Vimax Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News

Pamela, Again And Again

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Saat itu kegiatan belajar mengajar murid siang sedang berlangsung. Sementara murid pagi telah meninggalkan sekolah. Namun ternyata ada seorang siswi pagi yang masih berada di lingkungan sekolah. Ia berjalan menuju ke bagian belakang sekolah. Ia sebenarnya mengenakan seragam putih abu-abu biasa. Namun apabila diperhatikan dengan jeli, baju seragam yang sekarang dipakainya nampak baru; tidak sama dengan yang dipakainya pagi tadi. Bahkan bra yang dikenakan dibalik baju seragamnya pun juga beda. Selain modelnya, warnanya pun juga beda. Pagi tadi ia mengenakan bra warna coklat, sekarang biru tua. Wajahnya segar seperti baru mandi kurang dari sejam yang lalu dan ujung rambutnya pun sebagian masih rada basah.

Tak jelas apa keperluan cewek ini datang balik ke sekolah siang-siang gini. Padahal sebelumnya ia telah meninggalkan sekolah seusai pelajaran terakhir selesai pukul 12.30.Siswi itu berjalan menuju ke arah belakang sekolah. Bisa jadi ia balik ke sekolah dari rumahnya karena ada barangnya yang cukup berharga yang ketinggalan (handphone, misalnya). Dan sepertinya barangnya itu ketinggalan di kantin karena kini ia berjalan menuju kesana.

Saat siswi itu berjalan tak jauh dari kantin, muncullah seorang siswa yang juga memakai seragam SMU dari dalam kantin. Namun dari emblem di baju seragamnya serta penampilannya, ia bukanlah murid SMU itu. Cowok itu berambut keriting dan gondrong. Tampangnya liar. Dua kancing atas bajunya terbuka. Bajunya diluar celana panjangnya. Umurnya nampak terlalu dewasa untuk anak SMU, yang kelas 3 sekalipun. Seandainya tidak memakai seragam SMU, penampilannya lebih mirip anak berandalan atau preman. Kulitnya coklat kehitaman seperti terlalu sering berjemur di matahari.

Saat melihatnya, cowok itu menatap lekat-lekat siswi itu dengan pandangan kurang ajar dari ujung rambut sampai ujung kaki seperti seolah ingin menelanjanginya. Lalu ia bersuit-suit dengan matanya masih jelalatan ke arah siswi itu.

“Suitt….Suiiitttt”

Siswi itu menoleh ke arah cowok itu. Mungkin ia heran dengan tingkah laku cowok itu. Sepertinya ia tak sadar kalau ia mempunyai daya tarik seksual yang tinggi yang selalu menarik perhatian cowok. Karena memang cewek ini luar biasa cakep. Walau saat itu ia tidak memakai make-up. Dan cakepnya tipe innocent yang menunjukkan kalau ia adalah cewek baik-baik. Rambutnya panjangnya kira-kira di pertengahan antara bahu dan sikunya. Rambutnya agak berombak dan dicat agak kecoklatan. Kulitnya putih. Wajahnya oriental dan tak kalah menarik dibanding bintang film Korea atau Mandarin. Gayanya pun elegan. Kelihatan kalau ia berasal dari keluarga yang cukup berada. Memang ia mengendarai mobil sendiri ke sekolah.

Bodi tubuhnya proporsional. Bentuk tubuhnya juga oke. Meski wajahnya innocent, namun sepertinya ia tahu bagaimana cara berdandan dan berpakaian untuk membuat mupeng cowok tua maupun muda. Bahkan disaat memakai seragam pun, ia mampu menampilkan daya tarik kewanitaannya. Baju seragam yang dipakainya sungguh pas dengan bentuk tubuhnya. Pinggangnya kelihatan ramping. Rok abu-abunya panjangnya beberapa senti di atas lutut. Roknya tak terlalu ketat namun cukup untuk memperlihatkan bentuk pantatnya yang cukup berisi. Baju seragam putihnya berada di dalam roknya dan tertata dengan rapi.

Bahannya terbuat dari kain halus yang mengikuti bentuk tubuhnya sehingga bagian dadanya nampak menonjol. Baju seragam putihnya tak terlalu tipis, tapi cukup untuk membuat bra di baliknya terlihat terutama karena warnanya yang biru tua. Memang kadang ia suka memakai bra warna gelap yang begitu kontras dengan baju seragam dan kulitnya yang putih. Dan saat ini pun ia memakai model bra yang tanpa tali di bahunya sehingga membuatnya nampak semakin sexy.

