Vimax Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News

Wanita Berjilbab

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Kumpulan Cerita Hot terbaik, Cerita Hot Nyata, Cerita Hot, Aqu Frank. Pecinta perempuan dan haus akan sex. aqu bekerja di daerah sudut kota. Karena rumah dan tempat bekerja yang cukup jauh, maka aqu memutuskan untuk kost didaerah dekat office.

Cerita Hot terbaik, Cerita Hot Nyata, Cerita Hot

Suatu waktu, saat istirahat makan siang, kulihat perempuan cantik masuk ke warung . Bibir tipis, mata indah, serta tubuh yang seksi.  Walau terutup jilbab ia masih terlihat menarik. Dan menurutku tipe seperti ini ganas di ranjang.

Naluriku yg buas mengharuskanku berkenalan dengannya. Jurus yang cukup handal menurutku,  yaitu dengan pura pura menabrakkan diri. Pelan-pelan aqu mempersiapkan diri, lalu setelah dia kira-kira sudah dekat, segera aqu berdiri dan berbalik.

“gubrak!!” “praang!!” tiba-tiba piring dan gelas berisi makanan sayur dan minuman yang ia bawa tumpah ke bajuku dan bajunya, lalu jatuh pecah di lantai.

“eh maaf Neng, ga sengaja…” kataqu sambil berrona bodoh. Langsung perempuan cantik itu ngomel-ngomel dihadapanku. Sudah kuduga, karena memang terlihat perempuan cantik ini punya lidah yang tajam. Ah, aqu sih sudah kebal.

Dengan sok gentleman, aqu menawarkan untuk membayar semua kerugian dan mentraktirnya bersama dua rekannya. Aqu juga menawarkan untuk mengantarnya pulang untuk berganti baju (namanya Shinta, seorang karyawati sebuah perusahaan perkreditan kendaraan syariah). Usaha yang sempurna. Semua diterima , bahkan rumahnya pun aqu tahu. Dan Dia sudah menikah.

Tiga hari berlalu, Kita sering bertemu di warung makan itu. Percakapan kita sudah mengalir, seringkali disertai candaan layaknya kawan dekat. Sambil bercanda aqu mencuri-curi pandang ke rona cantiknya yang berjilbab. Terus terang saja , aroma parfum tipis bercampur keringat khas tubuhnya membuatku terangsang. Pasangannya adalah orang yang gila kerja, sehingga walaupun kehidupan mereka terjamin, Shinta tak mendapatkan nafkah batin yang layak. apalagi sang pasangan seringkali ejaqulasi dini, sehingga sering tak bisa dinikmati oleh Shinta.

Pada suatau hari, aqu sengaja menunggu di depan officenya. Saat ia keluar, segera aqu menghampirinya. Perempuan cantik itu terkaget melihat aqu ada di situ. Aqu mengatakan bahwa aqu hanya ingin berkunjung kerumahnya. Ternyata dia mempersilahkan. Aqu segera mengikuti kendaraannya menuju rumah yang ada di sebuah perkampungan sepi, tak jauh dari office.

Setelah masuk, kita ngobrol diruang depan. Shinta berkata jika dia sendirian dirumah, sementara pasangannya sedang berada diluar kota. Tak beberapa lama, Shinta perempuan berjilbab cantik itu mengajakku untuk pindah ke ruang tengah sambil nonton TV untuk meneruskan mengobrol. aqu pun tak menolak dan mengikutinya masuk setelah dia mengunci pintu depan.

Sambil ngemil hidangan kecil dan minuman yang disediakan, kita melanjutkan ngobrol-ngobrol. Sesekali perempuan berjilbab cantik itu mencubit lengan atau pahaqu sambil ketawa-ketiwi saat aqu mulai melancarkan guyonan-guyonan. Lau aqu mengusulkan untuk menonton film yang kubawa.

Setelah Shinta setuju, aqu masukkan film koleksiku ke dalam player. Filmnya tentang drama percintaan yang disertai beberapa adegan-adegan ranjang. Kita berdua pun asyik nonton hingga akhirnya sampai ke bagian adegan ranjang, aqu lirik perempuan cantik berjilbab itu matanya tak berkedip melihat adegan itu.

Kuberanikan diri untuk merangkul bahnya, gadis cantik berjilbab itu diam saja tak berusaha menghindar. Saat adegan di TV mulai tampak makin hot, sesekali kedua paha mulusnya digerak-gerakkan buka tutup. Wah, gila juga nih perempuan, seakan-akan dia mengundang aqu untuk menggumulinya. Aqu beranikan diri untuk mengelus-elus lengannya. Kesempatan itu tak kusia-siakan, langsung kupeluk dan kucium pipinya. Shinta tak protes, malah tangan perempuan cantik berjilbab bertubuh mulus itu sekarang diletakkan di pahaqu.

Kupandang matanya yang indah, sejnikmat kita berpandangan dan entah siapa yang memulai tiba-tiba, kita sudah berpagutan mesra. Kulumat bibir bawahnya yang tipis itu, tangannya yang satu memeluk leherku, sedang yang satunya yang tadinya di pahaqu sekarang sudah mengelus-elus kemaluan di balik celanaqu.

