Vimax Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News

Mrs Sex And Friend 6

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Masih tersedia beberapa episode lagi ya pembaca….Nafasku terengah-engah ketika sampai didepan rumah Morine yang letaknya agak terpisah dari rumah-rumah mewah lainnya, sebuah mobil BMW terparkir didepan pintu rumah. Aku masuk dan mencari-cari Sandy dan Morine. Sayup-sayup aku mendengar suara-suara isakan tangis dan suara tawa terkekeh-kekeh, perlahan-lahan kubuka pintu kamar. gelorabirahi.com Darahku mendidih menyaksikan Sandy sambil menangis, duduk dipinggiran ranjang, sedangkan Morine menangis dalam keadaan terikat sedang disodomi oleh seseorang bertubuh gemuk berlemak.

“Bangsattt!!” Aku menerjang kedalam. Sigemuk kaget dan melepaskan tubuh Morine. Terjadilah pertarungan sengit didalam kamar, saling pukul , saling dorong, dan saling menerjang. Tinju kananku melayang dalam gerakan yang tidak diduga oleh si gemuk.

“Unnngghhhh… Huaakkkkk Bukkk Bukkkk.. Bukkkkk” beberapakali tinjuku menghantam wajah dan perutnya dengan telak.

“Gubrakkkkk…….” Sigemuk terjengkang,

“Uuuuhhh Hhhhhhh” Sigemuk hendak bangkit namun tubuhnya segera limbung dan roboh kelantai.

“Sialan.. cuihhh!! gua masukin lagi kepenjara lu!!!”sigemuk meludah kelantai, ludahnya bercampur darah, ia mengancamku

“Bapak yang saya masukin kepenjara!!, karena Bapak sudah memperkosa mereka!!”

“Enak aja…. Mana buktinya !!!”si gemuk Nggak mau kalah

“Mereka korban dan saya saksinya !!!”

“Anjing lu…!!!” sigemuk memakiku, dengan tangkas ia menyambar pakaian dinasnya dan melompat keluar kamar.

Aku hendak mengejarnya, namun erangan Morine membuatku menahan diri, dengan hati-hati aku melepaskan ikatan ditangannya, terlihat memar dipergelangan Tangan Morine akibat ikatan yang terlalu kuat. Kududukkan tubuh Morine disebelah tubuh Sandy. Mereka berdua menangis dalam pelukanku, tidak berapa lama Nia datang, ia tampak panik sampai aku menenangkannya, Nia membantu memandikan kedua sahabatnya yang masih shock, habis diperkosa dengan brutal dan liar oleh sigemuk, selama berhari-hari Morine dan Sandy berdiam diri. Setiap hari aku hanya dapat menghela nafas panjang, aku mengerti bagaimana perasaan mereka , berbagai cara sudah aku lakukan untuk menghibur mereka berdua, namun tampaknya tidak ada satupun yang berhasil.

“Sandy.. Morineee, aku mandi dulu ya…”Nia berusaha memecah keheningan. disore hari itu, Sandy dan Morine hanya mengangguk lemah.

Tidak berapa lama terdengar suara bunyi shower dari kamar mandi, aku menelan ludah membayangkan Nia yang sedang mandi, agak lama barulah Nia keluar dari kamar mandi, uh Nia hanya mengenakan selembar handuk untuk membalut tubuhnya , tangan Nia menjinjing pakaian dan baju dalamnya.

“Awww…Bluggg…. “tubuh Nia terpeleset, pakaian dan baju dalamnya terlempar keudara.

“Auhhhhhhh……glekk Heuhhh.!!!” wajahku tertutup sesuatu , tanpa terduga celana dalam Nia terlempar kewajahku sedangkan Bh Nia tersangkut dileherku.

Sandy dan Morine memandangiku yang masih tergagap-gagap terkena serangan celana dalam dan BH Nia, sebentar kemudian mereka menatap Nia yang terjatuh dalam posisi sedikit mengangkang ,  mendadak mereka berdua tertawa lepas tanpa beban.

“Makanya ati-ati kalo jalan… he he he” Morine dan Sandy menghampiri Nia dan membantu sahabatnya berdiri, mood Sandy dan Morine mulai kembali seperti biasanya.

“Aduh.. duh sakit nihhh…” Nia mengusap-ngusap pingulnya.

**************************

Tengah Malam.

Aku mengecupi kening ketiga gadisku yang tertidur pulas sehabis kuhantarkan mereka kelautan birahi yang panas dan bergejolak,perlahan-lahan aku bangkit dari ranjang, Kuletakkan sebuah surat diatas meja belajar yang ada didalam kamar, dengan mengendap-ngendap aku keluar dari dalam kamar dan kututupkan pintu kamar itu.

