Cerita Sex cerita ngentot Cerita Dewasa thor hammer Cerita Sex cerita dewasa terbaru
Cerita Bokep, Cerita Bokep Terbaru
Breaking News
cerita dewasa Cerita Mesum Cerita Mesum Cerita Dewasa Cerita Sex

Malam Penuh Cinta

Cerita Ngentot

Malam Penuh Cinta- Kisah Mesum, Kisah Mesum Terbaru, Kisah Mesum Nyata, Kisah Mesum Terbaik, Kisah Mesum Hot, Jumat, 25 April 2011, kira-kira pukul 07:00 malam, saat itu aqu lagi lembur di kantor. Bosan dengan keadaan, akhirnya aqu keluar kantor dulu sebentar, ya sekedar cari angin atau kasarnya cuci mata kali ya. Akhirnya mobil kuparkirkan di pelantara pusat pertokoan yang ada di tengah-tengah kota kembang. Wahh, seger juga nih, jadi tidak BT lagi. Sembari berjalan menelusuri trotoar, aqu melihat beberapa produk yang dipajang di etalase, secara kebetulan, mataqu tertuju ke stan penjualan produk alat-alat kosmetik. Mataqu tidak lepas memandang sosok tubuh yang rasanya seperti kukenal. Dengan ragu-ragu aqu hampiri juga stan kosmetik itu. Tidak jauh dari stand itu, aqu diam dulu beberapa saat Sembari memeperhatikan sosok tubuh yang rasanya kukenal.

Kisah Mesum, Kisah Mesum Terbaru, Kisah Mesum Nyata, Kisah Mesum Terbaik, Kisah Mesum HotKisah Mesum

Setelah yakin kalau sosok tubuh itu adalah orang yang kukenal, dengan hati berdebar kupanggil namanya.
”Sie..! Kamu Desie khan..?” kataqu Sembari menunjuk ke arahnya.Sosok tubuh yang kupanggil namanya merasa kaget juga mendengar panggilanku. Untuk beberapa saat dia memandang ke wajahku Sembari mengernyitkan keningnya. Dalam hati mungkin dia sedang mengingat-ngingat, yang pada akhirnya.
”Erick..? Kamu Erick..?” katanya dengan wajah yang agak keheranan.
“Yup..! kirain udah lupa, Sie..,” kataqu Sembari menyodorkan tanganku.
”Ya nggak akan lupa dong Rick, gimana kabarnya..?” katanya Sembari menyambut uluran tanganku.
”Baek-baek Sie. Kau sendiri gimana..?” kataqu.
”Baek juga Rick..,” ucap Desie Sembari menyibakkan rambutnya yang panjang sebahu.

Perlu diketahui, Desie (bukan nama sebenarnya) ini adalah teman SMA saya dulu, orang tuanya tingal di Jakarta. Di kota kembang ini dia tinggal dengan kakaknya yang kebetulan mereka ini bisa disebut anak kost. Desie punya perawakan lumayan tinggi, dengan tubuh yang cukup ideal (di mataqu), hidung yang mancung, dan buah dadanya yang lumayan juga ukurannya. Kami mengobrol bermacam-macam, tentang seputar masa SMA dulu. Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 09:00malam, dan pada jam itu dia akan pulang. Dengan penuh keyakinan, kutawarkan dia untuk pulang sama-sama, karena kebetulan dia pulangnya sendiri.

Sebelum aqu mengantar dia ke tempat kostnya, aqu ajak dia untuk makan dulu. Dia menerima tawaranku, setelah itu baru kuantar dia ke tempat kostnya.”Ke dalem dulu Rick..!” katanya.
“Makasih Sie.., lain kali aja deh.., lagian khan ada Kakakmu..!” kataqu Sembari memperhatikan jamku, yang mana pada waktu itu menunjukkan pukul 22:30.
”Kakakku lagi ke Jakarta Rick.., Aqu cuma sendirian disini. Ayo dong Rick..! Masuk dulu..,” pintanya merajuk.Akhirnya aqu masuk juga ke dalam,
“Bentar aja ya Sie.., Aqu ada kerjaan nih di kantor, mana mata udah ngantuk, cape lagi..,” kataqu Sembari tanganku memijit pundakku sendiri karena pegal.Desie menganngguk Sembari tersenyum, kemudian dia menuju ke belakang untuk mengambil minuman.

