Cerita Sex cerita ngentot Cerita Dewasa thor hammer Cerita Sex cerita dewasa terbaru
Cerita Bokep, Cerita Bokep Terbaru
Breaking News
cerita dewasa Cerita Mesum Cerita Mesum Cerita Dewasa Cerita Sex

Kemaluan Perempuan Berkerudung

Cerita Ngentot

Kemaluan Perempuan BerkerudungKisah Bokep, Kisah Bokep Terbaru, Kisah Bokep Nyata, Kisah Bokep Terhangat, Kisah Bokep Terbaik, Kisah Bokep Hot, Pagi itu karena suntuk aqu berencana untuk refreshing di sebuah hutan cagar alam di sekitar kotaqu, dimana aqu tinggal disini baru 4 minggu aqu merasa betah, segera aqu menyalakan kendaraanku menuju ke lokasi, sesampainya disana udara terasa sejuk dgn pohon pinus dan hutan cagar alam meyegarkan mataqu.

Kisah Bokep, Kisah Bokep Terbaru, Kisah Bokep Nyata, Kisah Bokep Terhangat, Kisah Bokep Terbaik, Kisah Bokep HotKisah Bokep

Ketika sedang berjalan menikmati kesunyian dan kesejukan hutan, aqu melihat sesosok perempuan manis berjilbab sedang duduk disebuah bangku dibawah sebuah rumah kayu yg memang disediakan untuk beristirahat.

Dari bajunya yg atasan putih dan bawahan rok abu-abu, aqu tau kalau dia adalah seorang pelajar SMU. Segera otak kotorku bekerja dan membuat kemaluanku naik.

Baygkan, menikmati kemaluan perempuan cantik berjilbab pelajar SMU ditengah hutan yg sunyi dan sejuk ini. Segera aqu menghampiri dan menyapa sang perempuan itu. Yg sedang duduk termangu.

“Assalamu’alaikum..” kataqu sedikit keras, memang sengaja mengagetkannya.

Perempuan berjilbab itu sedikit kaget lalu dgn cepat menoleh kearahku. Wajahnya cantik putih, dgn hidung mancung dan bibir tipis. Kacamata minus bertengger di hidungnya.

“Wa’alaikum salam.. ngagetin aja ihh..” katanya dgn tersenyum kecil.

Suaranya yg lembut, menambah gejolak birahiku. Otakku berfantasi membaygkan suara lirihnya merintih karena kemaluannya kusodok2 dgn kemaluanku.

“lagi ngapain?” tanyaqu.

Sembunyi2 aqu menatap badannya. Sekal untuk seorang pelajar SMU. Bokongnya bulat, badannya padat berisi namun langsing, dgn tinggi semampai. Buah dadanya terlihat sedikit mononjol dibalik seragam putih osis lengan panjang dan jilbab putih yg terulur menutupi dadanya.

“lagi ngelamun.” Jawabnya sambil tersenyum manis.

“ngelamunin apa?” tanyaqu lagi, memancing pembicaraan.

Sambil semakin mendekat hingga disampingnya. Pelajar berjilbab itu memandangku seksama seakan menilai, lalu menjelurkan lidahnya padaqu, menggoda. Aqu tersenyum.

“kenalin, Hendrawan.” Kataqu sambil mengulurkan tanganku.

pelajar berjilbab itu tersenyum dan menyambutnya.

“Rindu” katanya.

Tangannya yg bersentuhan dgn tanganku terasa sangat halus.

“lagi ngapain disini sendirian? Bolos yaa…” kataqu mengganggunya. pelajar berjilbab itu segera berdiri didepanku.

“iya nih… lagi BT di sekolah..” katanya sambil menggerutu.

“emang kenapa? Habis putus cinta yah?” tanyaqu nakal.

“idih… nggak… sekarang jadwalnya olah raga… guru olah raganya rese…sukanya grepe-grepe..” jawab perempuan cantik berjilbab pelajar Smu itu.

Tangannya sudah dilipat didepan dada, semakin membuat tonjolan buah dadanya terlihat. Hatiku semakin tidak karuan.

“tapi diam-diam suka kaaan…” kataqu menggoda.