“Sandy… Morine… Nia… mang Trimin pergi dulu…mungkin agak lama hhhh” aku menghela nafas panjang sambil memandangi rumah mewah itu dari luar.

Hari itu sudah genap seminggu aku meninggalkan rumah Morine ,Aku menceritakan pemerkosaan yang dilakukan oleh sigemuk terhadap Morine dan Sandy kepada Jhoni

“Mereka… tidak terluka bukan ?” Jhoni mendadak bertanya, ia tampak kuatir dengan ketiga gadisku, terutama Sandy.

“Untungnya Enggak… Hhhh” Aku menghela nafas panjang.

“Aku rindu pada mereka Jhon…”Aku tertunduk lesu.

“Emmmm, kalo gitu besok malam , kita mengunjungi mereka !!! “Jhoni tampak bersemangat.

Jhoni tersenyum senang ketika aku mengangguk, ia menghampiri tubuh seorang laki-laki bernama Doktor ijon kemudian

“Plakkk… bukkk bukkkk haduhhhh ampppphunnnn… amphuuuunnnn” Doktor ijon kesakitan ketika Jhoni menjambak rambutnya.

“Sialannnn…!! Enak aja lu maen perkosa…!! Mau Gua penggal tuh isi kolor…!!! Hahhh?!!!” Jhoni membentak.

Nafasnya turun naik karena esmosi… ehhhh Emosi maksudnya… he he he h ^ ^.

Beberapa orang yang terikat menjadi sasaran empuk , digampar, dijambak, ditonjok oleh Jhoni.

********************************

Malam Sabtu.. waktunya

“Apel dan nempel..”

Jhoni menghentikan mobil tuanya, sekarang kurang lebih jam 7 malam, Aku turun dari mobil, Jhoni mengikutiku dari belakang.

“Trimin…!! Koqq rumahnya gelappp !!!!” Jhoni berbicara dengan nada serius”Ehhhh !!! aku memandangi rumah Morine yang megah, gelap tanpa penerangan, keningku berkerut

“Mana kuncinya !!! cepattt…..!!!”Jhoni tampak kuatir

Aku buru – buru mengeluarkan kunci rumah dari saku-ku

“Sini…!!” Jhoni menambar kunci yang baru kukeluarkan dari saku celanaku.Dengan terburu-buru aku mengikuti langkah-langkah Jhoni.

“Clikkkkkk”bunyi suara lubang kunci.

Jhoni menerjang melompat masuk kedalam.

“Buk…bukkkkk…. Whadowwww… Dhuengggggggg…!! Gdombranggg!!” Jhoni menjerit kesakitan.

Aku buru-buru menyalakan lampu , dannn… Upsssss !!!!!!

Jhoni yang berbadan besar tengah ditindih oleh ketiga gadisku, Sandy memegang Teflon, Nia memegang katel kecil, sedangkan Morine memegang tutup panic. Tangan Jhoni berusaha melindungi wajahnya ketika sebuah Teflon ditangan Sandy melesat dengan cepat namun terlambat..!!!

“Bletakkkkk…. Whadowwwwww”, Jhoni Sahabatku terkapar sambil memegangi kepalanya.

“Ehhhh… Nia.. Sandy…. Morine… jangan..!! dia teman mang Trimin…”Aku berusaha meredakan pertempuran sengit didepanku. Gerakan Sandy , Nia dan Morine mendadak berhenti ketika mendengar suaraku.

“Manggg Trimin….” Mereka bertiga berhamburan , memeluk tubuhku.

Aku menciumi mereka bertiga, berbagai pertanyaan terlontar dari bibir mungil ketiga gadisku.

“Sebentar….” Aku tersenyum – senyum, menghampiri Jhoni Sahabatku terkapar dilantai, ada benjolan sebesar telur angsa dijidatnya.

“Aduhh… aduhhhh ….”Jhoni memegangi kepalanya, Aku memapahnya agar duduk diatas sofa.

Ketiga gadisku tampak serba salah, Sandy berinisiatif mengambil kotak P3K,

“Ini manggg….” Sandy menunduk sambil memberikan obat gosok, wajahnya tidak berani  menatap Jhoni, apalagi melihat telur angsa hasil karyanya dijidat Jhoni. Jam dinding menunjukkan pukul 7.15 malam, ketika aku selesai mengobati Jhoni

“Jhonn… lu tidur dikamar gua aja ya…tuhh dibelakang….”

