Vimax Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News

Mrs Sex And Friend 4

Vimax

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks, Aku berjalan mondar mandir didalam jeruji besi, sudah berminggu-minggu aku susah tidur, kabar burung miring menyebar dari mulut para napi, tentang tiga orang gadis Chinese yang cantik, cute dan mulus, semula aku ikut bernafsu mendengarkan isu-isu miring ber-rated XXX, namun begitu aku mengetahui nama-nama ketiga gadis Chinese tersebut, kontan kemaluanku menciut lemas, selemas jantung dan tubuhku,

“waduh…!!! Apa yang dilakukan oleh ketiga gadisku didalam sini…?” kemarahanku membara ketika mendengarkan pelecehan-pelecehan seksual terhadap mereka, dasar gila !!! pamer paha , pamer dada, memangnya lagi musim pameran !!!!. Belum lagi ada isu panas terbaru , sigemuk merencanakan sebuah scenario kejam, para gadisku akan disuguhkan sebagai santapan empuk para napi yang kelaparan di Blok D. Aku tidak bisa tinggal diam, aku harus menghalangi rencana busuk sigemuk.

Oo iya, didalam penjara aku bertemu kembali dengan bekas komplotanku,walaupun secara fisik mereka sudah berbeda akibat penganiayaan yang dilakukan oleh warga sekampung waktu kami tertangkap dulu namun, mereka masih tetap sahabatku yang paling setia, mereka begitu kaget ketika melihat Aku masih hidup, karena pada saat kami ditangkap, aku dibakar massa ,kemudian diceburkan ke dalam sungai yang sedang mengamuk karena hujan deras. sekilas inilah Profile Para sahabatku:

1.) Jhoni (bertubuh gemuk berlemak, tinggi, sekujur tubuhnya penuh bekas luka, karena dianggap tidak membahayakan Jhoni kini diangkat sebagai asisten tukang sapu diLP, duh kasian amat sih..)

2.)Amin (wajahnya yang dulu ganteng , suka bermain wanita kini berwajah hancur mengerikan akibat dibakar warga) ,

3.) Sam (bermata picak, hanya memiliki satu kuping, kayaknya sih kuping yang satu lagi udah Alm. Waktu digerebek dan dianiaya oleh warga).

4.) Fadil (tubuhnya berotot mirip hulk, bibirnya kini dipenuhi bekas jahitan).

5.) Jo ( wajahnya tetap Jo,tapi Cuma setengah, setengah lagi hancur tersiram air keras ,)

6.) Nick (Botak, Brewokan, tubuhnya bertato.. berperut buncit kayak orang cacingan).

7.)Didin (Ahli kunci, tubuhnya penuh bekas jahitan disana-sini, mirip  Frankenstein).

8.) Barli sibawel, bibirnya sumbing.

9.) Agato, Tangannya kini Cuma sebelah kanan.

Para sahabatku bertubuh tinggi besar , Kuat, apalagi kalau sudah urusan sex…

Aku menoleh ketika seseorang menepuk pundakku, tanpa banyak bicara aku mengikuti orang itu,

“Jhon…biar bagaimanapun caranya aku harus berhasil…Aku harus menyelamatkan mereka!!!!!” Trimin tampak panik, menyadari Tiga gadisnya dalam bahaya besar….

“Bagaimana…. permintaanku sudah kamu jalankan ?” Trimin Anwar menatap Jhoni, Ia terlihat gelisah.

“Jangan kuatir …. Semuanya beres…. Pssstttt… Psssttttttt”Jhoni berbisik-bisik ditelinga Trimin, Trimin mengangguk-angguk, wajahnya berseri-seri, Trimin memandangi para sahabat lamanya, Didin terkekeh-kekeh kemudian tangannya mengacung-ngacungkan sesuatu dihadapan Trimin, mata Trimin berbinar-binar,

“Didin.. bener-bener hebat lu…” Trimin langsung merebut kunci palsu dari tangan sahabatnya.

Aku mengikuti Jhoni dari belakang, Hmm petugas jaga sedang tertidur pulas, Jhoni Cengengesan

“Tenang… udah gua beresin… he he he… sementara mereka Nggak akan bangun”, perjalanan berlangsung mulus, tanpa halangan sedikitpun. Tepat dibawah tembok yang memisahkan antara Blok D dan Blok F Jhoni berjongkok, posisinya seperti orang mau buang air besar,

“Hahhh…. Jhon ngapain lu… kita kan mau ke Blok D…Apa lu sakit perut? “aku kebingungan dengan kelakuan Jhoni.

“Guobbbblokkkkk !!! Naek kepundak gua dodolllll….Gua angkat lu supaya nyampe..ha ha ha”Jhoni Nggakak tertawa.

“Abisnya, koq lu sampe ngeden segala…kaya mau ngelahirin”Jawabku sambil naik kepundaknya.

“Heugggg…. Mampus gua. Cepetan !!!!, Dhan… berat amat sih lu…!!! makanya ilangin dikit tuh lemak dibadan lu “ Jhoni sekuat tenaga mengangkat tubuhku. Tanpa banyak kesulitan aku melompat dari atas tembok

“Huppppp…..”.

******************

Sementara itu Sandy, Nia dan Morine masih berusaha melarikan diri, nafas mereka terengah-engah kecapaian menyusuri lorong-lorong didalam penjara, mata mereka bersinar ketika melihat ada pintu jeruji besi yang sudah terbuka lebar , mendadak seperti ada semangat baru ditubuh mereka yang sudah keletihan, mereka segera bergegas berlarian keluar.

