Vimax Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News

Mrs Sex And Friend 5

Vimax

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks,  Masih berkutat di tema yang sama… yuk langsung aja kita lanjutin ceritanya… “Sandy” “ Nia” Morine” aku terus menguncang-guncangkan tubuh mereka, aku panic karena mereka tidak bereaksi,  tubuh mereka semakin dingin, bibir mereka tampak pucat, nafas mereka lama semakin lemah…

“Jhoni.. cepat… Jhonn!!!” Aku menyuruh Jhoni menginjak gas mobil yang kami tumpangi.

Hujan semakin deras, disertai ledakan-ledakan bunyi geledek yang menggelegar. Jhoni dengan gugup mengemudikan mobil menuju Rumah Doktor Wahidin , salah seorang kolega kami , satu-satunya tempat yang dapat dijadikan tempat berlindung dan berobat jika aku dan kawan-kawanku tertembak atau terluka berat , tertolongkah mereka bertiga ????.

Aku mengintai dari kejauhan, disebuah pemakaman umum, tangisan keluarga yang sedang berduka cita terdengar begitu menyayat hati, tanah kuburanpun masih tampak merah, semerah dendamku yang  membara.

Tidak ada lagi yang dapat kulakukan, semuanya sudah terlambat. Perlahan-lahan sang waktu merayap dengan malas , siang hari yang panas berganti dengan dinginnya malam, aku melangkahkan kakiku, menuju sebuah rumah mewah dikawasan elite tersebut, dari kejauhan mataku memandangi rumah mewah itu, rumah itu kini gelap tanpa cahaya yang menerangi. Masih terbayang olehku betapa nikmatnya ketika dahulu aku merengut keperawanan Sandy, Morine dan Nia, menikmati tubuh mereka yang hangat dan mulus.

Tujuh minggu yang lalu

“Hallo…..” Aku mencoba menghubungi nomor telepon Nyonya Fonny , orang tua Morine.

“Ya… Haloo……..” suara itu menyahut.

“Eee… itu nyonya… Morine ehhhh Non Morine sakit… beratt!!” Aku ingin menjelaskan sesuatu tapi entah bagaimana  menjelaskannya.

“Lohhhhh koqqqq malah telepon ke saya… , saya tuh sibukkk bisnisss… suami saya juga… kalo sakit telepon doctor dong…. masa telepon kesaya sih..!!!Lagian Morine kan udah gede… masa Nggak bisa jaga diri sihh!!!… urusan sepele gini ngapain sih kamu interlokal ke Amrik segala.. mahallll” Nyonya Fonny malah ngomel panjang lebar.

“Hallo… Halllo…,Bego… Gebleggg.”Aku sewot naik darah karena Nyonya Fonny mendadak memutuskan telepon, udah mahal-mahal interlokal malah kena damprat.

Aku hanya dapat menghela nafas panjang, aku mulai dapat mengerti mengapa sifat Morine nakal, galak, agak liar, rupanya selama ini ia kekurangan kasih sayang, orang tuanya hanya sibuk mengurus urusan bisnis tanpa memperhatikan anak mereka. Rumah yang sebesar ini, hanya ada seorang pembantu tua part-time, nyuci , masak terus pulang deh ke rumahnya di RT tetangga.  Nyonya Fonny dan Tuan Richard kadang-kadang pulang 3 minggu sekali, kadang sebulan sekali,  itupun hanya dua atau tiga hari saja mereka ada dirumah megah dan besar ini.

“mamah pulang… papahhh…”Morine mengigau, dengan telaten Aku merawat Morine, sudah dua hari ia menderita demam akibat perkosaan masal yang dialaminya, demikian juga dengan Sandy dan Nia, hanya bedanya mereka berdua dirawat dengan penuh kasih sayang oleh orang tua mereka masing-masing.

*****************************

Dirumah Sandy

“Sandy kamu kenapa…?” mamah Sandy terkejut melihat keadaan anaknya

“Sandy ketularan Morine deh.. mahhh.. kan kemaren sabtu ama minggu jagain dia yang lagi sakit.. demamm.. hhhh” Sandy berbohong padahal dua hari yang lalu ia dan Morine sama- sama terkapar tanpa daya.

*****************************

Dirumah Nia

“Mamahhh…. Hkkk Hkkkk”begitu pulang Nia menangis sambil  memeluk mamahnya

“Hahhh… badan kamu koqq panass sayangg…” Mamah Nia memegang kening Nia dengan telapak Tangannnya.

“Duhhhh… anakk mamah sakittt… kita ke dokter ya..”mamah Nia memapah tubuh Nia.

“Sudahhh… sudahhhh… cuppp… anak mamah kalo sakit jadi manja dehh”dengan penuh kasih sayang mamah Nia mengecup kening Nia.

******************************************

Kini didalam rumah itu tidak ada lagi rengekan manja Nia, Tidak ada lagi jeritan kecil Morine yang liar dan binal, Tidak ada Lagi Guyonan Sandy yang nakal. tidak ada lagi canda tawa diselingi oleh rengekan-rengekan manja.

Rintik-rintik gerimis semakin membuat hati pilu, air mataku mengalir deras membasahi pipiku, mengingat betapa malangnya nasib ketiga gadisku.

****************************************

Sebuah teriakan manja menghentikan lamunanku………..

“Mang Trimin… bawain donggg berat nehhhhh” aku menoleh kebelakang , kearah suara itu, Sandy protes.Aku tersenyum melihat mimik wajahnya yang imut rada cemberut, aku habis menemani ketiga gadisku Shoping diMall.

