kemaluannya membuat kemaluanku keluar masuk dgn
lancarnya. Meydita mengimbangi dgn gerakan pinggulnya. Meliuk perlahan. Naik turun mengikuti
irama enjotanku. Gerakan kami semakin lama semakin meningkat cepat dan bertambah liar.
Gerakanku sudah tak beraturan karena yg penting enjotanku mencapai bagian-bagian peka di
kemaluannya. Meydita bagaikan berada di surga merasakan kenikmatan yg luar biasa ini.
kemaluanku menjejali penuh seluruh kemaluannya, tak ada sedikitpun ruang yg tersisa sampai
gesekan kemaluanku sangat terasa di seluruh dinding kemaluannya.

Meydita merintih, melenguh dan mengerang merasakan semua kenikmatan ini. Meydita mengaqui
keperkasaan dan kelihaianku di atas ranjang. Yg pasti Meydita merasakan kepuasan tak tersampai
ngentotdgnku. Aqu bergerak semakin cepat. kemaluanku bertubi-tubi menusuk daerah-daerah
sensitivenya. Meydita meregang tak kuasa menahan nafsuku, sementara aqu dgn gagahnya masih
mengayunkan pinggulku naik turun, ke kiri dan ke kanan. Erangannya semakin keras.

Melihat reaksinya, aqu mempercepat gerakanku. kemaluanku yg besar dan panjang itu keluar masuk
dgn cepatnya. Tubuhnya sudah basah bermandikan keringat. Aqu pun demikian. Meydita meraih
tubuhku untuk didekap. Direngkuhnya seluruh tubuhku sesampai aqu menindih tubuhnya dgn erat.
Meydita membenamkan wajahnya di samping bahuku. Pinggul nya diangkat tinggi-tinggi sementara
kedua tangannya menggapai pantatku dan menekannya kuat-kuat. Meydita meregang. Tubuhnya
mengejang-ngejang.

“om..”, hanya itu yg bisa keluar dari mulutnya saking dahsyatnya kenikmatan yg dialaminya
nersamaqu.

Aqu menciumi wajah dan bibirnya. Meydita mendorong tubuhku sampai terlentang. Dia langsung
menindihku dan menciumi wajah, bibir dan sekujur tubuhku. Kembali diemutnya kemaluanku yg
masih tetidak itu. Lidahnya menjilati, mulutnya mengemut. Tangannya mengocok-ngocok
kemaluanku. Belum sempat aqu mengucapkan sesuatu, Meydita langsung berjongkok dgn kedua
kaki bertumpu pada lutut dan masing-masing berada di samping kiri dan kanan tubuhku.
kemaluannya berada persis di atas kemaluanku.

“Akh!” pekiknya tertahan ketika kemaluanku dibimbingnya memasuki kemaluannya.

Tubuhnya turun perlahan-lahan, menelan seluruh kemaluanku. Selanjutnya Meydita bergerak
seperti sedang menunggang kuda. Tubuhnya melonjak-lonjak. Pinggulnya bergerak turun naik.

“Ouugghh.. Din.., luar biasa!” jeritku merasakan hebatnya permainannya.

Pinggulnya mengaduk-aduk lincah, mengulek liar tanpa henti. Tanganku mencengkeram kedua buah
dadanya, kuremas dan dipilin-pilin. Aqu lalu bangkit setengah duduk. Wajah kubenamkan ke
dadanya. Menciumi putingnya. Kuhisap kuat-kuat sambil kuremas-remas. Kami berdua saling
berlomba memberi kepuasan. Kami tak lagi merasakan pNormmasnya udara meski kamar
menggunakan AC. Tubuh kami bersimbah peluh, membuat tubuh kami jadi lengket satu sama lain.
Meydita berkutat mengaduk-aduk pinggulnya. Aqu menggoygkan pantatku.

Tusukan kemaluanku semakin cepat seiring dgn liukan pinggulnya yg tak kalah cepatnya. Permainan
kami semakin meningkat dahsyat. Sprei ranjang sudah tak karuan bentuknya, selimut dan bantal
serta guling terlempar berserakan di lantai akibat pergulatan kami yg bertambah liar dan tak
terkendali. Aqu merasa air maniku udah mau nyembur. Aqu semakin bersemangat memacu pinggulku
untuk bergoyg. Tak selang beberapa detik kemudian, Meydita pun merasakan desakan yg sama.
Meydita terus memacu sambil menjerit-jerit histeris.

Aqu mulai mengejang, mengerang panjang. Tubuhnya menghentak-hentak liar. Akhirnya, air maniku
nyemprot begitu kuat dan banyak membanjiri kemaluannya. Meydita pun rasanya tak kuat lagi
menahan desakan dalam dirinya. Sambil mendesakan pinggulnya kuat-kuat, Meydita berteriak
panjang saat mencapai puncak kenikmatan berbarengan dgnku. Tubuh kami bergulingan di atas
ranjang sambil berpelukan erat. “om, nikmaat!” jeritnya tak tertahankan. Meydita lemes, demikian
pula aqu. Tenaga terkuras habis dalam pergulatan yg ternyata memakan waktu lebih dari 1 jam!
akhirnya kami tertidur kelelahan.

Cerita Bokep, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Bokep Terbaik, Ccerita Bokep Terhangat, Cerita Bokep Nyata, Cerita Bokep Hot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.