********************

Mataku melotot melihat tiga sosok telanjang yang berlari keluar dari jeruji besi yang sudah kubukakan,

“Morine..!! Sandy… Nia”pundakku terasa dingin, sangat dingin ketika melihat ekspresi wajah mereka yang ketakutan, kelelahan, tanpa selembar benangpun menutupi tubuh mereka yang halus dan mulus,

“Mang Trimin….” Hampir berbarengan mereka berteriak memanggil namaku, serentak mereka berlarian kearahku, memeluk erat-erat tubuhku, akupun balas memeluk mereka bertiga, ada sesuatu yang rasanya seperti tersayat-sayat didalam hatiku ketika mereka menangis terisak-isak dalam pelukanku.

“Trimin… ngapain sih lo lama amat… Hahhhh” Jhoni tercekat melihat aku sedang memeluk tiga orang gadis Chinese, matanya melotot dan mulutnya terbuka lebar.

“Lohhh koqqq lu bisa nangkring disitu…”Aku keheranan ketika melihat Jhoni yang tiba-tiba tersembul dari atas tembok.

“Euhhhh.. Mmmmm ggu.. Ggua lupa, dipinggirkan udah gua sediain tangga… cepetan udah Nggak ada waktu lagi… tutup pintunya dulu…”Jhoni mengingatkanku, Aku buru-buru mengunci pintu besi tua yang sudah agak berkarat, para gadisku menutupi bagian-bangian terpenting ditubuh mereka dari tatapan Jhoni. Hatiku sedih melihat para gadisku yang kini terisak-isak menangis, dari tatapan mata mereka aku bisa membaca betapa mengerikannya kejadian-demi kejadian yang telah mereka alami.

“Lebih baik kalian pulang, jangan kembali lagi kesini…”Aku menasihati mereka bertiga, namun mereka tidak menjawabku.

“Trimin ayo cepattt….!!!” Jhoni kembali mengingatkanku, Sang waktu dengan kejam memisahkan Aku dengan ketiga gadisku, aku kembali melompati tembok pemisah antara Blok D dan Blok E. Sambil menghela nafas aku berjalan kembali ketempatku, Ehh.. mana si Jhoni , aku menoleh kebelakang.

“Jhon… ngapain lu disitu.. buruan turun…!!!”kini aku balik mengingatkannya.

“Iya.. ya … iyyy Whuaaaa” aneh banget si Jhoni, ia membalikkan tubuhnya kemudian melangkah kedepan , tubuhnya yang gemuk dan berlemak meluncur deras dan

“Gubrakkkkk !!!!!!!” terdengar bunyi yang sangat keras ketika Jhoni mendarat.

“Gila lu Jhon.. emangnya lu superman…!!… jalan tu ditanah bukan diudara gitu” Aku buru – buru menghampirinya dan membantunya berdiri.

“Aduh… duhhhh sakittt..!! Susu… ehh”Jhoni cengengesan , Aku pura-pura tidak mendengar kata terakhirnya, kayaknya Jhoni terkesima melihat kecantikan dan kemulusan para gadisku … apalagi tanpa selembar benangpun menutupi tubuh mereka.

*******

Sandy, Morine dan Nia masih terisak-isak menangis, mereka tampak kuatir dengan nasib Trimin, tapi mereka tidak dapat berpikir lebih lanjut karena dari kejauhan terdengar suara bergemuruh, disertai teriakan-teriakan penuh nafsu, mereka bertiga mundur ketakutan melihat tingkah laku para napi yang liar , tangan-tangan mereka terjulur keluar dari sela-sela jeruji besi berusaha menggapai Sandy, Nia dan Morine, untung saja teralis besi itu cukup kuat menghadapi kekuatan para napi yang berubah liar dan sangar.

Beberapa saat sebelumnya..

“WAduhhh goblok… masa kalian kalah…. Sudah !! kembali ke sel masing-masing…”Sigemuk tampak geram karena rencananya gagal total. Para binatang buas telah kehilangan kesempatan untuk melampiaskan nafsu birahi mereka, sambil bersungut-sungut mereka kembali ketempat mereka masing-masing, sel yang dingin..!!, setelah selesai mengkandangkan para binatang buas itu kembali keselnya, Sigemuk melangkah dengan geram menuju pintu jeruji yang terkunci, kemudian sigemuk membuka pintu jeruji dihadapannya, dihampirinya Nia , gelorabirahi.com kedua tangannya membalikkan tubuh Nia, ditariknya pinggul nia kemudian

“Jrebbbbb…Jrebbb..” disentakkannya kemaluannya menusuk lubang anus Nia,  kedua tangannya meremas-remas kedua buah susu nia kuat-kuat.

“Aduhh… duhhh sakit Bang…” Nia mengeluh kesakitan ketika sigemuk meremas buah Susunya dengan kasar, (red: duh gimana sih sigemuk masa kaya lagi meres buah apel.. biar sama-sama buah tapikan beda cara meresnya..!!), sigemuk tidak mempedulikan Nia, malah kini ia semakin kasar, dijambaknya rambut nia, hingga wajahnya terangkat menatap langit-langit.

Morine dan Sandy memeluk sigemuk dari kiri dan kanan, mereka berdua berusaha meredakan kemarahan sigemuk dengan belaian dan rayuan.. akhirnya reda juga kemarahan sigemuk, dilepaskannya jambakannya pada rambut Nia, remasannya mulai berubah, biarpun tusukan-tusukannya pada lubang anus Nia tetap kasar. Morine dan Sandy menghela nafas lega ketika mendengar rintihan Nia yang kesakitan berubah menjadi rintihan kenikmatan, apalagi ketika tangan sigemuk kini merayap kearah selangkangan Nia dan mempermainkan daging kecil yang bentuknya seperti kacang tanah, tubuh Nia akhirnya bergetar hebat dan

“Crrrrrrr.. Crrrrrrrrrr……” Air mani Nia muncrat dan meleleh dari selangkangannya. Sigemuk membalikkan tubuh Nia , kini keduanya berdiri berhadap-hadapan, sigemuk merendahkan tubuhnya dan

“Crebbb… Crepppppppphhhh….” Kali ini disodoknya lubang Vagina Nia , tusukan-tusukan sigemuk semakin gencar dan kuat , bunyi-bunyi becek seperti Lumpur yang terijak-injak semakin kuat terdengar , berirama sesuai dengan irama kemaluan sigemuk memasuki lubang Vagina Nia yang seret dan sempit.