Tak heran kalau cowok liar itu menjadi nafsu melihat cewek ini. Apalagi ia sedang berjalan sendirian dan suasana sekolah saat itu sepi banget. Karena memang cewek ini adalah cewek favorit di sekolah itu. Nama cewek ini adalah Pamela, seorang siswi kelas 3 IPA. Di usianya yang 18 tahun lewat beberapa bulan, ia telah menjadi gadis muda yang cakep dengan daya tarik yang tinggi buat kaum cowok. Tanpa disadarinya, ia sering membuat banyak murid cowok (dan juga para guru) jadi mupeng dibuatnya. Meski begitu, ia adalah cewek baik-baik dengan reputasi yang bersih. Tak pernah terdengar isyu-isyu yang negatif akan dirinya. Bahkan ia termasuk salah satu murid pandai yang selalu menduduki ranking 3 besar di kelasnya. Oleh karena itu ia dijuluki “The Sweet Young and Innocent Girl”.

Namun Pamela sama sekali tak menanggapi cowok itu. Ia segera berjalan terus dan ternyata ia tidak masuk ke dalam kantin. Sementara cowok itu memandangi bagian belakang tubuh indah Pamela yang berjalan menjauhinya. Siapakah sebenarnya cowok itu? Apakah ia betul-betul anak SMU ataukah orang yang menyusup ke dalam sekolah?

Cowok itu adalah Rahmat. Ia adalah keponakan Pak Sarip, pesuruh sekolah yang telah lama mengabdi di sekolah itu. Pekerjaan utamanya adalah membersihkan ruang kelas setelah proses belajar mengajar selesai. Karena telah puluhan tahun mengabdi disana, yayasan sekolah menyediakan rumah tinggal kecil buat dia dan istrinya di dalam kompleks sekolahan, tepatnya di ujung belakang. Saat itu ia dan istrinya lagi cuti pulang kampung beberapa minggu mengunjungi anak perempuannya. Sementara pulang kampung, Pak Sarip menyuruh Rahmat menggantikan pekerjaannya yang telah digaji oleh pihak sekolah, sehabis ia pulang sekolah. Selama itu, pihak sekolah membolehkan Rahmat untuk tinggal di tempat Pak Sarip.

Rahmat sendiri sebenarnya bukan murid sekolah itu. Dulunya memang iya karena yayasan sekolah memberi fasilitas khusus buatnya sebagai keponakan Pak Sarip. Namun dasar otaknya tidak mencukupi dan tidak ada kemauan untuk belajar, akhirnya ia tidak naik kelas dua kali sampai terpaksa harus keluar dari sekolah itu.

Sekarang ia duduk di kelas 3 di SMU yang kualitasnya tidak jelas. Disana ia jadi pentolan gerombolan anak-anak nakal yang disegani. Memang ia adalah anak jalanan yang liar dan jago berkelahi. Ditambah lagi usianya yang termasuk senior untuk ukuran murid kelas 3 SMU, yaitu 21 tahun. Ia dua kali tidak naik kelas waktu SMU dan satu kali sewaktu SD. Meski orangnya dan juga tampangnya amburadul, namun ia cukup sering gonta ganti cewek dan sudah sering melakukan hubungan intim dengan beberapa teman ceweknya. Namun tentu cewek-cewek yang pernah dikencaninya berbeda jauh kelasnya dan bukan tipe seperti Pamela ini. Jadi tak heran kalau ia jadi penasaran dan mupeng dengan Pamela.

Pukul 14.20…

Beberapa saat setelah pertemuan singkat itu, suasana sekolah kini benar-benar sepi lengang. Selain kegiatan di dalam kelas, sepertinya sama sekali tidak ada aktifitas berarti lainnya di luar kelas. Benarkah sama sekali tidak ada aktivitas di luar kelas? Ternyata tidak benar!

Karena di ujung belakang sekolah, tepatnya di dalam rumah Pak Sarip pesuruh sekolah, terdapat sepasang cowok dan cewek yang sedang asyik berciuman. Dua-duanya masih memakai seragam sekolah. Cowok itu berambut gondrong dan tampangnya liar. Kulitnya hitam. Ternyata ia adalah Rahmat yang tadi. Rupanya ia memanfaatkan situasi dimana Pak Sarip dan istrinya lagi mudik, untuk membawa ceweknya masuk ke dalam rumah untuk bisa bebas berbuat apa saja.

Namun yang aneh adalah, ternyata cewek yang bersamanya itu bukanlah pacarnya. Diah, ceweknya yang sekarang, berambut pendek dan berkulit sawo matang. Sementara cewek ini berambut panjang dan berkulit terang.

Dan ternyata…cewek itu adalah Pamela! Pamela yang tadi juga, yang barusan berpapasan!!!

Sungguh ini betul-betul kejutan yang tak disangka-sangka. Pamela dan Rahmat berduaan??! Sungguh setan pun tidak akan menduga. Karena mereka bagaikan Beauty and the Beast, dalam arti yang sebenar-benarnya!! Selain penampilan keduanya bagai bumi dan langit, juga kontras sekali perbedaan diantara mereka. Yang cewek berasal dari kelas elit orangnya kalem dan pandai, sementara yang cowok orangnya liar, berandalan dan hanyalah pesuruh sekolah.

