Vimax cerita ngentot Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News
cerita dewasa Cerita Mesum Cerita Mesum Cerita Dewasa Cerita Sex cerita dewasa terbaru

Tipu Daya Masa Lalu

Vimax

Sepenggal Cerita Sex, Cerita Sex Nyata, Cerita Sex Terbaik, Namaqu Andro, aqu kuliah semester 5 Faqultas Ekonomi di salah sebuah universitas di Jakarta. Tinggiku 174 cm, kulitku putih sehingga kupikir penampilanku cukup menarik.

Cerita Sex, Cerita Sex Nyata, Cerita Sex Terbaik

Ada seorang perempuan bernama Meisya, pelajar semester 3 di kampusku. Setahuku doi adalah pelajar Faqultas Sastra, entah sastra Jepang atau Inggris aqu tak ingat. Aqu menilai doi sangat cantik, matanya indah, kulitnya putih bersih, rambutnya hitam agak bergelombang sepanjang pundak, tubuhnya sintal berisi dengan tinggi sekitar 160 cm. Aqu mengenalnya sekitar bulan lalu saat bertemu di perpustakaan. Kita saat itu ingin meminjam buku yang sama yang ternyata tinggal tersisa satu karena yang lainnya sedang dipinjam. Saat itu aqu membiarkannya meminjam buku itu dulu.

Sekarang doi ada di depanku di tempat parkir saat aqu hendak menyalakan motorku untuk pulang. Doi memakai kaos ketat pink sehingga bentuk payudaranya terlihat dengan jelas, sekitar 36C. Doi memakai rok jeans yang cukup pendek.

“Hai Andro”. sapanya ramah.

Wow, doi sexy juga, pikirku. Aqu tak begitu memperhatikannya ketika kita bertemu di perpustakaan dulu.

“Aqu ingin memberikan buku yang waktu itu”, sergahnya.

“Oh, buku sastra itu.. Aqu masih membutuhkannya sih”, timpalku.

“Tadinya aqu ingin memberikannya begitu aqu bertemu denganmu, tapi sepertinya buku itu tertinggal di alamatku”

“Oh, tak apa-apa, kamu bisa memberikannya besok atau aqu bisa meminjam ke perpustakaan lagi”

“Umm.. Aqu merasa tak enak, aqu sudah meminjamnya terlalu lama” jawabnya dengan nada gelisah.

“Bisakah kamu antarkan aqu ke alamatku, jadi aqu bisa langsung memberikannya padamu”

Perempuan ini memaksa sekali, pikirku, tapi aqu tak bisa melepaskan pikiranku pada payudaranya yang begitu montok.

“Memangnya kita searah?” tanyaqu.

“Alamatmu di Jl. Dahlia kan? Alamatku letaknya 3 blok dari alamatmu, bisa kan mengantarku?” Bagaimana doi tahu alamatku, pikirku. Tapi mengapa aqu begitu jual mahal. Perempuan cakep begini..

“Baiklah, ayo naik” kataqu memperbolehkan.

Wajahnya segera menyungging senyum, doi menaikkan pinggul sexynya ke atas jok motorku. Segera kunyalakan motor kesayanganku.

“Pegangan ya” kataqu. Doi lalu memeluk pinggangku dengan erat, bisa kurasakan empuk payudaranya di punggungku.

Untung hari ini aqu memakai jaket yang tipis.

“Kenapa tak jalan” tanyanya.

“Oh, sorry” gara-gara dadanya aqu jadi tertegun.

Tak berapa lama kemudian kita sudah melaju di tengah jalan raya, dadanya semakin ketat saja menempel di punggungku. Tapi aqu harus berkonsentrasi mengemudikan motorku karena bisa tejadi kecelakaan kalo tak hati-hati.

“Andro, di depan nanti belok kiri ya, yang ada pohon besar itu”, aqu hanya menganggukkan kepalaqu.

Aqu pun membelokkan motorku ke kiri. Cukup jauh juga alamatnya, setelah belokan tadi sudah lebih dari 10 menit kita melaju. Tiba-tiba aqu dikejutkan olehnya..

“Stop-stop, ya di pojok jalan itu” perintahnya.

Kita lalu berhenti di sebuah alamat yang agak besar tepat di ujung jalan buntu. Alamatnya bagus juga, pasti doi anak orang kaya, pikirku.

“Jadi ini rumahmu?”

“Ya, bener. Mari masuk”

Aqu memarkir motorku di garasinya dan membuka sepatu. Isi alamatnya sangat rapi dan bersih, apa doi sendiri yang membersihkannya?

“Ayo naik, kamarku ada di atas” katanya.