“Ahhhh Ouuhhh….”Nia kewalahan menghadapi gaya bertempur sigemuk yang kasar bahkan cenderung brutal.

Sigemuk tambah erat memeluk tubuh Nia seakan akan hendak menghancurkan tubuh mulus dipelukannya, kemaluannya semakin kuat menghentak-hentak menyerang lubang Vagina Nia.

“Auchh…Mmmhh Crrrrrr”Nia terkulai pasrah, kedua tangan sigemuk bergerak mencengkram buah pantat Nia agar pantat gadis yang sedang disetubuhinya tidak turun.

“Pakkk… sama aku aja yuk..” Morine merasa kasihan melihat Nia yang sedang disetubuhi dengan brutal.

“Udah… Berisik amat sih lu.. Gua pengen ngentot dia… nihhh Hihhhh” Sigemuk malah membentak Morine, sigemuk semakin kasar memompa kemaluannya, setelah Nia megap-megap kehabisan nafas barulah sigemuk melepaskan tubuh Nia. Morine ketakutan ketika sigemuk menghampirinya, Morine memandangi sigemuk tanpa diduga sigemuk menggerakkan tangannya dengan kasar sigemuk menekan kepala Morine kearah kemaluannya.

“Ketimbang lu banyak bacot ngatur-ngatur segala rupa, lebih baik lu telen titit gua…he he he” Morine membuka mulutnya dan diemutnya kemaluan sigemuk. Sigemuk menarik Sandy dan dikulumnya bibir Sandy

“Mmmrrrrrhhh.. hua ha ha ha ha…uhh asikkk he he he “sigemuk senang ketika Morine bersujud dan menservice kemaluannya.

Tangan Sigemuk membalikkan tubuh Sandy kemudian dari belakang diremas-remasnya buah susu Sandy, digoyang-goyangkan buah dada Sandy kemudian dipilin-pilinnya putting susu Sandy yang lancip dan berwarna pink, ciuman liar sigemuk mendarat dipundak, dileher, habis-habisan sigemuk menciumi Sandy. Sigemuk duduk ngangkang diatas lantai kemudian

“sini… nahhhh betull masukin… yak goyang.. goyangghh terussss ha ha ha Morine emang hebat” Sigemuk meremas-remas buah Susu Morine yang sedang bergoyang diatas setumpukan lemak.

“Owwww akkkkhhhh.. aduhh” Morine mengaduh ketika tiba-tiba kepala sigemuk menyeruduk buah dadanya, gigitan sigemuk pada putting susu Morine terasa menyakitkan, kedua tangan Morine berusaha mendorong kepala sigemuk namun sigemuk semakin erat menekan punggung Morine sehingga kini buah Susu Morine menjadi bulan-bulanan sigemuk, diemut, diciumi, bahkan sekali-kali digigitnya dengan gemas gundukan buah dada Morine yang mulus dan halus.

Dengan kasar Sigemuk mendorong tubuh Morine yang sedang turun naik diatas tumpukan lemak sehingga Morine terjengkang kebelakang, sebelum sigemuk memberikan perintah lebih lanjut dengan ketakutan Sandy mengangkangi sigemuk, dan berusaha memasukkan kemaluan sigemuk pada lubang Vaginanya.

“Eittt… gua pengen lubang anus he he he” kata sigemuk sambil terkekeh-kekeh mesum, Sandy membalikkan tubuhnya agar sigemuk lebih leluasa, pinggul Sandy bergerak turun mendekati kemaluan sigemuk yang teracung seperti sebuah tombak tumpul.

“Aaaaaaa!!” Sandy meringis ketika sigemuk menghentakkan kemaluannya dengan kasar, kedua tangan sigemuk manarik pinggul Sandy sehingga mau tidak mau lubang anus Sandy harus menerima kedatangan kemaluan sigemuk yang liar memasuki dirinya. Mata Sandy mendelik ketika sigemuk dengan paksa menarik bibir Vaginanya kekiri dan kekanan kemudian jari tangan sigemuk mengobel-ngobel “Kacang mungil”dilubang Vagina Sandy, sigemuk menggeram-geram keenakan, tubuh Sandy sampai tersentak-sentak keatas seperti bola basket, buah Susu Sandy bergoyang-goyang berirama dengan indahnya.

Setelah sore mulai menjelang barulah sigemuk selesai memuaskan nafsu bejatnya, sigemuk menyeka keringat yang masih asik berselancar dilehernya yang berlemak, matanya memperhatikan Sandy, Morine dan nia mengenakan kembali pakaian seragam sekolahnya. Tanpa banyak bicara Sandy, Morine dan nia mengikuti langkah sigemuk, sebelum sigemuk melepaskan mereka bertiga sigemuk berkata

“Tar kita ewean lagi “ sambil cengengesan cengar-cengir , duh mimik wajah Sigemuk mesum amat.  Dengan wajah lesu Sandy, Morine dan Nia meninggalkan tempat mengerikan itu, sebuah penjara tempat mereka berkali-kali dilecehkan oleh sigemuk, namun ada sedikit rasa senang dihati mereka, Dua bulan lagi Trimin akan dibebaskan dengan surat berkelakuan baik dari sigemuk. Sepeninggalan Sandy , Nia dan Morine Sigemuk kembali ketempat durjana itu, matanya mencari-cari kunci cadangan yang sengaja disembunyikannya, keningnya berkerut , kunci cadangan itu masih rapi berada ditempat persembunyiannya, mendadak amarahnya meledak-ledak

“Sialannnn… kerjaan siapa nihhh ?!!!Ganggu rencana Gua…..Huhhh..!! tapi Nggak apa-apa… gua udah siapin kejutan… buat mereka he  he he he”, entah apa lagi keinginan manusia bejat bertubuh gembrot ini.