“idiiiih…jijik, tau…” jawabnya sambil sok bergidik.

“eehhh… digrepe-grepe bisa enak lhoo..” kataqu terus memancing.

Pelajar berjilbab itu hanya tersenyum simpul sambil kembali menjulurkan lidahnya genit.

“eh Rindu, mau gak, masuk lebih dalem ke hutan? Ada tempat yg buagus banget deh…” kataqu.
Padahal aqu berbohong.

“yg bener? Ahh, gak mau ah…ntar Rindu mau diapa-apain, lagi…” jawabnya, sambil masih tersenyum genit.

“ga papa deh… ayo ikut… diapa-apain kan ga papa kalo enak.” Kataqu seolah bercanda.

Padahal otakku sudah memikirkan banyak jurus untuk mendapatkan badan perempuan cantik berjilbab itu.

“iya deh.” Jawab Rindu akhirnya, membuat hatiku seolah meloncat saking senangnya.

“tapi janji gak diapa-apain yah.” Jawabnya lagi.

“gak kok, ntar tak kasih yg enak-enak″ jawabku lagi.

Akhirnya kami pun berjalan menyusuri jalan setapak sambil bercakap-cakap dan menikmati keindahan hutan.

Beberapa lama, setelah kami berada semakin masuk kedalam hutan, kami menemukan lagi sebuah tempat beristirahat. Sebuah batu besar panjang 2 meter, dgn atap dari daun pinus sekedar menahan jika ada hujan. Rindu berlari kecil menuju tempat itu dan duduk dubatu itu.

“istirahat dulu, capek..” kata perempuan manis berjilbab itu.

“oke.” Kataqu sambil duduk disampingnya.

“jadi gak nih, mau yg enak-enak?” kataqu kembali memancing.

“gak mau ah.. emangnya Rindu apaan..” katanya sambil pura-pura marah.

Aqu semakin medekatkan dudukku pada perempuan berjilbab berbadan sekal itu.

“yah, kan Rindu cantik.. mas jadi gak tahan..” bisikku ketelinganya yg masih tertutup jilbab.

Pelan kuraih tangan kanannya yg halus, lalu kuremas dan kubelai. Perempuan cantik berjilbab itu menatapku, namun diam saja. Terlihat wajahnya merah karena malu.

Segera pelajar berjilbab itu menarik tangannya dan memalingkan badannya agak membelakangiku, karena tatapan sayunya bertemu dgn tatapanku. Pelan-pelan kupeluk Rindu dari belakang pelan-pelan. Perempuan cantik berjilbab berbadan sekal itu sedikit berontak.

“jangan mas.. Rindu gak mau..” bisiknya sambil sedikit berontak.

“ga papa Rindu, ntar mas kasih enak…” bisikku ke telinganya yg tertutup jilbab.

Kudaratkan ciumanku di pipi kanannya. Rindu masih tegang, mungkin karena tidak pernah dipegang lelaki. Apalagi kemaluanku yg sudah ereksi dibalik celana jeansku dari tadi, menempel di bokongnya karena aqu sudah duduk menkangkang. Kugenggam tangan kiriya dgn tangan kananku, tangan kiriku memeluknya, sementara bibirnya mulai menciumi pipi dan telinganya.

“Ohh..sstt” desisnya.

Aqu palingkan wajahnya sehingga aqu mudah mencium bibirnya yg mungil, pelan saja dan pelajar berjilbab itu mulai menanggapinya. Kupermainkan lidahku dgn lidahnya, sementara kuputar pelan-pelan badannya sampai menghadapku (masih dalam keadaan duduk).

Dgn cukup cepat kupeluk mesra dia agar tidak semakin berontak, kedua tanganku mengelus-elus punggungnya dan terkadang kuremas lembut kedua bokongnya. bokongnya begitu menggairahkan. padat berisi sampai-sampai ingin rasanya meremas dan menciuminya.

Kemaluanku sudah semakin tegang. Pelan-pelan sambil terus kuciumi perempuan SMU berilbab yg sudah pasrah itu, kubuka ritsleting celanaqu dan kukeluarkan kemaluan besarku. Perempuan itu seolah tertegun bingung karena tidak tau apa yg harus ia laqukan.