“Santai aja dulu Rick.., Aqu mo mandi dulu ya, gerah nih..!” katanya Sembari menyodorkan minuman untukku.Lalu aqu duduk di kursi dekat tempat tidurnya.
”Lama juga nih mandinya. Dasar perempuan..!” aqu menggerutu dalam hati.Kemudian aqu berdiri sebentar, karena pegel juga kalau duduk terus. Akhirnya aqu rebahan juga di tempat tidurnya, cape sekali badanku rasanya. Kemudian kulihat Desie keluar dari kamar mandi. Dia hanya memakai celana pendek dengan t-shirt warna putih. Rambutnya basah, mungkin habis keramas. Kemudian dia duduk di depan meja riasnya Sembari mengeringkan rambutnya.

“Muka Kamu kok keliatan cape Rick..?” kata Desie membuyarkan lamunanku.
”Iya nih Sie.., Aqu cape banget hari ini, mana kerjaan masih banyak.” ketusku.
”Ya udah, istirahat aja dulu. Santai aja.., Aqu pijitin, mau nggak..?” kata Desie Sembari melangkah ke arahku.
”Bener nih, mau mijitin..?” kataqu setengah tidak percaya.
”Masa Aqu boong Rick. Ya udah.., Kamu tengkurap aja.. Terus buka dulu kemeja Kamu dengan kaosdalamnya.” katanya.Bagai kerbau dicocok hidung, aqu menurut saja, terus kutelungkup, lalu Desie mulai memijitiku, mulai dari pundak terus ke punggung. Pijatannya lembut sekali, rasa lelah dan kantukku mulai hilang, malah yang ada sekarang darahku justru mengalir begitu cepat. Batang kemaluankuperlahan-lahan mulai tegang, aqu jadi salah tingkah. Sepertinya Desie melihat perubahan sikapku.

“Rick..! Balikin badan Kamu.., biar Aqu pijit juga bagian depannya.” katanya lembut.
Aqu agak ragu juga, pasalnya aqu taqut kemaluanku yang sudah tegang taqut kelihatan, ditambah nafasku yang sudah tidak beraturan. Tetapi akhirnya kubalikkan juga badanku. Kemudian Desie menduduki badanku. Kaget juga aqu melihat dia, karena posisi dia sekarang menduduki badanku, pantatnya tepat di atas kemaluanku. Aqu pura-pura meram saja, Sembari kadang-kadang memicingkan mataqu, jadi salah tingkah aqu pada waktu itu.

Seksi juga ni orang, atau karena pikiranku yang sudah dirasuki nafsu birahi, batinku berkecamuk. Aqu mulai berpikir, apa yang harus kulaqukan. Tangan Desie dengan begiru halusnya mengusap-ngusap dadaqu yang kadang-kadang dia cubit puting susuku, aqu malah menggelinjang kegelian, pikiranku sudah gelap oleh nafsu. Dengan agak ragu kupegang kedua telapak tangannya yang sedang memijat dadaqu.
”Kenapa Rick..?” tanya Desie Sembari tersenyum.Aqu tidak menjawab pertanyaannya, kemudian kucium telapak tangannya, lalu kutarik tangannya yang mana otomatis badannya mengikuti, sehingga badannya jadi

agak terdorong ke depan.

Wajahku dengan wajahnya dekat sekali, sampai nafasnya menerpa wajahku. Lalu kupegang kedua pipinya, dengan perlahan kudekatkan wajahnya ke wajahku, lalu kucium bibirnya dengan lembut. Kemudian kujulurkan lidahku menelusuri rongga mulutnya. Desie agak melenguh, lalu Desie mulai membalas ciumanku, lama-lama ciuman kami makin lama makin buas saja, nafas kami sudah tidakberaturan. Sembari tetapi berciuman, tanganku turun ke bawah, lalu kumasukkan ke bagian

belakangkaosnya, lalu kutarik kaosnya ke atas. Desie mengerti akan hal ini, kemudian dia tegakkan badannya, lalu dia buka sendiri t-shirtnya, lalu dengan Sembari tersenyum dia buka sendiri BH-nya.

