Cerita Sex cerita ngentot Cerita Dewasa thor hammer Cerita Sex cerita dewasa terbaru
Cerita Bokep, Cerita Bokep Terbaru
Breaking News
cerita dewasa Cerita Mesum Cerita Mesum Cerita Dewasa Cerita Sex

Prahara Cinta Pevita Paris

Cerita Ngentot

Prahara Cinta Pevita ParisCerita Seks, Cerita Seks Terbaru, Cerita Seks Nyata, Cerita Seks Terbaik, Cerita Seks Hot, Hari itu tak pernah terbanyangkan oleh akrtis cantik dan sexy Pevita Paris. Aktris yang sering disapa Pevi itu Sudah memerangi dunia akting sebagai sumber penghasilannya. Sudah beberapa Filem layar lebar yang diperankan olehnya sebagai pemeran utama. Tak salah jika pria diseluruh dunia menyukai aktris sexy itu.

Cerita Seks, Cerita Seks Terbaru, Cerita Seks Nyata, Cerita Seks Terbaik, Cerita Seks HotCerita Seks

Tak disangka, seSudah beberapa kali menjadi peran utama di salah satu layar lebar ia Sudah melakukan huPevin seks dengan 3 orang Cleaning Service di salah satu perusahaan Filemnya. Mulanya Pevi selesai syuting di salah satu Filem terbarunya. Sekitar pukul 11.29 ia baru selesai syuting. Lansung saja crew dan orang-orang yang berhuPevin dengan Filem itu bersiap-siap untuk pulang. SeSudah kurang lebih setengah jam, di sekitar tempat syuting sudah tidak terlihat orang lagi. Kecuali Pevi yang hendak ganti bajunya karena syuting tersebut dan 3 Cleaning Service yang masih sibuk membereskan perangkat syuting di tempat tersebut. Sebelum Pevi ganti baju, ia hendak menelfon supirnya agar mengantarkannya pulang.

Tapi sebelum ia menelfon, terlihat 3 Cleaning Service menuju ke arahnya. Wajah mereka tampak kaget ketika mereka melihat Pevi hanya berpakaian teng-top dan celana pendek favoritnya, kelihatan BH berwarna hitamnya balapan dengan tali tengtopnya. Tapi mereka tidak menghiraukan itu, karena sebelumnya sudah sering melihat Pevi seperti itu. Salah satu diantara mereka langsung bertanya

“Masih belum pulang Neng??”. Sambil sibuk memilih bajunya untuk diganti, Pevi pun menjawab

“Belum Denn…”. Ketiga Cleaning Service tersebut juga sedang sibuk menaruh peralatan syuting di ruangan Pevi. Lalu Pevi pun bergegas ke ruang ganti baju yang dekat dari situ. Pevi berbeda dari biasanya, Pevi terlihat cantik sekali karena make up-nya masih sedikit terlihat di wajahnya.

Tanpa panjang lebar Pevi membuka pintu ruang ganti tersebut. Lalu kembali menutupnya. Sememntara di ruangan Pevi tadi, ke 3 CS itu masih berada di ruangannya, mereka melihat sebuah hand phone yang berbunyi di atas meja. Cepat saja salah satu dari mereka melihat ke HP yang berbunyi tersebut. Ternyata ada sebuah sms dari supirnya.

Karena penasaran mereka sepakat untuk membacanya. Di sms tersebut supirnya menanyakan bahwa mau dijemput jam berapa katanya. Entah pikiran apa yang merasuki 3 CS tersebut, mereka berinisiatif membalas sms tersebut dengan menyatakan bahwa Pevi akan pulang sendiri dengan temannya. Ternyata ke-3 CS tersebut merencanakan untuk memperkosa Pevi.

Tak lama kemudian Pevi kembali ke ruangannya seSudah berpakaian kaos ketat dan celana jeans nya. 3 CS tersebut masih berada di ruangan itu.

“Semuanya .. Pevi pulang dulu yaa…” kata Pevi sambil mengambil tisu di dalam tasnya.

“Kok cepet-cepet Neng??” kata Arsyah, salah satu CS dari mereka. Mereka bernama Arsyah, Patria dan Deni. Mereka masing-masing berumur 23 tahun. Karena dari smp mereka bersama sampai akhirnya menjadi CS di salah satu perusahaan Filem.

“Iaa nihh,, udah jam setengah satu..” balas Pevi. Tiba-tiba Deni menutup pintu ruangan tersebut.

“Loh .. kenapa ditutup Den??”. Tanpa membalas Arsyah sudah mendekati Pevi.