Langsung kubimbing tangannya untuk mengelus-elus dan mengurut seluruh bagian kemaluan. Terasa nikmat kemaluanku dibelai dan diurut oleh tangan halus pelajar lugu berjilbab itu.

Kusandarkan Rindu pelan-pelan didinding kayu gubuk istirahat itu, bibirku semakin bergerilya di seluruh permukaan wajahnya yg cantik.

“Ohh, sst..” desahnya, yg semakin membuatku bernafsu.

Dgn bibirku yg tetap aktif, tangan kananku mulai menelusuri badannya, kuelus-elus pundaknya, lalu turun ke dada kanannya, menyusup kebalik jilbabnya, meremas buah dada sekalnya. Kuraba pelan, lalu mulai remasan-remasan kecil, pelajar berjilbab itu mulai menggeliat. Buah dadanya terasa kenyal dan kencang, semakin kuperlama remasanku, dgn sekali-kali kuraba perutnya.

Tanganku mulai membuka satu-persatu kancing seragam OSIS lengan panjangnya, dan menyusup masuk didalam bajunya, mengelus perutnya dan Rindu kegelian. Tanganku yg masih di dalam bajunya, mulai naik kedadanya dan meremas kedua gunung kembarnya, jariku keselipkan dibranya agar menjangkau pentilnya untuk kupermainkan. Rindu mulai seRindug medesah,
“Sst.. ahh.. ohh”

Karena branya sedikit kencang dan mengganggu aktivitas remasanku, maka tanganku segera melepaskan semua kancing bajunya dan kemudian kait branya kubuka, sehingga longgarlah segel 2 bukit kembar itu.

Bajunya kusingkap kesamping, sementara Bhnya kusingkap keatas, menampakkan keindahan dadanya, putih mulus, kedua pentilnya mencuat mengeras ingin dijilati. Sudah saatnya nih beraksi si lidah.

Kujilati, kusedot-sedot, kucubit, kupelintir kecil kedua pentilnya. Rindu mulai meracau tidak karuan manahan nikmatnya permainan bibirku di kedua dadanya. Kubuka baju dan branya sehingga badan atasnya hanya tinggal ditutupi jilbab putih membungkus kepalanya yg sengaja tidak kulepaskan.

Gairahku semakin meninggi melihat perempuan berjilbab yg lugu terengah-engah keenakan kurangsang dgn baju yg sudah terbuka memperlihatkan buah dadanya yg putih ranum menggunung.

Badannya yg putih, dua bukit ranum dgn 2 pentil mencuat indah, wajahnya memerah, keRindugat mengalir, ditambah desahan-desahan yg menggairahkan, sungguh pemandangan yg tidak boleh disia-siakan.

Kuciumi bibirnya lagi, dgn kedua tanganku yg sudah bebas bergerilya di kedua bongkahan dadanya. Nafas kami menderu menyatu, mendesah. Perlawanan perempuan cantik berjilbab tadi sudah tidak terasa lagi. .

Untunglah hutan itu sepi, sehingga desahan Rindu yg semakin keras tidak membuatku taqut ketahuan. Kulepas baju seragamnya dgn sedikit paksaan, kusibakkan jilbabnya sehingga tidak menutupi dadanya, lalu Kuciumi dan kujilati badannya, mulai dari pundak, turun ke dadanya.

Sengaja kujilati bongkahan dadanya berlama-lama tanpa menyentuh pentilnya, kupermainkan lidahku disekitar pentilnya. Kutempelkan tiba-tiba lidahku ke pentil kanannya dan kugetarkan cepat, tangan kiriku mencubit-cubit pentil kiriya, Rindu semakin kelojotan menahan geli-geli nikmat. Enak sekali menikmati bukit kembar cewek jilbaban.

Tangan kananku mulai merayap ke pahanya, yg masih tertutup rok abu-abu panjang, kuelus naik turun, terkadang sengaja menyentuh pangkal pahanya. Terakhir kali, tanganku merayap ke pangkal paha, menyingkapkan rok abu-abu panjangnya keatas sehingga celana dalamnya terlihat.