“Iya… gua tiduran dulu…. Pusing nihhh” Jhoni Bangkit dari duduknya.

Aku tersenyum ,setelah Jhoni berlalu tidak berapa lama ketiga gadisku menarik-narik tanganku kedalam kamar, terjadilah peperangan hebat didalam kamar, sampai akhirnya kami berempat tertidur kecapaian.

“Manggg…. Manggg Trimin….” Aku membuka mataku , rupanya Sandy membangunkanku.

“kenapa maniss… Mmmhhh…”Aku memeluk tubuhnya yang masih telanjang.

“Manggg…temenin yuk.. Sandy mau pipisss Takuttt….” wajah Sandy tampak imut, lucu banget deh.

Aku bangkit dan tersenyum, dengan terburu-buru Sandy membalutkan kain tipis mirip kimono ditubuhnya. Sandy memegangi tanganku erat-erat, ketika kami melewati kamar tempat Jhoni berisitirahat, sepertinya Sandy takut karena merasa bersalah pada Jhoni, setelah selesai buang air kecil Sandy meminta diantar ke dapur , haus katanya. Aku dan Sandy kembali menuju kamar Morine, langkah kami berhenti , aku dan Sandy saling berpandangan, ada sesosok tubuh hitam, tinggi besar dan gemuk berlemak sedang asik mengintip dari lubang pintu.

“Ssstt…. Pelan-pelan” bisikku sambil menempelkan jari telunjuk dibibir, Sandy mengangguk , kemudian dengan perlahan-lahan kami melangkah mendekati seseorang yang sedang asik mengintip Morine dan Nia yang masih tidur telanjang bulat diatas ranjang.

“Dharrrrr……..  “ Aku berteriak keras-keras sambil menampar pantatnya orang itu.

“Dukkkkkkkk!! Wadowww…mampuss!!!” saking kagetnya Jhoni menyeruduk pintu kamar.

“Ha ha ha ha ha….” Aku terbahak-bahak melihatnya mengusap-ngusap telur angsa dikepalanya,

“Aduhhh… uhhhh Biyunggggg…. Tega amat lu…”

Jhoni  duduk pasrah diatas lantai sambil meringis.

Sandy tidak kuasa menahan tawanya, suara merdunya bagaikan obat ajaib membuat Jhoni melupakan rasa sakit dikepalanya.

cerita bokep 2016, cerita bokep terbaru,cerita bokep, cerita ngentot 2016, cerita ngentot terbaru, cerita ngentot,

“Ngapain lu Jhonnnn….” Aku tersenyum cengengesan.Gelora Birahi

“Eeeeehhh iniiii… ituuuu…. Mmmmhhh maksudku… yaaaa begituuu… Nggakkk… ngapa-ngapain koqqq” Jhoni menceracau gugup karena ketahuan mengintip, Jhoni menatap Sandy yang masih tertawa-tawa kecil, wajahnya benar-benar memelas minta dikasihani.

“Sandy kamu temenin Jhoni ya…” Aku berbisik ditelinga Sandy.

“Enggak ahhhh… Sandy takuttt mangggg” Sandy menarik leherku dan berbisik diteliNggaku.

Aku berlalu menuju pintu kamar, Sandy hendak mengikutiku namun aku buru-buru menutup dan mengunci pintu kamar dari dalam.

“Tok.., Tokkk…, Tokkk, Manggg… manggg Trimin.. buka mangggg” Sandy mengetuk-ngetuk pintu kamar.

Jhoni menghampiri Sandy, tangannya menepuk perlahan bahu Sandy, Sandy membalikkan tubuhnya. Jantung Jhoni seakan-akan berhenti berdetak , wajah yang cantik, cute, tubuh yang mungil, berdiri ketakutan dihadapannya.

“Nama kamu Sandy ya…? “Jhoni bertanya dengan lembut

Sandy mengangguk, sikap Jhoni yang lembut membuat hati Sandy sedikit tenang. Tangan Jhoni menggenggam tangan Sandy yang mungil, ditarik tangan gadis itu agar mengikutinya.jika digambarkan mereka berdua bagaikan “Seekor Gorila bertubuh tinggi besar dan gemuk berwajah buruk tengah bergandengan tangan dengan seorang gadis cantik bertubuh mungil”

Jhoni menutup pintu kamar itu, setelah menyalakan lampu kamar, Jhoni menghampiri Sandy, gadis itu mundur kesudut kamar sampai punggungnya tertahan ditembok, Wajah Jhoni yang rusak berat membuat Sandy semakin ketakutan.