Hari ini Sigemuk terkekeh-kekeh senang, matanya memandangi Morine, Sandy dan Nia dengan tatapan mata  nakal, penuh misteri yang sulit ditebak, Sigemuk mengumpulkan bawahannya , sepertinya ada sebuah upacara, entah upacara apa ?. 7 orang kini berhadapan dengan Sandy , Morine dan Nia, dengan suara yang lantang Sigemuk memberi komando kepada para bawahannya agar segera melakukan aksi pelepasan pakaian, Morine Nia dan Sandy tercengang melihat kemaluan-kemaluan para pria yang mengacung-ngacung dihadapan mereka, Sigemuk terkekeh-kekeh melihat para gadis cantik dan mulus yang tampaknya masih kebingungan, bahkan bisa dibilang salah tingkah dihadapan 7 tombak yang teracung – acung dan siap untuk melakukan penyerangan. Hmm ternyata sebuah upacara mesum akan digelar hari ini.

Sepertinya para oknum kita bakalan senang hari ini, siapa sajakah para oknum kita?

  1. ) Anto petugas kantin dipenjara
  2. ) Karyo petugas bertubuh ceking.
  3. ) Ijon doctor jaga dipenjara
  4. ) Nono Asisten dokter jaga.
  5. ) Muklis situa peot.
  6. ) Darwin, berambut cepak, sok ganteng.
  7. ) Rana , bertubuh tegap sayang wajahnya Nggak menunjang.

“Siappppppp Grakkkkkkk…..”

“Istirahat ditempat Grakkkkkkkk” Sigemuk mengistirahatkan bawahannya , kini 7 orang dengan kemaluan mengacung berdiri dalam posisi mengangkang dihadapan Sandy, Morine dan Nia. Sigemuk menarik Morine dan memperkenalkan Morine kepada para bawahannya

“Nahhhhh…. Yanggg ini Sandy…… he he he… lawannya adalah anto… Ijon…. Toni dannnnn Darwin…….”tanpa banyak bicara keempat orang yang sudah disebut namanya oleh sigemuk mengelilingi Sandy, Sandy tampak gugup, seumur hidup baru kali ini dirinya dikelilingi oleh laki-laki dalam keadaan telanjang bulat, Tangan ijon terjulur, diremasnya Buah susu yang masih tersimpan rapi dibalik seragam sekolah Sandy, Sandy menepiskan tangan-tangan yang berulang kali mencolek, meremas, dan membelai-belainya namun tangan-tangan itu tidak pernah kapok berusaha menjamah tubuhnya. Bahkan kini kedua tangannya dipegangi

“Ohhhhh… jangannn… “Sandy tampak panic ketika tangan-tangan itu berusaha menelanjanginya, satu persatu pakaian Sandy terlepas dari tubuhnya.

“Ohhhhhh….” Sandy menarik pingulnya kebelakang ketika merasakan jilatan kasar pada bibir Vaginanya. Darwin tengah asik menjilati bibir Vagina Sandy, lidahnya mengait – ngait daging mungil berwarna pink, diemut-emutnya bibir Vagina Sandy , Tangan-tangan yang lain kini meremas-remas kedua buah Susunya, berkali-kali putting susu Sandy dipelintir-pelintir, Sandy menoleh kebelakang ketika merasakan daging Kenyal keras berusaha menyelinap disela-sela pantatnya, Toni tengah berusaha menyodomi Sandy.

“Hennhhhh… Ennnnggghhhhhh….. “ Sandy menggelinjang, rintihan-rintihan kecil mulai terdengar merdu dari bibirnya yang mungil, Kedua tangan Sandy kini memegangi kemaluan Anto dan Ijon, sedangkan Anto dan Ijon membalas dengan meremas dan mengusap-ngusap bulatan buah Susu Sandy.

Darwin manarik kepala Sandy dan mengulum bibir Sandy, Toni menarik pinggul Sandy  kini Sandy dalam posisi berdiri menungging , Toni tersenyum ketika merasakan kepala kemaluannya sedikit demi sedikit mulai tenggelam kedalam anus Sandy, dengan satu sentakan yang kuat , kemaluan Toni melesat kedalam lubang sempit yang berdenyut-denyut kuat meremas-remas batang kemaluannya.

“Ufffhhhhhhhh….. nnnnnnnnhh…” Sandy merintih ketika Toni mulai memaju mundurkan batang kemaluannya., hasilnya tentu sudah dapat ditebak

“Pertempuran tidak seimbang 4 lawan satu” membuat Sandy berkali-kali merintih kecil dan akhirnya

“Akhhhhhhh…. Crrrrrrrrrr “ Sandy merasakan ada sesuatu meluncur keluar dari dalam dirinya, kedua lututnya terasa lemas.

“Uhhhh…….” Sandy meringis-ringis keenakan ketika Anto menjilati dan menghisap-hisap vaginanya, rupanya anto tidak rela membiarkan cairan gurih itu terbuang percuma. Ijon menarik dan menekan kepala Sandy kebawah, Ijon memaksa Sandy mengoral kemaluannya.