Bagi Rahmat, tentu adalah hal yang lumrah kalau ia tertarik dengan Pamela. Cowok mana yang nggak tertarik dengannya. Namun yang sulit dipercaya adalah kok bisa-bisanya Pamela mau berduaan gini dengan Rahmat. Malah kelakuan mereka seperti layaknya orang yang berpacaran saja. Padahal Pamela biasanya tidak sembarangan bergaul terutama dengan cowok yang kelasnya jauh dibawahnya. Ditambah lagi reputasinya selama ini sebagai cewek baik-baik. Namun kenyataannya, sekarang mereka asyik berduaan dan kini lagi berciuman bibir dengan Rahmat!

Tak berapa lama kemudian, suasananya jadi makin heboh lagi. Kondisi pakaian mereka kini telah amburadul, yang membuat kejadian ciuman tadi (yang sebenarnya sudah cukup menghebohkan) jadi seperti hal kecil yang tak berarti.

Saat itu keduanya sedang berdiri. Baju seragam putih Pamela yang sebelumnya tertata rapih di dalam rok abu-abunya, sekarang telah berada di luar rok abu-abunya. Dan seluruh kancingnya telah terbuka! Bra biru tua yang tadi dikenakannya kini entah kemana, sudah tak melekat di badannya lagi!! Baju seragam putihnya terbuka lebar, tersibak dan tertahan di samping kiri dan kanan payudaranya. Sehingga payudaranya yang indah dan sering menjadi obyek fantasi banyak cowok itu kini telah terbuka dengan bebasnya. Tentu orang paling beruntung saat itu adalah Rahmat yang dengan bebas merdeka bisa memandanginya dalam jarak dekat.

Payudara Pamela ternyata cukup berisi juga. Keduanya berdiri dengan tegak dan kencang dan tidak sagging ke bawah. Sementara kedua putingnya juga berdiri dengan kencang tegak lurus dengan payudaranya dan tidak turun ke bawah. Kedua payudaranya betul-betul simetri, bagai pinang dibelah dua. Ukuran bra-nya ditaksirnya 34C. Sementara kedua putingnya berwarna kemerahan nampak menonjol di tengah payudaranya yang putih. Keduanya nampak segar dan menggairahkan dan sepertinya adalah titik sensitif bagi cewek ini. Sementara itu rok abu-abunya masih melekat di tubuhnya namun celana dalamnya telah melorot sampai ke bawah kaki menyentuh sepatu dan kaus kakinya!

Betul-betul gila! Pamela, cewek yang innocent itu nurut aja ditelanjangin kayak gitu oleh Rahmat??

 

Sementara kondisi pakaian Rahmat juga tak kalah amburadul. Celana seragam berikut celana dalamnya telah melorot ke bawah. Dua kancing baju atasnya terbuka (memang ia tidak pernah mengancingkan dua kancing baju atasnya). Nampak penisnya yang besar dan hitam berdiri dengan tegaknya menembus di antara potongan baju seragamnya.

Setelah itu adegannya berlanjut dengan lebih gawat lagi. Karena Rahmat tak menyia-nyiakan kesempatan emas di depan mata itu untuk memulai aksinya. Ia mengulum payudara telanjang cewek murid kelas 3 SMU yang cakep itu dibarengi dengan satu tangannya meraba-raba payudara yang satunya lagi, sementara tangannya yang lain berada di dalam rok Pamela. Sementara Pamela nampak dengan sukarela menikmatinya. Tidak hanya itu, gelorabirahi.com malah kemudian ia “membalas budi” Rahmat dengan tangannya yang putih dan halus memegang-megang dan mengocok penis Rahmat.

Demikianlah kenyataan yang sulit dipercaya. Pamela, The Sweet Young and Innocent Girl dengan tak disangka-sangka ternyata bisa berbuat seperti ini. Dan melakukannya dengan Rahmat pula. Dan ia sama sekali tak canggung melakukan itu. Sepertinya ini bukan kali pertama ia melakukan itu.

Pagi harinya pukul 10.07…

Tiba-tiba ada sms masuk ke HP Pamela yang pesannya berikut,

“Say, jam 1 nanti gue balik ke sekolah.” Ternyata pengirimnya adalah Rahmat.Lalu ia membalasnya,

” Sooo..???”.

“Loe datang ke tempat biasa donk. Gue pengin melakukan something good lagi dengan loe.”

“Lihat nanti deh. Tapi gue nggak janji.”

“Wah jangan gitu donk. Gue selalu terbayang-bayang sama loe yang sexy putih mulus dan menggairahkan itu.” Tak ada balasan dari Pamela.

“Ayo donk say, dijamin loe pasti bakalan puas deh.” Akhirnya Pamela membalas,

“Ya udah lihat nanti deh. Sudah jangan sms terus. Gue jadi nggak bisa konsen nih.”

“OK ini terakhir. Tapi nanti siang gue tunggu ya.”

Tak ada balasan dari Pamela.

Pukul 12.40…

Ternyata setelah selesai jam belajar mengajar pukul 12.30, Pamela malah pulang balik ke rumahnya. Namun setelah makan siang dan mandi, rupanya ia berubah pikiran. Ia balik lagi ke sekolah dengan mengenakan baju seragam yang baru.