“Maaff..Mang Jhoni…,Nggak sengaja…”tiba-tiba Sandy meminta maaf, sambil terisak-isak.

“Lhoo…malah nangiss ? koq minta maaff…? Oooo.. ini ya ?”Jhoni menunjuk benjolan sebesar telur angsa dijidatnya.

“Mang Jhoni  jadi punya telur..nih. gara-gara ditabok ama  Teflon he he he” Jhoni sengaja bergurau agar Sandy tidak terlalu tegang.

Sandy terisak namun juga tidak sanggup menahan tawanya, mengingat kejadian tadi ketika Jhoni menyeruduk pintu kamar. Dengan lembut Jhoni menyeka air mata Sandy, tangan mungil Sandy menahan wajah Jhoni yang mendekati wajahnya. Kedua tangan Jhoni meraih pinggang Sandy yang ramping, tangan Jhoni menarik lepas ikatan simpul dipinggang Sandy.

Beberapa kali tangan Jhoni bergerak menyibakkan kain tipis mirip kimono ditubuh Sandy, kini Sandy berdiri mematung, telanjang bulat disudut ruangan, ia terkesima ketika Jhoni dengan berani menelanjanginya.

Sandy memejamkan matanya ketika wajah Jhoni mendekati wajahnya dan

“Mmmmhhh Mhhhhh…….” bibir mungil Sandy tersumpal berkali-kali oleh bibir Jhoni yang semakin rakus, mengecup-ngecup bibir Sandy. Sandy mengalungkan kedua tangannya keleher Jhoni.

Jhoni menarik tubuh Sandy keranjang, didudukkannya tubuh mungil Sandy dipinggiran ranjang, Tangan Jhoni bergerak melepaskan pakaiannya.

“Wuaaaahhhhh..?! apaan tuhh… mampus aku..!!”jerit Sandy dalam Hati, Sandy melotot tercekat melihat kemaluan Jhoni.

Sebuah kemaluan Hitam besar dihiasi urat-urat bertonjolan, , yang membuat Sandy merinding ngeri ,Bulataan dan panjangnya batang kemaluan Jhoni lebih gemuk besar dan panjang dari Trimin Anwar, besar kepala kemaluan Jhoni hampir mirip seperti bola kasti, belum lagi batang kemaluannya yang panjang dan tampak kokoh, gelorabirahi.com Sandy mendadak teringat situs-situs interracial yang sering dibukanya di internet,  Jhoni tersenyum , lelaki berdarah Irian – arab itu kini bersujud dihadapan Sandy, Sandy merinding memandangi Pemukul kasti diselangkangan Jhoni. Mata Jhoni melotot melihat payudara Sandy, bulatan payudara yang indah dihiasi oleh puting susu berwarna merah jambu. Tangan Jhoni meremas-remas buah pinggul Sandy, Tangannya mengelus-ngelus paha Sandy yang halus mulus. Mulut Jhoni mulai mendekati puting Susu Sandy, lidahnya terjulur keluar.

“Ihhhhhh…. “ Sandy kegelian ketika lidah Jhoni dengan begitu ahli mengelitiki putting susunya, Sandy mendorong kepala Jhoni.

“Ahh Manggg Jhoni….” Sandy merintih lirih ketika Jhoni menggusur tubuh mungilnya sambil menekan Bahu gadis itu agar tidur terlentang diatas ranjang.

Jhoni berbaring disisi kanan Sandy, bibirnya mengecup-ngecup sekitar leher dan payudara Sandy. Rintihan-rintihan lirih terdengar dari bibir mungil Sandy bagaikan sedang menyanyikan sebuah lagu yang enak terdengar.

Kini Jhoni mulai meneduhi tubuh Sandy, tubuh mungil Sandy tertutup oleh tubuh Jhoni yang gemuk dan besar diatasnya. Jhoni menatap wajah Sandy, Jhoni tersenyum meresapi kecantikan Sandy, Tangannya membelai-belai kepala Sandy dan mengusap-ngusap pipi Sandy. Jhoni semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Sandy.

“Hmmmm Mmmmmmhhh” Jhoni dengan rakusnya mengulum dan mengemut-ngemut bibir Sandy, untuk beberapa saat Sandy masih diam dan pasrah.

