Vimax Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News

Paha Di Atas Meja

Vimax

kisah dewasa 2016, kisah dewasa terbaru, kisah dewasa, kisah mesum 2016, kisah mesum terbaru,kisah mesum, memang kau bukan yang pertama bagiku, pernah satu hati mengisi hidupku dulu. Sepenggal lirik lagu broery marantika.

Cerita Sex Terbaik

kisah hot 2016, kisah hot terbaru, kisah hot, kisah sange 2016, kisah sange terbaru, kisah sange, kisah lucah 2016, kisah lucah terbaru, kisah lucah,

Cerita Seks Terbaik

Panggillah Charlie, nama seorang laki laki yang berkerja di sebuah perusahaan yang terletak di daerah Jakarta Selatan. Charlie berusia sekitar 25 tahun, bertubuh tinggi tegap, layaknya tripikal perwira.

Charlie berkerja di perusahaan asing dengan jabatan sebagai supervisor finance yang bergerak di bidang pembiayaan otomotive yang cukup besar di Jakarta.

Suatu hari Charlieny mendapatkan kerja lembur hingga jam 01.00 dini hari. Namun ternyata Charlieny tak sendiri, melainkan berdua dengan Zie-Zie salah satu karyawati yang sama department dengan Charlie. Zie-Zie sosok wanita karier yang sangat mengutamakan karier dibandingkan kesenangan. Kaki yang jenjang putih yang menyanggah sepasang pantat yang padat berisi. Tak heran bila dalam berjalan Zie-Zie mampu memabukkan pria seisi department tempatnya berkerja…

Rambut panjang dengan warna kuning bata tergerai sepunggung. Malam itu Zie-Zie mengenahkan rok sepan krem ketat hingga menciplak bentuk CD yang ia kenakan dan kemeja putih tipis yang terkesan memamerkan sepasang payudara yang berukuran 36B dengan hanya tertutup oleh BH hitam berenda. Zie-Zie terbilang wanita yang cantik dengan strukur tubuh 165 cm putih, bibir sensual merah merekah. Tidak sedikit laki laki memburu cintanya, namun entah mengapa hingga saat ini Zie-Zie masih saja menutup hatinya dengan alasan bahwa ia ingin mengejar kariernya terlebih dahulu.

Sekitar jam 20 hujan semakin deras turun di luar.

“Permisi Pak, saya minta izin pulang dulu yah. Karena Istri saya sakit.” Ujar salah satu satpam yang kebetulan jaga malam saat itu.

“Oh… yah sudah. Kamu pulang saja nanti saya sampaikan, naik motornya pelan pela saja yah pak, jangan buru buru.” Kata Charlie sambil mengingatkan satpam tersebut sebelum meninggalkan ruangan finance di lantai 3.

Zie-Zie yang duduk didepan mejanya tak mengubris pembicaraan mereka, melainkan hanya terfokus kepada pekerjaan yang menumpuk dihadapannya.

Malam semakin larut, suasana ruanganpun semakin mencekam karena dinginnya suhu didalam ruangan itu.

Entah berawal darimana, Charlie seakan akan tersengat sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan matanya untuk menatap pemandangan itu. posisi meja kerja Charlie dan Zie-Zie hanya bersebelahan dan sudah tentu Charlie dapat melihat sosok wanita yang duduk di meja sebelahnya. Sengaja atau tidak, dua kancing kemeja Zie-Zie terbuka dan memampangkan payudaranya yang putih dengan hiasan Bra hitam renda. Mungkin karena hawa yang dingin membuat Zie-Zie seakan akan memancing birahi Charlie di tambah rok Zie-Zie yang terangkat cukup tinggi hingga memamerkan kulit pahanya yang putih bagaikan porselin tak tergores.

Laki laki mana yang akan membiarkan pemandangan seindah ini dibiarkan saja, bigitupun dengan Charlie. Meskipun ia menahan untuk menolak melihat, namun ia hanyalah laki laki yang sama dengan lainnya, memiliki hasrat, hasrat dan keinginan.

“Charlie… tolongin aku dong. Aku mau ke kamar kecil, cuman aku takut jam segini ke kamar kecil sendiri. Kamu mau gak temenin aku sebentar, mau yah…” ujar Zie-Zie dengan muka yang sedikit mengoda.