“Neng… Neng cantik banget dehh hari ini..” tegas Arsyah.

“ahh … biasa aja kok..”.

“Tapi Neng beda banget dari hari-hari sebelumnya”.

“ahhh.. ngga juga..” sahut Pevi.

“Duduk dulu atuh Neng.. kita pengen ngcsrol-ngcsrol dulu bentar,,kan kita jarang ngcsrol…”sahut Patria. Mereka sudah tidak tahan lagi melihat Pevi di hadapannya. Pevi pun duduk lagi. Deni dengan seriusnya menatap dada Pevi. Arsyah pun ikut duduk di sebelah Pevi.

Mereka ngcsrol dengan santainya. Karena tak tahan menahan hasratnya, Tiba-tiba Arsyah mengeluarkan kemaluannya dari dalam celananya.

Pevi pun kaget.

“Ihhh ngapain sih syah…??”.

“Neng suka ngga??” sahut Arsyah. Tanpa diberi kesempatan untuk menjawab Arsyah langsung memegang tangan Pevi dan menyuruhnya mememgang kemaluannya yang panjang itu. Pevi pun menolak. Deni dan Patria segera melepas semua pakaiannya sendiri-sendiri. Pevi pun tampak kaget dengan semua itu. Dihadapannya sudah ada 2 pria bersama kemaluannya yang Sudah lama berdiri dari tadi. Tanpa sadar tangan Pevi sudah menyentuh kemaluan Arsyah. Tinggal Pevi saja yang masih berpakaian lengkap di ruangan itu. Pevi pun segera berdiri dari kursinya, ia teriak dan berlari menuju pintu keluar. Tapi dengan cepatnya Deni dan Patria menahannya. Pevi pun berteriak ketika badannya dipeluk erat oleh Deni. Buah dadanya yang kenyal itu berdempetan dengan dada bidangnya Deni.

“Tenang aja Neng… Nikmatin aja dehhh”tegas Arsyah.

“Ihh apa-apaan sih kalian??”sahut Pevi dengan teriakannya.

Tanpa mengihraukan, Pevi di senderkan ke tembok. Dihadapannya terlihat 3 orang pria yang sudah hasrat daritadi. Tampak ada perasaan jengkel dan ada perasaan ingin melakukannya di wajah Pevi. Dengan cepatnya Patria menciumi bibirnya. Pevi pun terpaksa mengikutinya. Ternyata Pevi memang sudah berpengalaman ciuman, di Filem-Filem layar lebarnya. Dengan ganasnya Patria menikmati peristiwa itu. Sementara Arsyah mendekati Pevi dan segere meremas-remas Buah dada Pevi itu yang kenyal masih terbalut BH berwarna hitam yang masih kelihatan walaupun ia memakai bajunya karena baju nya berwarna putih, jadi kontras sekali BH warna hitam itu. Sesekali Pevi melepas ciumannya dan mendesah.

“auhhhh…. auhhhhh…”

Pevi terus mendesah gara-gara Arsyah meremas kedua bukit kembarnya itu. Tak sadar Deni sedang berusaha membuka seleting jeans Pevi. Pevi pun sepertinya jadi menikmati adegan itu. Tak lama akhirnya resletingnya terbuka dan Deni menarik jeans nya untuk dilepaskannya. Tak menyangka Pevi Segera membantu dengan menaikan kakinya satu persatu. Akhirnya paha mulus Pevi tampak di depan mata Deni. Pevi pun menghentikan ciumannya dan mengizinkan Arsyah untuk membuka baju nya itu. Dengan ganasnya mereka melucuti pakaian Pevi satu per satu.

Tak disangka, seorang bidadari berada di hadapan mereka. Badan Pevi begitu mulus dan terdapat goretan di dekat pinggulnya. Pevi pun semakin menikmati, ia lansung jongkok dan mengulum kemaluan Patria yang paling besar diantara mereka ber-3. Deni dengan cepatnya melakukan pekerjaannya lagi, meremas kedua bukit Pevi dengan cepat. Sedangkan Arsyah menjilati pinggiran kemaluan Pevi. Dengan hasratnya Pevi memaju mundurkan kepalanya. Dibantu Patria memegang kepala Pevi dan memaju mundurkan nya dengan cepat. Pevi pun tampak hendak muntah karena ujung tenggorokan Pevi bulak balik disentuh oleh ujung kemaluannya Patria.