Lidah kita saling bertautan, kecupan-kecupan bibir kita menimbulkan bunyi , yang membuat suasana makin hot.. Tanganku pun tak tinggal diam, segera kuelus paha mulus perempuan berjilbab berrona menggairahkan itu yang masih tertutup celana panjang hitam, Shinta pun seakan memberi kesempatan dengan membuka pahanya lebar-lebar, sehingga tanganku dengan leluasa mengobok-obok paha dalam perempuan cantik berjilbab itu sampai ke selangkangan dari luar celana panjangnya.

Begitu bolak-balik kuelus dari paha lalu ke betis kemudian naik lagi ke paha. Sambil terus melumat bibirnya, tanganku sudah mulai naik ke perut perempuan cantik berjilbab itu kemudian menyusup terus ke dadanya. Kuremas dengan gemas buah dadanya walau masih tertutup kemeja kerja, Shinta merintih lirih. Melihat si perempuan cantik itu merintih-rintih terhanyut birahi dengan rona yang masih memakai jilbab dan kacamata membuatku makin bersemangat.

Lalu tanganku masuk ke dalam kemejanya dan mulai meraba-raba. Kusentuh   putingnya , seiring dengan itu, tangan Shinta juga membelai kemaluanku yang masih tertutup celana dalam. dan mulai dengan ganas menyusup ke dalam celana dalam meraih yuniorku. Tak beberapa lama, tiba-tiba dia berhenti.

“sudah mas Frank… jangan… aqu sudah punya pasangan… ini zina…”

Aqu tak menjawab sepatah katapun. Mana mau aqu kalah dengan kata-kata penolakan seperti itu,. Dengan lembut aqu gapai tangan perempuan cantik berjilbab itu dan kuremas lembut. Dengan lembut pula aqu rangkul dia untuk rebahan di sofa panjang diruang tengah rumahnya. Tanpa terasa jantungku berdetak keras. Sensasi seperti inilah yang dicari pemburu sepertiku. Bagaikan dikomando aqu menciumi pipi Shinta yang terlihat sangat bersih dan putih, menjelajahi sisi kepalanya, dan menciumi dan menggigiti telinga perempuan cantik berjilbab itu dari luar jilbabnya.

“Shinta kamu sangat cantik sayang..,” aqu berbisik.

“mas.. Jangaan please..,” desahan Shinta dan aroma tubuhnya yang khas membuat aqu makin terangsang. Lidahku makin nakal menciumi dan menjilati pipi Shinta yang putih bersih.

“Akhh mas..” tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi buah dada Shinta yang aqu rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.

“Ooohh.. Mas Frank..”

Shinta mulai mengikuti rangsangan yang aqu laqukan di dadanya.

Aqu makin berani untuk melaqukan yang Iebih jauh..

“Neng, aqu buka baju kamu yach, biar tak kusut..,” pintaqu. Shinta hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk melepaskan pakaiannya. Jilbabnya yang cekak melilit lehernya kubiarkan terpakai, begitu juga dengan kaca matanya. Wajah perempuan berjilbab berona menggairahkan itu makin cantik dan menggairahkan bagiku saat memakai dua benda tersebut. Sementara kemeja kerjanya kulepas, sampai akhirnya dia hanya mengnikmatan BH warna hitam. Dadaqu makin naik turun, saat tubuh perempuan cantik berjilbab itu yang putih nampak dengan jelas dimukaqu.

Setelah terbuka, aqu berusaha naik di tubuh dia, aqu ciumi bibir Shinta yang tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu lidah Shinta yang mulai terangsang dengan aktivitasku. Tanganku yang nakal mulai menarik BH warna hitam. Daann.. Wow.. Tersembul puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aqu melepas lumatan di bibir Shinta untuk kemudian mulal melepas BH dan menjilati puting Shinta yang berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting perempuan cantik berjilbab bertubuh mulus itu berdiri dengan kencang.. Sedangkan tangan kananku memilin puting yang lainnya.

“Ooohh mas.. Kamu… ouuhh…emmmhh… udaaahhh… …,” rintih Shinta.

. Dengan bekal pengetahuan sex yang aqu ketahui, aqu makin berani berbuat lebih jauh dengan Shinta.

Aqu segera melucuti celana panjang kerjanya tanpa perlawanan yang berarti dari Shinta yang sudah terangsang. Langsung aqu membuka CD yang digunakan Shinta, darahku mendesir saat melihat tak ada sehelai rambutpun di bagian kemaluannya. Tanpa berpikir lama, aqu langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluan Shinta.

“Oohh.. mas…jangaaannnnn…ntar aqu…hhhh.. mmhhh…..mmhh!!” Shinta merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang keperempuananya .

“masssss…..” Desah Shinta disaat kocokkan lidahku makin cepat, Shinta sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri orang yang mau orgasme dan sesat kemudian..

“mas..udaaahhh… Aqu nggak tahan.. Oohh.. Mass aqu mau..” Shinta menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaqu terasa sesak dibuatnya.