“Mmmmm… Mmmmmmm “ Suara mulut Sandy yang tersumpal kemaluan Ijon. Sigemukduduk diatas kursi Sofanya, ia tersenyum memandangi Morine, Nia berdiri ketakutan dibelakang Morine.

“Niaaa !!!! sini…. “ entah kenapa sigemuk seperti terobsesi oleh siputih Nia, ia ingin agar Nia dapat sepandai Morine dan Sandy. Sigemuk memerintahkan Nia agar bersujud diselangkangannya, sigemuk terkekeh-kekeh

“kamu harus banyak belajar supaya semakin pintar.. kaya Sandy…. Sama Morine….. ayo jilattt…” Nia mengenggam batang kemaluan sigemuk, lidah Nia terjulur keluar dan menjilati batang kemaluan sigemuk. Nia memang belum semahir Sandy atau Morine namun jilatan-jilatannya membuat sigemuk merinding panas dingin, Sigemuk memaksa menjejalkan kemaluannya kemulut Nia, Tangannya memaksa kepala Nia untuk bergerak maju mundur,

“Mmmhhh Huhh”

Nia menarik kepalanya ketika kemaluan sigemuk masuk terlalu dalam, sigemuk melotot sambil kembali menyodorkan kemaluannya kemulut Nia, melihat sorot mata sigemuk yang berubah galak Nia memaksakan diri untuk menuruti kemauan mahluk berlemak yang terkekeh-kekeh keenakan, mulut Nia kini tersumpal oleh kepala kemaluan sigemuk. Nia mulai melakukan hisapan-hisapan sambil memaju-mundurkan kepalanya, mata sigemuk berbinar-binar.

“Ya… betulll he he he baguss..!! bagussss !!!” sigemuk memuji kemajuan Nia yang cukup menggembirakan.

“Nono… Muklis dan Rana… lawannya adalah Morine… he he h” Sigemuk mulai memberikan perintah lebih lanjut, maka meloncatlah ketiga orang yang disebut oleh sigemuk mengurung Morine.

“Owwwww….Brengsek Plakkkkkkk “ Morine menampar Rana yang berusaha memeluknya, biarpun ditampar tapi Rana tidak marah ia terkekeh-kekeh, tangannnya bergerak cepat mencomot buah dada Morine, belum juga habis rasa marah Morine karena buah keramatnya dicomot Rana, Nono dari belakang meremas buah pantatnya yang bulat dan padat. Mulut muklis hinggap dipipi Morine

“Cuppp…. Sialan…. Awwww” Morine mendorong tubuh muklis, Morine terus berusaha melakukan perlawanan, sementara Rana, Nono dan Muklis terus berusaha meremas, mencomot, dan mengelus tubuh sikucing liar Morine Lama kelamaan aksi Rana , Nono dan Muklis membuat dua buah gunung didada Morine semakin membuntal padat, mengeras ( red : Whoaaa!!! Kayak gunung mau meletus deh… ^^ ).

cerita bokep 2016, cerita bokep terbaru,cerita bokep, cerita ngentot 2016, cerita ngentot terbaru, cerita ngentot,

Tangan Muklis merangkul pinggangnya dari belakang dan

“Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………………..” Punggung Morine kini bersandar pada muklis , nafasnya semakin memburu, apalagi ketika Muklis menciumi lehernya dari belakang, Mata Morine menatap dengan tatapan sayu ketika sepasang tangan Rana kini meraih dan meremas buah dadanya. Morine mengerang lirih ketika rok seragam sekolahnya disibakkan keatas, Tangan Nono mengelusi sepasang pahanya yang polos, kepala Nono menyusup kedalam rok seragam sekolah Morine

“Wuihhh… wangi amatttt… he he he” Nono memberikan komentar mengenai aroma yang tercium didalam rok seragam sekolah Morine, ciuman-ciumannnya pun mulai gencar menciumi permukaan paha Morine yang halus dan harum. Nono mulai giat mempereteli kancing baju seragam sekolah yang dikenakan Morine, kemudian kedua tangannya menarik dua cup Bra Morine, Nono menelan ludah melihat dua buah ranum tersembul keluar, Nono merendahkan kepalanya dan diemut-emutnya putting susu Morine, sipemilik buah susu meringis dan menggeliat-geliat kegelian.

“Ha ha ha ha ha….” Sigemuk tertawa Nggakak, sinar matanya seperti orang tidak waras, penuh dengan kegilaan.

Tangannya meraih tubuh Nia, didudukkan Nia dipangkuannya

“Kamu liat Morine dan Sandy… he he he… Cantik… mulus.. pinter ngentot… kamu juga harus belajar kayak mereka… hmmm” Sigemuk merayapkan tangannya kedalam rok seragam Nia, rok seragam Nia semakin tersibak keatas , tangan sigemuk mengelus dan merayapi paha Nia yang mulus, kini jari telunjuk sigemuk menyelinap kedalam celana dalam nia yang tipis, tepat dibagian selangkangannya, tangannya menggesek-gesek dalam gerakan yang teratur, Tangan Nia memegangi dan menahan Tangan sigemuk ketika gerakan-gerakan sigemuk menjadi kasar.