———————-

“Bikin kaget ya ? maap dehh ho ho ho, mo godain para mupenger…”^^

Sambil mengambil barang bawaan Sandy aku sempat mencomot buah dadanya.

“Mang.. nanti diliat orang..” Sandy buru-buru menepiskan tanganku.

“Morine…. Niaaaaa… Ayo cepat.. gerimisnya makin gede” Aku memanggil Morine dan Nia.

Morine dan Nia berlari kecil menghampiriku

“Hu.. uh.. Mang Trimin, masa Sandy doang yang dibawain…” Morine dan Nia merengut manja.

“Ya sudah, ayo sini biar mang Trimin yang bawain…” Aku mengulurkan tanganku mengambil barang bawaan Mereka.

“Tapiii…, kalian juga tolong bawain yang mang Trimin ya.”

“Bawain apa mang ?” Morine kebingungan, Nia dan Sandy saling berpandangan kemudian menatapku keheranan.

“Ini yang diselangkangan berat bawanya he he he” aku terkekeh-kekeh. “Abisnya kegedean sihhhhhh…..” Sandy seperti sengaja merapatkan pantatnya keselangkanganku.

Sontak saja kemaluanku membesar tanpa dapat dibendung,

“Ha ha ha.. duhhh kasian.. masih dikurung ya.? Dasar !!! Sosis Raksasa he he he” Nia dan Morine tertawa lepas kemudian membelai-belai bagian celanaku yang menggembung.

Dari kejauhan terdengar suara mesin mobil yang semakin mendekat, ketiga gadisku menghentikan aksinya,aku mengikuti langkah mereka dari belakang sambil menatap buah pantat mereka yang bergoyang-goyang, menggodaku dari balik seragam sekolah yang mereka kenakan. Sudah 7 minggu lebih aku puasa lahir & batin, gelorabirahi.com menunggu dan menunggu sampai ketiga gadisku pulih, tampaknya kondisi mereka kini sudah fit, aku menelan ludah membayangkan persetubuhan yang nikmat, lubang Vagina yang seret dan sempit, tubuh yang halus dan mulus !! OO YEAHHH!!!!

“Mangggg Trimin kesini…mau kemana he he he?”

“Lohhhhhhh koqqqqqq, malah lurus sih… ?”

Aku tersentak celingukan sambil menolehkan kepalaku kebelakang ,

Aduh !! malu rasanya ketika mereka menatapku dengan tatapan mata yang nakal

“Mmmm Abiss gelappp sih rumahnya…. “ aku mencari-cari alasan.

Tapi sepertinya mereka tahu apa yang kupikirkan, pikiran-pikiranku yang ngeres.

“Emm itu…nya kalian, sudah baik-baik saja kan?” Aku kesulitan mengemukakan isi hatiku.

“He he he… pasti mang Trimin udah kepengen ya ?masak rumah Morine sampe kelewat sih ? pasti gara-gara Mang Trimin mikirin yang ngeres-ngeres he he he” Morine tersenyum kecil, sikucing liar Morine menebak pikiranku.dengan tepat.

“Lohhhh ? koq tahu..?”Aku balik bertanya.

“Tuhhhh ! yang dibawah udah teriak-teriak…” Sandy menunjuk kearah celanaku yang menggembung.

“Sebenarnya, dari kemaren-kemaren juga udah Nggak apa-apa sih…. Kami Cuma pengen godain mang Trimin” Nia akhirnya membuka rahasia mereka bertiga.

Aku buru-buru menggiring Sandy, Nia, dan Morine.

“Uhhh… Achhhh manggg”

“Jangan ahhh, manggg akhhh”

“Enakkkkkk Ouchhh”

Ketiga gadisku mendesah manja menggodaku kemudian setelah membuka pintu pagar, mereka berlari-lari kecil kedalam rumah. Aku buru – buru mengikuti ketiga gadisku, , setengah berlari aku mengejar mereka bertiga.

“Tunggu.. he he he”.

Dihadapanku, berdiri tiga gadis Chinese yang cantik, mulus dan mungil, mereka menggerak-gerakkan tubuh mereka dengan manja, kupeluk mereka bertiga , ciumanku mendarat kesana kemari.

“Hii… hii hii geli mangg stoppp”

“Ahhhh… manggggg”

“Awww… ha ha ha ha”para gadisku terkekeh-kekeh kegelian.

Lagi asik-asiknya aku menciumi mereka, tubuhku didorong dengan lembut.

“Bentar mang, kami mandi dulu ya…” Nia mendorong dadaku.

“Nggak usah… kalian udah wangi koq..” Aku menelan ludah tidak sabaran.

“Sabar mang Trimin sayanggg…,  gelorabirahi.com mang Trimin juga harus mandi ya.., supaya bersih”

Morine menuntunku kekamar mandi, Sandy mengambilkan handuk untukku. Dengan terburu-buru aku mandi, setelah mengeringkan rambut dan tubuhku, aku keluar dari kamar mandi tanpa selembar benangpun yang menutupi tubuhku. Aku keluar mencari-cari makananku yang hangat dan nikmat. TeliNggaku mendengar bunyi – bunyi aneh dari kamar mandi lain tidak jauh dari tempatku, bunyi airkah itu ? sepertinya bukan…. Aku mendekati kamar mandi yang mengeluarkan suara aneh itu, Terdengar suara – suara rintihan kecil didalamnya.

“Sandy… Niaaaa… Morinennn… ayo buka manis…Tok… Tokkkk Tokkkkk”aku mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi. Berkali-kali aku mengetuk pintu itu , berulang kali aku memohon agar mereka yang didalam mau membukakan pintu untukku, sebuah pintu menuju kenikmatan.