“Alamatmu sepi sekali, mana kedua orang tuamu?”

“Ayah dan ibuku bekerja di luar negeri, sedangkan pembantuku sedang mudik lebaran. Aqu sendirian”

“Hah, jadi kita hanya berdua di sini?” tanyaqu penuh selidik.

Doi hanya terdiam, bodoh kenapa aqu menanyakan hal itu. Lalu kita memasuki kamarnya, cukup luas juga dan wangi.

“Kamar dan rumahmu begini rapi, apa kamu yang membersihkannya?”

“Yah, sedikit-sedikitlah”

“Wah hebat sekali, aqu tak percaya” Doi tertawa.

“Lalu dimana bukunya?” tanyaqu polos.

“Bukunya sudah kukembalikan ke perpustakaan seminggu lalu” jawabnya tanpa rasa berdosa. Aqu memandang kedua matanya dengan penasaran.

“Apa!? Kamu mengerjaiku ya” bentakku dengan nada tinggi.

Aqu kesal juga dibawa sejauh ini hanya untuk dikerjai. Melihat aqu marah doi terlihat sangat taqut dan menyesal, doi menghampiriku dan memegang kedua tanganku.

“Sorry, tapi aqu hanya ingin berdua bersamamu di sini”

“Jangan bercanda ah, aqu mau pulang” ujarku sambil melepaskan genggamannya.

Aqu terkejut karena tiba-tiba doi mencumbu bibirku dengan bibirnya yang lembut dan tipis. Tapi aqu langsung menepisnya, karena biar pun aqu sudah bernafsu tapi aqu masih punya sedikit iman. Lagipula aqu masih perjaka.

“Apa-apaan sih nih!?” Sentakku. Aqu bergegas ke pintu kamar ingin segera keluar dari sana. Aqu bener-bener sudah muak.

“Tunggu Andro, aqu mencintaimu!” Jeritnya.

Aqu terhenti dan berbalik, apa katanya, aneh sekali. Aqu jadi tertarik karena menurutku aneh.

“Apa katamu?”

“Andro, kubilang aqu cinta kamu” jawabnya terlihat serius.

“Aktingmu hebat sekali. Kita baru bersama selama beberapa jam dan kamu bilang kamu mencintaiku!? Mana mungkin”

Tiba-tiba doi menangis, perasaanku jadi berubah melihatnya menangis seperti itu.

“Kamu memang jahat Andro, kamu sama sekali tak ingat padaqu?” Tak ingat? Memangnya siapa Meisya ini.. Hah!! Meisya, nama itu baru kali ini membuatku merasa ada yang aneh.

“Apa kamu bener-bener tak ingat? Aqu Meisya temanmu selama 6 tahun di bangku SD!” Hah!! Aqu baru ingat. Meisya,

Meisya yang biasa-biasa saja, yang tak pernah kuperhatikan. Bisa jadi secantik ini.

“Meisya, kamu Meisya?” Doi langsung berlari dan menyandarkan tubuhnya ke dadaqu sambil menangis.

“Ya ini aqu Meisya”

“Setelah di SD aqu sangat merindukanmu, aqu tak pernah berpacaran Andro, aqu terus mencarimu” cercahnya sambil menangis.

Aqu mengusap air matanya dan menyibakkan rambut ikalnya, doi menegakkan kepalanya dan melihatku. Ya ampuun, cantik sekali doi. Aqu sampai terpaqu pada wajahnya, apalagi dadanya terus menempel di dadaqu. Perlahan-lahan doi memajukan wajahnya mendekati wajahku, kita berciuman. Sekali lagi aqu menepisnya.

“Tak bisa Meisya, semua ini terlalu cepat” aqu beralasan.

“Tapi aqu sangat mencintaimu, kamu cinta sejatiku, aqu bersedoi melaqukan apa saja bagimu Andro”

Apa? Bisa-bisanya doi bicara begitu, dasar rayuan gombal. Lalu aqu berpikiran iseng, untuk menimpali kata-katanya yang menurutku omong kosong itu.Cerpen Sex

“Cinta sejati? Melaqukan apa saja? Baik, bagaimana bila melaqukan seks?”

Aqu puas mengatakannya, akhirnya aqu bisa memberinya pelajaran karena mempermainkan perasaanku. Tapi, sedetik kemudian aqu menyesali kata-kataqu tersebut. Doi lalu merangkulkan kedua tangannya di leherku, mendekapku dengan erat.gelorabirahi.com Aqu merasakan dadanya padat dan sekal, seketika itu juga kemaluanku segera menegang, sangat tegang sehingga terasa sakit minta dikeluarkan.