“Nakal !!! Saya sudah bilang kamu harus belajar…!!! “ sigemuk menarik tangan Nia kebelakang dan mengikat kedua tangannya dengan ikat pinggang. Jari tangan sigemuk kembali menyelinap kedalam celana dalam Nia, untuk sesaat sigemuk mencari-cari daging kecil penghuni lubang Vagina Nia,

“Sippp ketemu…he he he” bibir Sigemuk tersenyum sinis dan

“Ahhhh… Ahhhhh.. “ Nia tidak kuasa lagi menahan jeritannya ketika sigemuk menggesek dan menekan-nekan Clitoris Nia dengan kasar. Kedua kaki Nia melejang-lejang , matanya terpejam rapat

“Sudahh akhhh owwwwwwwwwwwww… mmmmmhhh.. pelannnn Hhhhhhh”Nia memohon sigemuk agar tidak mengucek-ngucek Vaginanya dengan kasar, namun sigemuk malah semakin kasar mempermainkan Vagina Nia

“Cppp… Kkpppppphhhh… Sssppphhhhh….”

Vagina Nia semakin sering berteriak nyaring, suara lubang Vagina Nia yang sedang diobok-obok oleh jari-jari sigemuk.

“Akhhhh..” Tiba-tiba mata Nia mendelik,

“Crrrrrtt…. Sruuuuuttttthhh” Air Mani Nia menyembur , kepala Nia terkulai kesebelah kiri, sesekali tubuhnya mengejang,ketika sigemuk menekan-nekan clitoris Nia. Satu demi satu kancing baju seragam Nia dipreteli oleh sigemuk, Tangan sigemuk menyelinap kebalik Bra dan meremas -remas buah Susu Nia.

“Ahhhh.. sudahh pakkk jangann…” Nia merasa kesakitan ketika Sigemuk meremas buah susunya kuat-kuat. Sigemuk memaksa Nia menungging, beberapa kali ditamparnya buah pantat Nia sampai kedua buah pantat gadis itu memar kemerahan,

“Gadis nakal… berani kamu melarang keinginanku..!! he he he.. plakk.. plakkk”Sigemuk mengekeh sedangkan Nia hanya meringis-ringis, ia tidak berani membuka mulutnya, Nia mulai belajar untuk memuaskan keinginan sigemuk,Nia menungging tanpa daya, kedua tangannya terikat kebelakang. Sigemuk mengarahkan kemaluannya kelubang Vagina Nia dan

“Jrebbbb… Cllpppp… Plepp.. Pfffhhh” Tubuh Nia tersentak maju mundur , terdorong-dorong oleh tubuh sigemuk.

“Heiii… Darwinnn !!! sini lu…”Sigemuk memanggil Darwin, Darwin berlari kecil menghampiri tempat pertarungan, kini Darwin menjejalkan kemaluannya kemulut Nia “Hmmm.. Mhhhhhhh….. Mhhhhhh” mulut Nia kini diisumpal oleh kemaluan Darwin,

Tangan Darwin meraih kepala Nia kemudian Darwin menggerakkan kemaluannnya maju mundur dengan kasar.

“Uhuk… uhukkk… uhukkkk “ Nia terbatuk-batuk ketika kemaluan Darwin menusuk terlalu dalam,

“Uhhh Akkk… Kecrotttt…. Crottttt…..” Sigemuk menggeram sambil menekankan kemaluannya sedalam-dalamnya, kemaluan sigemuk terlepas dari lubang Vagina Nia, Sigemuk bangkit berdiri, posisi sigemuk segera digantikan oleh Darwin dan

“Ohhhhhh… Mmmmmm…” Nia merintih, ketika merasakan kemaluan Darwin memasuki lubang Vaginanya.

“Wah.. sempit amat… he he he asssiikkkkkkk…”Darwin memacu kemaluannya sampai Nia terdorong-dorong maju-mundur. Darwin melepaskan ikatan pada tangan Nia, kemudian ditariknya nia berdiri dan kini sambil merendahkan posisi tubuhnya Darwin kembali menyentakkan kemaluannya , kedua tangan Nia berpegangan pada bahu Darwin, Sigemuk mulai mendekati Nia dari belakang dan kini kemaluan sigemuk menusuk Anus Nia. Nia kini terjepit ditengah-tengah, Tanpa ampun sigemuk dan Darwin menggempur lubang anus dan lubang Vagina Nia.

“Akhhhhh…. “ Sandy meringis ketika kemaluan Toni dengan kasar menusuk lubang Anusnya, posisi Sandy kini menduduki titit Toni yang terlentang dilantai, Anto kemaluannya kewajah Sandy, Sandy dipaksa mengoral kemaluan Anto dan Ijon dengan asik menyusu dibuah susu Sandy, sementara tubuhnya tersentak-sentak keatas ditusuk oleh Toni. Ijon kini mengangkangkan kedua kaki Sandy, ditusukkannya kemaluannya kelubang Sandy yang seret dan nikmat, Anto menyumpal mulut Sandy dengan kemaluannya, sedangkan Toni dan Ijon asik menggenjot lubang Anus dan lubang Vagina Sandy.

“Hmmmm… Mmmmmhhhhh” Sandy kelelahan menghadapi nafsu ketiga orang laki-laki yang menyetubuhinya, tubuh Sandy sudah basah oleh keringatnya yang terus menetes.

“Auhhh Owww Crrrrrr… kccppprtttt” Tubuh Sandy kembali terkulai lemas, namun tusukan-tusukan dilubang Vagina dan anusnya malah semakin gencar, Sandy merintih-rintih, kelelahan, ketiga orang yang mereguk kenikmatan dari tubuhnya malah tertawa lepas mendengar rintihan-rintihan Sandy yang terdengar manja.

Pesta seks terus berlanjut didalam kantor sigemuk sampai akhirnya pintu kantor itu terbuka lebar, dari dalamnya keluar 7 orang laki-laki, ada kepuasan yang tersirat dari wajah mereka yang tersenyum-senyum. Sementara didalam ruangan kantor itu segemuk terkekeh-kekeh, menyaksikan Sandy, Nia dan Morine yang terkapar kelelahan, mata mereka terpejam rapat, Sigemuk duduk dikursi dan menyalakan sebatang rokok, matanya merayapi tubuh ketiga gadis Chinese yang mulus dan halus.