“ahhhh…. ahhhhh…. terus Neng” ujar Patria. Pevi terus mengulum dengan mata tertutup. SeSudah sekitar 15 menit adegan itu terus berlanjut. Pevi berganti posisi, kedua tangannya menahan berat badannya, ia seperti domba yang hendak diperkosa saja. Kembali Pevi mengulum kemaluan Patria, dibelakang Arsyah pelan-pelan memasuki lubang anusnya Pevi.

“Ahhhhhhhhh……. Pelan-pelan !!!!!” teriak Pevi sambil kembali mengulum kemaluan Patria. Deni sibuk mlintir-mlintir kedua puting Pevi.

“ashhh.. ashhhhhhhhh….”.

“Nikmat kan Neng ??”ujar Arsyah sambil terus menggenjot dengan cepatnya. Akhirnya lubang anus Pevi sudah semakin melonggar. Arsyah terus menggenjot Pevi dari belakang.

Terlihat Pevi semakin menikmati. Pevi dengan hasratnya melumat buah zakar Patria yang lagi mengelus-ngelus rambutnya. Patria melepaskan kemaluannya. Ia bergerak ke belakang Pevi. Dari samping terlihat gerakan maju mundur yang cepat. SeSudah beberapa saat semuanya berhenti. Mereka ber-3 memberi waktu Pevi agar dapat mengatur nafasnya kembali. Pevi kembali berdiri dan sedikit tertawa.

“Awas yah kalian…”ujar Pevi. Mereka ber-3 ikut tersenyum. Tak lama kemudian Deni mengankat Pevi ke Sofa yang lumayan besar dan menelentangkan Pevi disana. Deni segera memasuki kemaluan nya pelan-pelan. Dengan cepatnya Deni menggenjot kemaluan Pevi yang sudah keliatan akrab dengan kemaluan Deni.

“ahhh … teruss !!!”ujar Pevi dengan penuh hasratnya. Seletah beberapa lama, di sekitar kemaluan Pevi tidak tampak percikan-percikan darah. Sepertinya Pevi memang sudah pernah melakukan seks sebelumnya. Tangan kanan Pevi mengocok Kemaluan Patria yang sebentar lagi mau keluar itu. Arsyah Pun mengocok kemaluannya sambil ujug kemaluan ditempelkan ke puting Pevi. Tampak ketiganya sudah hampir klimaks. Dan pada saat waktunya, mereka bersama-sama mengeluarkan sperma nya di wajah Pevi.

Wajah Pevi terselimuti oleh sperma yang begitu banyaknya. Ke-3 Pria itu tampak bahagia sekali dan lelah sekali. Karena belum puas, mereka ingin melihat Pevi orgasme. Pevi digendong oleh Patria, Andi membukakan selangkangan Pevi, Dan Deni memasukan ketiga jarinya ke kemaluan Pevi.

“ahhhhhhh………ahhhhhhhh”teriak Pevi di ruangan tersebut. SeSudah kurang lebih 3 menit Pevi mendesahhh. Akhirnya Pevi mengalami orgasme nya. Dengan muka lemas Pevi tertidur di sofa. Mereka ber-3 pun ikut terlelap di atas badan Pevi. Sekitar jam 08.00 pagi mereka terbangun dan melihat Pevi masih tertidur lelap. Mereke menggoyangkan badan Pevi.

“Neng.. Bangun Neng udah pagi..”sahut mereka. Pevi pun tersadar, dimukanya bagaikan ada sebuah jaring laba-laba. Sperma ke-3 Pria tersebut masih lengket berada di wajah Pevi. Akhirnya Pevi menuju ke WC dan membersihkan seluruh badannya yang lengket itu. Pevi pun bergegas untuk pulang. Menelfon supirnya agar diantarkan pulang. Pevi kembali keruangan tempat terjadinya huPevin seks semalam.

Ke-3 pria itu sudah kembali berpakaian lengkap dan memberikan senyum ke Pevi.

“awas kalau kalian berani lagi ya.. kali ini aku maafkan, tapi lain kali aku akan laporkan ke pihak yang berwajib!!”.

“ehh… iya Neng maafkan kami semalam”. Pevi pun segera bergegas keluar dari ruangan itu dan menunggu supirnya di depan jalan. Untungnya syuting diadakan 3 hari sekali, jadi hari ini Pevi libur. Kalau saja hari ini ada jadwal Syuting mungkin Pevi sudah kepergok oleh Crew Filem. Tak lama kemudian Pevi masuk mcsilnya dan kembali tertidur. Sampainya di rumah Pevi langsung tertidur di kasurnya. Pevi sangat lelah sekali atas kejadian semalam. Tapi Pevi merasakan kepuasan yang tiada duanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.