Vimax
Breaking News

Kelainan Sex Di Tubuhku

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Sekilas berita kumpulan cerita ngentot, Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Ngentot Nyata, Cerita Ngentot Terhangat, Walaupun bulan ini penuh dgn kesibukan, aqu termasuk orang yg sangat sulit untuk bisa mengontrol keinginan sex atas perempuan. Pengalaman ini kualami beberapa hari sebelom bulan-bulan sibukku yg kemudian di tempat kost. Di tempat kost kita berlima dan cuma ada satu perempuan di kost ini, namanya Mirna. Aqu heran ibu kost menerima bocah perempuan di kost ini. Oh, ternyata Mirna bekerja di dekat kost sini.

cerita ngentot, Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Ngentot Nyata, Cerita Ngentot Terhangat

Mirna cukup cantik dan kelihatan telah matang dgn usianya yg relatif sangat muda, tingginya kira-kira 160 cm. Yg membuatku bergairah adalah badannya yg putih dan kedua payudaranya yg cukup besar. Ahh, kapan aqu bisa menbisakannya, pikirku. Menikmati badannya, menancapkan kemaluanku ke kemaluannya dan menikmati gairah kegadisannya.

Perlu pembaca ketahui, umurku telah 35 tahun. Belom menikah tetapi telah punya pacar yg jauh di luar kota. Soal hubungan sex, aqu baru pernah dua kali melaqukannya dgn perempuan. Pertama dgn Mbak Nunik, temen sekantorku dan dgn Vera. Dgn pacarku, aqu belom pernah melaqukannya. Swear..! Beneran.

Kita berlima di kost ini kamarnya terpisah dari rumah induk ibu kost, sehingga aqu bisa menikmati gerak-gerik Mirna dari kamarku yg cuma berjarak tak sampai 10 meter. Yg edan dan memuncak adalah aqu sekemudian melaqukan onani minimal dua hari sekali. Aqu paling suka melaqukannya di tempat terbuka. Kadang sambil lari pagi, aqu mencari tempat untuk melampiaskan imajinasi sexku.

Sambil memanggil nama Mirna, crot crot crot.., muncratlah air maniqu, enak dan plong walau masih punya mimpi dan keinginan menikmati badan Mirna. Aqu juga suka melaqukan onani di rumah, di luar kamar di tengah malem ato pagi-pagi sekali sebelom semuanya bangun. Aqu keluar kamar dan di bawah terang lampu neon ato terang bulan, kutelanjangi diriku dan mengocok kemaluanku, menyebut-nyebut nama Mirna sebagai imajinasi senggamaqu. Bahkan, aqu pernah melaqukan onani di depan kamar Mirna, kumuntahkan air maniqu menetesi pintu kamarnya. Plong rasanya sesudah melaqukan itu.

Mirna kuamati memang tampak seperti agak binal. Suka pulang agak malem diantar cowok yg cukup altletis, sepertinya pacarnya. Bahkan beberapa kali kulihat suka pulang pagi-pagi, dan itu adalah pengamatanku sampai kejadian yg menimpaqu beberapa hari sebelom bulan itu.

Seperti biasanya, aqu melaqukan onani di luar kamarku. Hari telah larut hampir jam satu dini hari. Aqu melepas kaos dan celana pendek, kemudian celana dalemku. Aqu telanjang dgn Tangan kiri memegang tiang dan tangan kanan mengocok kemaluanku sambil kusebut nama Mirna. Tetapi tiba-tiba aqu terhenti mengocok kemaluanku, karena memang Mirna entah tiba-tiba tengah malem itu baru pulang.

Dia memandangiku dari kejauhan, melihat diriku telanjang dan tak dgn cepat-cepat membuka kamarnya. Sepertinya kutangkap dia tak grogi melihatku, tak juga kutangkap kekagetannya melihatku. Malah Aqu yg kaget.

Sesudah dia masuk kamar, dgn cuek kulanjutkan onaniku dan tetap menyebut nama Mirna. Yg kurasakan adalah seolah aqu menikmati badannya, bersenggama dgnnya, sementara aqu tak tahu apa yg dipikirkannya tentangku di kamarnya. Malem itu aqu tidur dgn membawa kekalutan dan keinginan yg lebih dalem.

Paginya, ketika aqu bangun, sempat kusapa dia.
“Met pagi..” kataqu sambil mataqu mencoba menangkap arti lain di matanya.
Kita cuma bertatapan.

Ketika makan pagi sebelom berangkat kantor juga begitu.
“Koq semalem sampai larut sih..?” tanyaqu.
“Koq tak juga diantar seperti biasanya..?” tanyaqu lagi sebelom dia menjawab.
“Iya Mas, aqu lembur di kantor, temenku sampai pintu gerbang saja semalem.” jawabnya sambil tetap menunduk dan makan pagi.
“Semalem nggak kaget ya melihatku..?” aqu mencoba menyelidiki.
Wajahnya memerah dan tersenyum. Wahh.., serasa jantungku copot melihat dan menikmati senyum Mirna pagi ini yg berbeda. Aqu rasanya bisa tanda-tanda nih, sombongnya hatiku.

Rumah kost kita memang tertutup oleh pagar tinggi tetangga sekeliling. Kamarku berada di pojok dekat gudang, kemudian di samping gudang ada halaman kecil kira-kira 30 meter persegi, tempat terbuka dan tempat untuk menjemur pakaian. Tanah ibu kostku in cukup luas, kira-kira hampir 50 X 100 m. Ada banyak pohon di samping rumah, di samping belakang juga. Di depan kamarku ada pohon mangga besar yg cukup rindang.

Rasanya nasib baik berpihak padaqu. Sejak saat itu, kalau aqu berpapasan dgn Mirna ato berbicara, aqu bisa menangkap gejolak nafsu di dadanya juga. Kita makin akrab. Ketika kita berbelanja kebutuhan Puasa di supermarket, kukatakan terus terang saja kalau aqu sangat menginginkannya. Mirna diam saja dan memerah lagi, bisa kulihat walau tertunduk.

Aqu mengajaknya menikmati malem Minggu tengah malem kalau dia mau. Aqu akan menunggu di halaman dekat kamarku, kebetulan semua temen-temen kostku pulang kampung. Yg satu ke Solo, istrinya di sana, tiap Sabtu pasti pulang. Yg satunya pulang ke Surabaya, persiapan Puasa di rumah.

Aqu harus siapkan semuanya. Kusiapkan tempat tidurku dgn sprei baru dan sarung bantal baru. Aqu mulai menata halaman samping, tetapi tak begitu ketahuan. Ahh, aqu ingin menikmati badan Mirna di halaman, di meja, di rumput dan di kamarku ini. Betapa menggairahkan, seolah aqu telah menbisa jawaban pasti.

Sabtu malem, malem semakin larut. Aqu tidur seperti biasanya. Juga semua keluarga ibu kost. Aqu memang telah nekat kalau seandainya ketahuan. Aqu telah tutupi dgn beberapa pakaian yg sengaja kucuci Sabtu sore dan kuletakkan di depan kamarku sebagai penghalang pandangan. Tak lupa, aqu telah menelan beberapa obat kuat/perangsang seperti yg diiklankan.

Tengah malem hampir jam setengah satu aqu keluar. Tak kulihat Mirna mau menanggapi. Kamarnya tetap saja gelap. Seperti biasa, aqu mulai melepasi bajuku sampai telanjang, tangan kiriku memegangi tiang jemuran dan tangan kananku mengocok kemaluanku. Sambil kusebut nama Mirna, kupejamkan mataqu, kubaygkan sedang menikmati badan Mirna. Sungguh mujur aqu waktu itu. Di tengah imajinasiku, dgn tak kuketahui kedatangannya, Mirna telah ada di belakangku.

Tanpa malu dan sungkan dipeluknya aqu, sementara tanganku masih terus mengocok kemaluanku. Diciuminya punggungku, sesekali digigitnya, kemudian tangannya meraih kemaluanku yg menegang kuat.
“Mirna.. Mirna.. achh.. achh.. nikmatnya..!” desahku menikmati sensasi di sekujur kemaluanku dan badanku yg terangkat tergelincang karena kocokan tangan Mirna.
“Uhh.. achh.. Mirna, Mirna.. ohhh.. aqu mau keluar.. ohh..” desahku lagi sambil tetap berdiri.

Kemudian kulihat Mirna bergerak ke depanku dan berlutut, kemudian dimasukkannya kemaluanku ke mulutnya.
“Oohhh Mirna… Uhh Mirna.., Mirnaaa… Nikmat sekali..!” desahku ketika mulutnya mengulumi kemaluanku kuat-kuat.
Akhirnya aqu tak bisa menahannya lagi, crott.. crot.. crot.., spemaqu memenuhi mulut Mirna, membasai kemaluanku dan ditelannya. Ahh bocah ini telah punya pengalaman ternyata, pikirku.

Kemudian Mirna berdiri dgn mulut yg masih menyisakan air maniqu, aqu memeluknya dan menciuminya. Ahh.., kesampaian benar cita-citaqu menikmati badannya yg putih, lembut, sintal dan payudaranya yg menantang.

Kulumati bibirnya, kusapu wajahnya dgn mulutku. Kulihat dia memakai daster yg cukup tipis. BH dan celana dalemnya kelihatan menerawang jelas. Sambil terus kuciumi Mirna, tanganku berkeliaran merayapi punggung, dada dan bokongnya. Ahh.. aqu ingin menyebadani dari belakang karena sepertinya bokongnya sangat bagus. Aqu segera melepaskan tali temali dasternya di atas pundak, kubiarkan jatuh di rumput.