Bagaikan terhipnotis Charlie langsung menuruti kemauan Zie-Zie untuk menemaninya. Berjalan dibelakangnya sambil menatap bongkahan pantat sexy yang sangat mengiurkan.

Sekitar 10 menit Charlie menunggu didepan pintu kamar kecil. Akhirnya Zie-Zie keluar dengan kemeja yang telah dikeluarkan dari pinggangnya.

“kok lama banget sih, kalau cewek kencing itu memangnya lama yah… ngapain aja sih kalau cewek itu didalam kamar kecil sama segitu lamanya…” tanya Charlie memancing pembicaraan.

“Ih… kamu mau tau saja. Kenapa gak masuk aja tadi sekalian liat aku lagi ngapain didalam sana…” ujar Zie-Zie dengan ekspresi menantangnya.

“kamu gak ajak aku masuk sih… aku kan juga mo kencing tadi.” Balasnya.

“Mau kencing atau ngencingin aku… dasar kamu genit.” Ujar Zie-Zie yang mengoda Charlie.

Charlie tak begitu menghirau omongan Zie-Zie, karena Zie-Zie memang dikenal suka bercanda dan mengoda laki laki dengan penampilannya yang menantang mata yang menatap ke dada dan pantatnya itu. Namun malam ini Zie-Zie lebih berani dan lebih menantang dengan memperlihatkan dadanya yang membusung secara terang terangan.

“Charlie…” panggil Zie-Zie yang berdiri di depan meja kerjanya.

“Kenapa” jawab Charlie pura pura tak memperhatikan penampilan menantang dari Zie-Zie yang memperlihatkan bongkahan dadanya sengaja di bungkukkan menyentuh meja kerja.

“Dingin dingin gini enaknya ngapain yah… kamu ada usul menarik gak. Mumpung kita berdua nih.”

Serasa serak tenggorokan Charlie mendengar pertanyaan Zie-Zie, semakin gugup Charlie hingga salah tingkah dalam menjawab pertanyaan Zie-Zie.

“kalau menurut kamu, enaknya kita ngapain.”

“Bagaimana kalau kita sejenak tinggalkan pekerjaan yang menumpuk dimeja, dan saling share tentang kehidupan pribadi kita. Bagaimana???” usul Zie-Zie yang berpindah posisi duduk di sudut meja kerja Charlie. Entah sengaja atau tidak dengan duduk di atas meja Charlie dan memperlihatkan sepasang paha jenjang mulus putih dan samar samar terlihat celana dalam hitam rendanya yang mengintip malu didalam.

“Charlie… boleh aku tanya sesuatu yang sedikit terdengar pribadi ke kamu.”

“Oh silahkan saja, memangnya ada hal apa hingga mau bertanya tentang hal pribadi ke aku.” Ujar Charlie yang terlihat mengujur butir2 keringat di dahinya. Ini bukan karena kepanasan namun karena tingkah laku Zie-Zie yang membuat Charlie seperti ini.

“Kenapa kamu sepertinya menghindari aku yang sejak dulu mencoba untuk mendekatimu… apakah kamu tidak menyukaiku yang mengagumi kamu…” tanya Zie-Zie langsung.

Semakin gugup Charlie jadinya, setelah mendengarkan pernyataan yang jelas keluar dari mulut sensual Zie-Zie yang ternyata selama ini menutup dirinya dari laki laki manapun, karena ia menyukainya.

“Tidak… biasa saja ah. Saya tidak menghindari kamu. Saya hanya tidak suka kalau banyak mata yang selalu memandangimu berjalan saat kau berjalan.”

“Kamu cemburu yah. Kalau laki laki suka melihat cara jalanku di kolidor kantor department ini yah.” Tanya Zie-Zie tersenyum, ternyata Charlie cemburu.

“Hahaha… siapa yang cemburu, toh kamu kan bukan pacar aku dan aku juga sebaliknya.” Jawab Charlie yang mulai memerah mukanya karena malu tertangkap menatap ke dalam sela rok Zie-Zie yang terbuka itu.

“kamu mau kalau aku minta untuk menjadi pacar aku Charlie???” tanya Zie-Zie tiba tiba sambil menahan tubuhnya kebelakang menahan dengan kedua tangannya dimeja kerja Charlie.

