Vimax
Breaking News

Cerita Mesum Terbaik Buah Terlarang

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Cerita Mesum, Cerita Mesum Terbaik, Cerita Mesum Terbaru, cerita mesum terbaru terbaik, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaik 2016, cerita mesum terbaru 2016, cerita mesum juli 2016, cerita mesum hot, cerita mesum hot terbaik. Istri sudah punya. Anak juga sudah sepasang. Rumah, meskipun cuma rumah BTN juga sudah punya. Mobil juga meski kreditan sudah punya. Mau apalagi? Pada awalnya saya cuma iseng-iseng saja. Lama-lama jadi keterusan juga. Dan itu semua karena makan buah terlarang.

Cerita Mesum
Cerita Mesum, Cerita Mesum Terbaik, Cerita Mesum Terbaru, cerita mesum terbaru terbaik, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaik 2016, cerita mesum terbaru 2016, cerita mesum juli 2016, cerita mesum hot, cerita mesum hot terbaik.Cerita Mesum Terbaik

Kehidupan rumah tanggsaya sebetulnya sangat bahagia. Istriku cantik, seksi dan selalu menggairahkan. Dari perkawinan kami kini telah terlahir seorang anak laki-laki berusia delapan tahun dan seorang anak cantik berusia tiga tahun, saya cuma pegawai negeri yang kebetulan punya kedudukan dan jabatan yang lumayan.

Tapi hampir saja biduk rumah tanggsaya dihantam badai. Dan memang semua ini bisa terjadi karena keisenganku, bermain-main api hingga hampir saja menghanguskan mahligai rumah tanggsaya yang damai. Saya sendiri tidak menyangka kalau bisa menjadi keterusan begitu.

Awalnya saya cuma iseng-iseng main ke sebuah klub karaoke. Tidak disangka di sana banyak juga gadis-gadis cantik berusia remaja. Tingkah lsaya mereka sangat menggoda. Dan mereka memang sengaja datang ke sana untuk mencari kesenangan. Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari laki-laki hidung belang.

Terus terang waktu itu saya sebenarnya tertarik dengan salah seorang gadis di sana. Parasnya cantik, Tubuhnya juga padat dan sintal, kulitnya kuning langsat. Dan saya memperkirakan umurnya tidak lebih dari delapan belas tahun. Saya ingin mendekatinya, tapi ada keraguan dalam hati. Saya hanya memandanginya saja sambil menikmati minuman ringan, dan mendengarkan lagu-lagu yang dilantunkan pengunjung secara bergantian.

Tapi sungguh tidak diduga sama sekali ternyata gadis itu tahu kalau saya sejak tadi memperhatikannya. Sambil tersenyum dia menghampiriku, dan langsung saja duduk disampingku. Bahkan tanpa malu-malu lagi meletakkan tangannya di atas pahsaya. Tentu saja saya sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini.

“Sendirian aja nih…, Omm..”, sapanya dengan senyuman menggoda.

“Eh, iya..”, sahutku agak tergagap.

“Perlu teman nggak..?” dia langsung menawarkan diri.

Saya tidak bisa langsung menjawab. Sungguh mati, saya benar-benar tidak tahu kalau gadis muda belia ini sungguh pandai merayu. Sehingga saya tidak sanggup lagi ketika dia minta ditraktir minum. Meskipun baru beberapa saat kenal, tapi sikapnya sudah begitu manja. Bahkan seakan dia sudah lama mengenalku. Padahal baru malam ini saya datang ke klub karaoke ini dan bertemu dengannya.

Semula saya memang canggung, Tapi lama-kelamaan jadi biasa juga. Bahkan saya mulai berani meraba-raba dan meremas-remas pahanya. Memang dia mengenakan rok yang cukup pendek, sehingga sebagian pahanya jadi terbuka.

Hampir tengah malam saya baru pulang. Sebenarnya saya tidak biasa pulang sampai larut malam begini. Tapi istriku tidak rewel dan tidak banyak bertanya. Sepanjang malam saya tidak bisa tidur. Paras gadis itu masih terus membayang di pelupuk mata. Senyumnya, dan kemanjaannya membuatku jadi seperti kembali ke masa remaja.

Esoknya Saya datang lagi ke klub karaoke itu, dan ternyata gadis itu juga datang ke sana. Pertemuan kedua ini sudah tidak membuatku canggung lagi. Bahkan kini saya sudah berani mencium pipinya. Malam itu akau benar-benar lupa pada anak dan istri di rumah. Saya bersenang-senang dengan gadis yang sebaya dengan adikku. Kali ini saya justru pulang menjelang subuh.