Pukul 14.05-14.16…

Pamela sampai di sekolah dan berjalan ke belakang sekolah menuju ke arah kantin yang juga searah dengan rumah Pak Sarip. Saat itu Rahmat sedang di dalam kantin dan melihatnya datang. Segera ia keluar dan dengan iseng bersiul ke arah dirinya. Penis Rahmat seketika menegang begitu ia melihat Pamela. Ia langsung membayangkan diri Pamela yang cakep dan sexy itu yang tak lama kemudian akan bisa segera dinikmatinya.

Namun rupanya Pamela tidak mau menanggapi keisengan Rahmat apalagi di tempat terbuka seperti ini. Karena ia ingin jaga image dirinya dan tidak ingin ada orang yang mengetahui hubungan tak semestinya itu. Karena itu ia pura-pura tidak kenal dengan Rahmat dan meninggalkannya begitu saja.

Akan tetapi ia ternyata berjalan memutar sebelum akhirnya menuju ke arah tempat Pak Sarip / Rahmat. Saat itu Rahmat telah sampai duluan disana. Karena saat itu begitu sepi dan sama sekali tidak ada orang, maka buru-buru Pamela segera masuk ke tempat Rahmat.

Pukul 14.17 dan seterusnya…

Begitu Pamela masuk, segera pintu depan dikunci. Tanpa menunda-nunda lagi, Rahmat segera menciumi Pamela dengan liar yang dibalas dengan tak kalah liarnya. Bibir bertemu bibir, membuat mereka saling berpagutan bagaikan dua ular cobra yang sedang marah. Rahmat menciumi seluruh wajah cakep Pamela, sementara Pamela juga tak mau kalah. Segera ia menciumi wajah Rahmat yang hitam itu. Sehingga wajah keduanya jadi basah karena alir liur di beberapa tempat.

Lalu Rahmat mengunci bibir Pamela dengan bibirnya. Sejenak mereka berciuman bibir, merasakan kehangatan bibir pasangan masing-masing. Yang segera dilanjutkan Pamela dengan melakukan frenching ke dalam mulut Rahmat yang juga dibalas hal serupa. Aksi keduanya begitu liar. Terutama Pamela yang mengingatkan akan aksi Zhang Zhiyi dalam film Crouching Tiger, Hidden Dragon yang langsung menjadi liar saat bertemu dengan pacar gelapnya. Rupanya tanpa sepengetahuan siapa pun, Pamela diam-diam menjalin hubungan terlarang yang tanpa batas dengan Rahmat. Tentu saja Rahmat sama sekali tidak berkeberatan dengan rejeki nomplok ini.

Setelah puas berciuman, Rahmat melanjutkan inisiatif dengan melepaskan diri dari Pamela. Lalu kedua tangannya mulai membukai kancing baju seragam Pamela. Nampak terlihat dua gundukan dadanya yang terbalut bra warna biru tua. Nampak kontras sekali dengan kulit tubuhnya yang putih. Nampak terlihat belahan dada bagian atasnya yang putih dan sexy serta bahunya yang putih mulus terbuka bebas karena bra-nya tanpa tali di bahu. Rahmat melanjutkan aksinya dengan mengeluarkan baju seragam putih Pamela dari dalam rok abu-abunya. Dalam hati ia gembira dengan pilihan bra yang dikenakan cewek ini karena dapat segera dibukanya dengan mudah.

Segera kedua tangannya menggapai pengait bra di punggung Pamela. Ooops. Ternyata tak ada disana. Segera kedua tangannya merengkuh bagian tengah depan branya. Dan dengan sekali goyang, terbukalah pengait bra biru tua itu. Diloloskannya cup sebelah kanan payudara Pamela dan didorongnya ke belakang. Sementara tangan satunya menariknya dari sisi yang lain. Dengan mudah segera terlepaslah bra biru tua itu dari tubuh Pamela. Segera dilemparnya bra itu ke lantai. Lalu ia sengaja menyibakkan baju seragam putih Pamela lebar-lebar sehingga tertahan di sisi kanan kiri payudaranya. Sehingga kini kedua payudara Pamela terbuka lebar-lebar dan ia bisa melihatnya dengan bebasnya.

Memang payudara Pamela betul-betul berkualitas tinggi dan indah menggoda. Keduanya begitu menantang untuk diraba-raba dan diremas-remas. Sementara kedua putingnya berwarna kemerahan nampak segar menantang untuk dikulum. Sejenak ia memandangi diri Pamela, wajah cantiknya yang innocent namun dengan dadanya yang terbuka bebas, sungguh suatu pemandangan yang kontradiktif! Dan cewek ini bukan sembarangan cewek, tapi adalah siswi SMU kelas 3 IPA yang jadi idaman seluruh cowok di sekolah itu dan anak orang kaya pula! Sementara ia hanyalah dari golongan rendahan yang menjadi pengganti pesuruh sekolah disitu. Dan tampangnya sendiri jauh dari cakep, sementara cewek ini luar biasa cakepnya. Hatinya sungguh bergelora memikirkan ini semua.