Ia mendorongku ke kasur, mencumbuku dari leher terus ke bawah hingga perut. Doi mulai membuka ikat pinggang dan celanaqu. Saat itu aqu masih berpikir waras, aqu ingin bangkit dan segera keluar dari alamat ini sampai aqu merasakan lidahnya menyentuh kemaluanku. Aqu merasakan kegelian di seluruh tubuhku.

“Enghh..” tanpa sadar aqu mengerang.

Sesaat kemudian doi mencoba memasukkan barangku itu ke mulutnya, doi terlihat kesulitan karena besarnya kemaluanku. Kakek dan nenekku berdarah belanda, jadilah aqu mempunyai alat yang besarnya seperti milik orang barat. Sesaat kemudian aqu merasakan begitu hangat mulutnya, lidahnya bergerak-gerak di bawah gagang kemaluanku, membuatku menggeliat menahan nikmat.

“Ooh, nikmat sekali Meisya” aqu berkata-kata tanpa berpikir lagi.

Aqu mulai meremas-remas payudaranya yang besar itu. Gila.., lunak dan kenyal sekali. Aqu meremasnya begitu kuat dan memutar-mutarnya. Doi terlihat keenakan.

“Emmhh.. Ammhh..” doi melenguh dengan kemaluanku menyumpal di mulutnya.

Aqu mengangkat tanganku menjambak rambutnya dengan dua tangan, kutekan kepalanya ke bawah sehingga kemaluanku mencapai tenggorokannya.

“Ummhh.. Ummhh..” doi kesulitan mengambil nafas.

Aqu menggerakkan kepalanya naik turun sekuat tenaga. Ooh.. Sensasi yang kurasakan bener bener nikmat. Setelah kurasa cukup, aqu mengangkat kepalanya, kita kembali berciuman.

“Punyamu besar sekali Andro, aqu tak mengira” aqu diam saja.

Aqu membuka kaos pink-nya, terlihat payudaranya terbalut BH tipis yang segera kulepas, 2 payudara bulat dan lebar langsung menggantung. Puting yang berwarna merah jambu dan keras itu langsung kutarik keatas. Lalu kuremas dadanya dan kuangkat sehingga tubuhnya naik ke atas kasur dan telentang.

“Ooh, Andro kamu mau apa?

Aqu diam saja, selalu diam, paling-paling aqu hanya mengerang saja. Aqu memutar roknya sehingga ritsletingnya berada di atas, kubuka roknya perlahan-lahan. Meisya melihat langit-langit dan menunggu apa yang akan kulaqukan.gelorabirahi.com Kulepas roknya dan kulempar ke lantai, terlihat pinggul dan paha berisi yang ramping dengan selangkangan tertutup CD berwarna biru muda yang sudah basah sejak tadi.

Aqu memerosotkan CD-nya ke bawah, kulihat rambut-rambut halus menutupi liang kemaluannya. Kusibak rambut-rambut itu, aqu melihat bagian dalam kemaluannya yang berwarna merah jambu merekah. Aqu mencoba untuk menjilatnya. Jilatan pertama kujilat dari bawah hingga ke bawah pusarnya.Cerpen Sex

“Aauuhh..” doi mengerang dan mengejang hingga kedua pahanya naik ke atas pundakku saat jilatan kedua kudaratkan.

Aqu menjilat semakin cepat, kucoba memfokuskan pada klitorisnya. Erangannya semakin tak jelas..

“Aahh.. Ouuch.. Sshh.. Ahh.. Andro teruuss..” Aqu memasukkan jariku dan kugerakkan keluar masuk. Doi menggelinjang dan menjerit..

“Oohh.. Andro, kumohon masukkanlah.. Aqu tak tahan lagi masukkanlah sekarang Andro.. Auuww”

Aqu bangkit naik ke atas tubuhnya, aqu tatap matanya yang indah, doi balik melihatku. Meisya sungguh cantik. Aqu merasakan tangannya menggenggam kemaluan 18 cm milikku, doi menempelkannya ke atas bibir kemaluannya yang telah becek sejak tadi. Kita masih berpandangan.

“Andro, aqu sungguh mencintaimu”

“Meisya, aqu juga mencintaimu” Kita langsung berciuman dan langsung kulesakkan kemaluanku ke dalam kemaluannya yang sempit dan kesat.

“Ummhh.. Emmhh..”

Doi menutup matanya sambil tetap menciumku. Aqu mulai menggenjotnya semakin cepat. Doi terlihat tak tahan, doi meremas dan menarik sprei kasur, membuka pahanya lebar-lebar, melepaskan ciumanku dan menjerit..

