Vimax
Breaking News

Mrs Sex And Friend 7

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Masih ada 2 episode lagi nih pembaca setia…. yukss langsung aja….

Trimin dan Jhoni ada ditanganku,

kedatangan kalian ditunggu dikantin sekolah jam 2 siang ,

jangan sampai terlambat!!!! Kalo enggak mereka berdua saya panggang jadi sate…..

salam hangat : Parto

—————————————

Selama pelajaran berlangsung Sandy, Nia dan Morine tampak gelisah,

“Teng Teng Tengg” akhirnya suara bel sekolah terdengar nyaring.

Setelah pak Guru memberikan PR, ia langsung pergi dari ruangan kelas kelas diikuti para murid yang berhamburan keluar. Satu demi satu para guru  dan murid melangkahkan kakinya keluar dari sekolahan itu, kecuali…. Sandy , Nia dan Morine. Dengan cemas mereka menuju kantin sekolah, Morine dan Sandy yang pemberani memimpin paling depan, yang terakhir Nia yang penakut.

“Sandy… Morine” Nia merengek

Morine dan Sandy menghentikan langkah mereka

“Aku takuttt….” Nia tampak cemas memandangi pintu kantin yang masih tertutup menyimpan seribu misteri.

Morine dan Sandy berusaha menenangkan Nia, mereka mengerti , Nia memang seorang gadis yang penakut.

Dengan memberanikan diri Morine mendorong pintu kantin

“Kreee kettttt…….”

Perlahan-lahan ketiga gadis itu masuk kedalam ruangann kantin bersih yang terawatt.

Sementara itu dari tempat yang tersembunyi, dua pasang mata yang sudah lama mengawasi gerak gerik mereka bertiga tampak berbinar-binar, dua sosok laki-laki yang masih bersembunyi tersenyum-senyum, dengan mengendap-ngendap mereka berdua menghampiri ketiga gadis itu dari belakang. Lalu…

“Dharrrrrrr” sebuah suara meledak tiba-tiba mengejutkan tiga sosok mulus dan mungil itu dari belakang.

“Wuahhhhhh…..”

“Whouwwww…“Sandy dan Morine terkejut sampai melompat

“AAAAAAAAAW.. CIAAATT” Nia yang penakut mendadak membalikkan tubuhnya dan menendangkan kaki kanannya dan GOOOLLLLL..!!! OLEE… OLEEE OLEEE OLEEE…!!

“Heggggkkkk………. AA Aduhhhhh” sebuah tendangan reflek dari Nia yang mendarat diselangkanganku membuat mataku melotot dan nafasku sesak.

“Blukkkkkkkk…” aku langsung terkapar mendapatkan sebuah tendangan keras ditempat yang paling berbahaya, dua buah bola diselangkanganku terasa ngilu.

“Ha Ha Ha Ha Ha….” Jhoni tertawa terbahak-bahak melihatku yang terduduk lemas diatas lantai kantin sambil mengusap-ngusap selangkanganku.

“Ehhhhh….” Nia tampak terkejut, para gadisku saling berpandangan kemudian mereka tertawa lepas sambil membantuku berdiri.

Nia cengengesan sambil garuk-garuk kepala

“WAduhhhh….itunya Nggak apa-apa kan ?”Morine cekikikan

“He he he… duhh kaciannnn..Sosisnya sakit ya sayang…” Sandy menggodaku sambil mengelus bagian selangkanganku.

“Hmmmmm….. mang Trimin Nggak apa-apa kan ?”Nia tersenyum senyum malu

“Euhhhh…Ehmmm Nggakkk.. Nggakkk apa-apa koqqq” Aku berusaha menegakkan tubuhku agar tidak terlalu malu.

“Wahhhhh ternyata Nia hebat juga bisa merobohkan seorang Trimin” Jhoni menyindirku, suara gelak tawa kembali menggelegar dikantin sekolahan itu.

“Ehhh… mangg Trimin…” Tiba-tiba Nia mengeluarkan sebuah kertas kumal dan menunjukkannya kepadaku, wajahnya tampak serius, demikian juga wajah Sandy dan Morine.

Seminggu yang lalu

Aku mengintai sesosok tubuh tua dan kurus, hujan deras disertai angin yang mengamuk membuat suasana jalanan itu menjadi sepi, riak air terlihat bergelora dengan arusnya yang kuat, kucegat tubuh tua itu.