Namun rupanya Pamela tak mau membiarkan dirinya dipandangi begitu saja. Karena ia segera mengambil inisiatif. Kembali diciuminya bibir Rahmat dan mereka berdua melakukan frenching, lidah bertemu lidah dan saling bertautan. Keduanya saling merasakan hangatnya lidah pasangannya.

Setelah puas, Rahmat kembali mengambil inisiatif dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam rok abu-abu Pamela dan meraba-raba dalamnya. Tentu paha Pamela yang putih mulus itu habis diraba-rabainya. Serta jari-jemarinya menggesek-gesekkan vagina cewek putih itu yang masih tertutup oleh cd-nya.

Lalu ia segera menyingkap rok Pamela, sehingga terbukalah paha Pamela yang putih mulus dan sexy itu. Namun fokusnya tidak ke pahanya, tapi ke cd biru tua itu. Segera kedua tangannya merengkuh cd itu dan dengan bersamaan kedua tangannya menariknya ke bawah. Sehingga kini terlepaslah cd itu sampai kaki bawah Pamela yang tertahan oleh sepatu yang ada di kakinya.

“Gila. Brutal banget sih loe”, kata Pamela, namun ia sama sekali tak protes.

Malah aksi liar Rahmat itu dibalas dengan aksi yang tak kalah liarnya. Yang sungguh tak cocok dengan citranya sebagai cewek innocent selama ini. Karena ia sekarang melucuti celana Rahmat. Pertama dilepaskannya sabuk di pinggang Rahmat. Lalu tanpa canggung-canggung lagi, dibukanya retsleting celana panjangnya, kemudian diturunkan celana panjangnya berikut celana dalamnya sekalian.

Sehingga kini kelihatan penis Rahmat yang besar telah berdiri tegak menembus diantara belahan baju seragamnya. Kulit tubuhnya coklat kehitaman. Namun penisnya lebih hitam lagi dibanding bagian tubuh lainnya.

Sementara Pamela menelanjangi tubuh bagian bawah Rahmat, baju seragamnya yang tadi tersingkap ke samping jadi kembali ke posisi normal dan sebagian rambutnya kini ada di depan dadanya. Sehingga ini menutupi pandangan Rahmat ke payudaranya. Segera Rahmat menyibakkan seluruh rambut Pamela ke belakang dan “membetulkan” posisi baju itu dengan menyingkapkannya lagi ke samping.

“Nah, gini baru lebih pas. Pas susunya,” katanya cengengesan.

“Sialan loe. Nggak mau rugi banget,” komenanti Pamela namun ia membiarkan Rahmat melakukan itu. Karena ia segera sibuk memegang-megang penis itu dengan tangannya yang putih dan halus. Ia sama sekali tidak canggung ataupun jijik dengan penis hitam dan besar milik Rahmat. Malah dengan cekatan tangannya yang putih halus memijit-mijit dan mengocok penis Rahmat. Dan inilah rupanya kegiatan ‘ekstrakurikuler’ dari siswi cakep yang ‘innocent’ itu.

kisah hot 2016, kisah hot terbaru, kisah hot, kisah sange 2016, kisah sange terbaru, kisah sange, kisah lucah 2016, kisah lucah terbaru, kisah lucah,

Sementara kedua tangan Rahmat kini mulai meraba-raba kedua payudara Pamela. Payudara Pamela yang kencang dan lumayan besar itu kini keduanya berada dalam genggaman kedua tangan Rahmat. Diremas-remasnya keduanya dengan tangannya yang hitam itu. Dirasanya kulit gadis itu begitu halus namun payudaranya cukup kenyal. Dipencet-pencet dan digoyang-goyangnya kedua puting berwarna kemerahan itu dengan jari-jarinya. Dan ternyata terbukti benar bahwa payudaranya terutama putingnya adalah titik-titik sensitif Pamela. Karena kini ia mulai mengeluarkan desahan-desahan erotis dari mulutnya.

“Ohhh, ooohhhh, ooohhhhh.”

Rahmat melanjutkan aksinya memainkan payudara milik gadis idaman sekolah itu dengan mulutnya. Mula-mula dijilatinya seluruh bagian payudaranya, dari bagian luar melingkar makin ke tengah. Sampai akhirnya dijilati salah satu puting Pamela dengan lidahnya, sementara tangannya meremas-remas payudara yang satunya lagi dan menggoyang-goyangkan putingnya dengan jari-jarinya. Tangannya yang satu lagi mulai bergerilya ke bawah, masuk ke dalam rok seragam abu-abu Pamela. Tangannya itu meraba-rabai rambut kemaluan Pamela dan dilanjutkan dengan jarinya menggesek-gesekkan vagina Pamela.