“Aauuhh.. Andro.. Aahh enaak”

Aqu terus menggenjot dengan cepat. Jeritannya tadi sangat keras hingga aqu taqut tetangga mendengar, tapi masa bodoh, ini betul-betul nikmat. Meisya terus mengerang-erang, dan membuang mukanya ke kiri kanan. Aqu angkat kedua betisnya ke atas pundakku dan kusodok lebih keras dan lebih ke bawah.

“Teruuss.. Ohh jangan berhentii ahh.. Enaakk”

Kedua tanganku meremas buah dadanya dan kuangkat-angkat ke atas hingga tubuhnya terbanting-banting sambil aqu terus menyodok liang senggamanya dengan cepat dan kuat. Lima menit kemudian aqu berdiri di lantai sementara doi di atas ranjang merangkak. Wajahnya menghadap gagang kemaluanku yang sudah semakin besar. Tanpa disuruh lagi doi segera mengulum gagangku, dua tanganku menjambak rambutnya supaya kepalanya tetap diam. Lalu pantatku langsung menekan-nekan, kemaluanku menyodok-nyodok dengan kuat ke dalam mulutnya.

Aqu melihatnya kesulitan, lalu kukeluarkan kemaluanku dari mulutnya yang basah. Doi tetap terlihat cantik. Kuminta doi berbalik dalam posisi itu. Jadilah aqu berdiri di lantai sementara Meisya merangkak membelakangiku di atas ranjang mirip doggy style. Pantatnya bener-bener bulat dan seksi. Lalu aqu mulai menjilati dubur Meisya.

“Ooh.. Kamu berani melaqukannya, auuhh”, erangnya.

Aqu membuka dubur Meisya dengan kedua jariku hingga Meisya merintih kesakitan. Lalu aqu meludah beberapa kali ke dalam lubang pembuangannya. Aqu menyuruh Meisya menyepong kemaluanku lagi supaya sedikit basah. Beberapa detik kemudian, aqu berusaha memasukkan kepala kemaluanku ke dalam dubur Meisya yang masih sempit.

“Auuhh.. Andro, sakit sekali.. Hentikan”

“Tahan Meisya, coba kamu sambil merangsang klitoris kemaluanmu” Doi melaqukannya, sepertinya doi akan mulai terbiasa.

Sementara kemaluanku sudah masuk setengahnya.

“Memang sakit.. Auu, tapi rasa nikmatnya jauh lebih besar.. Teruskan Andro.. BAndroanlah kenikmatan pada lubang pantatku.” Setelah seluruh gagang kemaluanku masuk, aqu mulai memompa maju mundur.

“Aawwh.. Pelan-pelan Androy, aqu belum terbiasa”

Akhirnya aqu membalikkan badannya, doi telentang di depanku sementara kemaluanku masih menyumpal di lubang duburnya. Dengan tangan kanan, aqu memegang pangkal paha kirinya, dan dengan tangan kiri aqu terus merangsang klitorisnya. Aqu mulai memompanya lebih cepat.

“Uuhh.. Uuhh.. Yaa teruuss..” Aqu memompanya dengan sekuat tenaga, selama hampir 10 menit Meisya terus merintih-rintih, meremas-remas payudaranya sendiri dan mencengkeram sprei ranjang. Selama itu juga aqu menggenjot lubang alternatifnya.

“Oouuch.. Aahh.. Yess.. Sodok terus, Ndrooo.. Yaa” Akhirnya kulihat gejala akan orgasmme padanya. Ia meluruskan kakinya dan mengangkang memegang pinggangku menarik ke arah lubangnya. Tubuhnya melenting kejang diiringi teriakan lantang.

“Aauuhh.. Yeess.. Aahh.. Ahh.. Ohh..”, desahnya merasakan kenikmatan.

Tapi aqu belum orgasme hingga aqu terus menghunjamkan kemaluanku menerobos otot-otot dalam duburnya hingga kemudian aqu merasa geli dan nikmat luar biasa. Kukeluarkan kemaluanku dari duburnya dan aqu naik ke atas dadanya. Aqu menjambak rambutnya mengangkat kepalanya hingga mulutnya menganga di depan kemaluanku yang berdenyut. Air maniqu menyembur keluar memenuhi rongga mulutnya, aqu merasakan nikmat yang tiada duanya. Doi menjilat air mani di sekitar bibirnya dan menelan semuanya tanpa tersisa.

“Terima kasih Andro, kamu bener-bener hebat. Kamu memang cinta sejatiku.”

Esok harinya kita selalu pergi kuliah bersama dan selalu memuaskan hasrat  kita di alamatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.