“……………, ………………,” Charlie hanya terdiam dan pura pura sibuk dengan lembaran lembaran kerja diatas pangkuannya.

“Charlie. Jangan kamu perlakukan aku seperti ini, aku mencintaimu dan aku seperti ini juga karena aku persembahkan kepadamu. Bukan untuk laki laki nakal yang suka melihatku, tapi untuk kamu.”

“Charlie… lihat kesini… sebagai bukti dari rasa ini. Aku rela kalau kita habiskan malam ini berdua disini. Aku sudah lama butuh belaian tangan tangan perkasamu menjelajahi setiap lekuk tubuhku. Tolong Charlie jangan kau hindari aku lagi.” Ujar Zie-Zie sambil mengapai telapak tangan Charlie dan menuntunnya masuk ke dalam kemeja dan menjamah payudaranya yang sedari tadi telah membuat Charlie berhasrat.

Zie-Zie membiarkan tangan Charlie terus meremas payudaranya naik turun seirama dengan desahannya. Perlahan Charlie semakin masuk ke dalam lembah nikmatnya dunia. Tak dapat dipungkiri olehnya bahwa ia sesungguhnya juga menyukai Zie-Zie, apalagi saat ini hanya ia berdua di ruangan yang dingin dan terjebak antara pekerjaan dan hujan yang deras di luar sana.

“sssshhh… Charlie. Jamah aku sepuas dan seluas tanganmu mengapai tubuhku… nikmati aku dan lumatlah tubuhku kedalam genggaman perkasaanmu Charlie, berikan aku kepuasan yang selama ini kuimpikan.”

Mendengar desahan itu, Charlie semakin meledak hasrat yang terkubur didalam dirinya. Digapai pinggang sintal Zie-Zie dan ditariknya hingga kini Zie-Zie duduk di atas pangkuan Charlie. Bagaikan seorang anak kecil yang merindukan susu ibunya, Charlie semakin buas melahap payudara Zie-Zie yang semakin mengembang karena hasrat yang sudah meraja.

Dengan lidahnya Charlie menari nari diatas puting susu Zie-Zie yang semakin membengkak keras, sesekali di gigit dan dihisap, hingga desahan liar itu pun tak bisa ditahan oleh Zie-Zie lagi. Semakin keras hisapan Charlie, semakin liar pula desahan yang keluar dari mulut sensual Zie-Zie.

Merasa tak ingin melewatkan sensasi indahnya malam ini bersama pria pujaan hatinya. Zie-Zie menjulurkan tangannya turun menyusup masuk kedalam pinggang Charlie yang masih terikat oleh tali pinggang kulit.

“Oh my God… besar sekali.” Terteguh Zie-Zie ketika mendapati besarnya rudal Charlie yang masih tersembunyi didalam celana katun. Zie-Zie hanya diam namun tetap menikmati hisapan mulut Charlie yang tak henti mengigit payudaranya hingga tertotol totol merah.

Baca juga Perkosaan Primadona Sekolah

Tiba tiba… Charlie membopong tubuh Zie-Zie dan mendudukkannya kembali diatas meja kerjanya. Tanpa banyak berkata kata hanya dengan menatap matanya, Zie-Zie pun tahu apa keinginan Charlie selanjutnya. Perlahan Zie-Zie menarik kedua sisi roknya hingga kepinggang dan melebarkan kedua pahanya untuk segera dinikmati oleh Charlie.

Diusap usapnya celana dalam Zie-Zie yang kini terpampang di hadapannya, hingga basah oleh cairan nikmat Zie-Zie yang menyerap. Diangkat kedua kaki Zie-Zie hingga mengelantung diatas dengan kedua sepatu hak tinggi hitam yang masih melekat ditelapak kakinya.

Disisipkan telunjuk kanan menyelinap diantara salah satu sisi celana dalam Zie-Zie dan menariknya hingga membuka memperlihatkan belahan indah Kemaluan yang bau yang sangat merangsang hasrat binatang Charlie semakin memuncak.