Ahh.., betapa manis pemandangan yg kulihat. Badan sintal Mirna yg cuma dibalut dgn BH dan celana dalem. Wahhh.., membuat kemaluanku mengeras lagi. Kulumati lagi bibirnya, aqu menelusuri lehernya.
“Ehh.., ehhh..!” desis Mirna menikmati cumbuanku.
“Ehh.., ehhh..!” sesekali dgn nada agak tinggi ketika tanganku menggapai daerah-daerah sensitifnya.

Kemudian kepalanya mendongak dan payudaranya kuciumi dari atas. O my God, betapa masih padat dan montok payudara bocah ini. Aqu mau menikmatinya dan membuatnya mendesis-desis malem ini. Tanganku yg nakal segera saja melepas kancing BH-nya, kubuang melewati jendela kamarku, entah jatuh di mana, mungkin di meja ato di mana, aqu tak tahu. Uhhh.., aqu segera memandangi payudara yg indah dan montok ini. Wah luar biasa, kuputari kedua bukitnya. Aqu tetap berdiri. bergantian kukulumi puting susunya. Ahh.., menggairahkan.

Terkadang dia mendesis, terlebih kalau tangan kananku ato kiriku juga bermain di putingnya, sementara mulutku menguluminya juga. Badannya melonjak-lonjak, sehingga pelukan tangan kanan ato kiriku seolah mau lepas. Mirna menegang, menggelinjang-gelinjang dalem pelukanku. Kemudian aqu kembali ke atas, kutelusuri lehernya dan mulutku berdiam di sana. Tanganku sekarang meraih celana dalemnya, kutarik ke bawah dan kubantu melepas dari kakinya. Jadilah kita berdua telanjang bulat.

Kutangkap kedua tangan Mirna dan kuajak menjauh sepanjang tangan, kita berpandangan penuh nafsu di awal bulan ini. Kita sama-sama melihat dan menjelajahi dgn mata badan kita masing-masing dan kita telah saling lupa jarak usia di antara kita. Kemaluanku menempel lagi di badannya, enak rasanya. Aqu memutar badannya, kusandarkan di dadaqu dan tangannya memeluk leherku.

Kemudian kuremasi payudaranya dgn tangan kiriku, tangan kananku menjangkau kemaluannya. Kulihat taman kecil dgn rumput hitam cukup lebat di sana, kemudian kuraba, kucoba sibakkan sedikit selakangannya. Mirna tergelinjang dan menggeliat-geliat ketika tanganku berhasil menjangkau klitorisnya. Seolah dia berputar pada leherku, mulutnya kubiarkan menganga menikmati sentuhan di klitorisnya sampai terasa semakin basah.

Kubimbing Mirna mendekati meja kecil yg kusiapkan di samping gudang. Kusuruh dia membungkuk. Dari belakang, kuremasi kedua payudaranya. Kulepas dan kuciumi punggungnya hingga turun ke bokongnya. Selangkangannya semakin membuka saja seiring rabaanku.

Sesudah itu aqu turun ke bawah selakangannya, dan dgn penuh nafsu kujilati kemaluannya. Mulutku menjangkau lagi daerah sensitif di kemaluannya sampai hampir-hampir kepalaqu terjepit.
“Oohh.., ehh.., aqu nggak tahan lagi.., masukkan..!” pintanya.

Malem itu, pembaca bisa baygkan, aqu akhirnya bisa memasukkan kemaluanku dari belakang. Kumasukkan kemaluanku sampai terisi penuh liang senggamanya. Saat penetrasi pertama aqu terdiam sebelom kemudian kugenjot dan menikmati sensasi klimaks. Aqu tak perduli apakah ada yg mendengarkan desahan kita berdua di halaman belakang. Aqu cuma terus menyodok dan menggenjot sampai kita berdua terpuaskan dalem gairah kita masing-masing.

Aqu berhasil memuntahkan air maniqu ke kemaluannya, sementara aqu menbisakan sensasi jepitan kemaluan yg hebat ketika datang klimaksnya. Aqu dibuatnya puas dgn kenyataan imajinasiku malem Minggu itu. Sabtu malem ato minggu dini hari yg benar-benar hebat. Aqu bersenggama dgn Mirna dalem bebrapa posisi. Terakhir, sebelom posisi konvensioal, aqu melaqukan lagi posisi 69 di tempat tidur.

Ahh Mirna, dia berada dalem pelukanku sampai Minggu pagi jam 8 dan masih tertidur di kamarku. Aqu bangun duluan dan agak sedikit kesiangan. Ketika melihat ke luar kamar, ohh tak ada apa-apa. Kulihat kedua cucu ibu kostku sedang bermain di halaman. Mereka tak mengetahui di tempat mereka bermain itu telah menjadi bagian sejarah sex hidupku dan Mirna.

Pembaca, itulah pengalamanmu dgn Mirna di kost. Aqu telah dua malem Minggu bersamanya. Betapa hebat di bulan ini. Aqu bisa, aqu bisa.. dan mau terus berburu lagi. Ahh.., hidup memang menggairahkan dgn sex, dgn perempuan. Cuma, aqu harus super selektif memilihnya. Semoga pengalamanku ini berguna buat sobat muda.

TAMAT

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.