“Hahhh… “ matanya melotot memandangiku dengan ketakutan

“Haii Pak tua masih ingat aku ?”

“Aa Uuu Eee ampunnn.. hekkkss” suara dikerongkongannya tertahan ketika sebuah tangan mencekik lehernya, tubuh parto melayang diudara dan……..

“Aaa Byurrrrrr”Tanpa ampun, Arus air di kali besar itu menelan sesosok tubuh yang kurus  dan peot.

Kupungut sebuah dompet tua yang sempat terjatuh dari kantung mahluk menjijikan itu dan

“Plunnnnnggggg” kulemparkan dompet itu kedalam kali besar yang sedang mengamuk agar dapat segera menyusul pemiliknya

“ini mah tulisannya si Jhoni…he he he”

Aku dan Jhoni tersenyum saling berpandangan.dan tersenyum-senyum

“Dengan bangga saya memperkenalkan diri saya sebagai satpam baru disekolahan ini… tugas utama saya untuk naik ke ranjang bersama Sandy” Jhoni membungkukkan tubuhnya yang besar.

“Aduhh.. duhhh duhhh” Jhoni memegangi perutnya yang terasa pedih karena dicubit Sandy.

“Sandy.. mangg Jhoni pengennnn” Jhoni memelas, sudah seminggu ini Jhoni sibuk mengurus kebebasannya dari Lembaga Permasyarakatan dikota itu.

Nafas Jhoni memburu kencang sambil memperhatikan Sandy, Sandy mundur ketika Jhoni menghampirinya.

“Eehh… sama Morine dan Nia aja ya, mangg…Jhoni kan belum pernah main sama mereka….” Sandy mendorong Nia dan Morine.

“Hupppp… asikkkkkk….” Jhoni memanggul Tubuh Morine dan Nia dibahu kanan dan kirinya.

“Ehhh Nggakk mauu..” Nia berontak menyadari apa yang diinginkan Jhoni.

“Ihhh… Mang Jhoni mau ngapainn lepasin ahhh” Morine juga tampak berontak, Jhoni terkekeh-kekeh melangkahkan kakinya.

“Sandy…. Manggg Trimin  pengennnn he he he” aku meniru permintaan Jhoni.

Sandy tersenyum sambil membalikkan tubuhnya, ia berjalan kearah meja dan naik keatas meja dikantin sekolahan itu, kedua tangan Sandy bergerak kebelakang dan bertumpu pada meja kantin, kedua kakinya tertekuk dan bergerak mengangkang, Sandy tersenyum nakal seolah-olah menantangku. Jantungku berdetak-detak dengan kencang melihat isi Rok seragam Sandy yang tersibak menampakkan pangkal pahanya yang  mulus. Aku segera menghampirinya, kutekan bahu Sandy agar ia merebahkan dirinya diatas meja, aku duduk diatas kursi, dihadapanku tubuh Sandy menggeliat lembut, matanya yang sipit menatapku dengan pasrah, tanganku merayapi pahanya yang terasa halus, Tanganku kananku semakin naik dan kini menyelinap kebalik kain segitiga berwarna abu-abu diselangkangan Sandy, kujejalkan jari tengahku kedalam lubang vagina Sandy yang hangat dan berdenyut-denyut, bibir Vagina Sandy dengan kuat menggigit jariku.

Irama nafas Sandy mulai tak teratur ketika aku mengucek-gocek lubang Vagina Sandy , Tangan kiriku meremas-remas buah dadanya yang masih bersembunyi dibalik seragam sekolah gadis itu. Tanganku bergerak semakin liar menelanjangi Sandy, kini Sandy terlentang diatas meja kantin dalam keadaan telanjang bulat. Mata sipit Sandy terpejam-pejam ketika aku mengesek-gesek clitoris mungil diselangkangannya, gelorabirahi.com rintihan-rintihan kecil mulai terdengar dari bibir Sandy. Kedua tanganku kini meremas kedua buah dada Sandy, sebuah remasan kuatku pada buah dadanya membuat Sandy mengeluh, tiba-tiba Sandy menepiskan tanganku.

“Nggak mau ahhh… mang Trimin licik… masak Sandy doang yang telanjang..” kedua tangan Sandy menutupi buah dadanya dari pandanganku, kedua kakinya merapat.

“Habis malassss sih, Nggak ada yang bukain…” Aku berdiri menantangnya, Sandy turun dari atas meja, kedua tangannya melepaskan kancing-kancing baju yang kukenakan, tangan mungilnya bergerak menyibakkan pakaianku agar terlepas, kini Sandy berlutut dihadapanku, tangannya menarik resleting celanaku, tanpa dapat kucegah celana panjang yang kukenakan melorot kebawah.

Sandy mengecup-ngecup bagian celana dalamku yang menggembung, dengan cepat Sandy menarik celana dalamku turun, dengan liar Sandy menjilati batang kemaluanku, kemudian lidahnya melingkari kepala kemaluanku. Aku menatap kebawah, kubelai-belai kepalanya, Sandy yang nakal kini begitu pandai melakukan jilatan dan hisapan-hisapan pada kemaluanku. Aku harus mengakui kepandaian Sandy, Nia dan Morine dalam bercinta memang meningkat dengan pesat.

“Auhhh….. “Aku keenakan merasakan sedotan-sedotan rakus mulut Sandy dikepala kemaluanku, lumayan lama kubiarkan Sandy mempermainkan kemaluanku.

Kuangkat tubuh Sandy dan kuletakkan kembali diatas meja, kedua kakinya menggantung dipingiran meja, Sandy merenggangkan kedua kakinya lebar- lebar, kugosok-gosokkan kepala kemaluanku pada bibir vagina Sandy , kutekan kepala kemaluanku , sedikit demi sedikit kepala kemaluanku mulai terbenam kedalam lubang vagina Sandy yang sempit, satu sentakan yang kuat membuat kepala kemaluanku melesat dan terjepit dibibir vagina Sandy yang bentuknya seperti cincin .

Kedua tangan Sandy berpegangan kuat-kuat pada leherku ketika aku mulai memaju-mundurkan kemaluanku

“Krekett… Kreketttt…Cleppp clepppp Cleppppp… Ahhhh Ahhhhhhh” suara derit meja diiringi dengan suara rintihan-rintihan Sandy mulai menghiasi ruangan kantin itu.

“Esssttt Akhhh Manggg Trimini Enakkkk… Ouuhhh terusss mangg lebih kuat…” Sandy memohon agar aku memperkuat seranganku.

Tanpa harus diminta duakali aku menuruti keinginan Sandy Aku semakin kuat menusuk-nusukkan kemaluanku pada lubang Vagina Sandy yang seret dan sempit. Rengekan-rengekan manja Sandy diiringi jeritan-jeritan kecilnya terdengar begitu mengasikkan, wajah Sandy terangkat keatas , bibirnya mendesah dan merintih-rintih keenakan merasakan tusukan-tusukan kemaluan Trimin yang semakin liar

“Akkkkk SHH Crrrrrrttt KCCCRRTTTTTTT” kedua kaki Sandy menjepit pinggangku kuat-kuat ketika cairan kenikmatan itu meluap dari lubang Vaginanya.

Kuangkat kedua kaki mulus Sandy keatas dan kuletakkan pada kedua bahuku, sambil mengocok-ngocok lubang vaginanya kedua tanganku merayapi permukaan pahanya yang halus mulus. Wajah Sandy semakin bersemu merah ketika aku mengocok-ngocok lubang vaginanya dengan kuat, kemaluanku mengocek-ngocek lubang vagina Sandy dengan lembut, kutekan kemaluanku sedalam-dalamnya kemudian kutarik dengan perlahan dan kemudian kusodokkan dengan cepat, Sandy mendesah-desah lembut, sesesekali matanya yang sipit terpejam dengan rapat merasakan gesekan-gesekan kemaluan Trimin Anwar diselangkangannya.Gelora Birahi

Sandy meronta , ia mendorong pinggulku kebelakang sehingga kemaluanku terlepas dari lubang Vaginanya.

“Sini manggg, dudukkkkk…..” Sandy merengek memintaku untuk duduk diatas kursi, aku menuruti keinginannya.

Tubuhnya yang mungil mengangkangiku, kuarahkan kepala kemaluanku pada lubang vagina Sandy. Kepala kemaluanku terasa geli ketika kembali menyelinap memasuki lubang vaginanya yang berlendir, Sandy menahan gerakannya ketika merasakan kepala kemaluanku memasuki lubang vaginanya. Aku mencengkram dan menekan pinggul Sandy kuat-kuat, memaksa gadis itu menurunkan pinggulnya.

“Ahhhh Shhhh…Uhhh!!” nafas Sandy tersendat-sendat ketika kemaluanku terbenam semakin dalam.

Akhirnya Sandy berhasil menduduki kemaluanku secara sempurna, kedua tangannya berpegangan pada bahuku , sedangkan kedua tanganku menekan-nekan pinggulnya sambil menusukkan kemaluanku kuat-kuat keatas. Sandy merintih-rintih, pinggulnya bergoyang-goyang, sesekali ia mendesak-desakkan selangkangannya sehingga kemaluanku tenggelam semakin dalam.

“Akhhhhh Aowwwwwwwwww Chrrrrr Crrrrrrrrrrtttt” Sandy memejamkan matanya meresapi rasa nikmat yang melanda tubuhnya ,lidah Sandy sedikit terjulur keluar ketika memuntahkan Cairan kenikmatannya kembali….

Pertarungan satu-lawan satu dikantin sekolahan itu masih berlangsung dengan sengit, Trimin Anwar seakan-akan tidak pernah puas menikmati tubuh Sandy yang mungil dan mulus.

****************************

Sementara itu…. Kita mundur yuk.. ke moment dimana Jhoni memanggul Tubuh Morine dan Nia dikedua bahunya…..  Jhoni melangkahkan kakinya kesebuah ruangan, setelah menurunkan tubuh Morine dan Nia Jhoni segera menutup pintu itu dan menguncinya “Click”. Tanpa malu-malu Jhoni melepaskan seragam Satpam ditubuhnya, dilanjutkan dengan terjatuhnya Celana panjang miliknya dan yang terakhirrrr.

“Wuaaahhhh” “Idihhhhhh” Morine dan Nia tercengang ketika melihat  sebuah

“tongkat pemukul kasti” teracung dengan gagah diselangkangan Jhoni , Morine dan Nia bergidik ngeri , sebuah Pribahasa mengatakan “diatas langit masih ada langit.”

Jhoni menghampiri Morine dan Nia, Nia melangkah mundur dengan teratur sedangkan Morine diam ditempat sambil terus memperhatikan daerah selangkangan Jhoni. Jhoni meraih tangan Morine yang mungil kemudian membimbing Tangan Morine kearah selangkangannya. Jhoni tersenyum merasakan elusan-elusan telapak Tangan Morine yang halus dikepala kemaluannya, tangan Morine meremas-remas batang kemaluan Jhoni yang lebih panjang dan lebih besar bulatannya dibandingkan milik Trimin Anwar.

“Addaaa Dawhhhh…..” Jhoni menjerit kesakitan ketika Tangan Morine meremas dan menarik Batang kemaluannya kuat-kuat.

“Ehhhh… Emmmm Aslii ya  ? “ Morine buru-buru melepaskan kemaluan Jhoni.

“YAW ASLI DONNGGHH AHHH..”Jhoni bergaya seperti waria sambil mencubit kecil hidung Morine.

Kedua tangan Jhoni mulai mengelus-ngelus bahu Morine sebelah kanan dan kiri. Morine diam tanpa berkata-kata, matanya yang sipit terus memandangi selangkangan Jhoni. Tangan Jhoni dengan lincah mulai mempreteli kancing baju seragam Morine, satu demi satu kancing baju seragam Morine berguguran , Tangan Jhoni bergerak melepaskan baju seragam gadis itu, sementara itu Tangan Morine meraih kemaluan Jhoni dan membelai-belai bagian kemaluan Jhoni yang bentuknya seperti helm. Jhoni tersenyum kemudian memanggil Nia yang masih tersudut ketakutan

“Sini… Ayoo Siniiii….” Jhoni merayu Nia, perlahan-lahan Nia melangkah mendekati, Nia memeluk pinggang Morine dari belakang, dari balik bahu Morine, mata Nia mencuri-curi pandang memperhatikan kemaluan Jhoni , baru kali ini Nia melihat ada kemaluan laki-laki lebih besar dan lebih panjang daripada milik Trimin Anwar. Morine menoleh kebelakang , bibirnya menciumi bibir Nia, Nia membalas ciuman Morine, bibir mereka bertaut rapat saling mengemut dan mengulum.

cerita hot 2016, cerita hot terbaru, cerita hot, cerita sange 2016, cerita sange terbaru, cerita sange, gelora birahi, cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks,

“Wahhhh… he heh “ Jhoni terkekeh-kekeh menatap kedua gadis Chinese yang sedang asik saling melumat, tangan Nia melepaskan pengait Bra Morine, dengan lembut dan erotis tangan Nia melepaskan Bra yang dikenakan Morine.

Jhoni menahan nafas sambil meleletkan lidahnya, mata Jhoni mendelik melihat payudara Morine yang tampak menggumpal padat. Baru saja Jhoni menjamah payudara Morine , tangan pemilik buah dada itu menepiskan tangan Jhoni yang sembarangan mencomot buah dada gadis dihadapannya.

“Dugg duggg dugggg…” Jantung Jhoni berdetak kencang ketika Morine menatap dengan tatapan mata yang tajam, Morine merendahkan tubuhnya dan berlutut dihadapan selangkangan Jhoni, tubuh Nia yang sedang memeluk pinggang Morine ikut terbawa turun.

“Glekkk… “ Jhoni menelan ludah ketika Morine mulai mengendus-ngendus kepala kemaluannya, Jhoni merem melek ketika tangan Morine melakukan kocokan-kocokan yang semakin kuat. Lidah Morine mulai terjulur keluar, lidahnya mengait – ngait “leher helm” Jhoni, sesekali dihisapnya lubang kemaluan Jhoni.

“riin Morinee. Nia mauuuu…..” Nia merengek pada Morine yang tampak rakus dan serakah mempermainkan kemaluan Jhoni.

Morine menggeser posisinya, Nia merangkak dan kini ia berlutut tepat disamping Morine, “Pemukul Kasti” milik Jhoni berada ditengah-tengah diantara kepala Morine dan Nia, kedua gadis Chinese itu mulai mengendus – ngendus dan menciumi batang kemaluan Jhoni.

Sebuah “Duet” serangan Morine dan Nia membuat Jhoni melenguh keenakan. Tangan Jhoni membelai-belai kepala Nia dan Morine, mereka berdua sedang asik dengan mainan barunya yang lebih besar dan panjang. Lidah Nia dan Morine bergerak bergantian menggelitiki kepala kemaluan Jhoni. Jhoni mengangkat Tubuh Morine, dibaringkannya tubuh Morine diatas kasur busa yang tampaknya sengaja disiapkan dipojok ruangan itu. Gadis bermata sipit itu kini terlentang pasrah diatas kasur busa dengan hanya mengenakan rok seragam sekolahnya. Nafsu Jhoni naik sampai keubun-ubun menatap dua buah gundukan buah dada Morine yang turun naik seirama dengan nafas gadis itu. Jhoni menerkam dan menggeluti tubuh Morine, liar, rakus dan kasar sekali ciuman-ciumannya ketika mendarat dibibir, dan dileher Morine.

Morine memejamkan kedua matanya yang sipit rapat-rapat, rasa was-was dan ngeri mendadak menyiksa dirinya ketika ciuman, jilatan dan hisapan-hisapan Jhoni semakin turun kearah dadanya.

“Auhhhhh… MMM HHHH AHHHHH” Morine tersentak merasakan cumbuan Jhoni yang begitu liar dan brutal, berkali-kali tubuh gadis itu melenting-lenting merasakan kenyotan-kenyotan kuat dibagian puncak payudaranya.

Jhoni begitu lahap menyantap dua buah gundukan susu dihadapan wajahnya, berkali-kali Tangan Jhoni menepiskan tangan Morine yang berusaha mencegahnya menikmati payudara gadis itu. Ciuman-ciuman Jhoni semakin turun dan kini tangan Jhoni menyibakkan rok seragam yang dikenakan oleh Morine, sepasang kaki yang halus dan mulus masih merapat ketakutan, sebuah kain segitiga putih masih asik menempel menutupi bagian vagina si kucing liar Morine. Tangan Jhoni yang berbulu lebat menarik kain segitiga yang menutupi wilayah vagina Morine. Morine menekuk kedua lututnya kemudian mengangkangkan kedua kakinya kesamping kiri dan kanan seolah-olah ingin memamerkan keindahan vaginanya dan  sepasang kakinya yang halus dan mulus. Kepala Jhoni bergerak menciumi dan menjilati paha Morine. Jilatan dan Ciuman Jhoni yang liar dan kasar semakin naik sampai…

“Ahhhhhhhhhhhh…. SHHH” Morine menggeliat liar ketika lidah Jhoni menjilati bibir vaginanya, mulut Jhoni dengan rakus menghisap dan mengenyot vagina gadis itu.

Kedua tangan Morine mendekap kepala Jhoni, pinggul gadis itu terangkat-angkat keatas, seakan-akan hendak memberikan seluruh kenikmatan diselangkangannya untuk Jhoni yang rakus dan liar.

Jeritan-jeritan liar dan rengekan Morine membuat jantung Jhoni berdetak-detak tidak beraturan, ia semakin rakus menikmati vagina gadis itu, lendir-lendir gurih yang meleleh diselangkangan Morine membuat Jhoni semakin betah menjilati dan mengemut-ngemut vaginanya. Jhoni kini mulai bergerak mengangkangi Morine, kepala kemaluan Jhoni yang mirip bola kasti menempel dan menggesek-gesek bibir vagina Morine. Nafas Morine tertahan-tahan merasakan tekanan-tekanan kuat diselangkangannya, Jhoni terus berkutat menjejal-jejalkan kepala kemaluannya pada lubang vagina Morine yang sempit.

“Hhhuuaahh!!” mata Morine yang sipit melotot, mulutnya terbuka lebar merasakan vaginanya seakan-akan terkuak lebar ketika Jhoni dengan paksa menjebloskan kepala kemaluannya kedalam vagina gadis itu.

“Akhhh aduhhh sakittt akkkkk tidakk….” tubuh Morine mengeliat-geliat tidak karuan, punggungnya terangkat, ia berusaha menggeser-geserkan pinggulnya seperti hendak melepaskan diri dari kemaluan Jhoni yang mengait lubang vaginanya yang mungil, Jhoni malah semakin dalam merojok lubang vagina Morine kemudian “Bluk” punggung Morine kembali terjatuh tanpa daya.

Morine semakin sering meringis-ringis merasakan “sebuah tongkat Kasti” memasuki lubang vaginanya yang mungil.

“Echhhh Ahhhhhh Owwwwwwwww!” jeritan-jeritan liar Morine menggema ketika Jhoni dengan kasar memaju-mundurkan kemaluannya menggasak lubangnya.

Bibir vagina Morine terlipat kedalam ketika Jhoni menekan batang kemaluannya masuk dan tertarik sampai monyong ketika Jhoni menarik batang kemaluannya, Tubuh Jhoni mendesak-desak tubuh gadis yang ditindihnya. Keringat mengucur dengan deras membasahi tubuh Morine dan

“Aww Akhhhhhhh KccRRRTTT CRRRRRRRRttttTTT” mata sipit Morine terpejam rapat, bibirnya sedikit terbuka  menikmati keluarnya cairan kenikmatan itu di selangkangannya yang masih digasak oleh Jhoni dengan kasar.

“HmmmHH… sudahh manggg Akhhh… aku diatas saja…” Morine merasa sesak nafas ditindih oleh pria bertubuh tambun yang keasikan menindih-nindih tubuh gadis yang ditindihnya.

Tanpa sudi untuk melepaskan kemaluannya yang mengait vagina Morine Jhoni merubah posisinya, posisi saling duduk berhadapan, Morine berpegangan pada kedua bahu Jhoni. Bibir Jhoni mengecupi bibir Morine, gelorabirahi.com lidahnya terjulur keluar menjilati mulut Morine yang masih tertutup rapat. Tampaknya Morine masih merasa risih berciuman dengan Jhoni. Dengan cerdik Jhoni menyentakkan kemaluannya kuat-kuat keatas menghantam lubang vagina Morine sehingga mulutnya terbuka lebar diiringi desahan panjang.

“Ahhhhhhhww HMMMMM MMMMM HHHH”

Pada saat mulut Morine terbuka itulah mulut Jhoni segera menyumpal mulut sikucing liar Morine, Tangan kanan Jhoni menekan kepala Morine dari belakang sehingga mulut mereka semakin rapat bertautan. “Aufffhhhh HHH…” Morine menarik bibirnya dari bibir Jhoni, matanya yang sipit terlihat sayu memandangi Jhoni.

Perlahan-lahan Morine membuka mulutnya, lidahnya terjulur keluar, dengan gembira Jhoni menghisap-hisap lidah si kucing liar Morine, lidah mereka kini saling kait , sesekali Jhoni kembali mengulum bibir Morine. Tubuh Morine kini mulai bergoyang diatas tubuh Jhoni, gerakan-gerakan erotis tubuh Morine membuat Jhoni melotot tanpa berkedip, tubuh Morine meliuk-liuk dengan liar dan binal. Jhoni semakin kuat dan cepat menyentak-nyentakkan kemaluannya keatas yang disambut oleh goyangan pinggul gadis itu.

“Uhhh gila nih cewe , bener kata si Trimin dia yang paling liarr… he he he asikk.. Uttsss goyangannya muantebbb!!!” kata Jhoni dalam hati sambil terus menghujam-hujamkankan kemaluannya keatas kuat-kuat.

“Awwww Akkkk Owwww…. CRRRTTT CRRRRTTTT” Entah sudah yang keberapa kali Morine memuntahkan cairan kenikmatannya dalam berbagai posisi sex, yang jelas kini tubuhnya terkulai lemas ditindih tubuh gemuk diatasnya.

“He he he Floopppppppphh….” Jhoni terkekeh-kekeh kemudian mencabut kemaluannya dari lubang vagina Morine yang kini memar kemerahan, nafas Morine terengah-engah kecapaian.

Jhoni bangkit kemudian menghampiri Nia yang sedang duduk diatas sofa, matanya yang sipit terpejam rapat-rapat, sedangkan tangan kirinya sedang asik menggesek-gesek selangkangannya sendiri, pakaian seragam sekolahnya sudar bersebaran diatas lantai. Dengan perlahan-lahan Jhoni bersujud dihadapan Nia, saking asiknya, Nia sampai tidak menyadari kalau kini Jhoni sedang menontonnya. Nia mendadak membuka matanya ketika merasakan seseorang mengusap payudaranya, Nia menatap Jhoni dengan tatapan mata yang sayu. Jhoni berdiri kemudian menarik kepala Nia kearah kemaluannya.

“HMMM MHHHHHHH….” Nia tampak lahap menikmati kemaluan Jhoni, Jhoni berkacak pinggang sambil menyodorkan “Tongkat kastinya”

Beberapa saat kemudian Jhoni mencabut kemaluannya dari tangan Nia, kini Jhoni kembali bersujud diantara kedua kaki Nia yang mengangkang. Kemaluannya menekan-nekan berusaha memasuki lubang vagina Nia, tubuh Nia tersentak-sentak dengan kuat ketika kepala kemaluan Jhoni berusaha memasuki lubang vaginanya dengan satu sentakan yang sekuat tenaga akhirnya Jhoni berhasil menjejalkan kepala kemaluannya.

“Waaahhh….uuuuhh!” Nia menggeliat-geliat ketika  Jhoni semakin dalam menyodokkan kemaluannya.

Mata gadis itu yang sipit menatap Jhoni seakan-akan minta untuk dikasihani, Jhoni terkekeh-kekeh dan kemudian dengan tanpa ampun menghujam-hujamkan kemaluannya merojok vagina Nia dalam-dalam.

“Heeekkkkk Akkkkkkk Ohhhhh Waaaaaaaaaaa” Nia kewalahan menghadapi “mainan barunya”, bahkan mainan barunya cenderung membuat lubang vaginanya terasa ngilu diselingi oleh rasa nikmat yang tak tertahankan

“HAAA Akkkkkk CRRRRRTT CRRRRRR” Nia menggelepar-gelepar , kedua kakinya yang mulus melejang-lejang, rasa nikmat mendera diselangkangannya.

Jhoni meremas dan membelai-belai payudara Nia sebagai penambah rasa nikmat, sambil tersenyum Jhoni mencengkram buah pantat Nia dann…

“Huppppp he he he” Jhoni bangkit berdiri, secara otomatis kedua kaki Nia yang mulus melingkari pinggang Jhoni, kedua tangan gadis itu kini berpegangan pada bahu Jhoni.

Jhoni meleletkan lidahnya dan kemudian ia mulai mengayunkan kemaluannya, tubuh Nia kini terayun-ayun mengikuti helaan kemaluan Jhoni. Rengekan-rengekan Nia terdengar dengan keras diiringi jeritan-jeritan kecil. Sang Surya seakan akan sengaja berjalan dengan lambat, ia masih ingin menonton pertarungan seru antara Jhoni dan kedua gadis Chinese itu.

Hari sudah mulai gelap,mungkin sekitar jam 17.30, Aku duduk santai diatas kursi, Sandy duduk dipahaku, kepalanya bersandar dibahuku, kedua matanya yang sipit terpejam kecapaian, hampir setengah jam Sandy tertidur dipangkuanku, perlahan-lahan ia menggeliatkan tubuhnya.

“MMMMHHH Hoooaahhhh… manggggg” Sandy menguap.

“Emmm cup cuppp” aku mengecupi keningnya sambil mengusap-ngusap pahanya. Ia turun dari pangkuanku kemudian memakai kembali pakaian seragamnya.

Sandy tersenyum sambil memperhatikanku yang sedang memakai pakaianku kembali. Tidak berapa lama Jhoni muncul sambil menggandeng Nia dan Morine. Jalan kedua gadisku agak aneh.

“Liatt jalannya ngangkang he he he. persis kaya kamu dulu itu lohh” aku menyindir Sandy.

Sandy menyikutku, bibirnya manyun, aku langsung mencium bibirnya yang monyong. Aku menggandeng pinggang Sandy menyusul Jhoni yang sudah terlebih dahulu menuju mobil.

************************************

Beberapa bulan kemudian

Malam itu aku menanti dengan tidak sabar, akhirnya terdengar suara mesin mobil dari kejauhan mendekati tempatku menanti, aku tersenyum tanpa banyak bicara aku naik , duduk disebelah depan, Jhoni dan Aku akan menjalankan rencana yang sudah kami susun dengan rapi, satu rencana terakhir. Jhoni memarkirkan mobilnya disebuah diskotik, disana kami mengintai sampai subuh, sebuah penantian yang panjang. Jhoni dan Aku saling berpandangan dan tersenyum ketika melihat sesosok tubuh gemuk berlemak masuk kedalam mobil BMW. Mobil Jhoni segera mengekori mobil didepannya sampai disebuah tempat yang sepi.

“Ciiiiiiieettttt…… “ Jhoni menyalip mobil didepannya, Aku dan Jhoni segera turun lalu mengurung mobil BMW itu. Dengan sebuah kampak aku memecahkan kaca mobil.

“Prangggg…..”

“Heiii… !!!!” sosok gemuk itu membentak garang namun begitu melihat tindakan kami yang beringas nyali sigemuk menciut, dengan paksa Jhoni menyeretnya masuk kedalam mobil tua miliknya.

**********************************

Disebuah Rumah Tua dipinggiran kota.

“ Bukkk… Bukkkk Bukkkk… Whuaaakkk… Akkkkkkkhhhh…” Sigemuk menjadi sasaran Tinju-ku dan Jhoni , beberapa gigi sigemuk sudah tanggal terhantam tinju kami berdua.

Aku semakin sebel melihat wajah sigemuk yang ketakutan, kuhampiri dia…

“Trimin !!! Jangann !!!” Jhoni mengingatkanku , ia memegangi tanganku yang sedang mengangkat kampak.

“Nahhh sekarang lu pilihhhh….!!! Tanda tangani document ini atau Mau gue sodomi pake golok…Hah!!!” Jhoni mengancam sambil mengacungkan sebilah golok.

Aku tersenyum, rupanya Jhoni lebih cerdik, ia sudah mempersiapkan setumpukan document, dan surat-surat pembebasan tahanan karena berkelakuan baik, didalamnya ada nama teman-temanku. Tanpa banyak tingkah sigemuk menanda-tangangi document-dokument yang disodorkan oleh Jhoni.

**********************************

Didepan sebuah Lembaga Permasyarakatan

Aku dan Jhoni menunggu didepan LP,  dari sebuah pintu gerbang yang kokoh itu mulai bermunculan wajah teman-temanku.

“Ditttt…. Dittttt “ Jhoni membunyikan klakson mobil untuk menarik perhatian mereka semua. Aku dan Jhoni mengantarkan mereka kesebuah tempat dimana kami biasa berkumpul, sebuah rumah sederhana didekat telaga, keadaan alam disana masih asri, pohon-pohon besar tumbuh tanpa terganggu oleh tangan-tangan jahil manusia, rerumputan hijau bak permadani menghiasi sekitar rumah tempat kami berkumpul jauh dari keramaian dan hiruk pikuk masyarakat sekitar.

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks,

jangan lewatin episode terakhirnya ya….

********************************

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.