Vimax
Breaking News

Gairah Sex Teh Icha

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

cerita bokep 2016, cerita bokep terbaru,cerita bokep, cerita ngentot 2016, cerita ngentot terbaru, cerita ngentot, Di kamar kostnya Bima berbaring sambil ngelamun. Diluar gerimis yang turun sejak sore belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara malam, dikota yang memang berhawa sejuk. Malam minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Bima suntuk. Dicobanya memejamkan matanya membayangkan sesuatu. Yang muncul adalah seraut wajah cantik berkerudung. Teh Icha, ibu kostnya.

kisah hot 2016, kisah hot terbaru, kisah hot, kisah sange 2016, kisah sange terbaru, kisah sange, kisah lucah 2016, kisah lucah terbaru, kisah lucah,

Teh atau Teteh adalah sebutan kakak dalam bahasa Sunda. Dibayangkannya perempuan itu tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, mengeraikan rambutnya yang hitam panjang. Membuka satu persatu kancing bajunya. Memperlihatkan kulit putih mulus dan sepasang buah dada montok yang disangga BH merah jambu.

Dan buah dada itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang bukit kembar padat berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya menggantung indah.Lalu tangannya membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam, yang sewarna BH, membungkus pinggul montok. Bagaikan penari strip-tease, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan. Menampakkan selangkangannya yang membusung dihiasi bulu jembut menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Dihadapannya kini berdiri perempuan telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan hasrat syhawat.

Blarrrr! Suara guntur membuyarkan lamunannya. Bima bangkit berdiri sambil menggaruk batang kemaluan di selangkangnnya yang mulai tegang dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat teh panas. Setelah membuat teh kemudian keruang duduk untuk nimbrung nonton TV bersama keluarga tempat ia kost. Baru sekitar satu bulan ia kost dirumah keluarga Pak Hamdan setelah dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Hamdan telah beristri dengan anak satu berumur tujuh tahun.

Ternyata ruang duduk itu sepi, TV nya juga mati. Mungkin Teh Icha sudah tidur bersama anaknya karena Pak Hamdan sedang ke Bandung menemani ibunya yang akan dioperasi. Akhirnya Bima duduk sendiri dan mulai meghidupkan TV. Ternyata hampir semua saluran TV yang ada gambarnya kurang bagus. Bima mencoba semua saluran dan cuma Indosiar saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin, pikirnya.Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya apa, kerena Bima selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia.

Tiba-tiba Bima mendengar pintu kamar dibuka. Dan dari kamar keluarlah perempuan yang biasa dipanggil Teh Icha. Bima kaget melihat kehadiran perempuan itu yang tiba-tiba.

“Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan ya?” tanya Bima tergagap

“Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok” jawab perempuan itu dengan logat Sunda yang kental.

Yang membuat Bima kaget sebenarnya bukan kedatangan perempuan itu, tapi penampilannya yang luar dari kebiasaanya. Sehari-hari Icha, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung rapat. Sehingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Dan itulah yang pada awalnya membuatnya tertarik kost dirumah ini ketika bertamu pertama kali dan bertemu dengan Icha.

Dengan berkerudung justru semakin menonjolkan kecantikan wajah yang dimilikinya. Dengan alismatanya yang tebal terpadu dengan matanya yang bening indah, hidungnya mancung bangir dan bibirnya yang merah merekah. Dengan postur tubuh dibalik bajunya terlihat tinggi serasi.Entah mengapa Bima selalu tertarik dengan perempuan cantik berkerudung. Pikiran nakalnya adalah apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada saat itupun pikiran kotornya sempat melintas mencoba membayangkan Icha tanpa busana. Tapi pikiran itu dibuangnya ketika bertemu dengan suaminya yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Icha yang masih dibawah tigapuluh tahun. Akhirnya jadilah ia kost di paviliun disamping rumah tersebut dan pikiran kotornya segera dibuang jauh, karena ia segan pada Pak Hamdan. Tapi secara sembunyi ia kadang mencuri pandang memperhatikan kecantikan Icha dibalik kerudungnya dan kadang sambil membayangkan ketelanjangan perempuan itu dibalik bajunya yang tertutup, seperti tadi.

Tapi malam ini Icha berpenampilan lain, tanpa jilbab/kerudung! Rambutnya yang tak pernah terlihat, dibiarkan terurai. Demikian juga dengan bajunya, Icha memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing. Sehingga dimata Bima, Icha seperti bidadari yang turun dari khayangan. Cantik dan mempesona. Mungkin begitulah pakaiannya kalau tidur.

“Gambar tivinya jelek ya?” tanya Icha mengagetkan Bima.

“Eh, iya. Antenenya kali” jawab Bima sambil menunduk.