Mungkin karena istriku tidak pernah bertanya, dan juga tidak rewel. Saya jadi keranjingan pergi ke klub karaoke itu. Dan setiap kali datang, selalu saja gadis itu yang menemaniku. Dia menyebut namanya Vina. Entah benar atau tidak, saya sendiri tidak peduli. Tapi malam itu tidak seperti biasanya. Vina mengajakku keluar meninggalkan klub karaoke. Saya menurut saja, dan berputar-putar mengelilingi kota Jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas.

Entah kenapa, tiba-tiba saya punya pikiran untuk membawa gadis ini ke sebuah penginapan. Sungguh saya tidak menyangka sama sekali ternyata Vina tidak menolak ketika saya mampir di halaman depan sebuah losmen. Dan dia juga tidak menolak ketika saya membawanya masuk ke sebuah kamar yang telah kupesan.

Jari-jariku langsung bergerak aktif menelusuri setiap lekuk tubuhnya. Bahkan parasnya dan lehernya kuhujani dengan ciuman-ciuman yang membangkitkan gairah. Saya mendengar dia mendesah kecil dan merintih tertahan. Saya tahu kalau Vina sudah mulai dihinggapi kobaran api gairah asmara yang membara.

Perlahan saya membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan satu persatu saya melucuti pakaian yang dikenakan Vina, hingga tanpa busana sama sekali yang melekat di tubuh Vina yang padat berisi. Vina mendesis dan merintih pelan saat ujung lidahku yang basah dan hangat mulai bermain dan menggelitik puting buah dadanya. Sekujur tubuhnya langsung bergetar hebat saat ujung jariku mulai menyentuh bagian tubuhnya yang paling rawan dan sensitif. Jari-jemariku bermain-main dipinggiran daerah rawan itu. Tapi itu sudah cukup membuat Vina menggelinjang dan semakin bergairah.

Tergesa-gesa saya menanggalkan seluruh pakaian yang kukenakan, dan menuntun tangan gadis itu ke arah batang kemaluanku. Entah kenapa, tiba-tiba Vina menatap parasku, saat jari-jari tangannya menggenggam batang kemaluan kebanggaanku ini, Tapi hanya sebentar saja dia menggenggam kemaluanku dan kemudian melepaskannya. Bahkan dia melipat pahanya yang indah untuk menutupi keindahan pagar ayunya.

“Jangan, Omm…”, desah Vina tertahan, ketika saya mencoba untuk membuka kembali lipatan pahanya.

“Kenapa?” tanysaya sambil menciumi bagian belakang telinganya.

“Saya…, hmm, saya…” Vina tidak bisa meneruskan kata-katanya. Dia malah menggigit bahuku, tidak sanggup untuk menahan gairah yang semakin besar menguasai seluruh bagian tubuhnya. Saat itu Vina kemudian tidak bisa lagi menolak dan melawan gairahnya sendiri, sehingga sedikit demi sedikit lipatan pahanya yang menutupi kemaluannya mulai sedikit terkuak, dan saya kemudian merenggangkannya kedua belah pahanya yang putih mulus itu sehingga saya bisa dengan puas menikmati keindahan bentuk kemaluan gadis muda ini yang mulai tampak merekah.

Dan matanya langsung terpejam saat merasakan sesuatu benda yang keras, panas dan berdenyut-denyut mulai menyeruak memasuki liang kemaluannya yang mulai membasah. Dia menggeliat-geliat sehingga membuat batang kemaluanku jadi sulit untuk menembus lubang kemaluannya. Tapi saya tidak kehilangan akal. Saya memeluk tubuhnya dengan erat sehingga Vina saat itu tidak bisa leluasa menggerak-gerakan lagi tubuhnya. Saat itu juga saya menekan pinggulku dengan kuat sekali agar seranganku tidak gagal lagi.

Berhasil!, begitu kepala kemaluanku memasuki liang kemaluan Vina yang sempit, saya langsung menghentakkan pinggulku ke depan sehingga batang kemaluanku melesak ke dalam liang kemaluan Vina dengan seutuhnya, seketika itu juga Vina memekik tertahan sambil menyembunyikan parasnya di bahuku, Seluruh urat-urat syarafnya langsung mengejang ksaya. Dan keringat langsung bercucuran membasahi tubuhnya.

Saat itu saya juga sangat tersentak kaget, saya merasakan bahwa batang kemaluanku seakan merobek sesuatu di dalam kemaluan Vina, dan ini pernah kurasakan pula pada malam pertamsaya, saat saya mengambil kegadisan dari istriku. Saya hampir tidak percaya bahwa malam ini saya juga mengambil keperawanan dari gadis yang begitu saya sukai ini. Dan saya seolah masih tidak percaya bahwa Vina ternyata masih perawan.