Jantung Jhoni berdetak-detak kencang ketika Sandy mulai berani membalas kulumannya, bibir mereka bertaut dengan rapat, suara berkecipak terdengar berkali-kali

“ckk Ckkk.. Ckkkk MMm Ckkkkkkk”

Tangan Jhoni menyibakkan kedua paha Sandy agar gadis itu mengangkang, dengan ragu-ragu Sandy berusaha mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar. Tubuh Jhoni terus berkutat berusaha mencelupkan kepala kemaluannya yang terlalu besar bagi lubang Vagina Sandy yang sempit dan seret, sampai akhirnya “Ha akkhhh Ufffhhhh….” Sandy menahan pinggul Jhoni ketika merasakan sesuatu yang besar menekan memaksa hendak melesat memasuki lubang Vaginanya, tangan mungil Sandy berusaha mendorong tubuh “Jhoni Si Gorila berwajah buruk”

“Akknnnnnhhhh.. Ohhhhh besar amat MM MAnggg MmMMMMMHHH”

“AAAAAA jangan dipaksa manggg , Nggakk… NGGAKKKK MUATTT.. C..BU…TTTT !! CABUTTT mangggg !!!Aduhhhhhh Ngilu HaaaUHHHHHHH !!  WHOAWWW!!! “

Sandy tidak sanggup menahan kepala kemaluan Jhoni, yang seakan-akan hendak membelah dirinya.

“WHAAWWWHH” Satu teriakan Panjang Sandy kembali terdengar ketika Jhoni dengan paksa menjejalkan kepala kemaluannya kelubang vagina gadis itu, kepala Sandy terkulai kesebelah kiri, nafasnya yang terengah-engah membuat payudaranya bergerak dalam irama yang membangkitkan birahi Jhoni. Jhoni tersenyum, usahanya membuahkan hasil, kepala kemaluannya kini tenggelam kedalam bibir vagina gadis itu yang mungil, Jantung Jhoni berdetak kencang merasakan Himpitan bibir vagina Sandy dileher kemaluannya. Tubuh Sandy sampai melenting-lenting dibawah tindihan tubuh Jhoni, erangan demi erangan terdengar dari bibir mungil Sandy, ketika Jhoni kembali menjejal-jejalkan kemaluannya, Sandy tambah menggeliat-geliat tidak karuan.

Rintihan-rintihan keras diiringi jeritan kecil Sandy terdengar sampai keluar kamar. Wajah Sandy tampak semakin cantik dan sensual, bibirnya yang mungil sedikit terbuka ketika Jhoni berusaha menjebloskan Batang kemaluannya semakin dalam. Jhoni bertambah nafsu, beberapa kali tubuh bagian bawahnya berkutat dengan kuat, sehingga batang kemaluannya terbenam semakin dalam. Wajah Sandy bersemu merah, berkali-kali Sandy meringis ketika Jhoni menusukkan kemaluannya kuat-kuat. Jhoni tersenyum, merasakan kemaluannya kini terbenam sampai mentok kedalam Vagina Sandy, denyutan-denyutan kuat serasa meremas-remas Batang kemaluannya.

“Ahhhh…aahh!” Sandy menggeleng-gelengkan kepalanya ketika Jhoni mulai memacu kemaluannya dengan kuat dan kencang, maju mundur, menggasak lubang vagina gadis itu.

Kedua tangan Sandy terentang kesamping meremas – remas seprei, sekali lagi jeritan panjang Sandy terdengar keras disertai rengekan-rengekan yang terdengar menggairahkan ditelinga Jhoni.

“Aaaa. Owww… Crrrrrr Crrrrrrrrrr…Henngkkk… Ahhhhhh” Tubuh Sandy melenting kemudian menggelepar-gelepar, Jhoni tersenyum merasakan cairan-cairan Hangat mengguyur kemaluannya, sambil tersenyum Jhoni menusukkan batang kemaluannya dalam-dalam, seakan akan ingin semakin menenggelamkan Sandy kedalam lautan birahi. Untuk beberapa saat Jhoni membiarkan Sandy meresapi kenikmatan yang baru diraihnya. Tangan Jhoni mencengkram buah pantat Sandy. Tanpa melepaskan tubuh Sandy, Jhoni merubah posisi, Jhoni duduk mengangkang sedangkan Sandy menduduki kemaluan Jhoni, Sandy mengalungkan kedua tangannya keleher Jhoni, sesekali nafasnya tertahan merasakan batang kemaluan Jhoni semakin dalam merojok lubang vaginanya. Jhoni menciumi leher Sandy dengan lembut, dijilatinya leher jenjang gadis itu. Berkali-kali tangan Jhoni meremas buah pantat Sandy yang bulat dan padat. Pada Saat nafsu Jhoni sedang memuncak ditingkat yang paling tinggi tiba-tiba…