Bima semakin berdebar ketika perempuan itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Bima kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Bima menelan ludah.

“Semuanya jelek”, kata Icha,

“Nonton VCD saja ya?”.

“Terserah Teteh” kata Bima masih berdebar menghadapi situasi itu.

“Tapi adanya film unyil, nggak apa?” kata Icha sambil tersenyum menggoda.

Bima faham maksud Icha tapi tidak yakin film yang dimaksud adalah film Sarru.

“Ya terserah Teteh saja” jawab Bima. Icha kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya. Bima semakin berdebar, dirapikan kain sarungnya dan disadari dibalik sarung itu ia cuma pakai celana dalam. Diteguknya air digelas. Agak lama Icha keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik hitam.

“Mau nonton yang mana?” tanyanya menyodorkan beberapa keping VCD sambil duduk kembali di samping Bima. Bima menerimanya dan benar dugaannya itu VCD Sarru.

“Eh, ah yang mana sajalah” kata Bima belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali VCD-VCD itu.

“Yang ini saja, ada ceritanya” kata Icha mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat TV. Bima mencoba menenangkan diri.

“Memang Teteh suka nonton yang beginian ya?” tanya Bima memancing

“Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk” jawab Icha sambil tertawa kecil

“Bapak juga?” tanya Bima lagi

“Ngga lah, marah dia kalau tahu” kata Icha kembali duduk setelah memencet tombol player. Memang selama ini Icha menonton film-film itu secara sembunyi-sembunyi dari suaminya yang keras dalam urusan moral.

“Bapak kan orangnya kolot” lanjut Icha “dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bosen!”

Bima tertegun mendengar pengakuan Icha tentang hal yang sangat rahasia itu. Bima mulai faham rupanya perempuan ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud perempuan ini mengajaknya nonton film Sarru. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dilakukannya.

Film sudah mulai, sepasang perempuan dan lelaki terlihat mengobrol mesra. Tapi Bima tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik perempuan disebelahnya. Icha duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar. Bima sudah tidak ragu lagi.

“Teteh kesepian ya?” Tanya Bima sambil menatap perempuan itu Icha balik menatap Bima dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.

“Kamu mau tolong saya?” tanya Icha sambil memegang tangan Bima.

“Bagaimana dengan Bapak ?” tanya Bima ragu-ragu tapi tahu maksud perempuan ini.

“Jangan sampai Bapak tahu” kata Icha.

“Itu bisa diatur” lanjut Icha sambil mulai merapatkan tubuhnya.

Bima tak mau lagi berpikir, segera direngkuhnya tubuh perempuan itu. Wajah mereka kini saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora dimata Icha. Dan bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Bima segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu. Bima semakin yakin bahwa perempuan ini haus akan sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh hasrat oleh Icha.

Bahkan terkesan perempuan itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan Icha memegang belakang kepala Bima menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat. Bima mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang perempuan itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Icha. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup kebalik dasternya.

Icha bergetar ketika jemari Bima menyentuh semakin dekat daerah pangkal pahanya. Tangan Bima memang mulai merambah seputar selangkangan perempuan itu yang masih terbungkus celana dalam. Dengan ujung jarinya diusap-usap selangkangan itu yang makin terbuka karena Icha telah merenggangkan kedua pahanya. Dan rupanya Icha telah semakin larut hasratnya dan ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya. Dengan sigap tanpa malu-malu ditariknya celana dalam itu, dibantu oleh Bima dengan senang hati, sehingga terbuka poloslah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu.

Segera saja tangan Bima merambahi kembali lembah hangat milik Icha yang telah terbuka itu. Dirasakan bulu-bulu jembut yang lebat dan keriting melingkupi lembah sempit itu. Jemari Bima membelai bulu jembut itu mulai dari bawah pusar terus kebawah.Icha makin mendesah ketika jemari Bima mulai menyentuh bibir memeknya. Itulah sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Icha rasakan pada daerah kemaluannya.

Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu. Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas dan ketika batang kemaluannya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang memek Icha. Bahkan ketika lubang memek itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Icha. Selama hampir delapan tahun menikah, Icha belum pernah merasakan nikmatnya bercinta secara sesungguhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Hamdan suaminya yang berusia hampir empatpuluhlima tahun ternyata lelaki yang ortodok dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya.

Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif. Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Melihat istri telanjang adalah saat memenuhi kewajiban suami istri di ranjang. Baginya bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan airmani didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak.Sehingga selama bertahun-tahun, Icha tidak lebih dari benda yang mati yang punya lubang buat membuang airmani suaminya bila tangkinya sudah penuh. Icha sebagai perempuan, yang ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi.