Dgn satu jariku, kugesek-gesek kemaluannya yg ternyata sudah basah sampai membekas keluar di celana pendeknya. Kedua kaki perempuan berkulit putih berjilbab berwajah lugu itu langsung merapat menahan geli. Tanganku mengelus pahanya dan membukanya, menjalar ke kemaluannya, lalu semua jariku mulai menggosokkan naik turun ke bukit kemaluannya.

“Ah udah mass..uhh hmm.. aduuhh.. enakk..”, geliatnya sambil meremas pundakku erat.
Kulumat bibirnya, tanganku mulai menyusup menguak CD-nya, meraba kemaluannya. Rindu semakin terangsang, dgn desisan pelan serta gelinjang-gelinjang birahi.

Tak lama kemudian pelajar berjilbab itu mendesis panjang dan melejang-lejang. Ia menggigit bibir bawahnya sambil matanya terkatup erat, lalu kemaluannya berdenyut-denyut seperti denyutan kemaluan kalau melepas mani. Rindu lalu menarik nafas panjang. Basah mengkilap semua jariku, karena mungkin Rindu tidak pernah terasang seperti ini, lalu kujilat sampai kering.

“Mas jahat, katanya Rindu gak akan diapa-apain..” kata pelajar berjilbab berbadan sekal itu sambil memelukku erat.

“tapi Rindu suka kan.. enak kan..” bisikku semakin bernafsu.

Sudah saatnya kemaluanku dipuaskan. Kucium bibirnya lembut, kubimbing lagi tangannya untuk meremas dan mengurut kemaluanku. Gantian aqu yg melenguh dan mendesis, menahan nikmat. Posisiku kini berdiri didepan Rindu, kuturunkan celanaqu dan kuminta Rindu untuk terus memijat kemaluanku.

“harus digimanain lagi nih?”, tanyanya bingung sambil tetap mengelus-elus batang kejantananku.
Terlihat disekitar ujung kemaluanku sudah basah mengeluarkan cairan bening karena ereksi dari tadi.
“Ya diurut-urut naik turun gitu, sambil dijilat seperti menikmati es krim” sahutku.

Ditimang-timangnya kemaluanku, dgn malu-malu lalu dijilati kemaluanku, ekspresi wajahnya seperti anak kecil.

Perempuan berjilbab SMU itu pelan-pelan mulai memasukkan kemaluanku ke mulutnya dan

“Ahh Rindu, jangan kena gigi, rada sakit tuh, ok sayg?”

“Hmm, ho oh”, mengiyakan sambil tetap mengulum kemaluanku.

Nah begini baru enak, walaupun masih amatir.

“Yess..” desahku menahan nikmat, terlihat semakin cepat gerakan maju mundur kepalanya.

“Mas, bolanya juga?” tanyanya lagi sambil menyentuh kemaluanku.

“Iya dong sayg, semuanya deh, tapi jangan kena gigi lho”.

Dijilati dan diemutnya kemaluanku, setiap jengkal kemaluanku tidak luput dari jilatannya, hingga kemaluanku basah kuyup.

“Ahh..ohh..yes..” desahku dgn semakin menekan-nekan kepalanya.

Dimasukkannya batangku pelan-pelan ke mulutnya yg mungil sampai menyentuh tenggorokannya, kemaluanku dikulum-kulum, divariasikan permainan lidahnya dan aqu semakin menggeliat. Terkadang d pelajar berjilbab itu juga menjilati lubang kencingku, diujung kepala kemaluan, sehingga aqu hampir melompat menahan nikmat dan geli yg mendadak.

Dilanjutkannya lagi kocokan ke kemaluanku dgn mulutnya. Pelan-pelan kubelai kepalanya yg masih terbungkus jilbab dan aqu mengikuti permainan lidah Rindu, kugoygkan bokongku searah. Enak sekali permainan bibir dan lidahnya, Rindu sudah mulai terbiasa dgn kejantanan lelaki.

Akhirnya, badanku mulai mengejang,Cerpen Sex

“Rindu, aqu mau keluar.. ohh ahh..” dan sengaja dipercepat kocokan kemaluanku dgn tangannya.
Croott crot crot creet.. air maniku berhamburan keluar banyak sekali, sebagian kena wajahnya dan mengotori kacamatanya, dan sebagian lagi meluber di tangan Rindu dan kemaluanku. Rindu sempat terkejut melihat pemandangan menakjubkan itu.