“Bletakkk… Wadowwww….” Jhoni kesakitan ketika Sandy mendadak menjitak jidatnya, hati Sandy masih kesal ketika Jhoni memaksa memasukkan kemaluannya yang besar dan panjang , namun Jhoni malah tersenyum-senyum cengengesan kedua matanya sengaja dijulingkan menggoda Sandy.Gelora Birahi

“He he he…he… “ Entah kenapa Sandy tidak sanggup menahan tawanya , ketika Jhoni yang cengengesan menjulingkan mata sambil mengusap-ngusap benjolan sebesar telur angsa dijidatnya , merasa diberi angin, ciuman-ciuman Jhoni yang kasar kembali mendarat dipipi, bibir dan dileher Sandy. Sedikit demi sedikit Sandy mulai terbiasa menerima kehadiran kemaluan Jhoni yang besar dilubang vaginanya yang mungil dan seret, lidah Sandy terjulur keluar namun ketika Jhoni hendak menghisap lidah yang terjulur itu, Sandy menarik mundur kepalanya, Sandy mencibirkan bibirnya, kemudian Sandy mengusap keringat didahinya, keringat bercucuran ditubuhnya yang mungil. Dengan gemas Jhoni menyergap dan mengulum bibir Sandy kini terjadilah perang lidah yang sesungguhnya, lidah Roni dan lidah Sandy saling terjulur dan saling mengait, Jhoni tampak asik menghisapi lidah Sandy.

“Ckkk CKkkkkk CCkkk” suara itu terdengar semakin keras, seiring semakin serunya pertarungan lidah Jhoni dan Sandy. Kini pinggul Sandy mulai bergerak naik turun diatas tubuh Jhoni, kedua tangan Jhoni membantu menaik turunkan pinggul Sandy, Jhoni terbuai oleh liukan-liukan tubuh Sandy yang begitu mempesona, indah, gemulai, bahkan kadang-kadang berubah liar dan binal. Entah berapa lama terjadi pertarungan antara gadis mungil melawan Jhoni yang gemuk dan besar didalam kamar itu, yang pasti Sandy kembali mengejang , Sandy mengigil  ketika merasakan sebuah ledakan kenikmatan tiba-tiba disusul oleh ledakan kenikmatan yang datang bertubi-tubi.

Jhoni merem melek keenakan, terlalu enak malah…..ketika vagina Sandy meremas-remas dengan kuat batang kemaluannnya. Sandy memandangi Jhoni, matanya tampak sayu , gadis itu memejamkan matanya ketika Jhoni mengecup keningnya dengan lembut. Berkali-kali Jhoni mengantarkan Sandy ke gerbang kenikmatan , gadis itu kembali terkulai lemas, tubuhnya mengigil ketika merasakan Cairan kenikmatan itu mendadak muncrat tanpa dapat ditahan, tenaganya seakan-akan dikuras habis, Jhoni meleletkan lidahnya ketika merasakan cairan hangat itu kembali mengguyur kemaluannya, vagina Sandy seakan-akan sedang meremas-remas kemaluan Jhoni dengan kuat. Setelah berusaha menguasai diri karena remasan-remasan vagina Sandy, Jhoni mencabut kemaluannya dari lubang vagina gadis itu. Sandy memandangi Jhoni dengan tatapan mata penuh selidik, sepertinya Jhoni belum terpuaskan, kemaluannya masih berdiri dengan gagah.

“Luar biasa…. Cantikk… mulussss…. Dannn ahhhhh ck ck ck…” Jhoni dengan leluasa menikmati kecantikan dan lekuk liku tubuh Sandy yang terlentang pasrah,Jhoni menelan ludah menatap selangkangan Sandy, lubang vagina Sandy agak memar kemerahan.