Selama bertahun-tahun. Hanya kira-kira setahun ini Icha bertemu dengan seorang wanita sebayanya yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari wanita ini, Lilis namanya, Icha mendapatkan film-film Sarru yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi. Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki lain. Yang berani mereka lakukan akhirnya kadang-kadang bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian.

Tetapi sebagai perempuan normal Icha tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah hasrat ditubuh Icha. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin segar.

“Ah..terus Bi..” desahnya membara.

Kuluman bibir mereka terus saling bertaut. Lidah mereka saling menjilat, berpilin mesra. Bima mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Icha mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama bertahun-tahun Icha dapat meredam hasratnya. Tak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Bima kost dirumahnya, Icha telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.

Malam ini Icha tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin hasratnya terlampiaskan.Mulut mereka sudah saling lepas, dan mulut Bima mulai menyusuri leher jenjang Icha yang selama ini tertutup rapat. Mulut Bima menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus kebawah sepertinya hendak kedaerah belahan dada Icha, tapi tiba-tiba Bima bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya sehingga mukanya berada diantara paha Icha yang mengangkang dimana bibir memeknya sedang dirabai jemari pemuda itu.Rupanya Bima ingin memberikan rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Icha juga faham maksud Bima.

Dengan berdebar dan antusias ditunggunya aksi Bima lebih lanjut terhadap selangkangannya dengan lebih lebar lagi mengangkangkan kedua kakinya. Icha menunduk memperhatikan kepala Bima dicondongkan kedepan dan mulutnya mulai mendekati selangkangannya yang terbuka. Dilihatnya TV yang juga sedang menayangkan gambar yang tidak kurang hotDihadapan Bima selangkangan perempuan yang telah terkangkang bebas. Terlihat bulu jembut yang menghitam agak keriting menumbuhi lembah yang sempit diantara paha montok yang putih mulus.

Bima menelan ludah melihat pemandangan yang indah itu. LBimaa mayoranya terlihat merekah basah, dihiasi bulu jembut menghitam ditepi dan atasnya. Kontras dan indah dipandang. Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu.Kedua tangan Bima bergeser mendekati lubang memek itu untuk lebih menguakkannya

“Ahhh.!” Icha mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir memeknya.

Desahannya semakin menjadi ketika lidah Bima mulai menjilati bibir yang merekah basah itu dan dengan ujung lidahnya mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya. Dan itu semakin membuat Icha blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak-hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dihayalkan. Bima terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi buah dada yang montok padat.

Rupanya Icha sudah merasa semakin panas meskipun diluar hujan masih turun. Segera dibuka kimono dan dasternya, juga BH yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati memeknya. Mata Icha merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Bima. Hasrat yang telah lama dihayalkan kini mulai terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan yang selama ini disimpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang pernah di rekanya, hasil dari pengamatannya menonton film-film Sarru.

Demikian juga dengan Bima, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat perempuan berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya. Jilatan dan rabaan Bima rupanya telah menaikkan hasrat Icha makin tinggi hingga akhirnya dirasakan hasrat itu semakin memuncak. Icha yang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, tapi dari rangsangan ketika berhubungan lesbian dengan Lilis dan ketika menonton film Sarru sambil merabai kemaluannya sendiri, ia tahu akan segera orgasme. Dengan ganas di tariknyanya kepala Bima agar makin rapat keselangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Bima yang mengesek memeknya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.

“Ahhhduh gusti! Ahhh! enak euy !” jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.

Bima sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan rapat keselangkangan itu ditambah Icha merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya. Beberapa saat Icha menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Bima kembali membuka sehingga Bima dapat melepaskan diri. Muka Bima basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Icha.

Bima bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang digunakan untuk mengelap mukanya. Tubuhnya berkeringat. Dipandangi perempuan telanjang itu yang duduk mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang perempuan itu secara utuh.

“Hatur nuhun ya Bi” kata Icha berterima kasih sambil membuka matanya sehBimas meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.

Dan matanya kembali berbinar ketika dilihatnya Bima telah berdiri telanjang bulat dengan batang kemaluan mengacung keras. Batang kemaluan yang besar dan panjang. Jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini untuk pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya. Bima mendekat dan meraih tangan Icha, dan menariknya berdiri. Kemudian Bima mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang perempuan itu lebih seksama.

“Kenapa sih?” tanya Icha sambil senyum-senyum.

“Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutup” jawab Bima yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.

Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Icha, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata. Tubuh Icha memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. Buah dadanya besar padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dan sesuatu yang rimbun berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona.

Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang kemaluan Bima. Dan Icha yang sudah terpesona dengan benda itu dari tadi segera meraih dan mengenggamnya. Icha kembali duduk sambil tetap menggengam batang kemaluan itu. Bima mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata perempuan ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya. Dengan mata berbinar diperhatikan batang kemaluan yang tegang dihadapannya. Kemaluan yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya. Telah lama Icha ingin merasakan mengulum kemaluan lelaki seperti yang dilihatnya difilm Sarru.