Tanpa terasa masa 3 bulan yang dijanjikan sudah tiba, berbagai macam penderitaan dan pelecehan sudah dialami oleh Sandy, Morine dan Nia, termasuk digangbang habis-habisan oleh sigemuk dan 7 orang bawahannya, Ketiga gadis Chinese menagih janji sigemuk, sigemuk tersenyum sinis, dikeluarkannya sebuah document dari laci kerjanya, diberinya cap dan kemudian ditandatanganinya document itu, sigemuk melemparkan document itu kelantai sampai bersebaran, dengan hati yang pedih Sandy , Nia dan Morine memunguti kertas document yang berceceran dilantai. “Ha ha ha… kalian ikut aku….”Sigemuk keluar dan memberikan perintah kepada bawahanya agar segera membebaskan Trimin Anwar.  Gelora Birahi

“15009″ Seorang petugas menanggil nomorku, Aku berdiri dari tempatku,

“Kamu boleh keluar…heran ? demi orang jelek kaya kamu ha ha ha ?” Sipetugas cengengesan, aku heran mengapa wajahnya cengengesan begitu, aku juga tidak mengerti arti ejekannya.

“Mang Trimin….” Aku mendengar suara yang tidak asing lagi diteliNggaku, para gadisku menyambut kedatanganku dengan wajah gembira, mereka tampaknya sangat menrindukanku, kemudian setelah segala macam urusan administrasi aku dinyatakan bebas.

“Kalian.. ikut aku… he he he”Sigemuk berwajah mesum sepertinya memberi perintah kepada Sandy, nia dan Morine, Sigemuk hendak menghampiri Morine namun aku menghadangnya.

“Bapak mau apa ?!!” Aku menbentaknya, sigemuk terkesiap, beberapa petugas disana siap-siap mengurung posisiku.

“Mangg Nggak apa koqqq… Cuma.. Mmm Cuma urusan administrasi aja” Sandy berusaha menenangkanku.

“Iya Mangg… mang Trimin tunggu diluar aja ya…”Nia menarik tanganku.

“Nggak akan lama koq manggg he he he”Morine berusaha tersenyum. Aku menghela kesal aku diantar keluar.

Sigemuk segera menggiring Sandy , Nia dan Morine keblok D, disini tempat para napi yang sudah bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun mendekam, dan sudah dapat dipastikan, tidak akan pernah memperoleh kebebasan lagi, hukuman penjara seumur hidup.

“Kita teruskan permainan kita yang sempat tertunda ha ha ha ha” Sigemuk membuka pintu sel disana satu persatu, wajah-wajah mengerikan menyerigai buas, Sandy Nia dan Morine terkesiap melihat wajah-wajah mereka yang liar dan garang.

“Pakkk… jangan “

“Ampunn pakkkk….”

“Tolong lepaskan kami” ketiga gadis cantik dan mulus itu memohon pada sigemuk, sigemuk hanya terkekeh-kekeh, melihat Sandy , Nia dan Morine mulai menangis, mereka berlari ketakutan berusaha menjauhi para mahluk berwajah liar dan garang yang mulai keluar semakin banyak dari selnya mengejar mereka. Teriakan – teriakan liar mengiringi derap kaki para mahluk liar itu yang semakin lama semakin mendekati Sandy , Nia dan Morine yang sudah terpojok, terdengar suara gelak tawa para napi, mereka sedang mengerubuti tiga orang gadis yang seksi, cantik dan mulus, para napi itu seperti kesetanan tidak mempedulikan jeritan ketakutan yang keluar dari mulut ketiga gadis dihadapan mereka.

“Jangannn…. Ampunnnnn…akkkkk”,

“Aduhhhh…Owww…”“Nggakkk… uhhhhhh” suara – suara yang keluar dari mulut ketiga gadis itu, Sandy ditidurkan diatas lantai kedua tangannya dipegangi terentang kesamping, begitu pula kedua kakinya, Sesosok agak tua namun kekar mendekati selangkangannya, tanpa permisi situa menusukkan senjatanya kedalam lubang Vagina Sandy

“Ahhhh…”tubuh Sandy terguncang-guncang akibat tusukan-tusukan kasar dilubang Vaginanya, sementara itu beberapa tangan berebut mengelusi buah dadanya, pahanya bahkan menyelinap meremas buah pantat Sandy. Tidak begitu jauh dari tempat Sandy diperkosa Morine dipaksa menunggging, kedua tangannya dipegangi kebelakang, tusukan kasar menghujam lubang anusnya sampai Morine tersentak, kemudian yang seorang lagi duduk mengangkang dihadapan Morine, sepasang tangan meraih dan menekan kepala Morine

“Mmmm… Mmmm”mulutnya tersumpal oleh kemaluan orang itu, buah dadanya jadi rebutan dielus dan kemudian diremas-remas oleh beberapa orang laki-laki yang mengerubutinya. Keadaan Nia tidak jauh berbeda dari kedua temannya, dalam posisi berdiri Nia dicumbu dan dijilati habis-habisan oleh para lelaki yang asik menyantap kehangatan dan kenikmatan dari tubuhnya yang mulus.

 

“Awwww…” Nia menjerit kesakitan ketika merasakan ada yang mengigit buah dadanya.