Jhoni duduk mengangkang, ditekannya kepala Sandy keselangkangannya. Mulut Sandy mencoba menelan kepala kemaluan Jhoni, bibirnya yang mungil tampak kesulitan ketika hendak memasukkan kepala kemaluan Jhoni, mata Jhoni terpejam-pejam merasakan emutan-emutan Sandy yang memuaskan, Tangan Jhoni dengan lembut membelai-belai kepala  siGadis yang sedang mengemut-ngemut kepala kemaluannya, Sandy mengecup-ngecup Batang kemaluan Jhoni, lidah gadis itu terjulur keluar dan mengulas-ngulas buah pelir Jhoni

Jhoni mengambil Baby Oil dan melumasi batang kemaluannya sehingga benda itu kini terlihat licin dan mengkilat. Jhoni membalikkan tubuh Sandy, dibelai-belainya punggung Sandy kemudian tubuh Jhoni mulai menindih tubuh Sandy, sambil menggesek-gesekkan batang kemaluannya ke sela-sela pantat Sandy yang terasa halus dan lembut,

“Heeehhh.. Nggghhhhhhhhhh…..” Sandy mengeliat, ia berusaha menahan beban tubuh Jhoni,ketika tubuh Jhoni yang berbulu lebat menimpa tubuh mungil Sandy, Sandy merasakan tubuhnya seperti melesak kedalam kasur empuk itu,  kedua Tangan Jhoni menyelinap dari belakang meremas – remas kedua payudara Sandy.

Sandy merengek manja ketika Jhoni mengigit-gigit lembut lehernya, diciuminya daerah dibelakang telinga Sandy sambil berbisik lembut

“Sandy…kamu mulus, cantik sekali..he he he”

Ciuman-ciuman dan jilatan-jilatan Jhoni yang liar mulai menjelajahi, punggung Sandy, perlahan-lahan ciumannya semakin turun, diendus-endusnya belahan pantat Sandy dan dengan kasar dijilatinya sela-sela pantat diantara dua buah pantat Sandy yang empuk dan bulat. Jhoni mengambil posisi mengangkangi buah pantat Sandy yang halus, kepala kemaluannya yang sudah dilumasi baby oil dijejal-jejalkan kesela-sela pantat Sandy, ditekannya kuat-kuat batang kemaluannya berusaha menjebol lubang anus Sandy, berkali-kali Jhoni terus menyentak-nyentakkan kemaluannya kuat – kuat sampai suatu ketika..

“Hegggkkkkkk…….?!” Nafas Sandy tertahan, matanya melotot kemudian terpejam ketika merasakan hantaman kuat dilubang anusnya, kepala kemaluan Jhoni mejebol lubang anusnya dengan kasar.

 

“Emmmhhh Hkkk Hkkkkkk… Awwwww” Sandy terisak-isak, tubuhnya menggeliat-geliat tidak karuan , Sandy merasakan lubang anusnya semakin melar dan melebar, ada rasa perih akibat gesekan batang kemaluan Jhoni yang semakin dalam memasuki dirinya.

Jhoni tersenyum , diusap-usapnya buah pantat Sandy yang kenyal dan lembut, sambil memegangi pinggul Sandy, Jhoni semakin mendesakkan batang kemaluannya sedalam-dalamnya kedalam lubang anus gadis itu.

“Shhhh Owwww Oww…aduhhh perrih mangg, ngiluuu… Hkk Khhhh” Sandy merasakan linu pada lubang anusnya, isak tangisnya semakin keras terdengar, Jhoni mengusap-ngusap Sandy membujuk supaya Sandy tidak menangis.

“Sudahhh manggg dicabutt aja…sakitt aduhh Ahhh Awwww….”Sandy berusaha menelepaskan dirinya dari tindihan Jhoni

Jhoni menekan punggung Sandy kuat-kuat, tangan Kanannya mencengkram pinggul Sandy kuat-kuat, Setelah beberapa lama berusaha melepaskan diri Sandy akhirnya menyerah, ia kecapaian ,benar-benar sulit melepaskan diri dari cengkraman Jhoni yang kuat dengan segudang tenaga yang tidak pernah habis menikmati tubuh mungilnya. Tangan Jhoni membelai-belai kepala Sandy, ia tersenyum, Sandy kini menyerah total pada kekuasaannya. Tangan Jhoni kembali menyelinap dari belakang, memelintir-melintir putting Susu Sandy, diremas-remasnya dengan lembut buah dada Sandy.

Perlahan-lahan Jhoni mendaratkan tubuhnya menindih Tubuh Sandy yang mulus , Seiring dengan semakin tenggelamnya batang kemaluan Jhoni kedalam Anus Sandy, Badan Jhoni semakin rapat meneduhi  tubuh mulus gadis itu dan akhirnya tubuh Jhoni dengan sempurna menindih tubuh mungil dibawahnya yang terengah-engah menahan kemaluan Jhoni yang mengait lubang anusnya dengan sempurna dari belakang belum Lagi menahan berat tubuh Jhoni yang dengan asik terus menekan-nekan tubuh mungil dibawahnya.

Jhoni mulai menarik batang kemaluannya kemudian dengan kasar disentakkannya kembali memasuki lubang anus Sandy, gadis itu berkali-kali meringis merasakan kemaluan Jhoni memaksa memasuki dirinya. Tubuh Sandy terasa halus ketika bergesekan dengan tubuh Jhoni yang berbulu lebat, Jhoni semakin sering menggesek-gesekkan tubuhnya merasakan kemulusan tubuh Sandy. Tubuh gadis itu terlihat tertekan-tekan dengan kuat dibawah tindihan tubuh Jhoni yang besarnya sangat tidak seimbang dengan tubuh mungil Sandy yang halus mulus, Jhoni menggeram dan kemudian

“ARggghh…uuuhh keluar nih!!” Jhoni meraung, kedua tangannya membelit tubuh Sandy seakan-akan hendak meluluh – lantakkan tubuh mungil gadis itu.

Setelah beberapa saat barulah Jhoni mencabut kemaluannya dari lubang anus Sandy

“Plopppp…..” bunyi keras itu terdengar nyaring ketika Jhoni membetot ujung kemaluannya keluar dari lubang anus Sandy. Jhoni tersenyum puas sambil memandangi Sandy, gadis itu membalikkan tubuhnya,dengan terengah-engah ia menyeka keringat yang mengucur dengan deras dikeningnya, sementara Tangan kirinya bergerak menyilang melindungi buah dadanya dari Tatapan Jhoni, kedua kakinya yang mulus merapat, tangan kanannya yang mungil menutupi wilayah selangkangannya dari tatapan Jhoni. Jhoni mengecup kening Sandy dengan lembut, tangannya masih belum puas merayapi lekuk liku tubuh Sandy, berkali-kali tangan Jhoni meremas-remas lembut payudara Sandy. Sementara mata Sandy terasa semakin berat, rasa lelah bercampur dengan rasa mengantuk membuat mata sipitnya terpejam rapat. Walaupun Sandy sudah tertidur pulas Jhoni tetap asik merayapi tubuh mulus Sandy.

************************

Keesokan paginya

Aku membuka pintu kamar dan melangkah menuju dapur, wah kayanya Jhoni lagi masak deh.

“Eeehhh yang itu buat Sandy….” Jhoni menyelamatkan potongan daging yang paling besar.

“Gimana kemaren malem “Aku menggoda Jhoni

“He he he” Jhoni cengengesan sambil menggaruk-garuk kepala.

Tidak berapa lama terdengar suara kamar terbuka, dari dalamnya muncul Sandy, wajahnya menatap Jhoni kemudian tertunduk malu, jalannya terlihat agak aneh , sedikit mengangkang.

“Jhonn apa lu yakin, semalam Nggak ada yang ketinggalan waktu lu entotan sama Sandy ?”Aku bertanya sambil tersenyum – senyum memandangi Sandy yang masuk ke kamar Morine.

“Haahh…!!! apanya yang ketinggalan ?” Jhoni bengong menatapku.

“Tuh.. !!!!  uler diselangkangan lu !!!, abis jalan Sandy sampe ngangkang gitu  Hua ha ha ha ha ha ha” Aku tertawa Nggakak, jari telunjukku menunjuk sesuatu diselangkangan Jhoni.

“Geloo siahhhhh….!!! HaHaHa…itu sih gara-gara gua giniin kemaren” Jhoni menyelipkan jempolnya diatara jari telunjuk dan jari tengah.

“Makanya lu pangkas dulu tuh isi kolor.. biar Nggak terlalu gede !! he he he” Aku tertawa terpingkal-pingkal.Gelora Birahi

“Yeee, emangnya lu pikir taneman apa ? ha ha ha.. uhuk uhukk” Jhoni tertawa Nggakak sampai terbatuk-batuk.

“Trimin bagaimana dengan si kunyuk Parto..?” tanya Jhoni dengan wajah serius.

“Dia bagianku Jhon… dialah awal dari segalanya, gara-gara Parto mereka bertiga hampir kehilangan nyawa” aku menjawab dengan nada dingin.

Jhoni tidak berani banyak tanya lagi melihat ekspresi Trimin yang dingin. Sudah dua minggu wajah Parto tidak kelihatan disekolahan elite itu, tidak ada seorangpun yang tahu dimana Parto berada sekarang. Pada saat jam istirahat Sandy, Nia dan Morine berkumpul disebuah sudut sekolahan itu, dengan gugup Nia menunjukkan selembar surat pada teman  temannya. Mereka bertiga membaca isi surat itu dengan cemas….

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks,

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.