Dipandangnya otot tegang dalam genggaman tangannya. Dengan ujung lidahnya dijilat perlahan kepala kemaluan yang mengkilap kecoklatan itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi sehingga hasratnya makin menggebu. Maka dengan perlahan dibuka mulutnya sambil memasukan batang kemaluan yang telah basah itu dan dikulumnya. Bima meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Icha mulai melumati batang kemaluan didalam mulutnya dengan semakin berhasrat.

Icha mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang kemaluan itu dengam giginya, membuat Bima semakin meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Icha adalah rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Bima agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya. Icha yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film.

Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. Tak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan saleh. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.Bima yang batang kemaluannya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Kuluman mulut Icha meskipun baru untuk pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga akhirnya.

“Ah Teh, sudah mau keluar nih” desis Bima mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.

Tapi Icha yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah semakin menggiatkan kulumannya. Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang kemaluan itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Icha. Bima meregang, dengkulnya terasa goyah. Dan Icha semakin menguatkan kuluman bibirnya di kemaluan itu. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam mulutnya, rasanya aneh sedikit tapi gurih. Enak menurutnya. Tanpa ragu Icha semakin keras mengocok batang kemaluan itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari lubang kemaluan Bima, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang kemaluan itu. Tanpa rasa jijik atau mual.

Baca Juga Belaian Si OM

“Bagai mana rasanya Teh?” tanya Bima. Ia kagum ada perempuan yang mau menelan air maninya dengan antusias.

“Enak, gurih” kata Icha tanpa ragu. Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Icha bangkit.

“Sebentar ya, saya buatkan minuman buat kamu” katanya sambil kedapur dengan hanya mengenakan kimono. Bima sambil telanjang mengikuti dari belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang kemaluannya sambil kencing. Setelah itu didapatinya Icha di dapur membuatkan minuman.

Bima mendekati dari belakang dan mendekapnya sambil tangannya meremas sepasang bukit kembar yang menggantung bebas. Icha menggelinjang merasakan remasan di dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi Bima. Perlahan dirasakan batang kemaluan Bima mulai bangkit lagi mengganjal dipantatnya. Icha semakin mengelinjang ketika tangan Bima yang satunya mulai merambahi selangkangannya.

“Sudah nggak sabar ya” katanya sambil ketawa dan berbalik. Kembali keduanya berciuman dengan rakus.

“Dikamar saja ya” ajak Icha ketika ciuman mereka semakin larut. Mereka masuk kekamar yang biasanya untuk tamu. Disana ada tempat tidur besar dengan kasur empuk.

Icha mendorong tubuh Bima keranjang dan jatuh celentang. Icha juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul Bima. Keduanya kembali berciuman dengan buas. Tapi tidak lama karena Icha mendorong kepala Bima kebawah. Ia ingin Bima mengerjai buahdadanya. Bima menurut karena ia pun sudah ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi itu. Icha mendesah sambil mengerumus rambut Bima yang mulai menjilati dan menghisapi salah satu pentil buahdadanya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan Bima dengan lembut. Bima merasakan buahdada yang lembut dan perlahan terasa semakin menegang dengan puting yang mengeras.

“Oh Bi! Geliin..terus akh!” Tangan Bima yang satunya mulai merambahi kembali selangkangan perempuan itu. Icha menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.

“Ahh..terus sayang!” desisnya ketika jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya. Jemari Bima dengan perlahan menyusuri lembah berbulu dimana didalamnya terdapat bibir lembut yang lembab.

Icha semakin menggelinjang ketika ujung jari Bima menyentuh kelentitnya. Kini mulut dan tangan Bima secara bersamaan memberikan rangsangan kepada perempuan kesepian yang haus seks itu. Sementara Icha juga sangat menikmati jilatan dan rabaan pemuda itu.Beberapa lama kemudian Bima mengambil inisiatif setelah puas merambahi sepasang bukit ranum itu, perlahan mulutnya mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Icha dan berhenti di pusarnya.

Icha menggelinjang ketika pusarnya dijilat lidah pemuda itu. Icha rupanya tidak mau nganggur sendiri. Ditariknya pinggul Bima kearah kepalanya. Bima faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala Icha diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang kemaluan yang menegang keras diatas muka Icha. Yang segera disambut kuluman Icha dengan berhasrat. Bima juga sudah menempatkan kepalanya diantara paha Icha yang mengangkang. Mulutnya mulai merambahi kembali lembah harum berjembut lebat itu. Keduanya melakukan tugas dengan hasrat yang semakin tinggi dan terus berusaha merangsang pasangan masing-masing.