“Aduhhh Aowwwwwwww… “tidak begitu lama terdengar jeritan kesakitan Morine ketika seseorang meremas bukit kemaluannya dengan kasar, Morine memekik ketika merasakan seseorang menarik bibir Vaginanya dengan kasar

“Slllpp Slpppp Slppppppp” rakus sekali orang itu meneguk cairan-cairan lengket beraroma khas yang rasanya asin. Dua buah Susu Morine digeluti oleh dua orang Pria sekaligus. Mulutnya di deep Throat sampai ia kehabisan nafas. Salah seorang dari mereka tidur terlentang, beramai-ramai mereka mendudukkan Nia diatas kemaluan Pria itu dan

“Jrebbbb.. Jebbbbb…. Akhhhhh” kasar sekali kemaluan pria itu ketika menghantam Vagina Nia, Entah kemaluan Siapa mulai berusaha menyelinap diantara buah pantat Nia dan langsung menyodok anus gadis itu

“Aaahh Awww Crrrrrrr” Nia memekik ketika merasakan cairan kenikmatannya meledak dari dalam lubang Vaginanya , gelak tawa terdengar riuh rendah seolah-olah mengejek Nia yang mendadak terkulai. Morine meronta-ronta ketika mereka merentangkan kedua tangan dan kakinya lebar-lebar, ciuman dan jilatan mendarat disekujur tubuhnya , Jeritannya yang malang tersumpal oleh mulut yang begitu rakus mengulum bibirnya, empat orang laki-laki seakan-akan sedang berbagi mengemut dan menjilati buah susunya. Beberapa pasang tangan berlomba menjamahi bukit mungil diselangkangannya. Nasib Sandy tidak kalah malang kedua kakinya dikangkangkan lebar-lebar dan sebatang kemaluan yang keras menghujami lubang Vaginanya, buah dadanya sudah memar kemerahan karena tangan-tangan liar yang kasar dan brutal meremas-remas buah Susunya. Semuanya itu disaksikan oleh sigemuk

“Ayooo… hua ha ha ha ha terusss…. Lebih liar….”

Nia menangis memohon agar lelaki itu mau melepaskan dirinya namun sambil terkekeh-kekeh orang itu menerkam dan menggumulinya dengan liar, sosok-sosok lain bertepuk tangan menyaksikan pertarungan 1 Vs 1,

“Hmmm… Mmmmmhhhh” mulut Nia yang sedang menangis tersumpal oleh orang itu, ciumannya turun keleher, kedada.

“Ahhhhhhhhhhh…..” Nia memekik merasakan putting susunya terasa sakit, dan perih ketika gigi orang itu mengigit putting susunya. Tubuh Nia menggeliat-geliat ketika putting susunya terasa diemut oleh orang itu, dengan sebuah perlawanan yang kuat Nia mendorong tubuh orang itu, Nia meronta-ronta merasakan seseorang memeluknya dari belakang dan meremas-remas buah Susunya. Orang itu dengan paksa membalikkan tubuh Nia agar tengkurap dilantai,

“Hekkkkkggg… Aaaa” kasar sekali orang itu menyodomi Nia.

Tubuh Morine terguncang-guncang dengan kuat ketika seseorang menyetubuhinya dengan brutal, buah Susunya bergerak memutar – mutar , sesekali beberapa pasang tangan meremas dan mengelusi buah Susu yang bergerak dengan indah.

“Hmmm.. Hmmmmmmm” Suara bibir Morine yang sedang asik diemut dan dikulum oleh seorang napi bertubuh cebol.

“Crrrrrrrrrr…. Kecrottt     Plopppp….” Kemaluan orang itu terlepas setelah puas memperkosa Morine. Sicebol duduk santai, gelorabirahi.com seorang napi lain memaksa Morine mengangkang dan menduduki kemaluan sicebol yang terkekeh-kekeh keenakan, tangan sicebol memeluk erat-erat tubuh Morine, mereka berdua duduk saling behadapan dengan kemaluan saling bertaut erat, Morine dipaksa bergoyang untuk memuaskan sicebol , tidak berapa lama sicebol menggelepar dalam pelukan Morine, Seseorang menarik Morine dari pelukan sicebol, kedua kakinya diangkat keatas kemudian ditarik kekiri dan kekanan.

“Ahhhhhhhh…. “ Morine menggeliat-geliat ketika kemaluan napi yang lain memasuki lubang Vaginanya. Tiga Orang Napi menyodorkan kemaluan mereka dihadapan Wajah Sandy, gadis itu kewalahan menjilati, menghisap dan mengemut kemaluan ketiga orang napi itu, sementara dua orang napi mengelus-ngelus buah pantatnya yang sedang menungging, dua orang lagi meremas dan menarik-narik buah Susu Sandy yang bergelantungan didadanya.

“Ahhhh… aduh.. duh….. mmh”Seseorang menjambak rambut Morine dan menjejalkan kemaluannya kemulut Morine, putting susunya dipelintir-pelintir , beberapa orang asik mengelusi tubuh Morine yang halus dan mulus, berkali-kali tubuh Morine bergetar hebat dan

“Mmmm.. Keccrrtttt… Crrtttt” akhirnya bobol juga pertahanannya. Nia memejamkan matanya ketika Orang yang menindihnya bangkit setelah puas menggenjot Nia, kini berganti wajah-wajah lain mulai meneduhi tubuh Nia, dua orang sekaligus berbaring disisi kanan dan kiri gadis itu, mulut mereka langsung menyedot-nyedot putting Susu Nia, seorang napi yang lain menyusupkan kepalanya diantara paha Nia, sambil mengelusi paha Nia mulut sang Napi mengemut-ngemut lubang Vagina Nia, berkali-kali lidahnya mengait daging kecil yang bentuknya mirip “kacang”.

“Akkhhhh ahhh” Sandy memekik-mekik , napi yang satu ini begitu kasar, rasa sakit mendera lubang anusnya yang dirojok-rojok oleh jari sang napi.

“Aduhhhh aduhhhhhhh awwwww” