Cerita Sex cerita ngentot Cerita Dewasa thor hammer Cerita Sex cerita dewasa terbaru
Cerita Bokep, Cerita Bokep Terbaru
Breaking News
cerita dewasa Cerita Mesum Cerita Mesum Cerita Dewasa Cerita Sex

Kisah Seks Sutris Smith

Cerita Ngentot

Kisah Seks Sutris Smithkisah sex 2016, kisah sex terbaru, kisah sex, kisah seks 2016,

kisah seks terbaru, kisah seks, Semilir angin senja… dinaungi wangi hujan dan aroma bumi…
“Whussshhhhh… whussssshhhhhh… whusssshhhhh, swosssshhhhhhh…” suara angin kencang berlari
di depan sebuah rumah tua. Suasana hening untuk beberapa saat yg kemudian berlanjut dgn
suara angin kencang yg kembali terdengar, tak berapa lama terlihat sinar lampu yg menyala
redup dari balik jendela, nyala, padam, nyala lagi, padam lagi dan akhirnya padam ngak nyala lagi,
siapakah gerangan yg memainkan lampu di rumah yg tidak berpenghuni itu??

kisah sex 2016, kisah sex terbaru, kisah sex, kisah seks 2016, kisah seks terbaru, kisah seks,Kisah Seks

“Kreketttt… Krekettttt…..krekettt…” terdengar suara daun pintu berkreketan, entah siapa yg
membuka pintu rumah itu?
“Auuuuuuuuuuunnnngggggg….”, terdengar lolongan seekor anjing, matanya memandang tajam
pada satu titik, binatang itu menggertakkan gigi kemudian kembali melolong keras, rintik-rintik hujan
gerimis kecil menambah seram suasana di sekitar rumah itu.

kunjungi juga gelorabirahi.com

Beberapa tahun kemudian,
Di sebuah kompleks perumahan, di lokasi yg sama, seorang security mengendap-ngendap
mengikuti seseorang yg bergerak mencurigakan, dgn senjata pentungan di tangan kanan dan
segenggam keberanian di tangan kiri, si security langsung mencegat orang itu. Alamak jang aduh
biyung…!! pak security terpesona dgn kecantikan wajah perempuan itu, ia cengar-cengir mesum
dilanjutkan berbasa-basi.

“Maaf Nonnn, boleh aku lihat KTP-nya….”
“nnnnnnnnnggaaaakkk puuunyyyaaaa baaaaaaannnggggg….”
“non pilek yaaa, koq suaranya aneh gitu sih…??”
“ennnnngggaaakkkk bannnnnnngggg,,, aku nggakkk pileeekkkk…”

Pak security mengernyitkan keningnya, suara perempuan itu terdengar aneh, mirip seperti suara
yg terdengar dari dalem sumur dan datar tanpa irama, perhatian pak security tertuju pada
belahan dada yg sedikit tersibak. Sesuatu menonjol di balik baju kemeja berwarna biru muda yg
dikenakan oleh perempuan itu. Dua buah kancing atas baju perempuan itu terlepas dari tempatnya
menampakkan sedikit sembulan payudara yg ranum menggiurkan.

“Non baru pindah ya?? perasaan aku ngagak pernah liat”
“enggakkkk bang…akuaaa, sudahhh lama tinggal disiniiiiii”
“Sudah lama ?? berapa lama non ?? “
“nggaaaaaaaaaak tahuuuuuuu bannngggg….”
“E-ehhh, jatuhhhh…”

Di kegelapan malam sesuatu terjatuh dari tangan perempuan itu, dgn sigap Pak security memungut
sebuah benda. Sambil menunduk matanya tak lepas dari sepasang kaki perempuan itu yg jenjang.
“kalau bawa barang bawaan harus ati-ati nonn, kan sayg kalau sampe russ.. russs russsshuuukkhhh,
HO-OH ?? WHUAAAWWW! Mamihhhhhh..!!”

Pak Security melotot dan melemparkan tangan itu, tanpa permisi Pak Security berlali tunggang
langgang ditengah malam. Sebuah tawa mengikik dari arah belakang membuat lari lelaki separuh
baya itu semakin kencang.

Siang hari di kantor persecurity-an.
“Lhooo, kenapa ini Pak Sabirun? koq tiba-tiba begini?”
“Anuuu…, ituuu, ithuuu, sini dehh aku bisikin….”
“Hahhh?? yg bener!?”
“Bener Pak, sumpahhh, aku nggak bohong….!!.”
“Ahh mungkin itu cuma halusinasi, gag mungkin.., omong kosong….”
“Aduhh Pakkk, tolonggggg, aku minta dipindah tugaskan, kalau enggak aku lebih baik berhenti saja”
“ya sudahh, nanti aku aturin…“
“terima kasih pakk, terimakasih….”
——
Seorang security lama digantikan oleh seorang security bertubuh kurus kering dan tinggi. Dgn ramah
si kurus menyapa warga yg melintas di hadapannya, ia berlari kecil menolong seorang ibu tua yg
berjalan tertatih-tatih, dgn sopan pak security menolak pemberian ibu tua itu. Dgn tanpa pamrih dan
hati yg tulus ia membawakan belanjaan ibu itu.

“terima kasih ya Nakk..”
“seharusnya akulah yg berterimakasih.., tanpa ibu, aku.. ga punya pekerjaan. Karena di kompleks
inilah aku boleh menyambung hidup”
Dgn gagah Sutris melangkah kembali ke markasnya alias pos jaga. Tengok kanan, tengok kiri,
matanya menyenter ke segala arah, kemudian mendadak saja jantung Sutris berdegup kencang
mengingat bisik-bisik tetangga tentang “sesuatu” yg suka melintas di sekitar tempatnya berjaga.
Tanpa terasa tangannya menyambar secangkir kopi panas, bibirnya manyun sementara pikirannya
masih melayg nun jauh kedepan,
“ssssrruuuppphhhh….”
“Phuahhhh…!! K-hakkkkk…!!”

Dgn mata melotot Sutris menyemburkan kopi panas yg sempat disedotnya, bibirnya yg Domble
bertambah tebal. Jika saja Sutris lahir dari keturunan artis sudah pasti ia akan melampau ketenaran
grup Aerosmith. Tanpa terasa waktu yg berjalan membawa sang rembulan menghiasi langit malam.
Setelah memakai jaket kulit, untuk mengusir rasa sepi Sutris mulai bernyanyi.

I could stay awake just to hear you breathing Watch you smile while you are sleeping While you’re far away and dreaming I could spend my life in this sweet surrender I could stay lost in this moment forever Every moment spent with you Is a moment I treasure Don’t wanna close my eyes Don’t wanna fall asleep ‘Cause I’d miss you, baby And I don’t wanna miss a thing ‘Cause even when I dream of you The sweetest dream would never do I’d still miss you, baby And I don’t wanna miss a thing Laying close to you Feeling your heart beating And I’m wondering what you’re dreaming Wondering if it’s me you’re seeing Then I kiss your eyes and thank God we’re togetherI just wanna stay with you In this moment forever, forever and EVERRRRRR !!! @_@ ???? !!!!

Di tengah everrr!!! yg melengking, tiba-tiba Sutris merasakan pundaknya ditoel oleh seseorang, jelas
saja bagian per-ever-an jadi ber-echo. Maklumlah si penyanyi soak ditoel mendadak dari arah
belakang. Jari itu terasa dingin saat kembali menoel tengkuknya, suara per-ever-an semakin
berecho.
“verr.. everrr verrr.. ver ver-everrrr….ngeheh-ffeeerrrr..”
“lagi ngaapaaaaaain baaaaaaangggggg?”

Kening Sutris mengernyit. Hhmmm, suara yg aneh, setelah memompa keberaniannya Sutris
membalikkan tubuh dgn kedua mata terpejam rapat, mulut ternganga lebar. Kemudian…
“tingggg!!” mata kiri Sutris mengintip, kemudian mata kanannya menyusul, bibir doernya mengatup
sebentar kemudian menyapa seorang perempuan berbaju biru muda, rok mini putih tak sanggup
menyembunyikan kemulusan sepasang pahanya.
“ehhh, selamat malam nonnnn,,,”
“Malammmm Baaaaaaaaaannnggggg…”
“mau kemana Non ?? sudah malam ini…“
“mau pulangggggg baaaaaaaanggg…”

Hati Sutris berdesir, ia tergoda oleh kecantikan si perempuan, ekor matanya menangkap gundukan
putih yg sedikit tersembul. gelorabirahi.com Entah kenapa ia merasa tidak tega untuk menikmati
keindahan itu. Kepala Sutris tertunduk kemudian mengingatkan si perempuan
“maaf non, itu,an-anuu, sepertinya bajunya non kurang rapi…”
“dinnngggginnn baaaaaangggg….”
Sutris melepaskan jaketnya, tanpa berani menatap ia menyodorkan jaketnya.
“ini Non, pakai jaket aku dulu!”
sebuah senyum melintas sesaat di wajah siperempuan, tangannya terulur meraih jaket kulit Sutris,
kemudian memakainya untuk melindungi tubuhnya. Tiba-tiba saja Sutris merasa hidungnya gatal
bukan main dan dgn reflek si Domble membalikkan tubuh.
“HUATTT-CHIIIII.. HATSSSHIIII…>>>>.”

Bersin bertabur ingus membuat Sutris kelabakan, matanya sampai terpejam-pejam saat ia bersin
berkali-kali, setelah 7 kali ber-bersin ria akhirnya Sutris bebas dari combo yg mematikan itu. Sutris
kembali membalikkan tubuh, matanya mencari kesana kemari seiring dgn gerakan kakinya yg
melangkah semakin cepat dan akhirnya. Sutris berlari kecil kesana kemari, ia berusaha mengejar tapi
tidak tahu harus mengejar kemana, akhirnya ia jadi capek sendiri, keringatpun bercucuran di dahi
dan rahangnya.

“Hossshhh Hossshhh Hossshhhhh…”

Dgn langkah gontai Sutris kembali bersenandung untuk mengusir rasa sepi dihatinya, mungkinkah ia
jatuh cinta pada Pundangan pertama?? Setelah manyun memamerkan bibir tebalnya Sutris cuma
dapat menghela nafas panjang kemudian kembali berjaga untuk menunaikan tugasnya sebagai
penjaga malam sambil berdoa dgn penuh harap. Ia ingin berjumpa lagi dgn si perempuan. Kuntum-
kuntum bunga cinta mekar dgn indah di dalem lubuk hatinya. Malam yg dingin merayap dgn
perlahan-lahan menemaninya, mata Sutris pun sudah setengah watt akibat bergadang semalaman
menjaga komples perumahan mewah itu, bunyi kokok ayam jantan terdengar dari alarm digital dihp
Bang Sutris.

“Oiii, disuruh jaga malah molor!!”
“HOhh, elu Sam??HOAAAAAMMM…. “
“ya iya gue, emang sapa lagi ??”
“yaw dah, wa cek ot dulu yak, eh, si Rizal udah sembuh belum?”
“belum, malah tambah parah“
“badan gua udah sakit-sakit melulu neh.., ngambil dua shippp…”
“Itu shifffttt, bukan ship, emang lu pikirr kapal?? tenanggg, giliran gua sekarang yg ambil dua shift,
ente istirahat aja yak”
“yo..iii, nihh ambill….”

Sutris menyerahkan sebatang pentungan untuk Sumitro, aksi serah terima jabatanpun berlangsung
secara singkat dan sederhana, tanpa mobil-mobil mewah yg menyedot anggaran rakyat jelata.
Berbeda dgn sosok Sutris, Sumitro ugal-ugalan dan berotak mesum, entah sudah berapa orang
perempuan yg sudah berhasil diperdaya olehnya, sosoknya yg tinggi tegap dgn tampang garang luar
biasa, siang itu bak diktator. Sumitro memerintah dgn tangan besi saat seorang ibu bertubuh
gembrot hendak parkir di sebelah mobil Honda City.

“tidak bisa di sini buuu, parkirnya di sebelah sana…!!”
“Lohhh, mobil itu juga parkir disini”
“sekarang kan beda,maaf banget ya buu, ayoo putar, kirii,kiriii, balas kanan, yak balas kiriii,
Euuuuppp…”

Sumitro sama sekali tidak mengindahkan keluh kesah sang pengemudi saat turun dari mobilnya,
Tiba-tiba wajah Sumitro berseri-seri, ia cengengesan sambil ngiler. Dgn berbalut kepura-puraan ia
membantu seorang perempuan cantik yg hendak masuk ke dalem mobil, matanya jelalatan
merayapi keindahan tubuh perempuan itu, jakunnya bergerak turun naik, memperhatikan
incarannya saat ia dipindahkan untuk bertugas menjaga keamanan di komplek perumahan itu.

“hati-hati nooonnn, awas kepalanya, dgn nonn siapa ini ??”
“aduh, mkasih ya bang, aku Pundan..”

Sumitro memasang senyum manis. Si perempuan terkesan dgn keramahan seorang security,
“deg!!” senyum si perempuan mendadak pupus dari wajahnya saat secara tidak sengaja ia melihat
ke arah selangkangan Sumitro yg agak menggembung. Dgn terburu-buru perempuan itu menaikkan
kaca mobil untuk menyamarkan keindahan tubuhnya dari tatapan liar itu.

“kunyuk, die ngacir coy…he he he”

Sumitro memaki karena kesal kemudian melenggok bak Rahwana, dgn malas Sumitro berjaga di
dalem pos. Sinar matahari yg berkobar dgn terik membuatnya semakin horny, otak kotornya
berkeliaran mengejar sosok Pundan yg berlari ketakutan. Siang hari dimulai dgn kemupengan dan
malam hari dimulai dgn geraygan pikiran pikiran kotor Sumitro yg sedang berjaga di pos.

“Brmmmm Bremmmm.. Brrrrmmmmmmmm…!!”

Sebuah mobil mendekat dari kejauhan, Sumitro melompat ketengah jalan untuk mencegat sebuah
mobil yg mendekat. Sementara si pemilik mobil mengklakson berkali-kali agar Sumitro minggat dari
hadapannya, bukan Sumitro namanya kalau mudah diusir apalagi kini ia berbekal niatan jahat dan
kotor terhadap perempuan cantik itu, dgn beringas Sumitro mengertak sambil menodongkan senjata
ke arah seorang perempuan cantik yg duduk di belakang kemudi.

“Bimmm.. Bimmm!!”
“brakkk, buka pintuu..!! “
“Awww!!”
“Buka atau gua tembak..!! “
“Ampunn, jangan Bangg.. Jangannn…”
“Keluarrr….,”
“Iya, iy Bang…”
“Cepattttt… Ohohhh.. Ohokkk.. ehemmm” Sumitro terbatuk saat Pundan turun dari dalem mobil
Dgn kasar Sumitro menarik Pundan turun dan menariknya masuk ke dalem pos jaga. Pundan
meronta berusaha melepaskan diri dari pelukan Sumitro. Kekuatan dan kekasaran Sumitro mulai
mendominasi pergumulan di dalem pos jaga. Pundan mulai tak berdaya kehabisan nafas, nafas
Sumitro memburu kencang, ia mulai tidak sabar menaklukkan si perempuan, tangannya menjamba
k rambut Pundan dgn kasar.

“aduhhh Hemmmm. Mhhhhhh…” bibir Sumitro melumati bibir perempuan itu kemudian memangut-
mangut lehernya

“Bretttt… Bretttt… Bretttt….” terdengar suara robekan kain yg diiringi pekik ketakutan Pundan.
Tangan hitam itu begitu kasar merobeki pakaian dan merengut bra putihnya. Mata Sumitro melotot
merayapi kemulusan dan kemolekan tubuh Pundan bagian atas, kulit yg putih bersih, sepasang buah
dada yg membuntal bergerak indah seirama dgn helaan nafas pemiliknya.

“he he he, perempuan jaman sekarang bodynya yahud yahud…ck ck ck”
“jangan bang, jangannnn.. hk hk hkkk..”

Pundan bersandar pada tembok pos jaga itu sementara Sumitro berlutut di hadapannya. Telapak
tangan Sumitro mengusap betis Pundan dan merayap ke atas ke balik rok berwarna coklat muda.
Nafas Sumitro semakin berdengusan saat telapak tangannya menikmati kemulusan paha perempuan
itu yg terisak ketakutan, isak tangis Pundan semakin keras saat tangan Sumitro menaikkan roknya
hingga tersangkut di pinggul. Jari Sumitro menekan-nekan bagian celana dalem Pundan tepat
dibagian kewanitaannya, gelorabirahi.com senyumnya semakin lebar saat jarinya merasakan celana
dalem Pundan semakin basah. Cetakan bibir kemaluan perempuan itu membuat Sumitro semakin
agresif mengusap-ngusap dan kemudian menyentakkan celana dalem Pundan ke bawah, ia
membenamkan wajahnya pada kemaluan Pundan yg harum.

“huahhhh…wanginyaaa.., maknyus”

Tubuh Pundan tersentak merasakan hembusan – hembusan nafas hangat Sumitro, berkali-kali ia
terperanjat saat lidah Sumitro mencolek-colek belahan kemaluannya. Pundan tidak dapat
menyembunyikan gairah yg mulai merayap naik dari lautan rasa takutnya, perlahan ia membuka
kedua matanya dan menekuk wajah memperhatikan Sumitro yg sedang bekerja dgn giat, nafasnya
tiba-tiba tertahan dan Pundangan matanya nanar saat dirinya terhempas keras kepantai
kenikmatan.

“uhhh.. crruttt cruttt crutttt…”

Sumitro menahan pinggul Pundan yg merosot turun, mulutnya menyumpal dan menghisap cairan
kemaluan Pundan yg meleleh. Keanyotan-kenyotan mulut Sumitro yg rakus membawa sensasi
kenikmatan yg bertubi-tubi. Pundan mendesah panjang menggairahkan saat Sumitro membuka bibir
kemaluannya. Jempol si security dgn kurang ajar memainkan tonjolan klitoris Pundan yg sensitif
terhadap sentuhan.

“j-jangannnhhh.. ahhh.., ampun bang, Awwww…esshshhh-mmmhhh”

Jempol Sumitro mengurut tojolan klitoris Pundan dari arah bawah menekan ke aatas. Pundan
semakin kesulitan untuk mengendalikan diri, tanpa ia sadari tubuhnya yg molek meliuk-liuk dgn
indah. Mata Sumitro menatap keindahan itu dgn sayu, berkali-kali ia menelan ludah sambil
mempergencar serangannya, jempolnya semakin giat mengurut-ngurut klitoris perempuan cantik
itu. Kemudian lidahnya beraksi mencokel cokel daging mungil milik Pundan dan mulutnya melumat
selangkangan perempuan itu yg becek dilelehi lendir-lendir nafsu.

“nyemmm.. nyemmm.., emmmhh.., memek , maknyus , nahhh karena Pundan udah berbaik hati
ngijinin aku nyicipin memek, sekarang aku akan membalas kebaikan Non Pundan, SUJUDD…lalu buka
celana dalem aku!! Atauu dorrrrr…!!!”
Sumitro mengarahkan pistol ditangannya kekepala Pundan, dgn terpaksa Pundan bersujud di
hadapannya. Tangan Pundan gemetar saat berusaha membuka ikat pinggang laki-laki itu, matanya
terpana menatap celana dalem berwarna putih dekil yg menggembung, berkali-kali Sumitro
membentak dan mengancam Pundan.

“Iy-ya Bang, Iya…”
“Iya-iya mulu, ngangguk-ngangguk mulu, Cepetttt-an!! Gua Tembak Lu”
“sabar bang, sabarrr…”

Wajah Pundan agak pucat saat tangannya membetot celana dalem Sumitro hingga melorot sebatas
lutut, wajar saja jika Pundan shock setengah mati melihat sebuah benda antik berbentuk pentungan
yg baru pertama kali ini dilihatnya. Pundan hampir pingsan saat Sumitro memaksanya untuk
memegang pentungan berbahan otot itu, ada aroma aneh yg semakin kuat tercium oleh indera
penciumannya.

“Sini akuanggg, buka mulutnya, aaamm!!”
“Houfffhhh. Emmhh. Effffhhhh..”

Sumitro semakin sewenang-wenang, dgn seenaknya ia mencekokkan kepala kemaluannya ke dalem mulut
Pundan, jambakan tangan kirinya menahan kepala Pundan yg hendak mundur. Security tak tahu diri
itu mengeram keenakan, batang kemaluannya berendam di dalem mulut seorang perempuan berparas
cantik jelita. Kemaluan bau itu semakin dalem ditenggelamkan oleh pemiliknya.

“Telen kemaluan gua, nihh, Hihh, TELENNNN…!!”
“Heu-ummmggghhh..!! Ngggguuuh…”

Mata Pundan melotot saat batang kemaluan Sumitro menerjang kerongkongannya, mata Pundan
sampai berair menahan sodokan batang kemaluan Sumitro , batang lidah Pundan berjuang mati-
matian berusaha menahan kemaluan Sumitro. Tanpa ia sadari ternyata gerakan-gerakan lidahnya
justru memberikan kenikmatan bagi laki-laki itu.

“HEMMMMM…!!!” tiba-tiba saja Pundan membeliak, kedua tangannya berusaha menahan gerakan
pinggul Sumitro

Batang kemaluan laki-laki itu menancap di tenggorokannya. Pundangan mata Pundan berkunang-
kunang saat kemaluan Sumitro amblas menyodoki kerongkongannya, tiba-tiba saja Sumitro meraih
tubuh Pundan. Dgn ganas ia menggeluti payudara perempuan itu, mulutnya memangut kesana
kemari menjelajahi keindahan sepasang buah ranum yg membuntal di dada Pundan.

“Ouhhh, gelii Banggg, Geliiii, akhhhh….”
“Enyak enyakk enyakk, buah dada, muahhh nyooott , muahhhh…!!ckk sllcck ckk”

Batang lidah Sumitro menggelitiki putting buah dada Pundan. Security keparat itu seakan tidak pernah
bosan menyusu pada puncak payudara Pundan, buntalan buah dada Pundan sebelah kiri sudah basah oleh
liurnya, berkali-kali Pundan memekik kecil ketika Sumitro menggigit kecil putingnya. Sumitro terus
menyerang dgn ganas, serangannya kini beralih menggeluti buntalan payudara Pundan sebelah
kanan, suara rintihan kecil Pundan berjalan selaras dgn geraman-geraman gemas Sumitro. Butiran
peluh mulai melelehi tubuh Pundan yg sedang disantap oleh Sumitro. Tubuh si jelita, Pundan tampak
semakin indah mengkilap. Dgn bernafsu Sumitro mendudukkan Pundan mengangkang di kursi,
batang kemaluannya mulai bermain menggesek-gesek kelembutan paha sebelah dalem, sementara
tangannya meremasi payudara Pundan yg mengenyal dan mencubit-cubit puttingnya yg mengeras.

“ohhhh ?? !!”

Sumitro menahan kedua kaki Pundan yg hendak merapat saat kepala kemaluannya menyentuh bibir
kemaluan perempuan itu, berkali-kali mulut kemaluan Sumitro menjilati lelehan lendir-lendir
kemaluan Pundan, wajahnya semakin mupeng saat kepala kemaluannya merasakan kelembaban dan
kehangatan belahan kemaluan si cantik Pundan. Becek, licin dan geli rasanya saat dua kemaluan
berbeda jenis itu saling bertemu, Sumitro mendesak-desakkan ujung kemaluannya pada belahan
kemaluan Pundan. Beberapa kali usacuma menemui jalan buntu, belahan kemaluan Pundan masih
rapat dan belum pernah dimasuki oleh benda apapun, kedua mata perempuan itu terpejam-pejam
merasakan belaian kepala kemaluan Sumitro, rasa nikmat yg diselingi rasa geli yg mengelitik
membuatnya terlena.

Tangan Sumitro mendorong bahu Pundan agar ia bersandar dan merasa nyaman. Sumitro tertawa
senang saat ujung kemaluannya berhasil menyelinap masuk, gigitan otot kemaluan Pundan terasa
nikmat dan berkedutan setiap kedutannya menghantarkan gelombang – gelombang nikmat yg
semakin menghebat, perlahan-lahan Sumitro menggali liang sempit diselangkangan Pundan hingga
sesuatu menahan laju kemaluan laki-laki itu, mata Sumitro berbinar.
Setelah meremas payudara Pundan sebelah kanan, batang Sumitro menyentak kasar mengoyak
keperempuanan Pundan.

“AOWWW..!! Brrrtt Btttthhhhh. Drrrtttttt”

Mata Pundan membeliak, mulutnya ternganga oleh rasa sakit hebat saat batang kemaluan Sumitro
merengut keperawanannya, tangan Sumitro menjepit pangkal payudara Pundan, masing-masing
bagian kiri dan kanan. Sambil meremas-remas induk payudara Pundan, Sumitro mengamblaskan
batangnya lebih dalem lagi hingga selangkangannya bersatu dan saling mendesak dgn selangkangan
Pundan.

“peffh, pefhh, peffhh, peffhh”

Suara decakan becek mengiringi keluar masuknya batang kemaluan Sumitro kedalem jepitan
kemaluan Pundan, benar-benar kurang ajar laki-laki itu, tangan kanannya meremas payudara
Pundan dgn kuat. Kontan saja Pundan melenguh keras saat payudaranya diremas kasar oleh
Sumitro.

“unnhhhh.., sakit. Aduhh sakit Bangg, awwww…”

Pundan benar-benar menderita, kemaluannya pedih bukan main ditancap oleh kemaluan milik
Sumitro sementara sepasang payudaranya terasa sakit diremas-remas oleh tangan laki-laki itu.
Kedua tangan Pundan mencekal pergelangan tangan Sumitro, ia ingin menyingkirkan tangan laki-laki
itu yg begitu kasar meremas-remas sepasang payudaranya yg ranum. Dalem ketidakberdayaannya
Pundan memukul-mukul lengan Sumitro, perlawanannya membuat Sumitro terganggu, telapak
tangannya melayg di udara.

“Plakkkk, plakkkkk, plakkkkk…” wajah Pundan terbanting kekiri dan kekanan, perlawanannya
terhenti seketika, kedua pipinya terasa sakit dan panas ditampar oleh laki-laki itu, ia cuma dapat
meringis dan merintih saat pentil buah dadanya ditarik-tarik dan dipilin-pilin oleh Sumitro.

“Kreket…krekett…kreket”, terdengar suara kursi yg berkereketan dibarengi suara tumbukan alat
kelamin dan rintihan-rintihan Pundan.
“aaaaaaa, ahhhhhh crrutt cruttt cruttttt…”
Ritme serangan Sumitro semakin kasar dan liar, dgn brutal ia menumbuk-numbuk liang kemaluan
Pundan yg nikmat tiada taranya, peret dan seret sekali liang kemaluan perempuan itu hingga mata
Sumitro merem melek keenakan saat kemaluannya menusuki belahan kenikmatan Pundan.

“HUAHH CROTTTT…!! CROOOOTTTT…”

Mata Sumitro berkedip-kedip dgn cepat, berkali-kali batang kemaluannya berkedut menyemprotkan
cairan kenikmatan. Ia terkekeh sambil mengusap peluh yg mengucur dilehernya sendiri sementara
tangan kanannya masih mengocok-ngocok batang kemaluannya dalem tempo kocokan yg semakin
melambat, setelah merapikan TKP dari kemaksiatan yg semu. Sumitro duduk di kursi dan berjaga,
bibirnya meruncing dan mulai bersiul-siul. Di tengah keasikannya bersiul, ekor mataanya menangkap
sekelebat baygan, dgn reflek ia menoleh ke arah itu. kisah sex

“Eh, itukan Pundan,”

Nafas Sumitro terasa sesak, sesesak sesuatu di selangkangannya, nafsu binatang di otak Sumitro
semakin mendidih karena Pundan menuju ke tempat yg masih sepi. Cuma ada kavling-kavling
kosong yg belum laku terjual dan sebagian lagi masih dalem proses pembangunan yg agaknya
terlantar, sebuah senyum mesum mengembang di wajah Sumitro, ia meninggalkan pos jaga dan
mengikuti Pundan dari belakanga. Di saat yg tepat Sumitro menyergap si jelita.

“HEUPPP..!! he he he, akhirnya kena juga!!”

Tangan kirinya membekap mulut Pundan dan tangan kanannya menggeraygi lekuk liku tubuh
moleknya yg seksi, Sumitro mencumbui leher Pundan dari arah belakang. Aneh!! ia sama sekali tidak
melawan dan tidak bergerak, merasa mendapat lampu hijau Sumitro semakin merajalela, digigit-
gigitnya pundak perempuan cantik itu, gigitannya merayap dari bahu kiri, pundak kanan dan
menjelajahi leher kiri,setelah itu Sumitro mengeluarkan batang kemaluannya dan menempelkan
pada rok mini putih di daerah bokong Pundan, dari belakang kedua tangan Sumitro meraih dan
meremas-remas tonjolan payudara Pundan.

“aihhh, koq basah sich, keringetan ya ??enak ya ?? HAHH..!!-beuhhh!!!”

Dari balik pundak Pundan, Sumitro memperhatikan telapak tangannya yg terasa basah. Di bawah
pancaran sinar lampu lima watt, mata Sumitro melotot memperhatikan cairan merah itu, bau amis
bercampur busuk membuat Sumitro mual, perutnya seperti sedang dibalik-balik., hembusan angin
dingin membuat tengkuk Sumitro merinding hebat.

“Bweee..Beebb beee beeeebbb…”

Mata Sumitro melotot lebar dan kemudian juling saat “sesuatu itu” membalikkan tubuhnya,
“sesuatu itu menyerigai ganas” saat berhadapan muka dgn-nya, Sumitro termegap berusaha
mengambil nafas, tubuhnya seakan membatu sedingin air es didalem kulkas, bulu kuduk dan bulu
bulu di sekujur tubuh laki-laki itu mengacung ketakutan, lidahnya serasa kelu, sulit untuk berbicara
apalagi untuk berteriak, kedua kakinya pun serasa dipaku di atas tanah, begitu berat sulit untuk
digerakkan.

“Heewuhh, heeewwuhh, Hooohhh, NGOHOH. BOHH..!!BOHHHH“

Entah apa yg diucapkan oleh Sumitro, tubuhnya yg tegap kini jatuh terkulai bagaikan selembar
kertas, wajah yg biasanya garang kini pucat dalem mimik ketakutan. Klepek-klepek-klepek, Sumitro
jatuh pingsan tak sadarkan diri menahan kengerian yg luar biasa, “burung” miliknya terkulai lemas,
suara tawa mengikik terdengar menjauh dan akhirnya menghilang.

***********************
Keesokan hari,

Kontan saja terjadi kegemparan di kompleks perumahan mewah itu saat seorang warga yg melintas
menemukan Sumitro pingsan dalem keadaan celana dalem yg melorot hingga sebatas lutut. Di
antara kerumunan warga terlihat Sutris yg sibuk bukan main, teriak sana, teriak sini, lari sana lari
sini, loncat sana loncat sini , muter sana, muter sini, tunjuk depan , tunjuk kanan, tunjuk kiri dan yg
terakhir jari telunjuk Sutris menunjuk kebelakang.

“awww… “
“Eitthhh, maaf, maaf Non Pundan, maaf, beribu-ribu maaf…”

Sutris menarik jarinya dgn reflek, tanpa sengaja Sutris mencolek buah ranum yg bergelayut di dada
Pundan. Wajah Pundan mulai merona merah, baru pertama kali ini ada seorang laki-laki yg
menyentuh payudaranya walaupun cuma sebatas menoel buah segar miliknya. Sutris Smith
kelabakan meminta maaf kepada si pemilik “buah” yg tertunduk malu.

“iya, nggak apa-apa bang, emmm, ada apa sih rame-rame gitu..”
“itu non, si Sumitro pingsan sambil ngangkang, itunya kemana-mana”

Sutris buru-buru menyetop mulutnya yg Domble, ia tersadar lawan bicaranya adalah seorang
perempuan, tidak sepantasnya bibir Domblenya berbicara sevulgar itu. Entah kenapa Pundan
tersenyum dikulum, ia merasa tergelitik dgn kelakuan Sutris Smith yg seadanya, si kurus dibantu
warga menggotong tubuh Sumitro.

“sull, Sadar Sulll,Sumitroll..!! Kenapa atuh kamu teh ??” Sutris menepuk nepuk pipi Sumitro untuk
menyadarkannya.
“AERRR. AERRRRRR…!!CEPETAN AERNYA MANA ??” Sutris berteriak-teriak keras meminta segelas air.
“Waaahhh Nak Sutris sakti ya ?? ,bisa ilmu ya, “orang pintar??” Pak Djumadi memberikan segelas air.
“Ceglukk ceglukk Glukkkk…”

Pak Djumadi menggaruk-garuk kepala yg tidak gatal, saat si Domble Sutris menyeruput air di dalem gelas
hingga tak tersisa setetespun, jangankan segala macam ilmu, berdoa saja Sutris masih kalang kabut.
Was, wes,wos nggak karuan, dgn berbagai cara akhirnya Sumitro berhasil juga disadarkan, namun..!!
“Hahh ?? !!”
“Kwekk, Kwekkk, Webek, webekk, kwekkk kwekkk…”

bibir Sutris yg seksi mangap semakin lebar saat mendengar suara aneh dari mulut Sumitro, mata
Sumitro kini juling, dan mulutnya mengeluarkan suara seperti bebek, tangan kanan dan tangan kiri
Sumitro bergerak seperti seekor bebek yg berusaha terbang, wargapun saling berPundangan dgn
penuh tanda tanya. Kisah Dewasa.
BERSAMBUNG…
Lanjutin nanti lagi ya… kisah sex 2016, kisah sex terbaru, kisah sex, kisah seks 2016, kisah seks terbaru, kisah seks,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.