Tenggelam kepala Charlie diantara belahan paha Zie-Zie yang menantang. Perlahan ujung lidah Charlie menyentuh dan menyapu seirama di sekitar lipatan yang mengoda. Hingga tersibak sesuatu yang sungguh nikmat diantara belahan kemaluan yang mengintip malu. dijilat jilat klintoris itu berkali kali, semakin lama semakin bertambah membesar dan merah merekah, tanda bahwa kini diantara rongga kemaluan Zie-Zie sudah terbanjiri oleh cairan cintanya.

“Ooo… Charlie. Nikmatnya, oooo sungguh nikmatnya. Lakukan sesukamu sayang, buat aku semakin gila akan permainan ini.” Ujar Zie-Zie yang tak jelas diantara desahan dan ucapannya. Tangan tangan Zie-Zie semakin liar menjamah kepala Charlie dan berusaha memendamkannya lebih dalam ke kemaluannya.

Charlie tak sungkan sungkan memasukkan jari tengahnya dan mengaduk aduk isi kemaluan Zie-Zie keluar masuk, hingga semakin cepat dan cepat jari tersebut mengesek setiap rongga kemaluan Zie-Zie. Seakan secara langsung memberikan sebuah sensasi nikmat yang tak pernah ia dapatkan selama ia melakukan mastrubasi sendiri setiap pagi sebelum ia berangkat kerja.

Satu persatu baju yang melekat pada tubuh mereka dilucuti oleh mereka hingga kini yang terpampang hanyalah dua sosok sepasang anak manusia yang tak tertutupi sehelai benang pun… molek namun dengan tatapan penuh api hasrat yang menjalar disetiap urat nadinya.

Tak menyangka oleh Zie-Zie, seorang laki laki yang terlihat diam ternyata didalam dirinya tersembunyi sebuah keliaran laki laki yang sungguh membuat ia tercengang sekaligus menikmati setiap detail perlakuannya kepada dirinya.

Hingga kini Zie-Zie mau tak mau menuruti permintaan Charlie untuk melakukan segala posisi pemanasan yang belum pernah ia saksikan di adegan panas dvd koleksinya.

Mereka melakukan gaya 69 namun bukan seperti hal 69 yang bisa diCharlieCharlie banyak orang… Zie-Zie harus mengelantung dengan posisi kepala dibawah dan mengoral batang kemaluan Charlie dan sebaliknya Charlie menjilati kemaluan Zie-Zie yang sudah sungguh sungguh basah oleh cairan kewanitaannya.

Namun entah mengapa Zie-Zie tak sedikitpun menampilkan penolakan atas semua perlakuan ini, ia malah menikmati setiap lidah rakus Charlie yang mengoyak oyak setiap jengkal bibir kemaluannya yang sedikit tertumbuhi bulu hitam halus berbentuk V.

Lalu Charlie berjalan perlahan lahan mempertahankan posisi pemanasan ini hingga membawa Zie-Zie menuju ke sebuah sofa panjang yang tak jauh darinya.

Perlahan Charlie merebahkan tubuh Zie-Zie yang tetap melumat batang kemaluannya, tak henti hentinya Zie-Zie mengoralnya hingga tetes demi tetes liurnya mengalir di selah bibir sensual yang menikmati batang keperkasaan seorang laki laki seperti Charlie.

Perlahan Charlie meminta Zie-Zie untuk mengambil posisi jongkok di bawanya dan dengan tangan perkasanya, Charlie mengenggam rambut panjang Zie-Zie dan menekan kepala Zie-Zie dan menyuruh mengulangi oral batang kemaluannya kembali.

Bagi Zie-Zie batang kemaluan Charlie memang berukuran Jumbo panjangnya sekitar 18 cm dengan diameter 8 cm. Begitu besar begitu memuaskan bagi Zie-Zie yang saat itu sudah terbakar hasrat birahi terpendamnya.

Disodok kuat kuat batang kemaluannya kedalam bibir sensual Zie-Zie, tak perduli Zie-Zie menerima sepenuhnya atau tidak, namun Charlie tetap memaksa memasukkan seluruh batang kemaluannya, hingga terasa sekali kepala penis Charlie menyentuh ujung tenggorokan Zie-Zie dan masuk hingga ke tenggorokannya. Tak heran bila Zie-Zie hampir seperti orang muntah muntah saat mengoral batang kemaluan Charlie yang besar ukurannya.

Tak lama kemudian didalam mulut Zie-Zie terasa diurat urat kemaluan Charlie berdenyut denyut dan menyentak, seperti sesuatu akan keluar didalam sana. Zie-Zie berusaha mengangkat kepalanya, namun ternyata berbeda dengan keinginan Charlie. Ditahan batang kemaluannya agar tetap didalam mulut Zie-Zie dan sesaat kemudian bersamaan dengan mengerangnya Charlie bagaikan serigala yang bersahutan di tengah malam, muncrat pula bertubi tubi tembakkan cairan hangat didalam mulut Zie-Zie, hingga hampir semua mani Charlie masuk tertelan oleh Zie-Zie. Hanya sedikit yang tersisa dan mengalir diselah bibir Zie-Zie yang kini telah bebas dari batang kemaluan Charlie.

Dengan Tubuh yang hanya tinggal tenaga sisa. Zie-Zie tergulai lemas di antara selangkangan Charlie. Namun lain lagi dengan yang dirasakan oleh Charlie… Melihat Zie-Zie yang lemas tergulai di kakinya. Charlie kembali membopong tubuh sintal itu dan merebahkannya diatas meja kerjanya dan sambil meremas remas batang kemaluannya, Charlie membuka lebar kedua kaki Zie-Zie dan di angkat diatas bahunya. Perlahan kepala kemaluannya ia oles oleskan ke bibir kemaluan Zie-Zie yang hampir mengering. Perlahan pelan dan pelan, tak terasa bibir kemaluan Zie-Zie kembali berkontraksi oleh rangsangan belaian kepala kemaluan Charlie yang memancing.

“Uuuh Charlieee… bentar sayang. Aku capek sekali 30 menit kasih aku waktu untuk memulihkan tenagaku yah…” pinta Zie-Zie yang sambil tergulai lemas.

Namun Charlie seperti orang kesetanan, ingin sesegera kembali menikmati daerah yang lebih nikmat dibandingkan dengan mulut Zie-Zie yang baru saja mengoralnya.

Perlahan Charlie menekan kepala kemaluannya yang besar memasuki gerbang kemaluan Zie-Zie, namun itu bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh Charlie dengan ukuran batang kemaluannya yang besar, Charlie harus sabar dalam menerobos kemaluan yang sempit itu, meski Zie-Zie sesungguhnya tak perawan lagi.

Akhirnya Charlie membungkukkan kepalanya dan mendekatkan ke kemaluan Zie-Zie dan meludahi air liurnya ke sisi bibir kemaluan Zie-Zie. Kemudian kembali dengan batang kemaluannya Charlie mengusap usap bibir kemaluan Zie-Zie berulang ulang, naik turun naik turun.

Perlahan Charlie kembali memasukkan batang kemaluannya, sesekali ia melirik ke wajah Zie-Zie yang menyeringai menahan nyeri sakit pada bibir kemaluannya. Namun Charlie tak dapat menahan gejolak birahinya yang telah mengalahkan akal sehatnya. Perlahan 1cm masuk menguat bibir kemaluan Zie-Zie… 3cm… setiap urat urat kemaluan Charlie mengesek rongga kemaluan Zie-Zie… dan 6cm… terus masuk dan masuk hingga benar benar terbenam didalam dan tertelan habis oleh kemaluan Zie-Zie…

“Saakkit Charlie….” erang Zie-Zie yang bersamaan dengan linangan air mata yang mengalir di kedua pipinya. Genggaman kedua tangan yang mencengkram begitu kencang pada lengan Charlie, seakan menahan sakit yang tak dapat lagi ia rasakan.

Berjuta sensasi yang sangat berbeda dirasakan oleh Charlie. Ketika batang kemaluannya berada sepenuhnya di dalam kemaluan Zie-Zie, terasa seperti remasan demi remasan menyelimuti sekujur kemaluannya. Hangat, basah, nikmat bercampur menjadi satu. Charlie memberikan waktu sesaat untuk Zie-Zie dalam menyesuaikan batang kemaluannya yang kini menyumbat penuh dikemaluannya.

“Masih sakit say…” ujar Charlie mencoba mengalihkan rasa sakitnya.

“Hmmm… masih.”

“Boleh aku lanjutkan dan mengantikan sakit itu menjadi rasa yang nikmat…”

“Hmmm… pelan pelan yah, punya kamu besar banget sih.” Ujar Zie-Zie dengan linangan air mata yang masih terlihat bercahaya di matanya.

Perlahan Charlie menarik pinggulnya keatas, lalu menekannya kembali. Berulang ulang dan berulang ulang. Setiap Charlie melakukan gerakan, wajah Zie-Zie menyeringai menahan sakit. Akhirnya Charlie membisikkan kepada Zie-Zie bahwa ia harus menahan sedikit sakit untuk mengapai rasa nikmat yang berjuta juta datang. Zie-Ziepun perlahan menganggukkan kepalanya dan memalingkan tatapannya ke kiri bahunya dan….

“Aaaahh… Charliiiee.” Erang Zie-Zie ketika Charlie menarik pinggulnya dan dengan cepat menancapkan kembali batang kemaluannya ke dalam kemaluan Zie-Zie…

Terus menerus memompa Zie-Zie dan tak memperdulikan erangan Zie-Zie lagi, sakit atau tidak.

10 menit telah berlalu semenjak rasa sakit itu melanda kemaluan Zie-Zie. Samar samar diantara derasnya hujan yang menerpa diluar sana, terdengar erangan erangan yang lebih menyerupai desahan kenikmatan. Desahan itu tak lain dan tak bukan berasal dari bibir Zie-Zie yang mengatup ngatup tak henti hentinya.

“Sssshhh… Charlie. Sssshhh….”

“Bagaimana sayang. Bagaimana…”

“Charlie… ssshhh… nikkkmaat, enak Charlie. Lebih keras lagi Charlie, please… Oooo”

Semakin cepat dan bertubi tubi Charlie memompa kemaluan Zie-Zie yang sungguh telah terbuai nikmat itu. Entah sudah berapa kali Zie-Zie mengerang panjang yang menandakan saat itu ia mencapai puncak klimaksnya. Namun tidak bagi Charlie sang Kuda jantan Mongolia. Ia tetap menancapkan dan memompa Zie-Zie berkali kali.

Dalam hati Zie-Zie, ia begitu puasnya malam ini berdua dengan Charlie dan tersalurkan segala inginnya. Charlie begitu kuat dalam mengauli wanita seperti Zie-Zie, sekitar 4 jam mereka nonstop bersenggaman dalam derasnya air hujan yang menerpa. Tak perduli kini jarum jam telah menunjukkan jam 1 dini hari, mereka masih saja memadukan cinta kasih mereka meraung silih berganti erang mengerang memenuhi ruangan department tempat kerja mereka.

Hingga akhirnya saat saat yang dinantipun datang, terasa disekujur lapisan kulit kemaluan Charlie berdenyut denyut hebat, hingga pada hentakan terakhir sambil memeluk erat tubuh sintak Zie-Zie dalam pelukan. Charlie mengerang panjang dan memuncratkan cairan maninya berkali kali hingga memenuhi setiap jengkal rongga kemaluan Zie-Zie.

Cerita Dewasa Terbaik

kisah bokep 2016, kisah bokep terbaru, kisah bokep, kisah ngentot 2016, kisah ngentot terbaru, kisah ngentot,

Cerita Mesum Terbaik

Kini mereka berdua tergulai lemas tak berdaya dengan posisi batang kemaluan Charlie yang masih tetap menancap dan sisa sisa mani yang masih tetap keluar dari batang kemaluannya.

Sayup sayup mata Charlie membuka kecil dan menatap wajah Zie-Zie yang sedang menatapnya sambil memeluk Charlie yang masih menindihi tubuh Zie-Zie yang telanjang diatas meja kerja Charlie yang kini berantakkan tak karuan.

“Terima kasih yah… kamu mau memberikan aku kenikmatan yang belum pernah aku terima…” sapa Zie-Zie diselah tatapan sayu Charlie.

“Iya… karena mulai saat ini kita adalah sepasang kekasih di satu departement ini…”

“Dan aku akan dengan setia menemani kamu kerja lembur… I love U Charlie.” Ujar Zie-Zie sambil mengakhiri kata katanya dengan mengecup lembut kening Charlie yang merapat di dadanya.

cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum,

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.