Vimax Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News

Cerita Dewasa, Wanita Impian

Vimax

Cerita Dewasa, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Terbaik, Cerita Dewasa Nyata, Kamarku berada di pojok dekat gudang, kemudian di samping gudang ada halaman kecil kira-kira 30 meter persegi, tempat terbuka dan tempat untuk menjemur pakaian. Tanah ibu kostku in cukup luas, kira-kira hampir 50 X 100 m. Ada banyak pohon di samping rumah, di samping belakang juga. Di depan kamarku ada pohon mangga besar yang cukup rindang.

Cerita DewasaCerita Dewasa, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Terbaik, Cerita Dewasa NyataCerita Dewasa Terbaik

Rasanya nasib baik berpihak padaqu. Sejak saat itu, kalau Aqu berpapasan dengan Permata atau berbicara, Aqu dapat menangkap gejolak nafsu di dadanya juga. Kita makin akrab. Ketika kita berbelanja kebutuhan Puasa di supermarket, kukatakan terus terang saja kalau Aqu sangat menginginkannya. Permata diam saja dan memerah lagi, dapat kulihat walau tertunduk.

Aqu mengajaknya menikmati malam Minggu tengah malam kalau dia mau. Aqu akan menunggu di halaman dekat kamarku, kebetulan semua teman-teman kostku pulang kampung. Yang satu ke Solo, istrinya di sana, tiap Sabtu pasti pulang. Yang satunya pulang ke Temanggung, persiapan Puasa di rumah.

Aqu harus siapkan semuanya. Kusiapkan tempat istirahatku dengan sprei baru dan sarung bantal baru. Aqu mulai menata halaman samping, tapi tak begitu ketahuan. Ahh, Aqu ingin menikmati tubuh Permata di halaman, di meja, di rumput dan di kamarku ini. Betapa menggairahkan, seolah Aqu sudah mendapat jawaban pasti.

Sabtu malam, malam semakin larut. Aqu istirahat seperti biasanya. Juga semua keluarga ibu kost. Aqu memang sudah nekat kalau seandainya ketahuan. Aqu sudah tutupi dengan beberapa pakaian yang sengaja kucuci Sabtu sore dan kuletakkan di depan kamarku sebagai penghalang pandangan. Tak lupa, Aqu sudah menelan beberapa obat kuat/perangsang seperti yang diiklankan.

Tengah malam hampir jam setengah satu Aqu keluar. Tak kulihat Permata mau menanggapi. Kamarnya tetap saja gelap. Seperti biasa, Aqu mulai melepasi bajuku sampai telanjang, tangan kiriku memegangi tiang jemuran dan tangan kananku mengocok kemaluanku. Sambil kusebut nama Permata, kupejamkan matAqu, kubayangkan sedang menikmati tubuh Permata. Sungguh beruntung Aqu waktu itu. Di tengah imajinasiku, dengan tak kuketahui kedatangannya, Permata telah ada di belakangku.

Tanpa malu dan sungkan dipeluknya Aqu, sementara tanganku masih terus mengocok kemaluanku. Diciuminya punggungku, sesekali digigitnya, kemudian tangannya meraih kemaluanku yang menegang kuat.

“Permata.. Permata.. achh.. achh.. nikmatnya..!” desahku menikmati sensasi di sekujur kemaluanku dan tubuhku yang terangkat tergelincang karena kocokan tangan Permata.

“Uhh.. achh.. Permata, Permata.. ohhh.. Aqu mau keluar.. ohh..” desahku lagi sambil tetap berdiri.

Kemudian kulihat Permata bergerak ke depanku dan berlutut, kemudian dimasukkannya kemaluanku ke mulutnya.

“Oohhh Permata… Uhh Permata.., Saarrii… Nikmat sekali..!” desahku ketika mulutnya mengulumi kemaluanku kuat-kuat.

Akhirnya Aqu tak dapat menahannya lagi,

“ crott.. crot.. crot..,” air maniqu memenuhi mulut Permata, membasai kemaluanku dan ditelannya. Ahh anak ini sudah punya pengalaman rupanya, pikirku.

Kemudian Permata berdiri dengan mulut yang masih menyisakan spermAqu, Aqu memeluknya dan menciuminya. Ahh.., kesampaian benar cita-citAqu menikmati tubuhnya yang putih, lembut, sintal dan payudaranya yang menantang.

Kulumati bibirnya, kusapu wajahnya dengan mulutku. Kulihat dia memakai daster yang cukup tipis. BH dan celana dalamnya kelihatan menerawang jelas. Sambil terus kuciumi Permata, tanganku berkeliaran merayapi punggung, dada dan bokongnya. Ahh.. Aqu ingin menyetubuhi dari belakang karena sepertinya bokongnya sangat bagus. Aqu segera melepaskan tali telami dasternya di atas pundak, kubiarkan jatuh di rumput.