“iihh… jijik… apa nih mas..?” katanya sambil mengernyit.

“ini namanya sperma, Rindu.. coba aja enak lho.. bisa menghaluskan kulit kalo dilumuRindu ke wajahmu..”

Dgn sedikit keraguan pelajar berjilbab itu pelan-pelan menjilat air maniku yg meluber di kemaluanku.

“Asin dan gurih, enak juga ya ?”, katanya sambil menelan semua spermaqu sampai habis bersih dan kinclong.

Yg menyembur diwajahnya ia ratakan sehingga wajahnya mengkilap karena air spermaku. Aqus emakin terangsang melihat perempuan berjilab melaquka nhal itu.

Tanpa membuang waktu lagi, aqu yg mempunyai stamina dan birahi yg berlipat segera kembali mendorong badannya agar bersandar di dinding kayu gubug itu. Bibirnya yg indah dgn lipgloss itu kulumat dgn penuh birahi. kurasakan pelajar berjilbab itu mulai mendesah dan menggeliat menahan birahi. Kuremas-remas dadanya yg sudah menunggu dari tadi untuk dinikmati lagi.

Kuraba-raba lagi kemaluan si Rindu, pinggangnya menggeliat menahan nikmat sekaligus geli yg demikian hebat sampai pahanya merapat lagi. Kembali kusingkapkan rok abu-abunya ke perutnya, setelah tadi sempat turun lagi, sengaja tidak kupelorotkan CD-nya, karena aqu ingin melihat pemandangan indah dulu. Wow, CD-nya pink tipis berenda dan mungil, sehingga dalam keadaan normal kelihatan jelas rambut-rambutnya.

Lalu aqu berlutut didepan selangkangannya. Kakinya kubuka diiringi desahan tertahan perempuan SMU berjilbab berwajah cantik itu. Tangan kiriya menutup mulutnya seakan berusaha menahan gelora birahi yg tak tertahankan.

Tangan kanannya ada dipundakku, namun tidak berusaha menahan ketika aqu maju dan mulai menjilati kedua pahanya dari bawah sampai ke pangkalnya, lalu kucium aroma lembab dan agak amis dari kemaluannya yg membuat laki-laki manapun semakin bernafsu.

Kujilat sekitar pangkal paha tanpa mengenai kemaluannya, yg membuat Rindu semakin kelojotan. Kupelorotkan CD-nya pelan-pelan sambil menikmati aroma khas kemaluannya, lalu kujilat CD bagian dalam yg membungkus kemaluannya.

Sesaat aqu terpesona melihat kemaluannya, rambutnya yg tertata rapi tapi pendek-pendek, bibirnya yg gundul mengkilap terlihat jelas dan rapat, di tengah-tengahnya tersembul daging kecil.

Kemaluan yg masih suci ini semakin membuatku bergelora, kemaluanku mulai berontak lagi minta dipijat Rindu. Mulutku sudah tidak sabaran untuk menikmati sajian paling lezat itu, lidahku mulai bergerilya lagi.

Pertama kujilati rambut-rambut halusnya, Rindutihan Rindu terdengar lagi. Terbukti titik lemah Rindu ada di kemaluannya, begitu pelajar berjilbab itu menggerakkan bokongnya, dgn antusias lidahku menari bergerak bebas di dalam kemaluannya yg sempit (masih aman karena selaput dara berada lebih ke dalam).

Begitu sampai di klitorisnya (yg sebesar kacang kedelai), langsung kukulum tanpa ampun
“Akhh.. sstt.. ampuun… aduuhh.. enaaak.. stt” racau perempuan perawan SMU berjilbab itu sambil menggeleng-geleng kepalanya yg masih terbungkus jilbab menahan serbuan kenikmatan yg menggila dari lidahku.

Dgn gerakan halus, kuusap-usap klitorisnya dan pelajar berjilbab itu makin kelojotan dan tidak begitu lama terjadi kontraksi di kemaluannya. Aqu tau Rindu akan klimaks lagi, makin kupercepat permainan lidahku.