“maasss.. Ookkhh.. Aaquu..” suuurrrr

Shinta merintih panjang saat kemaluannya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dengan itu, tubuhnya mengejang.  Aqu biarkan dia terlentang menikmati orgasmenya yang pertama, sambil membuka semua pakaian yang aqu knikmatan.Tanpa memberi waktu panjang, aqu segera menghampiri tubuh perempuan cantik berjilbab bertubuh mulus yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir sofa, langsung saja kemaluanku yang berukuran besar, menghujam celah kenikmatan Shinta yang sontak meringis.

“Aaakhh.. mas..,” desah Shinta saat kemaluanku melesak ke dalam lubang kemaluannya.

“Mass.. Kemaluan kamu besar sekali.. Aakkh..”

Aqu meringis ngilu disetap gerakan keluar masukku. Aqu berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes dirona Shinta yang terus mendesah dan mengerang binal. Setiap gerakan maju mundur kemaluanku, selalu membuat tubuh Shinta menggelinjang hebat karena memang mulai aqu rasakan sangat menikmati permainan ini.

“massss.. Sudahhh.. mmhhh.. Akhh..” sembari berteriak panjang aqu rasakan denyutan bibir kemaluan mengapit batang kemaluanku.

Dan aqu rasakan cairan hangat mulai meleleh dari kemaluan Shinta. Aqu tak mempedulikan desahan Shinta yang makin menjadi, aqu hanya berusaha memasukkan kemaluanku yang agak bengkok ke kiri. Tiba-tiba Shinta mendekap tubuhku erat dan aqu tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya.

Kemaluanku bergerak keluar masuk dengan cepat dan.. Sesaat kemudian aqu melepas kemaluanku dan mengarahkan ke mulut Shinta yang masih terlentang. Aqu biarkan dia oral kemaluanku sejnikmat, lalu segera kembali menjejalkan kemaluanku dalam kemaluan perempuan cantik berjilbab itu.

“maas.. Aqu.. Maau.. Keluaarr lagi.. Aaaakk.. .., aqu.. Nggak tahan..” Seiring jeritan itu, aqu merasakan cairan hangat kembali meleleh disepanjang batang kemaluanku.

“Aaaakkhh.. maas.. Nikmat sekali.. Ooohh..,” rintih Shinta.

Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, diatas tubuh Shinta..

“Neng.. aqu boleh keluarin di dalam..,” aqu bertanya.

“Jangaan.. Aqu nggak mau, entar aqu hamil,” jelas Shinta.

“.. jangan khawatir..,” rengekku.

“Jangan mas.. Aqu nggak mau..,” rintihan Shinta membuat aqu makin bernafsu untuk memberikan orgasme yang berikutnya. Kembali aqu menggerakkan pinggulku maju mundur.

“Akhh.. Oohh.. mas.. keluarin kemaluan kamu.. Aaakkhh..,” Shinta memintaqu.

Disaat aqu mulai mencapai klimaks, Shinta meminta berganti posisi diatas.

“mas..gan..tian.. aqu ingin diatas..”

Aqu melepas kemaluanku dan langsung terlentang.

Shinta bangkit dan Iangsung menancapkan kemaluanku dalam-dalam di lubang keperempuanannya.

“Akhh gila, kemaluan kamu hebat banget mas.. Ooohh….” Shinta merintih sambil terus menggoyangkan pinggulnya.

“Aduhh mas..”

Goyangan pinggul Shinta membuat gelitikan halus di kemaluanku..

“Rikk.. Shintaa.. Akh..,” aqu mengerang kenikmatan saat Shinta menggoyang pinggulnya.

“Mass.. Aqu mau keluar..,” sambil merintih panjang, Shinta menekankan dalam-dalam

tubuhnya hlngga kemaluanku “hilang” ditelan kemaluannya dan bersamaan dengan itu aqu sudah mulai merasakan klimaks sudah diujung kepala.

“Aaahh.. Ahh..”

Aqu biarkan air maniqu muncrat di dalam kemaluannya. Daann.. semburan air maniqu langsung keluar di dalam Lubang kemaluan Shinta, bersamaan dengan kembali mengejangnya tubuh Shinta menikmati orgasmenya yang kesekian kalinya, lalu terhempas jatuh di sofa ruang tengahnya. Aqu segera mengatur nafasku, lalu berpakaian. Aqu mencari dapur dan mengambilkan Shinta segelas air putih. Saat aqu kembali ke ruang tengah, aqu temui Shinta sudah duduk termenung.

“makasih ya Neng..” kataqu sambil mengecup keningnya.

“aqu taqut hamil, mas..” kata Shinta.

Aqu hanya tersenyum. “gak bakal. Tenang saja…” Persetan, pikirku.

Setelah beberapa waktu duduk dan memeluknya, aqu segera berpamitan dan kembali ke kostku, dengan tubuh yang lelah namun penuh kepuasan. itulah kejadiannku saat ngekost di daerah yang kebanyakan perempuannya masih lugu.

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.