Sementara Pamela makin mengeluarkan desahan-desahan nikmat. Namun tangannya juga terus bekerja dengan mengocok-ngocok batang penis Rahmat. Terutama bagian kepalanya yang besar dan disunat itu diraba-rabainya dengan jari-jari tangannya yang halus.

“Wah, gede banget sih, Him, punya loe. Dan item banget lagi.”

“Justru itu yang enak, Lian. Loe sukanya sama yang gede dan item gini khan. Kalo gue sukanya yang putih mulus dan kemerah-merahan gini,” kata Rahmat menatap wajah Pamela sambil tangannya meremas payudara Pamela serta memainkan putingnya yang kemerahan,”Dan juga yang dibawah ini,” katanya sambil tangannya menggesek-gesekkan dinding vagina Pamela,” “Trus juga yang ini enak diisep-isep juga,” katanya sambil menghisap puting Pamela yang satunya lagi. Kali ini dihisap dan dikenyot-kenyotnya lalu mulutnya berpindah ke payudara yang satunya. Diemut-emutnya. Lidahnya bergerak melingkari puting yang sensitif akan rangsangan itu.

“Oooh. Oohhhh. Gila Loe,. Aduuuh. Enaaakk.”

“Lebih enak lagi kalo nanti barang gue yang kata loe gede dan item ini masuk ke tubuh loe yang putih mulus.”

“Oooh. OOOOhhhhh. AAHhhhhh.”

Pamela tak menjawab perkataan Rahmat karena ia sibuk mendesah-desah merasakan nikmatnya Rahmat menyentuh ketiga titik paling sensitifnya.

Sementara Pamela makin mendesah-desah kenikmatan. Vaginanya telah mulai basah tak tahan oleh rangsangan Rahmat. Sementara tangannya sendiri masih terus memainkan penis Rahmat.

 

Namun rupanya Rahmat tak mau membiarkan cewek itu memainkan penisnya terlalu lama. Mungkin karena ia tak mau “habis” duluan. Rugi kalo ia “habis” duluan dan nggak sempat menggoyang tubuh cewek putih mulus ini, yang cakepnya nggak kalah dengan bintang film Mandarin.

Segera ia melepaskan dirinya dari Pamela. Kini gilirannya memainkan vagina Pamela, bukan dengan tangannya tapi dengan lidahnya! Untuk itu dicopotnya kedua sepatu putih Pamela berikut kaus kaki warna putih dan pink itu. Kemudian dikeluarkannya cd-nya yang terkait di kaki bawahnya.

“Nah, gini nih biar bebas gerakan loe.”

Lalu ia berlutut di depan Pamela, kepalanya dimasukkan ke dalam rok cewek ini, kemudian dijulurkan lidahnya untuk menjilati memek cewek “innocent” ini dengan lidahnya.

“Ooooh. OOHHHHH. Aduuhh. Enaak gilaa!”

Pamela, anak kelas 3 SMU yang cakep dan innocent itu yang jadi idaman seluruh cowok di sekolah itu, kini dibuat jadi tak berkutik dan mendesah-desah makin tak keruan oleh cowok pesuruh sekolahan itu.

Apalagi sekarang kedua tangan Rahmat meraih keatas menggenggam dan meremas-remas masing-masing satu payudara Pamela.

“Oooh. AAAHHHHHH. AAAAHHHHHHHH. AAAAAHHHHHHHHH.”Cerpen Sex

Jilatan Rahmat itu benar-benar ampuh. Sampai-sampai membuat Pamela, cewek dengan reputasi tanpa cela itu, sekarang jadi basah kuyup vaginanya dibuatnya. Wajah Rahmat pun jadi ikutan basah pula kena tetesan cairan dari vaginanya. Namun dengan liar ia terus menjilati vagina basah Pamela sehingga jadi makin kuyup aja.

Demikianlah permainan antara Rahmat dan Pamela. Awalnya keduanya sama-sama agresif dan saling mengimbangi. Namun makin lama Rahmat semakin memegang kendali permainan sampai akhirnya kini Pamela benar-benar pasrah dan mengikuti saja seluruh permainan Rahmat. Hal ini menunjukkan bahwa Rahmat jauh lebih berpengalaman dibanding Pamela.

Kini Rahmat mengeluarkan kepalanya dari dalam rok SMU Pamela. Dilepaskannya baju seragam putih SMU Pamela dari tubuhnya. Kini ia menyaksikan Pamela dengan tubuh bagian atas yang sama sekali bugil namun masih mengenakan rok abu-abu meski tanpa cd di dalamnya. Wajahnya yang cakep dan innocent dengan payudaranya terbuka bebas, sungguh kontradiktif dan menggairahkan. Ditambah lagi ia tahu betul cewek ini adalah cewek elit dan cewek idaman se-sekolahan.

“Ayuk, sekarang loe duduk ya,” kata Rahmat sambil menyuruh Pamela duduk setengah tiduran di kursi sofa. Sementara ia melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya. Hingga sekarang Rahmat telanjang bulat.

Lalu disingkapnya rak abu-abu Pamela ke atas dan kedua pahanya dibentangkan lebar-lebar. Sehingga kini Pamela dalam kondisi duduk setengah tiduran dengan dadanya yang telanjang. Sementara rok abu-abunya tersingkap ke atas dan kedua kakinya terbuka lebar sehingga nampak jelas rambut kemaluannya dan liang vaginanya. Rambut kemaluannya ternyata cukup lebat juga diantara kedua pahanya yang halus dan putih mulus itu. Rahmat segera meraba-raba paha putih mulus itu. Ia merasakan halusnya kulit tubuh Pamela yang putih bersih itu.

Lalu ia kembali menjilati vagina Pamela dalam posisi terduduk setengah tiduran begitu. Sehingga kini Pamela merasakan sensasi yang berbeda.

“AAAHHHHHHHH. Aduuuhhhh. Ahhhhhhhh. Enakkkk. Ehhhmmmmm.

“Nah sekarang tiba saatnya barang hitam gue menembus ke dalam tubuh loe yang putih mulus.”

Bersamaan dengan itu didekatkan ujung penisnya ke liang vagina Pamela yang kemerahan. Kepala penisnya nampak begitu besar sementara liang vagina itu begitu sempit. Namun sekali sodok, cleeep, kepalanya berhasil masuk sebagian ke vagina Pamela. Lalu didorongnya sekali lagi dengan lebih kuat

“Oooooooooooh,” desah panjang Pamela.

Dan blesss, hampir seluruh penis Rahmat masuk ke dalam memek Pamela. Dan sekali lagi, sleeeep, masuklah seluruh penis hitamnya ke dalam tubuh Pamela.

Begitu di dalam vagina Pamela, segera dikocoknya penisnya yang hitam besar itu.

“Aaaahhh. Aahhhhhh. Aaaahhhhh.”

“Oooohhh. Ohhhhhh. Ohhhhhhhh.”

Seluruh tubuh Pamela jadi berguncang-guncang dibuatnya. Kedua payudaranya jadi berputar-putar mengikuti gerakan sodokan Rahmat.

Pamela yang sebelumnya telah basah kuyup, rupanya tak bertahan lama. Hanya kurang dari satu menit disetubuhi oleh Rahmat, ia akhirnya mengalami orgasme dengan teriakan-teriakan panjangnya yang erotis. Membuat Rahmat semakin bersemangat untuk terus mengocoknya.

“OHHHHHHHH. EHHHHHHHHH. EHHHHHHHHHH. OHHHHHH. YEEESSSS. AHHHHHHHH.”

Dan Rahmat memang masih jauh dari selesai. Karena memang ia ingin menikmati tubuh gadis dengan wajah oriental ini semaksimal mungkin. Untuk itu ia terus memompa penisnya di dalam tubuh Pamela, membuat tubuh cewek cakep itu jadi berguncang-guncang.

Akhirnya dilepaskannya rok abu-abu seragam Pamela. Kini keduanya betul-betul telanjang bulat. Lalu di bangku sofa itu kembali kontolnya merasakan nikmatnya jepitan vagina Pamela yang sempit. Kali ini dalam posisi doggy style. Kedua tangannya memegang pinggang Pamela supaya ia bisa dengan leluasa mengenjot-enjot tubuh cewek ini. Payudara Pamela yang menggantung ke bawah jadi berguncang-guncang dibuatnya.

Kini mereka berubah posisi. Sekarang giliran Rahmat yang duduk di atas kursi sofa itu. Penisnya mengacung ke atas dengan tegaknya. Lalu ia membimbing Pamela untuk memangkunya di atas kedua kakinya dengan menghadap ke arahnya. Setelah mengatur posisi, akhirnya penis Rahmat masuk ke dalam tubuh Pamela. Kini gantian Pamela yang menggoyang tubuhnya naik turun. Mengocok penis Rahmat di dalam vaginanya. Kedua tangan Rahmat meraba-raba payudara Pamela.

Sungguh hebat sekali pemandangan itu. Betul-betul kontras sekali perbedaannya. Yang satu cewek cakep dengan kulit putih dan tampang innocent, sementara yang cowok tampangnya jelek, kulitnya hitam, dan tampangnya liar kayak preman. Namun cewek innocent itulah yang justu aktif menggerakkan tubuhnya naik turun, membiarkan vaginanya ditembusi oleh penis besar cowok liar itu.

“Ooohhhh, ooohhhhhh, ooohhhhhhhhh.”