Akhirnya terdengar bunyi “Klikk” kemudian pintu kamar mandi itu terbuka lebar, wajah Nia terlihat sexy dengan rambutnya yang basah. Morine sedang duduk dipinggiran bak mandi dan Sandy sedang asik memeluk tubuh Morine. Mereka bertiga terkekeh-kekeh nakal, memandangi selangkanganku. Aku menyergap dan mengangkat tubuh Nia sampai ia terpekik kaget, bibirku menyumpal bibirnya, Nia mengalungkan kedua kakinya kepinggangku, sedangkan aku mencengkram buah pantatnnya agar tubuh Nia tidak terjatuh.

“Mmmm… Mmmmmmm” Bibirku dan bibir Nia Saling melumat, Aku menarik wajahku, kupandangi wajah Nia yang berada dekat sekali dengan wajahku. Nia membuka mulutnya, lidahnya terjulur keluar, aku tersenyum, kuemut-emut lidah Nia , lidahku dan lidah Nia terjulur saling mengait dan saling menghisap lidah. Bibir kami kembali bertautan, lidahku terjulur kedalam mulutnya, hisapan dan emutan mulutku semakin kuat

“Hmmm Mhhhhhhh… Mhhhhh…nnnnnnhhhhh..”aku meremas buah pantatnya, aku berusaha memasukkan kemaluanku dalam posisi berdiri, Nia menggerak-gerakkan pinggulnya berusaha membantuku.

“Ahhhh Susahhh manggg….” Nia mendesah, ketika kemaluanku terpeleset untuk yang kesekiankalinya.

Morine dan Sandy menghampiriku yang sedang asik berusaha memasukkan kemaluanku dalam posisi berdiri. Sandy membantu mengangkat pantat Nia sedangkan Morine membimbing kemaluanku menuju lubang Vagina Nia yang kecil dan sempit.

“Henngghhhh………… “ wajah Nia terangkat menatap langit-langit, ketika kepala kemaluanku mendesak lubang Vaginanya.

“Slepppp……….Ouchhhh”

Dengan susah payah kepala kemaluanku menggeliat memasuki lubang sempit diselangkangan Nia, semakin dalam dan dalam. Aku mulai mengayunkan kemaluanku, kedua paha Nia semakin kuat menjepit pinggangku.

“Ahhhh…oww, manggg enakkkk…mmmmhh mmhh” kuciumi bibir Nia dan kulumat -lumat dengan kasar, aku semakin kuat dan cepat menusuk-nusukkan kemaluanku.

“Whowwwww….” “Uchhhhhh….” hampir bersamaan suara itu terdengar dari mulut Morine dan Sandy.

“Cleppp… cleppppp Pleppppp… clopppppp…” Suara-suara becek semakin keras terdengar, wangi sabun mulai tercampur dengan harumnya cairan vagina Nia.

“Ahhhhhh… Akkkkkk Crrrtttt.. Crttttttt” Kedua kaki Nia menjepit pinggangku dengan kuat, pinggangnya melenting kebelakang, denyutan-denyutan kuat seakan – akan sedang memeras Cairan Nia yang harumnya mirip wangi daun pandan.

Perlahan-lahan aku menurunkan tubuh Nia, Morine mengambil posisi berdiri menungging disisi bak mandi, kedua tangannya bertumpu pada pinggiran bak mandi, aku mendekati buah pantat Morine, kuarahkan kepala kemaluanku menekan-nekan lubang anus Morine, berkali-kali kusentak-sentakkan kepala kemaluanku untuk memaksa memasuki lubang anus Morine yang mulai melebar dan…

“Ha akkkkkhhh… Uhhhh Mang Trimin…., aw!!!”Morine terdorong kedepan, ia menjerit keras ketika aku berhasil menjebloskan kepala kemaluanku dengan satu sentakan yang sangat kuat, untuk beberapa saat aku membiarkan Morine membiasakan diri.

Sandy mengambil posisi Duduk dipinggiran Bak Mandi, tepat disebelah Morine yang sedang berdiri dengan sedikit menungging, Nia perlahan-lahan berlutut diantara selangkangan Sandy.

“Ohhhh Nia… Enakk Banget…… akhssss kamu tambah pinter dehhhh…“Sandy memuji Nia yang asik mengemut-ngemut dan menjilati selangkangannya.

Sandy merintih manja, ketika Morine mengelus payudaranya

“Ihhhh Susunya tambah bulet….hi hi hi” Morine cekikikan, Pinggulnya bergoyang-goyang sehingga membuat tensi birahiku naik dan dengan satu sentakan kuat aku menjebloskan kemaluanku kelubang anusnya.

“Achhhh owwwwww…. Mmmm Mmmmhhhh” kini giliran Morine yang merintih-rintih ketika aku memacu kemaluanku merojok-rojok lubang anusnya.

“Plkkkk… Plllkkkkk… plokkkkk….” Terdengar bunyi mesra buah pantat Morine beradu dengan daerah selangkanganku.

Tubuhnya tersentak-sentak dengan kuat dan semakin kuat seiring dengan semakin tingginya tensi birahiku, tanganku merayap keselangkangan Morine mencari-cari daging kecil sebesar “kacang tanah yang mungil” jariku bergerak dengan lincah menggesek dan menekan-nekan daging mungil diselangkangannya. Setelah melalui sebuah perjalanan yang menyenangkan tiba-tiba

“Aaaaa… Aaaaaaa Aaaaannhhhhh…Enggghhh Owww Ccrrtttt Crrtttttt” semburan hangat menyembur dari lubang Vagina Morine, tubuhnya meliuk dalam satu gerakan indah , sensual dan erotic.

“Manggg Trimin, aku mauuuuu….” Sandy merengek manja, ia hendak turun dari bak mandi namun………………………..

“Awwwww…..Plesetttt Byurrrrrrrrr Haeeeepppp.. Glk.. Uhukk Uhukk” Sandy terpeleset dan terjungkal kedalam bak mandi.. Morine dan Nia saling berpandangan kemudian terkekeh-kekeh , menertawakan Sandy yang terjungkal kedalam bak mandi.

“Ha ha ha ha ha…. Sini… manisssss” Aku mengangkat tubuhnya yang mungil dari dalam bak mandi.

“Uhhh Dinginnnn… “Tubuh Sandy menggigil kedinginan, aku segera memeluk tubuhnya dari belakang sambil berbisik dibelakang telingannya

“Gimana, sudah hangat ?” dengan erat aku memeluk tubuhnya dan mengusap-ngusap buah dada Sandy.

Sandy tersenyum malu , ia mengangguk pelan ketika aku tambah erat memeluk tubuhnya. Aku menciumi lehernya terus merayap kepundaknya, kedua tanganku terus meremas-remas payudaranya yang semakin kenyal dan keras.

Berkali-kali tubuh Sandy menggelinjang -gelinjang kegelian, desahan dan rintihannya bertambah manja, kemudian Sandy menggeliat berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukanku, tapi mana mau aku melepaskan tubuh mungilnya yang halus dan mulus.

“He he he mangg Trimin.. ha ha ha ha ha.. geli, Haa kkhh Sssstttttt uhhhhhh “ Sandy kegelian ketika aku memelintir-melintir putting susunya.

Aku semakin rakus menciumi Sandy dan mengendus-ngendus tubuhnya yang harum. Nia bersujud disebelah kanan dan menarik kemaluanku, lidah Nia menari-nari melingkari kepala kemaluanku, diciuminya kemudian diemut-emutnya kepala kemaluanku yang bentuknya seperti Helm, Morine bersujud disebelah kiri dan mengelus-ngelus buah pelirku, Tangannnya yang halus sesekali meremas buah pelirku. Sandy membalikkan tubuhnya kemudian menarik kepalaku kearah buah dadanya, aku menyusu didada Sandy, mulutku melahap buah dadanya yang ranum dengan rakus.

Mulutku mengemut payudara Sandy Bagaikan bayi raksasa  kelaparan yang sedang menyusu

“Mang Trimin aku mau coba yang seperti Nia tadi… Ayooo manggg.. Trimin….” Sandy merengek manja, ia mengalungkan kedua tangannya keleherku.

Aku merendahkan kemaluanku, Sandy membantu dengan mengangkangkan kedua kakinya kemudian dengan susah payah kemaluanku menerobos lubang Sandy yang sempit, kutenggelamkan kemaluanku sampai amblas secara sempurna. Tanganku meraih kedua buah pantat Sandy, kuangkat tubuh mungil Sandy, kedua kaki Sandy langsung mengait pinggangku, jepitan pahanya yang mulus terasa sangat halus ketika bergesekan dengan pinggangku, kedua tangannya melingkar dileherku. Aku mulai menyentak-nyentakkan kemaluanku dengan lembut, perlahan-lahan kupercepat dan semakin cepat.

“ Ahhhh… Mmmhnn Nnngggggg… “Sandy merintih-rintih, terkadang-kadang matanya terpejam rapat-rapat menikmati sodokan-sodokanku yang liar.

“Ahhh Aaaaa Awwww.. Crrrtttt.. Crrrttttt” Sandy merangkulku erat-erat ketika menahan badai kenikmatan yang melanda lubang vaginanya, tubuhnya menggelepar ketika berkali-kali vaginanya menyemprotkan cairan kental yang terasa hangat, sangat hangat !!

“Hatt-chii!” Morine tiba-tiba bersin,aku tersenyum,

Setelah aku menurunkan tubuh Sandy aku menggiring ketiga gadisku kedalam kamar. Aku tidak mau mereka sampai masuk angin, kedinginan, lebih baik aku menggarap mereka didalam kamar, sungguh tidak kusangka kalau ketiga gadisku semakin nakal, liar, manja dan menggemaskan, kuambil handuk berwarna Coklat muda dan kukeringkan tubuh mereka dengan handuk.

“Nahhhh sudah….” aku menepuk pantat Nia dengan lembut.

Morine dan Sandy mendorong dan mendudukkanku diranjang, aku duduk sambil mengangkangkan kedua kakiku lebar-lebar seakan-akan sedang memamerkan kemaluanku yang panjangnya 19,4 cm. Nia, Sandy dan Morine berjajar dihadapanku, tubuh mereka meliuk-liuk dengan indahnya, mataku melotot melihat mereka sedang menari erotis. Ahhh sulit untuk kuungkapkan dengan kata-kata, tubuh mereka yang mulus dan halus, bergerak dengan indahnya, tarian erotis yang disuguhkan oleh ketiga gadisku membuat kemaluanku semakin keras dan tegang. Aku bangkit berdiri Morine kusuruh menungging ditengah ranjang, Nia kusuruh menungging diatas Morine dan Sandy menungging diatas Nia. Kini dihadapanku tersusun buah pantat bertingkat tiga, mulus, halus bulat dan padat. Hotel tiga tingkat bertingkat berbintang lima…!! Ehh? Hmmm kayanya sih, lebih cocok tiga tingkat buah Pantat berbintang lima..ya ?  ^^

Kutusukkan jari kiriku kelubang vagina Morine, kemudian Jari kananku perlahan-lahan memasuki lubang vagina Nia, kujulurkan lidahku menjilati vagina Sandy dari belakang sambil menggerak-gerakan jari-jari tanganku keluar masuk vagina Morine dan Nia. Kini didalam ruangan kamar itu terdengar paduan suara dari tiga orang gadis Chinese yang cantik dan mulus, rintihan-rintihan kecil saling menyambung menciptakan sebuah melody birahi yang terdengar merdu bak buluh perindu. Cukup lama juga aku memainkan lubang-lubang sempit mereka bertiga, kugeser posisiku, kuarahkan kemaluanku pada tingkat pertama, vagina Morine yang berwarna merah muda.

Satu tusukan yang kuat membuat Morine menjerit kecil, selanjutnya tubuh Morine terdorong maju mundur dengan kuat, tanganku sibuk memainkan Buah pantat Sandy ditingkat tiga dan mengelus-ngelus Paha Nia di tingkat dua, aku terus melakukan tusukan-tusukan gencar dilubang Vagina Morine sampai pada satu waktu

“Achhhh Crrrrr… Crrrrrrrrrr” Morine terengah-engah , cairan vaginanya menyemprot bagaikan gelombang disamudra birahi. Kuarahkan kemaluanku kini ketingkat dua, vagina Nia, Nia merintih lirih ketika tusukanku membuat tubuhnya terguncang-guncang, hmm biasanya sih Nia cepat keluar tapi kali ini tidak, rupanya Nia sudah banyak kemajuan, kupercepat irama sodokanku.

“Ahhhh.. Aaaaaaa… Aaaaaaaaaacchhhhh” lumayan lama juga aku berusaha menundukkan Nia, sampai akhirnya tubuh Nia mengejang “Akhhh..Aaaaaaaa… Crrrrr Kecrrrtt “ tertumpahlah cairan hangat dari dalam vagina Nia. Kucabut kemaluanku dan kulanjutkan ketingkat tiga , lubang vagina Sandy.

Karena terlalu bernafsu beberapa kali kemaluanku terpeleset ketika berusaha memasuki lubang kecil diselangkangan Sandy.

“He enngggg… ahhh ahhhhhhh” tubuh Sandy terdorong kedepan ketika satu tusukan yang kuat menghantam lubang vaginanya, Sandy menoleh kebelakang, kuemut bibirnya dari belakang, jempolku menekan-nekan lubang anusnya ,Sandy tampak resah rupanya nafsu birahinya sudah memuncak, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk merobohkannya.

“Crrrrr… Crrrrrrrr Oahhhhhhhh” Sandy menggelepar-gelepar , tusukan-tusukanku semakin gencar

“Argggggg….. Kecrotttt….. Kecrotttt… Crootttttttttttttttt” Air maniku muncrat, aku ambruk menindih tubuh Sandy.

“Mampus aku, manggg Trimin heggkhhhh….” Morine yang berada dibawah mengeluh menahan berat badan kami bertiga, aku buru-buru bangkit, Sandy dan Nia segera menggeser tubuh mereka.

Morine membalikkan tubuhnya, Sandy dan Nia berbaring kelelahan disisi sahabatnya. Mata ketiga gadisku terpejam rapat, mereka kecapaian setelah kugenjot dengan liar dan brutal, kuselimbuti tubuh mereka bertiga , kukecup lembut bibir ketiga gadisku yang kini tertidur pulas., kubaringkan tubuhku, tidak berapa lama akupun jatuh tertidur.

Pada pagi hari jam 6.11, aku sedang duduk-duduk santai diruang tamu, aku menoleh mendengar suara pintu kamar terbuka, Nia keluar dari dalam kamar.

kisah sex 2016, kisah sex terbaru, kisah sex, kisah seks 2016, kisah seks terbaru, kisah seks, Gelora birahi, kisah dewasa 2016, kisah dewasa terbaru, kisah dewasa, kisah mesum 2016, kisah mesum terbaru,kisah mesum,

“Hoaammm… manggg Trimin…lagi ngapain “ Nia merentangkan kedua tangannya keatas. Tampaknya Nia masih mengantuk, ia berjalan menghampiriku. Putting susu Nia tercetak jelas dari balik piyama tipis ,berwarna biru muda yang dikenakannya. Kutarik tubuh Nia agar duduk dipangkuanku, ia menggeliat kegelian ketika aku menciumi lehernya.

“Hi hi hi.. mang Trimin, aduhhh, ihhhh tititnya nusuk…” Nia terkekeh-kekeh merasakan kemaluanku bangkit begitu bersentuhan dengan pahanya. Tanganku bergerak dengan lincah , kulepaskan baju piyama berwarna biru muda, kubuang jauh-jauh.

“Nia kamu Nggak pake bh…”kataku sambil mengelus bagian bawah payudara Nia.

“Emang enggak.. pake , kan aku mau nyusuin mang Trimin supaya sehat, sini mang Minum Susu dulu he he he” Nia menarik kepalaku sambil menyodorkan buah dadanya.

Nia memekik kecil ketika aku dengan rakus menetek disusunya. Tanganku menarik celana piyama Nia, Nia tersenyum duduk dipangkuanku. Kutusukkan jari telunjukku kelubang Nia, bibir Vagina Nia menjepit kuat-kuat jari telunjukku, rasanya sempit banget, hangat dan basah. Nia Turun dari pangkuanku, ditariknya turun resleting celanaku, kemudian Nia menarik celana panjang yang kukenakan, aku membantunya dengan menggeser-geserkan pinggulku.

Mata Nia berbinar-binar melihat sesuatu yang menggembung dibalik celana dalam yang kukenakan, dielusnya permukaan celana dalamku kemudian diremasnya dengan lembut, Nia tersenyum sambil terus menggoda isi celana dalamku. Tangan Nia menyelinap kebalik celana dalamku dan menarik keluar kemaluanku, lidah Nia menggelitik kepala kemaluanku. , lidahnya bergerak melingkar-lingkar dikepala kemaluanku. Nia membuka mulutnya lebar-lebar kemudian dimasukkannya kepala kemaluanku kedalam mulutnya.

“Mmmm… Mmm” suara mulutnya yang sedang asik mengemut kepala kemaluanku,

“Auhh..!!!” Aku tersentak kaget merasakan gigitan-gigitan kecil dikepala kemaluanku. Kedua tangannya dengan lincah mengocok-ngocok kemaluanku, sesekali mulutnya menciumi batang kemaluanku.

Ahh !!! aku kembali tersentak kaget ketika Nia dengan nakalnya menggigit batang kemaluanku,

“he he he“ Nia terkekeh-kekeh, Nia memasukkan kepala kemaluanku kedalam Mulutnya, lidahnya bergerak memutari kepala kemaluanku, Aku tersenyum sambil membelai-belai kepala Nia, Nia-ku yang sexy semakin pandai, sesekali aku meringis ketika Nia menggigit-gigit kepala kemaluanku dengan gemas.

“Ahhhhh… ja.. jangannn digigit gitu sayanggg Ouhhhhh… waduhhhh” Aku menahan kepalanya,  Nia menengok keatas memandangi wajahku, aku menundukkan wajahku, sambil menarik wajah Nia, kulumat bibirnya yang mungil.

Nia menarik bibirnya dari bibirku, ia tertawa kecil dan memandangiku dengan tatapan matanya yang nakal. Nia menekan bahuku agar aku bersandar kebelakang, ia berusaha menunggangiku. Pinggulnya menekan turun , sedangkan tangan kanannya mengarahkan kepala kemaluanku ke lubang vaginanya.

“Ennhh…sllleepphhh” perlahan-lahan kepala kemaluanku mulai memasuki lubang vagina Nia, aku membantu menekan pingul Nia agar kemaluanku semakin dalam memasuki lorong sempit diselangkangannya, untuk sesaat Nia berusaha mengendalikan diri menerima kemaluanku yang besar diselangkangannya, wajahnya bersemu merah ketika tatapan mata kami saling beradu pandang. Nia mencoba mengangkat pinggulnya kemudian digerakkannya pinggulnya turun , gerakan itu dilakukan berulang kali, Nia mendesah dan merintih-rintih sambil terus memainkan pinggulnya Naik turun. Aku menggeser pinggulku agar dapat bergerak dengan lebih leluasa, kini aku mulai memacu kemaluanku keatas, kusentakkan berkali-kali sampai bunyi-bunyi becek terdengar dari kemaluan kami yang sedang berjuang meraih kenikmatan.

“Clepp Cleppp cllppp Cleppp Cleppp… Clepppp” , dipagi hari yang indah ini kembali terjadi saling serang menyerang antara kemaluanku dengan vagina Nia, jika aku menusukkan kemaluanku keatas Nia segera menyambutnya dengan goyangan pinggulnya,tubuhnya meliuk-liuk dengan indah sehingga tensi birahiku semakin tinggi, lumayan lama kami bertarung

“Uhhhhh mang Trimin!!” Nia roboh dalam pelukanku, lubang vaginanya  memuntahkan cairan kental berwarna bening. Aku memeluk dan mengusap-ngusap punggungnya, aku belum merasa puas, kemudian sambil menyentak-nyentakkan kemaluanku keatas, kuremas dan kubelai lembut buah pantat Nia yang bulat dan padat, kupercepat irama tusukanku, Nia meringis-ringis keenakan, tubuhnya menggelepar-gelepar lembut dalam pelukanku.Gelora Birahi

Satu perjalanan yang panjang, akhirnya kembali membuahkan hasil yang memuaskan “Annnhhh Srrrtttttt… Rrrrtttt” Nia kembali terkulai untuk yang kedua kalinya, empat kali aku merobohkan Nia , tubuhnya bersimbah keringat ,pertarungan sengit selama 1 jam 45 menit membuat Nia terkulai kecapaian, ia  beristirahat diatas tubuhku.

“Nia lapar manggg….kita beli nasi padang yukk..”Nia mengalungkan kedua tangannya keleherku dengan manja, kemudian Nia turun dari tubuhku, tangannya membasuh lelehan air mani yang meleleh kesela-sela pahanya. Aku bangkit dan kembali berpakaian, Nia masuk kedalam kamar , tidak berapa lama ia sudah berpakaian, seksi banget, baju kaos ketat warna abu muda dan celana jeans pendek menutupi tubuhnya.

“Morine sama Sandy sudah bangun ?” aku bertanya.

“Nggak, belum, he he he kecapaian, habisnya kemaren malam terus digenjot mang Trimin Sihhhh….” Nia terkekeh-kekeh menyindirku.

Aku tersenyum , mengakui, karena kemarin malam Morine dan Sandy minta tambah beberapa ronde lagi, aku menggarap Sandy dan Morine sampai mereka terkulai tanpa daya. Aku mencoba menyalakan mobil yang biasa kugunakan untuk mengantar ketiga gadisku kesekolah, waduh kenapa nih , sepertinya mogok deh..!!!

Nia menyarankan agar kami berjalan kaki saja. Sinar matahari pagi terasa hangat menerpa tubuh kami berdua, aku menuruti keinginan Nia yang katanya sambil berolah raga jalan pagi, aku berjalan agak jauh dibelakang Nia , agar orang-orang tidak curiga, kami menunggu angkutan kota setelah kelelahan berjalan kaki.

 

Akhirnya sampai juga kami kewarung nasi favorite ketiga gadisku yang letaknya agak jauh dari kompleks perumahan elite itu (+/- 40 menitan , naik angkot), Nia memesan empat bungkus nasi padang lengkap dengan lauk pauknya, wajah Nia tampak berseri-seri ketika menerima pesanannya. Pada saat perjalanan pulang, disebuah tempat yang sepi, sebuah mobil BMW meluncur melewati kami, wajah Nia mendadak pucat, mulutnya menceracau tidak karuan, jari telunjuknya menunjuk mobil BMW itu.

“Nia…!! Kamu kenapa ? Heiii” Aku menggguncang-guncangkan tubuhnya. Nia seperti tersentak kaget, Nia menjelaskan secara singkat apa saja yang harus mereka alami demi membebaskanku, Pelecehan, dan akhirnya pemerkosaan – pemerkosaan yang sangat brutal,dan kini otak pelakunya tengah menuju rumah Morine.

“Manggg Ayoo!!! Kita harus menolong Sandy sama Morine mangggg… hhk hhhkk”mata Nia berlinangan air mata, aku buru-buru mengikuti  Nia yang berlari-lari sekuat tenaga.

“Hosssshhh. Hossshhhh aduhhh mangg… hhhh hhh”Nia kecapaian, sepertinya olah raga kecil yang kami lakukan dirumah sudah terlalu banyak menyita tenaganya.

“Nia.. Aku duluan..”

Nia mengangguk.

“Iya manggg cepat selamatkan Sandy dan Morine Hosh Hhh”

***************************

Morine dan Sandy baru saja selesai mandi, mereka mengeluarkan sebuah kotak kardus yang nampaknya masih baru, dibukanya kardus itu dari dalamnya dikeluarkan beberapa pasang celana dalam model G-String yang sengaja mereka pesan lengkap dengan stocking berwarna lembut. Sandy dan Morine memakai accesoris baru mereka untuk menggoda Trimin. Mereka tersenyum begitu mendengar suara pintu rumah dibuka seseorang, sambil mengendap-ngendap mereka menuju pintu kamar dan

“Hiattttttt….aww” Sandy dan Morine melompat dari dalam pintu kamar yang tiba-tiba terbuka, wajah mereka mendadak pucat pasi melihat sesosok tubuh berlemak yang sudah sangat mereka kenal

“Ha ha ha ha ternyata kalian sudah bersiap-siap menyambutku.. he he he” Sigemuk mengacung-ngacungkan sebuah dompet dan kunci milik Morine yang dahulu sempat tertinggal.

Morine dan Sandy ketakutan, bagaikan dikomando mereka segera meloncat masuk kembali kedalam kamar. Namun sebelum mereka berdua hendak menutup pintu kamar tangan Si gemuk dengan tangkas menahan pintu itu, terjadilah aksi dorong mendorong yang cukup seru, namun apalah artinya tenaga dua orang gadis mungil seperti mereka dibandingkan dengan tenaga sigemuk.

“Brakkkk…!!!”

“Owww” “Aduhhhh” Satu terjangan yang kuat dari luar membuat Morine dan Sandy terjengkang. Sosok gemuk berlemak dan bertampang sangar itu melangkah masuk kekamar, ditutupnya pintu kamar itu.

 

Sementara itu….

——————————————————————————–

Didalam angkutan kota aku gelisah, belum lagi jurus sakti angkot yang membuat aku dan para penumpang mati kutu, sebuah semboyan tertulis dikaca

“Anda butuh waktu, kami butuh uang”. Aku semakin stress dan gelisah, ditambah lagi suasana kendaraan dijalanan yang mulai ramai berdesakan, sepertinya mulai macet total.

Sigemuk menutup pintu dibelakang tubuhnya, matanya memandangi Sandy dan Morine yang hanya mengenakan celana dalam model Gstring, Stocking, dan kaos seksi yang minim dan ketat, bulatan buah dada kedua gadis itu tergambar dengan jelas, begitu menggoda dari balik kain kaos yang ketat dan tipis.

“Ha ha ha seksi.!!. cantik..!! cantik sekali!!! he he he”Sigemuk memuji Sandy dan Morine, kedua gadis itu menyilangkan tangannya dibagian-bagian tubuh mereka yang sensitive.

“Awww…. Lepasss… tidakkk” Sandy meronta-ronta ketika sigemuk menerkamnya, bibir sigemuk menciumi leher Sandy, Morine berusaha menolong Sandy,

Sigemuk mengeram merasa terganggu, satu dorongan yang kuat membuat Morine terpental dan terpelanting

“Dukkkkk… Aaaduhh… Ohhhhhhhhhhhh” kepala Morine terbentur tembok, tubuhnya mendadak lemas, pandangan matanya berkunang-kunang.

“Sandi… Morinenn…” Nia mengkhawatirkan kondisi Morine yang terkapar dilantai. Sigemuk mendorong tubuh Sandy keatas ranjang, kemudian tubuh gemuk dan berlemak itu menindih tubuhnya.

“Hm..eeemm..mmm” bibir nya dilumat oleh sigemuk, air mata mulai mengalir dari sudut mata Sandy. Si gemuk terkekeh-kekeh. Tangannya menarik kaos minim yang dikenakan Sandy keatas, tersembullah buah dada Sandy. Sandy memekik kecil ketika sigemuk melahap payudaranya. Lidah sigemuk mengait-ngait putting susu Sandy, dijilati dan diemut-emutnya puncak bukit milik gadis itu. Tangan sigemuk menarik simpul celana dalam Sandy, Tubuh Sandy yang mungil diteduhi oleh tubuh gemuk berlemak , sigemuk menyentakkan kemaluannya dan

“Ahhhh.. Ahhhhh… “tubuh Sandy tertekan-tekan dengan kuat ketika sigemuk memperkosanya dengan liar dan brutal.

Kedua tangan Sandy berusaha menahan gerakan pinggul sigemuk, segemuk mendengus kesal, dengan kasar sigemuk menepiskan kedua tangan Sandy dipinggulnya, diremas-remasnya payudara Sandy kuat-kuat

“Ahh auhhh….sakittt aowwww”Sandy kesakitan, air mata mengalir semakin deras dari mata Sandy yang sipit, buah dada Sandy tampak memar kemerahan ketika tangan sigemuk melepaskan buah dada Sandy, jari tangan sigemuk memelintir-melintir dan menarik-narik putting susu Sandy, sesekali dengan gemas sigemuk mencubit payudara Sandy sehingga Sandy memekik kesakitan, tangannya yang mungil berusaha mendorong-dorong tubuh gembrot yang terkekeh-kekeh keenakan, tangan mungil Sandy berkali-kali menepiskan tangan sigemuk, tubuhnya meronta-ronta.

“Duh Sandy, gemes gua ama susu lu… gimana ? enak Nggak gua entot…He He He… pasti lu rindu ama gua”sigemuk semakin kasar menghujamkan batang kemaluannya.

“Aaaa Ouhhhhh… Crrrt… Crrrrrrr” tangisan Sandy tertahan ketika cairan kenikmatan itu tiba-tiba saja meledak tanpa kompromi.

“He he he… pucat juga lu akhirnya…”sigemuk cengengesan. Ditariknya tubuh Sandy agar berdiri, tangan mungil Sandy memukul-mukul sigemuk yang terkekeh-kekeh.

Si gemuk tibat-tiba mengigit bahu Sandy sampai Sandy memekik kesakitan

dengan kasar dibalikkannya tubuh Sandy, diciuminya Sandy dari belakang , tangan sigemuk merayap menggenggam payudara Sandy, Sandy terus melakukan perlawanan berusaha melepaskan diri dari pelukan si gemuk, dari belakang sigemuk kembali meremas kuat-kuat payudara Sandy sampai Sandy memekik kesakitan.

“kalo lu Nggak nurut gua bisa bikin lebih sakit!!!”si gemuk menjambak rambut Sandy dari belakang, sebuah ancaman dari sigemuk membuat perlawanan Sandy surut.

Kedua Tangan sigemuk mencengkram pinggul Sandy, sebuah tusukan kasar sigemuk membuat tubuh Sandy tersentak kedepan.

“Plookkk plokkkk plokkkk” suara itu terdengar semakin nyaring ketika sigemuk mulai memaju mundurkan batang kemaluannya.

Isakan tangis terdengar Sandy tersendat-sendat, sigemuk tampak asik terus memompa sambil sesekali memutar-mutarkan batang kemaluannya dengan liar didalam vagina gadis itu, isakan Sandy bagaikan sebuah harmony yang menambah tinggi nafsu birahi sigemuk.

“Nnnnggg…hhnnhhh…aaakkhh!” Sandy menjerit kecil merasakan kenikmatan itu melanda tubuhnya sekali lagi. Si gemuk mendudukkan Sandy dipinggiran ranjang, kedua tangannya mengangkangkan kaki Sandy lebar-lebar dan

“Jrebbb… Awww… Ahhhh” kedua tangan Sandy bertumpu ke belakang, sigemuk menggenjot lubang vagina Sandy sekuat tenaga sehingga tubuh Sandy tersentak-sentak mengikuti irama sodokan sigemuk.

“Aduhh Ahhhhhhhhhh crrrr.. Kcccrrtt….” Tubuh Sandy ambruk kebelakang, sigemuk mencabut kemaluannya. Gelora Birahi

Puas memperkosa Sandy sigemuk menghampiri Morine yang masih terkapar diatas lantai, diraihnya tubuh Morine, Morine melawan, beberapa cakaran mendarat di pipinya, sikucing liar Morine tidak mempedulikan ancaman sigemuk. Si gemuk memiting kedua tangan Morine kebelakang dan dengan ikat pinggang diikatnya kuat-kuat kedua tangan Morine sampai Morine kesakitan.

“Achhh…Awwww” Morine menjerit kesakitan ketika sigemuk meremas buah pantatnya kuat-kuat, kemudian dengan kasar sigemuk menyodomi Morine. Tangan kanan sigemuk menjambak rambut Morine sampai wajahnya terangkat keatas, sedangkan tangan kiri si gemuk meremas-remas buah dada Morine dengan kasar dan brutal.

“Ahhhh… Tol Toloonggg.. awww sakittttt” Morine tidak sanggup menahan rasa sakit didadanya, Morine semakin keras terisak-isak menangis. Dengan kasar dibalikkannya tubuh Morine kemudian sigemuk menjejalkan kemaluannya kelubang vagina Morine, Satu tusukan yang kuat dari sigemuk terpeleset dan menggesek clitoris Morine, tubuh Morine menggelinjang kegelian, sigemuk kembali menusuk kemaluan Morine dan

“Akhhhh… Crepppp” selanjutnya tubuh Feiiln terguncang-guncang dengan kuat. Sigemuk tidak mempedulikan Morine yang meringis dan terisak-isak ketika kemaluan sigemuk mengocok lubang Vaginanya dengan kuat.

Sigemuk kembali menunggingkan tubuh Morine dan “Aaaaaaaaa!!!” Jeritan Morine membuat sigemuk semakin bersemangat menyodomi lubang anusnya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya… kita saksikan nanti ya pemirsa….

cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.