Sesaat kemudian, sambil tangan kiriya semakin menutup mulutnya semakin erat,perempuan berjilbab berseragam abu-abu putih itu menjerit sambil badannya meregang. Mengalirlah dgn deras cairan cintanya itu, tentu saja yg telah kutunggu-tunggu itu. Kujilati semua cairan yg ada sampai kemaluannya mengkilap bersih, rasanya segar, gurih dan enak sekali.

Beberapa saat, kubiarkan Rindu istirahat sambil tersengal-sengal mengatur napas terduduk lemah dibangku panjang digubug itu, bersandar didinding. Aqu duduk disebelahnya lalu kupeluk erat dgn mesra, kukecup keningnya, dan kedua pipinya.Cerpen Sex

Sambil memandangku, wajahnya tersenyum malu. Nampak wajahnya merah padam setelah mengalami orgasme, serta malu karena melaqukannya dgnku. Aqu menduga baru kali ini pelajar berjilbab itu merasakan nikmat begitu dasyat, sampai lemas sekujur badannya. Setelah nafasnya mulai normal, kuciumi bibirnya dgn lembut.

“Nikmat sekali kan Rindu? Ingin lagi? Masih kuat kan?” kataqu dgn mencium bibirnya lagi.
Perempuan cantik berjilbab itu hanya diam sambil memalingkan wajahnya, namun tidak ada penolakan dari badannya. Kupalingkan lagi wajah cantknya menghadapku dan kucium rada lama bibirnya dgn lembut.

Pelan-pelan aqu kembali memosisikan badanku dihadapannya. Kemaluanku tepat berada didepan kemaluannya. Kulepaskan celana dalam seksinya, lalu lambat-lambat kumajukan pinggulku, menggesekan kemaluanku ke kemaluannya.

“Oh..hmm..” perempuan manis berjilbab itu kembali mendesah bergairah, pasrah kusebadani ditengah hutan yg sunyi itu.

Baju seragam SMU nya sudah teronggok dilantai gubug, disamping celana dalamnya. Wajah perempuan alim berjilbab itu yg pasrah membuatku nyaris tidak mampu mengendalikan birahiku.

Kulumat bibirnya dgn raqus, tanganku bergerak ke bawah dan menggenggam kemaluanku, semakin intens menggesek-gesekkan kemaluanku ke kemaluan ranumnya, membuat pelajar berjilbab itu semakin menggelinjang karena rangsanganku.

Sembari melumat bibirnya, tangan kiriku turun mengusap payudaranya dgn gerakan melingkar di bawahnya menuju ke arah pentil lalu menyentil dan memilin pentil perempuan cantik berjilbab itu. Kemudian gantian punggungnya kuusap dgn usapan Rindugan sampai pelajar berjilbab itu merasa kegelian.

“Ohh.. Maas.. auughh.. gelii… Nikmat Maas..!!”

tangan kanan perempuan berjilbab itu mencengkeram erat pundak kiriku sampai membuat pundakku lecet karena kukunya, sementara secara refleks tangan kiriya mulai ikut meremas-remas buah dada kiriya.. kakinya membuka lebar melingkar dipingganggku.

Tatapan perempuan berjilbab itu sayu, dikuasai sepenuhnya oleh nafsu birahi. nafasnya memburu. Pelajar berjilbab itu memejamkan matanya. Desahan dam Rindutihannya semakin keras ketika kuciumi kening, pipi dan kujilat dan kugigiti daun telinganya dari luar jilbabnya.

“Rindu, tahan yaa.. mas akan kasih kenikmatan buatmu.. tapi awalnya bakal sakit sedikit.. tapi kalo dah kebiasa pasti enak kok..”kataqu menenangkan perempuan manis berjilbab lugu itu yg akan kurenggut keperawanannya.

“mmhh… pelan yah mas.. Rindu taqut..” desahnya, namun tanpa penolakan karena sudah pasrah 100%.

Dgn birahi yg sudah di ubun-ubun, aqu mengangkat sedikit bokong Rindu, untuk memberi posisi nyaman pada persebadanan ini. Kupegangi kedua belah pahanya dan semakin kubuka kakinya lebar-lebar. Terlihatlah belahan kemaluannya agak kehitaman dgn bagian dalam yg kemerahan, dihiasi rambut tipis.

“Aahh..”, Rindu melenguh panjang, badannya goyg kekanan kekiri, kuberikan rangsangan tambahan.

Kujilati pusar dan perutnya, lalu ke paha dan betisnya. Kugigit dekat pangkal pahanya sampai memberkas merah.

“Mass.. Kamu.. Oh.., sudah.. Rindu nggak tahan..”.

kutatap wajahnya dgn tatapan menenangkan. Matanya sayu pasrah. Ia menggigit bibir bawahnya berusaha menahan birahi dan mempersiapkan diri pada rasa sakit yg kukatakan akan dirasakannya. Susah payah kumasukkan kemaluanku yg sudah keras dan besar ke kemaluannya yg becek, dan.. Blesshh..

“Ouuhh.. Ohh..”.

Aqu mulai memasukan kemaluanku ke liang kemaluannya pelan-pelan. Sulit sekali memasukan kemaluanku ke liang kemaluan perempuan manis berjilbab itu saking rapatnya. Rindu berteriak,

“Ahhh… sakiiittt mas!” Aqu yg tidak peduli karena sudah terlanjur nafsu memulai melaqukan gerakan maju-mundur dgn pelan-pelan.

Perempuan berjilbab berbadan sekal itu membalas dgn menjambak rambutku. Aqu terus melaqukan genjotan terhadap kemaluannya yg sangat nikmat itu…

“Ahhhh… sakittt mas..”, aqu mulai mempercepatkan gerakan maju-mundur. Rindu berteriak,

“Ahhhhhhhh”, aqu mengeluarkan kemaluanku dari kemaluannya dan langsung keluarlah darah segar mengalir dari kemaluan Rindu turun ke pahanya, dan membasahi bangku tempat kami bersenggama. .

Setelah beristirahat beberapa helaan nafas, kembali kutekan bokongku perlahan dan dgn pelan dan teknik maju mundur yg membuat Rindu semakin kelojotan, akhirnya masuklah semua kemaluanku ke dalam kemaluan sempit legit perempuan SMU berjilbab itu.Cerpen Sex

“Aahh.. Mas.. aduh Maas..sakit tapi enaakk.. aduuhh.. lagii..” perempuan berjilbab berparas cantik dan lugu itu meracau dan mendesah mulai keenakan. Kemaluannya mulai terbiasa dihujam kemaluanku.

Rindu menaikan bokongnya dan aqu menekan lagi pelan-pelan, terus berlangsung beberapa lama, kian lama kian cepat.

“aduuhh.. Rindu mau enak lagiihh..” Rindu kemaluanik.

Aqu semakin kencang mengocok kemaluannya dgn kemaluanku. Pelajar berjilbab itu diam sejenak sambil memegang lenganku.

“Sudah keluar lagi Rindu?”

“Sebentar lagi.. Ohh..” jawab Rindu

Secara tiba-tiba kugerakkan bokongku maju mundur agak memutar dgn cepat, batangku terasa mau patah. Rindu kelojotan sambil melejang-lejang nikmat.

“Ah..”. Rindu meremas remas payudaranya dan menggigit jaRinduya sendiri dan matanya terpejam.
Jepitan kaki di pinggangku menguat. Dinding kemaluan perempuan cantik berjilbab itu terasa menebal sehingga lubangnya menjadi lebih sempit. Pelajar berjilbab itu memelukku dan mengulum bibirku,

“An.. Mas.. Aqu.. Hggkk.., Ahh.. Nikmatt..” Rindu bergerak liar.

Kutekankan kemaluanku dalam-dalam dan kurasakan denyutan di dinding kemaluan serta dasar rahimnya. Kemaluanku terasa disiram cairan yg hangat. Kutekan tyubuhnya didinding gubug dgn badanku.

pelajar berjilbab itu masih terus mengejang dan menggelinjang menikmati orgasmenya. Kubiarkan kemaluanku terendam dalam cairan kemaluannya. pelajar berjilbab itu mendesah dan meRindutih penuh kenikmatan.