Saya bisa mengetahui ketika kuraba pada bagian pangkal pahanya, terdapat cairan kental yang hangat dan berwarna merah. Saya benar-benar terkejut saat itu, dan tidak menyangka sama sekali, Vina tidak pernah mengatakannya sejak semula. Tapi itu semua sudah terjadi. Dan rasa terkejutku seketika lenyap oleh desakan gairah membara yang begitu berkobar-kobar.

Saya mulai menggerak-gerakan tubuhku, agar kemaluanku dapat bermain-main di dalam lubang kemaluan Vina yang masih begitu rapat dan kenyal, Sementara Vina sudah mulai tampak tidak kesakitan dan sesekali tampak di parasnya dia sudah bisa mulai merasakan kenikmatan dari gerakan-gerakan maju mundur kemaluanku seakan membawanya ke batas ujung dunia tak bertepi.

Malam itu juga Vina menyerahkan keperawannya padsaya tanpa ada unsur paksaan. Meskipun dia kemudian menangis setelah semuanya terjadi, Dan saya sendiri merasa menyesal karena saya tidak mungkin mengembalikan keperawanannya. Saya memandangi bercak-bercak darah yang mengotori sprei sambil memeluk tubuh Vina yang masih polos dan sesekali masih terdengar isak tangisnya.

“Maafkan saya, Vina. Saya tidak tahu kalau kamu masih perawan. Seharusnya kamu bilang sejak semula…”, katsaya mencoba menghibur.

Vina hanya diam saja. Dia melepaskan pelukanku dan turun dari pembaringan. Dia melangkah gontai ke kamar mandi. Sebentar saja sudah terdengar suara air yang menghantam lantai di dalam kamar mandi. Sedangkan saya masih duduk di ranjang ini, bersandar pada kepala pembaringan.

Saya menunggu sampai Vina keluar dari kamar mandi dengan tubuh terlilit handuk dan rambut yang basah. Saya terus memandanginya dengan berbagai perasaan berkecamuk di dalam dada. Bagaimanapun saya sudah merenggut kegadisannya. Dan itu terjadi tanpa dapat dicegah kembali. Vina duduk disisi pembaringan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain.

Cerita Mesum TerbaruCerita Mesum, Cerita Mesum Terbaik, Cerita Mesum Terbaru, cerita mesum terbaru terbaik, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaik 2016, cerita mesum terbaru 2016, cerita mesum juli 2016, cerita mesum hot, cerita mesum hot terbaik.Cerita Mesum 2016

Saya memeluk pinggangnya, dan menciumi punggungnya yang putih dan halus. Vina menggeliat sedikit, tapi tidak menolak ketika saya membawanya kembali berbaring di atas ranjang. Gairahku kembali bangkit saat handuk yang melilit tubuhnya terlepas dan terbentang pemandangan yang begitu menggairahkan datang dari keindahan kedua belah buah dadanya yang kencang dan montok, serta keindahan dari bulu-bulu halus tipis yang menghiasi di sekitar kemaluannya.

Cerita Sex Lainnya di Gairahsex.com

Dan secepat kilat saya kembali menghujani tubuhnya dengan kecupan-kecupan yang membangkitkan gairahnya. Vina merintih tertahan, menahan gejolak gairahnya yang mendadak saja terusik kembali.

“Pelan-pelan, Omm. Perih…”, rintih Vina tertahan, saat saya mulai kembali mendobrak benteng pagar ayunya untuk yang kedua kalinya. Vina menyeringai dan merintih tertahan sambil mengigit-gigit bibirnya sendiri, saat saya sudah mulai menggerak-gerakan pinggulku dengan irama yang tetap dan teratur.

Perlahan tapi pasti, Vina mulai mengimbangi gerakan tubuhku. Sementara gerakan-gerakan yang kulsayakan semakin liar dan tak terkendali. Beberapa kali Vina memekik tertahan dengan tubuh terguncang dan menggeletar bagai tersengat kenikmatan klimaks ribuan volt. Kali ini Vina mencapai puncak orgasme yang mungkin pertama kali baru dirasakannya.

Tubuhnya langsung lunglai di pembaringan, dan saya merasakan denyutan-denyutan lembut dari dalam kemaluannya, merasakan kenikmatan denyut-denyut kemaluan Vina, membuatku hilang kontrol dan tidak mampu menahan lagi permainan ini.. hingga akhirnya saya merasakan kejatan-kejatan hebat disertai kenikmatan luar biasa saat cairan spermsaya muncrat berhamburan di dalam liang kemaluan Vina. Sayapun akhirnya rebah tak bertenaga dan tidur berpelukan dengan Vina malam itu.

TAMAT

Cerita Mesum, Cerita Mesum Terbaik, Cerita Mesum Terbaru, cerita mesum terbaru terbaik, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaik 2016, cerita mesum terbaru 2016, cerita mesum juli 2016, cerita mesum hot, cerita mesum hot terbaik.

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.