Setelah berganti posisi, kini Rahmat membuat Pamela telentang. Kakinya dibentangkan lebar-lebar, dengan salah satu kakinya ditaruh diatas sandaran sofa itu. Sehingga vaginanya kini terbuka bebas. Dalam posisi satu kaki terangkat begitu, gelorabirahi.com Rahmat memasukkan penisnya ke dalam vagina Pamela dan kembali mengocoknya. Pamela dengan pasrah menikmati kocokan penis Rahmat di dalam vaginanya yang mengguncang-guncang seluruh tubuhnya. Tubuhnya jadi ikut menggelinjang-gelinjang dibuatnya, seirama dengan rintihan-rintihan dan desahan-desahannya yang terdengar sangat erotis. Ternyata cewek cakep yang tampangnya innocent ini diam-diam doyan juga dengan penis cowok. Padahal bisa dipastikan hampir seluruh orang mengira cewek ini masih polos dan perawan.Cerpen Sex

Rahmat terus mengocok penisnya di dalam tubuh Pamela. Jepitan vagina Pamela sungguh nikmat rasanya. Sambil menikmati pemandangan indah tubuh Pamela yang putih mulus berguncang-guncang serta payudara Pamela yang bouncing gara-gara ulahnya itu. Sungguh puas rasanya menyetubuhi cewek yang cakepnya seperti Pamela gini. Membuatnya serasa melayang di awang-awang. Sungguh puas hatinya menyaksikan ekspresi wajah cantik Pamela saat itu. Ditambah lagi wajahnya yang innocent kini mengeluarkan “musik” desahan-desahan erotis yang menggelorakan hati itu. Apalagi kalau mengingat bahwa cewek yang sekarang sedang dinikmati itu adalah cewek yang kelasnya jauh diatasnya dan menjadi incaran para cowok. Namun sekarang justru dialah cowok beruntung yang sedang menikmati cewek idaman ini secara mutlak.

Tak lama kemudian Pamela mendapatkan orgasme yang keduanya, dalam posisi satu kaki terangkat begitu. Setelah itu Rahmat menghentikan kocokannya di dalam vagina Pamela. Kini ia pun juga sudah mau keluar. Setelah puas menikmati tubuh Pamela dan membuatnya orgasme dua kali, kini giliran ia melampiaskan seluruhnya. Namun ia tidak akan mengeluarkannya di dalam vagina Pamela. Kini giliran ia menagih “imbalan” dari cewek itu.

Penisnya yang hitam besar kini mengkilap karena cairan pre-cum nya bercampur dengan cairan vagina Pamela. Didekatkannya penisnya ke wajah Pamela yang masih tiduran di bangku sofa itu dengan napas terengah-engah. Pamela menjilati kedua pelirnya dan batang kontolnya sampai ke kepala penisnya juga. Kemudian dikulumnya kepala penis yang besar itu. Dan didalam mulutnya lidahnya saling beradu kontak dengan kepala penis Rahmat itu. Seluruh bagian kepala penis Rahmat habis dijilatinya, termasuk lehernya yang sangat sensitif itu.

Sampai akhirnya membuat Rahmat tak tahan lagi. Sesaat sebelum ejakulasi, dikeluarkannya penisnya dari dalam mulut Pamela. Dan akhirnya ia mengalami ejakulasi dengan memuntahkan sperma yang cukup banyak, yang mendarat di beberapa tempat di wajah Pamela. Ada pula yang sampai ke rambutnya. Setelah itu spermanya mengalir ke bawah membasahi leher dan dadanya. Kedua tangan Rahmat mengusap-usap seluruh payudara Pamela, sehingga spermanya kini tersebar di seluruh bagian payudara Pamela. Tubuh Pamela terutama dadanya jadi basah dan mengkilap karena sperma Rahmat yang bercampur dengan keringatnya sendiri.

“Wah, gila. Benar-benar mantap deh loe. Memang beda deh. Rasanya kayak menikmati bintang film Mandarin. Betul-betul gue cowok beruntung bisa ngerasain cewek secakep loe. Pokoknya loe the best dah.”

“Awas, loe jangan bilang-bilang ke siapa-siapa ya.”

“Berees. Asal jangan lupa ‘iurannya’ aja. Lagian, loe juga suka khan meskipun gue cuman pesuruh sekolah.”

“Aah, sialan loe.”

Dan selesailah sudah “pertempuran” antara Rahmat, cowok liar pesuruh sekolah dengan Pamela, cewek top yang jadi favorit seluruh cowok di sekolah itu.

Pukul 16.08…

Pamela dengan baju seragamnya yang tampak rapi di tubuhnya berjalan keluar menuju pintu depan sekolah. Saat itu para murid siang baru selesai istirahat dan mereka telah kembali ke kelas masing-masing. Sehingga suasana sekolah menjadi sepi.

Tak lama kemudian ia masuk ke mobilnya dan men-staternya. Dan meluncurlah mobil itu meninggalkan sekolah menuju ke rumahnya.

Demikianlah cerita tentang Pamela, siswi kelas 3 IPA dengan reputasi yang bersih, gadis berumur 18 tahun yang cantik dan innocent, anak pengusaha kaya yang pandai.

Pamela, “The Innocent Girl” yang ternyata “not so innocent” itu.

Bagaimana awalnya kok bisa-bisanya ia menjalin hubungan dengan Rahmat, sampai jauh melampaui batas suami istri itu?

Bagaimana cerita Pamela selanjutnya lanjutin di sesi berikutnya ya…

 

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.