Ahh.., betapa manis pemandangan yang kulihat. Tubuh sintal Permata yang hanya dibalut dengan BH dan celana dalam. Wahhh.., membuat kemaluanku mengeras lagi. Kulumati lagi bibirnya, Aqu menelusuri lehernya.

“Ehh.., ehhh..!” desis Permata menikmati cumbuanku.

“Ehh.., ehhh..!” sesekali dengan nada agak tinggi ketika tanganku menggapai daerah-daerah sensitifnya.

Kemudian kepalanya mendongak dan payudaranya kuciumi dari atas. O my God, betapa masih padat dan montok payudara anak ini. Aqu mau menikmatinya dan membuatnya mendesis-desis malam ini. Tanganku yang nakal segera saja melepas kancing BH-nya, kubuang melewati jendela kamarku, entah jatuh di mana, mungkin di meja atau di mana, Aqu tak tahu. Uhhh.., Aqu segera memandangi payudara yang indah dan montok ini. Wah luar biasa, kuputari kedua bukitnya. Aqu tetap berdiri. bergantian kukulumi puting susunya. Ahh.., menggairahkan.

Terkadang dia mendesis, terlebih kalau tangan kananku atau kiriku juga bermain di putingnya, sementara mulutku menguluminya juga. Tubuhnya melonjak-lonjak, sehingga pelukan tangan kanan atau kiriku seolah mau lepas. Permata menegang, menggelinjang-gelinjang dalam pelukanku. Kemudian Aqu kembali ke atas, kutelusuri lehernya dan mulutku berdiam di sana. Tanganku sekarang meraih celana dalamnya, kutarik ke bawah dan kubantu melepas dari kakinya. Jadilah kita berdua telanjang bulat.

Kutangkap kedua tangan Permata dan kuajak menjauh sepanjang tangan, kita berpandangan penuh nafsu di awal bulan ini. Kita sama-sama melihat dan menjelajahi dengan mata tubuh kita masing-masing dan kita sudah saling lupa jarak usia di antara kita. Kemaluanku menempel lagi di tubuhnya, enak rasanya. Aqu memutar tubuhnya, kusandarkan di dadaqu dan tangannya memeluk leherku.

Kemudian kuremasi payudaranya dengan tangan kiriku, tangan kananku menjangkau kemaluannya. Kulihat taman kecil dengan rumput hitam cukup lebat di sana, kemudian kuraba, kucoba sibakkan sedikit selakangannya. Permata bergetar dan menggeliat-geliat ketika tanganku berhasil menjangkau klitorisnya. Seolah dia berputar pada leherku, mulutnya kubiarkan terbuka menikmati sentuhan di klitorisnya sampai terasa semakin basah.

Kubimbing Permata mendekati meja kecil yang kusiapkan di samping gudang. Kusuruh dia membungkuk. Dari belakang, kuremasi kedua payudaranya. Kulepas dan kuciumi punggungnya hingga turun ke bokongnya. Selangkangannya semakin membuka saja seiring rabaanku.

Setelah itu Aqu turun ke bawah selakangannya, dan dengan penuh nafsu kujilati kemaluannya. Mulutku menjangkau lagi daerah sensitif di kemaluannya sampai hampir-hampir kepalAqu terjepit.

“Oohh.., ehh.., Aqu nggak tahan lagi.., masukkan..!” pintanya.

Malam itu, pembaca dapat bayangkan, Aqu akhirnya dapat memasukkan kemaluanku dari belakang. Kumasukkan kemaluanku sampai terisi penuh lubang senggamanya. Saat penetrasi pertama Aqu terdiam sebelum kemudian kugenjot dan menikmati sensasi orgasme. Aqu tak perduli apakah ada yang mendengarkan desahan kita berdua di halaman belakang. Aqu hanya terus menyodok dan menggenjot sampai kita berdua terpuaskan dalam gairah kita masing-masing.

Aqu berhasil memuntahkan spermAqu ke kemaluannya, sementara Aqu mendapatkan sensasi jepitan kemaluan yang hebat ketika datang orgasmenya. Aqu dibuatnya puas dengan kenyataan imajinasiku malam Minggu itu. Sabtu malam atau minggu dini hari yang benar-benar hebat. Aqu bersenggama dengan Permata dalam bebrapa posisi. Terakhir, sebelum posisi konvensioal, Aqu melAqukan lagi posisi 69 di tempat istirahat.

Ahh Permata, dia berada dalam pelukanku sampai Minggu pagi jam 8 dan masih teristirahat di kamarku. Aqu bangun duluan dan agak sedikit kesiangan. Ketika melihat ke luar kamar, ohh tak ada apa-apa. Kulihat kedua cucu ibu kostku sedang bermain di halaman. Mereka tak mengetahui di tempat mereka bermain itu telah menjadi bagian sejarah seks hidupku dan Permata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.