Icha istri kesepian yang bertahun-tahun menyimpan hasrat, sehingga sekarang seakan mempunyai hasrat yang sepertinya tak hBimas-hBimas untuk ditumpahkan. Demikian juga dengan Bima pemuda lajang yang cukup berpengalaman dalam urusan perempuan tapi baru kali ini bercinta dengan istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah dialami sebelumnya.

“Oh! Bi, lakukanlah” desah Icha mulai tak tahan menahan hasratnya. Bima segera menghentikan jilatannya dan mengatur posisi. Icha celentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang kemaluan Bima pada lubang memeknya yang telah semakin berdenyut.

Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada malam pertama ketika untuk pertama kali diperawani suaminya. Usianya belum lagi tujuhbelas tahun waktu itu. Tak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya kesakitan ketika batang kemaluan Hamdan merobek lubang kemaluannya. Untung cuma berlangsung sebentar karena suaminya cepat keluar air maninya. Dilihatnya wajah puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan.

Icha tersentak dari mimpi buruknya ketika terasa benda hangat menyentuh bibir memeknya. Direngkuhnya tubuh Bima ketika perlahan batang kemaluan yang keras itu mulai menyusuri lubang memeknya.

“Akh! enak Bi!” desisnya. Tangannya menekan pinggul Bima agar batang kemaluan pemuda itu masuk seluruhnya.

Bima juga merasakan nikmat. Memek Icha masih terasa sempit dan seret. Bima mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik-turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Icha. Keduanya terus berpacu menggapai nikmat.

kisah bokep 2016, kisah bokep terbaru, kisah bokep, kisah ngentot 2016, kisah ngentot terbaru, kisah ngentot,

“Ayo Bi geyol terusss!” desis Icha makin hilang kendali merasakan nikmat yang baru kali ini dirasakan. Bima mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan sehingga batang kemaluannya tuntas masuk seluruhnya kedalam memek Icha.

“Oh..Bi !”jerit Icha nkmat setiap kali Bima melakukannya.Terasa batang kemaluan itu menyodok dasar lubang memeknya yang terdalam.

Semakin sering Bima melakukannya, semakin bertambah nikmat yang dirasakan Icha sehingga pada hentakan yang sekian Icha merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat Bima agar hujaman bantang kemaluan itu semakin dalam. Dan terasa ada yang berdenyut-denyut didalam lubang memeknya.

“Ahk..! Ahduh akhh!” teriaknya tertahan merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan lelaki. Sangat nikmat dirasakan Icha. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir. Bima yang belum keluar terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Icha kembali berusaha mengimbangi.

Diangkat kedua kakinya keatas dan dipegang dengan kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat sehingga memeknya semakin menjengkit. Menyebabkan hujaman kemaluan Bima semakin dalam. Bima yang berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Icha seperti itu. Demikian juga dengan Icha, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun benar naik lagi.Icha mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak Bima, sehingga selangkangannya lebih terangkat.

Bima memeluk kedua kaki Icha, sehingga tubuhnya setengah berdiri. Dirasakan jepitan memek Icha lebih terasa sehingga gesekan batang kemaluannya menjadi semakin nikmat. Bima semakin menghentakkan pinggulnya ketika dirasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat dirasakan.

“Ahhh” Bima mendesah nikmat ketika dari batang kemaluannya menyembur cairan kenikmatannya. Dikocoknya terus batang kemaluan itu untuk menuntaskan hasratnya. Bersamaan dengan itu Icha rupanya juga merasakan kenikmatan yang kedua kalinya.

“Akhh!!” jeritnya untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut.Tubuh Bima ambruk diatas tubuh Icha. Keduanya saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh keduanya, bersatu. Nafas saling memburu.

“Hatur nuhun ya Bi, hatur nuhun” kata Icha terbata mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu. Tuntas sudah hasratnya. Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya malam.

Tak sampai sepuluh menit mereka saling berdekapan ketika dirasakan Bima, batang kemaluannya yang telah lepas dari lubang memek Icha mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Icha. Rupanya perempuan ini sudah ingin lagi. Bima tersenyum dalam hati, lembur nih ini malam! Memang Icha sudah bangkit lagi hasratnya. Hasratnya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan malam ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan Bima sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma diangankannya.

Dan malam itu mereka melewati malam panjang dengan penuh keringat, cumbuan, rabaan, hentakan nafas dan desahan nikmat berkali-kali sampai pagi.

***

Bima bangun ketika dirasakan sinar matahari menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang malam dengan Icha. Dilihatnya jam sudah pukul sembilan. Badannya terasa segar meskipun sepanjang malam mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi hasrat Icha yang ternyata tak kenal puas. Tak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar saja istirahat.