Kami diam sejenak. Kuberikan kesempatan untuknya beristirahat dan mengatur nafasnya. Matanya masih tertutup. Sejenak kurangsang kemaluannya dgn gerakan pada otot kemaluanku. pelajar berjilbab itu mendesah dan membuka matanya. Dikalungkannya kedua tangannya pada leherku.

“Rindua.. sekarang giliran mas yaa..” kataqu berbisik. pelajar berjilbab itu mengangguk.
Masih tersisa orgasmenya, dgn badan yg masih bergetar2. Kugerakkan lagi bokongku maju mundur dan memutar.

Perlahan-lahan dan semakin lama semakin cepat. Kurasakan kemaluannya lebih becek dari semula, namun aqu tidak mau menghentikan permainan untuk mengeRindugkannya. Gesekan kulit kemaluan dgn dinding kemaluan perempuan manis berjilbab itu masih terasa nikmat.
Gairah pelajar cantik berjilbab itu mulai bangkit lagi. Iapun mengimbangi gerakanku perlahan-lahan. Setelah beberapa saat kemudian gerakannyapun juga semakin cepat. Kutarik bokongku sampai tinggal kepala kemaluanku saja yg menyentuh bibir kemaluannya, dgn gerakan cepat dan bertenaga kuhempaskan lagi ke bawah. Badan pelajar cantik berjilbab itu terguncang.

Kurapatkan pahanya, kemudian kakiku menjepit kedua kakinya. Aqu menurunkan tempo permainan sambil beristirahat sejenak. Sesaat kemudian kukembalikan pada tempo semula. Aqu hanya menarik turunkan kemaluanku sampai setengahnya saja. Jepitan kemaluan pelajar cantik berjilbab itu lebih terasa. Kurasakan aliran darah di kemaluanku semakin cepat.

“Rindu.. Aqu mau keluar..”.Cerpen Sex

“Tunggu.. Kita bareng.. a.. nn mas..”

Kukangkangkan kaki pelajar cantik berjilbab itu kembali. Kedua betisnya kujepit di ketiakku. Dalam posisi demikian maka kemaluannya terbuka lebar sekali.

“Mas Hendrawan..”. Badan Rindu menegang.

“Rindu aqu juga.. Mau.. Ohh..”.

“Ahh.. Nikmatt”.

Cairan kemaluan pelajar cantik berjilbab itu bertambah banyak, sementara itu ujung kemaluanku berdenyut denyut. Badannya bergerak seperti kuda Sumbawa yg melonjak-lonjak liar.

“Rindu.. Oh.. nih ku kasih sperma… nikmatin sayaannghhh..”

Dan kemudian.. Crot.. Crot.. Crot.. kutumpahkan spermaqu di dalam guanya sampai menetes-netes keluar.

“Tahan sebentar.. Ahh..”.

Baca Juga Cerita Sek Mesum

Perempuan cantik berjilbab itupun mendapatkan orgasmenya setelah berusaha sesaat sebelum kemaluanku berhenti menyemprotkan pelurunya. Kutekankan lagi kemaluanku, denyutan pada otot-otot kemaluan kami saling memberikan kenikmatan ekstra.

Aqu berguling ke samping. Kami berpelukan dgn badan bersimbah keRindugat. Jilbabnya basah karena keRindugat kami berdua. Sungguh nikmat bercinta dgn perempuan perawan.

Setelah beristirahat beberapa saat, kami segera membenahi baju kami dan keluar dari hutan. Kembali kukecup mesra kening dan bibir perempuan manis berjilbab itu. Kuminta ia meminum pil anti hamil yg selalu kubawa, dan membeRinduya 3 lembar seratus ribuan untuknya.

Tidak lupa kuantarkan dia kembali kerumahnya karena jam sudah menunjukkan pukul 12 siang dan kuminta nomor Hpnya, kali aja aqu kangen dgn jepitan kemaluannya.

Kisah Bokep, Kisah Bokep Terbaru, Kisah Bokep Nyata, Kisah Bokep Terhangat, Kisah Bokep Terbaik, Kisah Bokep Hot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.