Setelah terbuka, yang kusaksikan adalah sepasang dua bukit yang kembar, walaupun tidak terlalu besar tetapi kencang sekali, dengan putting yang sangat menantang. Dengan posisi Desie masih di atas perutku, aqu segera bangkit. Kulumat putingnya silih berganti, Desie melenguh tanda menikmatinya.
”Ooohhh Erick.., sshhh..,” desahnya Sembari mendongakkan kepalanya ke belakang, dengan tangan melingkar di leherku.Aqu semakin bernafsu, lalu kurebahkan badannya, kemudian kulumat bibirnya, lalu kulumat telingakirinyan. Kemudian aqu turun menelusuri lehernya, kulumat putting susunya yang terlihat menawan, kadang aqu meremas kedua bukit yang indah itu. Puas dengan itu lumatanku mulai turun ke bawah, aqu jilat pusarnya, kedua

tanganku mulai turun ke pangkal pahanya.

Dengan posisi masih menjilati pusarnya, tanganku membuka celana pendeknya, lalu kuturunkan ke bawah. Secara naluriah dia ikut membantu menurunkan pula, maka tingal celana dalamnya yang berwarna putih bersih yang masih menghinggapi tubuhnya. Lalu kucium kemaluannya yang masih ditutupi CELANA DALAM-nya, dia melenguh hebat, kemudian kubuka CELANA DALAM-nya. Aqu beralih menjilati bibir kemaluannya. Dengan bantuan kedua jariku, kusibakkan bibir kemaluannya itu, maka terlihat bagian dalam yang berwarna merah muda, dengan dihiasi klit-nya yang sudah membengkak.

Mungkin ini untuk yang kedua kalinya aqu menjilati kemaluan perempuan. Ini yang kusuka dari kemaluan Desie, tidak berbau, mungkin tadi dia waktu mandi membersihkannnya dengan sabun khusus.Lalu kujulurkan lidahku ke bagian klit-nya, kugoyang-goyangkan lidahku.
”Aaahhh.., Rickkk.., enak sekali Saayaang..!” jeritnya Sembari kedua tangannya menjambak rambutku.
Pedas juga rambutku. Aqu masih saja asyik memainkan lidahku. Kadang sekali-sekali kugigit bibir kemaluannya. Tidak berapa lama, tubuh Desie mengejang, kepalaqu makin ditekan oleh tangannya ke dalam kemaluannya.
”Eeerriiccckkk.., aakkhhh.., nikmat sekali Sayang..!” katanya Sembari memejamkan matanya, tandamerasakan kenikmatan yang tiada taranya.

Aqu masih saja asyik melumat habis kemaluannya yang merah merekah.”Udahhh Rick.., udah dulu Sayang..!” katanya Sembari menarik kepalaqu ke atas, kemudian dia cium bibirku dengan ganas sekali.Lalu tubuhku dia balikkan, dia berada di atasku sekarang. Dia condongkan badannya, kemudiandia mencium kembali bibirku, lalu mencium leherku. Dia tegakkan badannya, dan dia geser sedikitke bawah. Sembari tersenyum dia lalu membuka celana panjangku, kemudian dia buka celana dalamku, maka mencuatlah adikku yang dari tadi sudah tegak bagai tugu monas. Dengan lembut dia mengusap batang kemaluanku, jempolnya mengusap kepala kemaluanku.

“Aaakkhhh..,” aqu hanya bisa mendesah kenikmatan.Perlahan dia tundukkan kepalanya, lalu mulai menjilati kepala kemaluanku, kemudian dia masukkan batang kejantananku ke mulutnya. Dia hisap dengan lembut. Aqu hanya bisa merasakan kenikmatan yang diberikan oleh permainan mulut Desie.
“Aakkhhh Sie.., terus Sie..! Enak sekali Sayang..!” erangku.Mungkin karena dari tadi aqu sudah menahan nafsuku, akhirnya aqu tidak kuat juga menahannya.
”Sie.., Aqu mo keluar Siee..,” erangku.Desie cuek saja, dia malah mempercepat frekwensi hisapannya ke batang kemaluanku, yangpada akhirnya,
“Aaakkhhh..,” bersamaan dengan itu menyeburlah cairan spermaqu ke mulutnya.

Keliatannya Desie agak kaget juga, tetapi dia lalu menelan semua spermaqu sampai habis. Aqu hanya mengerang kenikmatan. Setelah cairanku habis ditelannya, kemudian Desie lepaskan batang kejantananku dari mulutnya, dia tersenyum melihat senjataqu masih berdiri, walaupun sudah mengeluarkan laharnya. Dengan tersenyum menahan birahi, dia mendekati wajahku. lalu mencium bibirku. Dengan posisi masih di atas, tangannya kemudian memegang batang kemaluanku, lalu

dibimbingnya ke lubang senggamanya. Dengan sekali sentakan, batangku sudah masuk seluruhnya.
“Uuuhhh.., sshhhh..!” Desie melenguh kenikmatan Sembari memejamkan matanya, rambutnya tergerai, kepalanya diangkat mendongkak ke belakang.Diangkatnya pantatnya perlahan, lalu diturunkannya perlahan. Aqu membantunya dengan batang kemaluanku.

Makin lama gerakan Desie semakin cepat, aqu juga semakin keras menekan batang kemaluanku, tangaqu menelusuri tubuhnya yang sudah penuh dengan keringat. Kadang kuremas kedua bukit kembarnya, sekali-kali aqu pelintir kedua puttingnya. Desie terus saja menggelinjangkan tubuhnya, kulihat Desie meram melek juga dalam malaqukan gerakannya itu.
“Ooohhh.., Eerricckk..! Enak sekali Rick.., ssshhh..,” Desie mendesis seperti ular.
“Kamu cantik sekali Sie.., Aqu sayang Kamu..!” kataqu Sembari menarik kepalanya untuk mendekati wajahku.Lalu kucium bibirnya. Akibat gerakan-gerakan yang dilaqukan Desie, akhirnya aqu tidak kuat juga.
”Aaahhh.., Sie, Aqu hampir keluar Sayangg..!” kataqu.
”Ssshhh.., aahh.., Aaaaquu juga Rick.., bentar lagi.., aakhh.. terus Sayanng.., terusss..!” ucap Desie Sembari terbata bata menahan nafsu.

Makin kupercepat tempo gerakanku, yang pada akhirnya aqu sudah tidak kuat lagi. Kurangkul tubuhnya erat-erat, terlihatnya Desie juga sudah pada klimaksnya, yang akhirnya.
”Aaahhh.., aakkhhh..,” kami keluar bersamaan disertai desahan yang panjang.Kupeluk tubuh Desie dengan erat, begitu juga dengan Desie Sembari menikmati sensasi-sensai yang tidak bisa dibayangkan. Kemudian dengan posisi aqu masih duduk di kasur dan Desie di atasnya, kami berciuman kembali. Lama sekali Sembari mengatakan kata-kata indah.
”Terima kasih Sie.., Aqu sayang Kamu..!” kataqu Sembari mencium keningnya.
”Aqu sayang Kamu juga Rick..!” kata Desie, yang kemudian kami berciuman kembali.Lalu kurebahkan badanku dengan batang kemaluanku masih menancap di liang senggamanya, akhirnya kami berdua tertidur lelap sekali.

Esok harinya baru kupulang, tapi sebelumnya aqu antarkan dulu Desie ke tempat kerjanya Sembari memeberikan nomor teleponku. Kalau-kalau dia butuh aqu, tinggal menghubungi saja. Sesudah mengantar Desie, aqu langsung pulang, lalu pergi ke kantor yang mana sudah tentu aqu pasti kesiangan, dan kerjaanku yang belum beres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.