Bima ingat setiap dua atau tiga ronde, Icha selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat memulihkan energinya sehingga sanggup melayani perempuan yang haus sex itu berkali-kali. Bima masih berbaring. Dicobanya membayangkan kejadian tadi malam. Seperti mimpi tapi benar terjadi. Perempuan yang terlihat lembut tapi ternyata sangat ganas di tempat tidur. Berbagai posisi bercinta telah mereka lakukan semalam.

Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan masuklah Icha dengan pakaian lengkap dengan jilbab rapat menutup rambutnya membawa nampan berisi roti dan minuman.

“Eh sudah bangun, bagaimana tidurnya nyenyak” katanya sambil tersenyum dan langsung duduk ditepi ranjang.

“Nih sarapan dulu, nantikan kerja keras lagi” katanya sambil senyum menggoda.

Disodorkanya gelas yang berisi telor setengah matang dicampur minuman yang menurut Icha ramuan rahasia menambah gairah lelaki. Kemudian Icha memberikannya sepotong roti yang dilahap oleh Bima dengan cepat. Baru terasa perutnya sangat lapar.

“Teteh mau kemana sih kok rapi” tanya Bima

“Baru nganter anak saya ke rumah Teh Siti. Biar kita bebas” kata Icha kembali tersenyum nakal. Bima merasa girang karena hasratnya juga mulai berkobar lagi justru karena melihat Icha berpakaian lengkap.

“Teteh beda banget deh kalau pake jilbab gini. Jadinya takut aku macem-macem sama teteh alimmm banget.” Goda Bima sambil pura-pura menutupi tubunya yang masih bugil itu.

“Kamu bisa aja sih Bi, biar pake jilbab aku kan juga manusia biasa pengen kehangatan, pengen kenikmatan” jawabnya sambil mencubit paha Bima, sambil tangan kanannya mencoba melepas jilbabnya.

“Teh .. jangan dilepas dulu jilbabnya Teteh mau ngga memenuhi permintaan saya?” kata Bima.

“Apa sih?” tanya Icha agak heran.

“Maaf nih Teh, “kata Bima, “Teteh mau ngga bergaya seperti penari striptease, membuka satu-persatu baju Teteh didepan saya?”.

“Kenapa tidak” kata jawab Icha Icha tersenyum manis sambil bangkit dan mulai bergaya seperti penari salsa. Mengerakkan tangannya juga pinggulnya. Sambil berputar berusaha melepas jilbabnya.

“Jilbabnya jangan dilepas dulu teh” seru Bima.Bima memperhatikannya sambil berbaring menyender di ranjang. Matanya berbinar menyaksikan gaya dan aktrasi Icha. Dengan masih bergoyang, Icha mulai membuka kancing bajunya sehingga mencuatlah buah dada montoknya yang terbungkus BH. Sambil terus menggoyangkan pinggulnya meluncurlah celana panjang yang dipakainya, hingga kini Icha hanya mengenakan jilbab, BH dan Celana dalam berwarna pink.

Dalam keadaan setengah bugil itu goyangan Icha semakin seronok dan menggoda. Kedua tangannya meremasi buahdadanya sambil pinggulnya bergoyang maju-mundur. Bima benar-benar terpesona memandang didepan matanya seorang wanita berjilbab menari erotis hanya menggunakan BH dan celana dalam wow dan perlahan batang kemaluannya mulai ngaceng.

Icha naik keatas ranjang. Tariannya kini semakin liar. Disorongkannya pangkal pahanya ke muka Bima sambil menurunkan celana dalamnya sedikit, memperlihatkan bulu jembutnya. Bima menanggapi dengan meraba paha Icha dan membelainya. Kini selangkangan Icha tepat dimuka Bima.Dengan tangannya ditariknya kebawah celana dalam Icha dan langsung dijilati rimbunan jembut menghitam yang dibaliknya terdapat lembah yang nikmat. Icha mengangkangkan kedua kakinya sambil sedikit menekuk lututnya. Tangannya memegang tembok.

Pinggulnya kini bergerak perlahan mengimbangi jilatan lidah Bima pada selangkangannya.Bima menengadah dengan mulut dan lidahnya merambahi daerah kemaluan Icha dengan rakus. Icha mendesah nikmat diperlakukan seperti itu, satu tangannya kini meremasi buahdadanya yang telah terbuka. Dengan ujung lidahnya Bima menjilati lubang memek Icha yang sudah dikuakkan jari tangannya.

Dengan penuh hasrat belahan lembut itu tidak hanya dijilat tapi juga dihisap. Sangat eksotis sekali melihat pemandangan ini, seorang wanita yang masih mengenakan kerudung/jilbabnya sedang dalam keadaan terangsang berat dan kedua tangannya meremas buah dadanya sendiri. Icha merintih nikmat ketika satu jari tengah Bima dimasukkan kedalam lubang memeknya yang semakin basah. Bima menggerakkan jarinya keluar masuk di liang kenikmatan itu dengan sesekali mengoreknya seperti mencari sesuatu, ditambah lidahnya terus menjilati kelentit perempuan itu, menyebabkan Icha semakin mengelinjang liar.

Icha semakin keras meremasi buah dadanya. Tubuhnya bergetar hebat menerima sentuhan pada lubang memeknya. Kaki Icha terasa tidak kuat menyangga tubuhnya hingga terduduk. Jari Bima masih terhujam dilubang memeknya. Icha membaringkan tubuhnya kebelakang sedangkan pinggulnya diangkat keatas sehingga posisinya melengkung seperti pemain akrobat. Kemaluannya mendongak keatas disangga kedua kakinya yang terbuka. Sehingga kembali mulut Bima dapat merambahi lembah berbulu itu dengan bebas.

Entah kenapa, Bima sangat suka menjilati seputar memek Icha, selain berbau harum juga sangat indah bila dipandang. Dan tentu Icha juga sangat menyukai perlakuan Bima itu, sesuatu yang telah didambakan selama bertahun-tahun.Setelah beberapa lama, rupanya Icha ingin segera disodok lubang memeknya dengan batang kemaluan pemuda itu yang telah keras mengaceng.

Diturunkan tubuhnya dan mengarahkan selangkangannya kebatang kemaluan Bima yang telah mengaceng keatas. Bima membantu mengarahkan batang kemaluannya kelubang yang telah basah merekah itu. Icha mendesah ketika kepala kemaluan Bima perlahan menyusup kedalam lubang memeknya yang sempit. Lubang memek Icha meskipun sudah pernah melahirkan masih terasa sempit dan peret. Itu hasil dari rutinnya ia minum ramuan warisan orang tuanya. Sehingga selain lebih rapet juga memeknya berbau harum. Begitu juga ramuan yang diberikan kepada Bima, ramuan khusus untuk lelaki yang membuatnya perkasa dan selalu siap tempur. Dan itu dirasakan oleh Bima setelah minum ramuan buatan Icha. Tubuhnya kembali segar dan batang kemaluannya selalu siap tempur.Secara normal Bima memang lelaki yang kuat berhubungan sex, tapi semalaman lima kali bertempur pastilah pagi ini ia masih kecapaian.

Nyatanya pagi ini ia kembali bergairah bahkan semakin tinggi dorongan birahinya. Bima sempat bertanya kenapa ramuan itu tidak diberikan kepada suaminya. Ternyata Icha pernah memberikan suaminya minuman itu, tapi ternya suaminya marah-marah dan melempar gelasnya. Baginya haram minum minuman yang cuma untuk meningkatkan hasrat belaka.

Bima merasakan selusuran batang kemaluannya didalam lubang memek Icha yang kering tapi lembut. Sehingga sentuhan kepala kemaluannya yang sensitif pada dinding lubang memek itu menjadi lebih nikmat. Icha mulai menggerakkan tubuhnya naik turun perlahan dan semakin cepat diselingi hentakan-hentakan yang liar. Posisi Bima yang duduk menyandar di sandaran tempat tidur hanya bisa sedikit mengimbangi gerakan Icha yang semakin cepat. Tangannya memegang pinggul montok perempuan itu mengikuti gerakan turun naiknya.

Sepasang buah dada yang montok itu terguncang-guncang menggesek muka Bima. Sesekali Icha menghempaskan pingulnya kebawah sehingga batang kemaluan Bima menghujam seluruhnya didalam lubang memeknya. Dan itu mendatangkan nikmat yang sangat bagi Icha ketika kepala kemaluan Bima menghujam lubang memeknya yang terdalam yang paling sensitif. Icha terus mehentakkan pinggulnya semakin cepat ketika dirasahan tubuhnya mulai dialiri getaran yang semakin keras, dan tanpa bisa dicegah tubuhnya mengejang ketika getaran itu mencapai puncaknya.

“Achhh..!! ” jeritnya keras merasakan puncak kenikmatan.

Tubuhnya mendekap Bima dengan ketat. Bima yang belum tertuntaskan hasratnya kemudian mendorong tubuh Icha kebelakang hingga terlentang dengan tubuh Bima berada diatasnya. Batang kemaluannya masih bertaut dalam dilubang memek Icha. Segera Bima mengerakkan pinggulnya naik turun melanjutkan gerakan yang dibuat Icha. Gerakan Bima langsung cepat karena ia juga ingin membuat Icha orgasme yang kedua kalinya berturut-turut, seperti yang selalu dilakukan sepanjang malam tadi. Bahkan ia ingin membuat hatrick, yaitu membuat Icha klimaks tiga kali berturut-turut.

Bima merasa mampu karena tubuhnya terasa segar sedangkan batang kemaluannya masih belum terasa sensitif. Dan nyatanya dihentak sedemikian rupa klimaks Icha yang belum surut, kembali berkobar semakin tinggi. Icha mencoba mengimbangi goyangan Bima, tapi ternyata hanya sebentar ketika orgasme yang kedua kali melandanya.

“Duh gusti.!.ackhh..oh! ” jeritnya nikmat.

Ia merasa puas dengan kemampuan Bima, bukan semata karena ramuan yang diberikannya tapi karena pemuda ini memang pintar bercinta dengan teknik yang bisa mengimbangi hasratnya. Bima terus saja menggerakkan pinggulnya tanpa perduli, ia ingin memberikan yang terbaik kepada perempuan ini. Kembali Bima berusaha memacu kembali hasrat Icha yang baru klimaks dan memang tak lebih dari satu menit kembali tubuh Icha diguncang getaran yang paling nikmat.

“Aaaarrggghh..!” desahnya kembali.

Belum pernah ia merasakan orgasme tiga kali berturut-turut. Bahkan yang dua kali secara beruntun. Sehingga tubuhnya terasa melayang kelangit kenikmatan ketujuh. Bima yang masih segar belum menghentikan goyangannya bahkan semakin cepat karena ia mulai merasakan nikmat pada batang kemaluannya. Icha yang telah KO tiga kali hanya bisa celentang pasrah, seluruh persendiannya terasa lemas. Tapi tiba-tiba hasratnya untuk menikmati airmani Bima muncul.

“Bi, saya mau kulum punya kamu” pintanya kembali bersemangat.

Bima menghentikan goyangannya, dia maklum rupanya Icha sudah haus ingin minum. Minum air maninya. Bima juga merasa senang karena ada kenikmatan lain menumpahkan air maninya didalam mulut perempuan itu. maka dicabutnya batang kemaluan dari lubang kenikmatan itu. Icha mengatur posisi. Kepalanya diganjal dengan bantal sehingga setengah berbaring. Bima segera berlutut mengangkangi badan Icha dengan batang kemaluannya mengacung tepat dimuka Icha yang langsung menyambarnya dan mengulumnya dengan nikmat.

Benar-benar pemandangan yang penuh sensasi. Luar biasa, seorang wanita terbaring telanjang bulat dengan hanya mengenakan jilbab, suatu paduan yang bertolak belakang apalagi mulut wanita berjilbab ini membuka siap menerima batang kemaluannya yang keras dan basah dengan lendir vaginanya. Bima merem-melek, gairahnya seakan semakin terbakar melihat dan merasakan bibir wanita berjilbab ini melahap dan mengulum batang kemaluannya yang sedang ngaceng dan Bima sangat menikmati sentuhan itu, dibiarkan perempuan itu memperlakukan kemaluannya dengan mulutnya.

Icha dengan penuh hasrat mengulum dan menjilatinya. Cara perlakuannya semakin pintar dan terampil, hingga nikmat yang dirasakan Bima semakin tinggi.Jarang ada perempuan yang dikencaninya mau mengulum batang kemaluannya apa lagi menelan air maninya. Yang mau melakukan itu biasanya perempuan bayaran. Tapi kini perempuan baik-baik, seorang istri yang kesepian dengan rakus melakukannya. Bima merasa beruntung bertemu dengan Icha.

Tidak terpikirkan apa reaksi Pak Hamdan bila tahu perbuatan mereka.Bima merasa batang kemaluannya semakin sensitif dikulum dan dilumati mulut Icha yang semakin rakus. Dan tanpa dapat ditahan lagi muncratlah cairan kenikmatan hangat dari otot tegang itu, yang segera dilahap dengan nikmat oleh Icha. Batang kemaluan itu dikulum hingga hampir sepenuhnya masuk kedalam mulutnya sehingga airmani yang tercurah langsung masuk ketenggorokannya dan tertelan. Enak sekali dirasakan Icha.

Demikian juga dengan Bima, tubuhnya meregang tersentak-sentak seiring curahan cairan kenikmatannya yang dengan rakus ditelan perempuan itu. Icha bahkan juga menjilati cairan yang meleleh dibatang kemaluan hingga tuntas. Dan tuntas juga ronde pertama dipagi itu. Di pagi itu, seperti malam tadi, mereka terus kembali merengkuh kenikmatan hingga sore.

kisah bokep 2016, kisah bokep terbaru, kisah bokep, kisah ngentot 2016, kisah ngentot terbaru, kisah ngentot,

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.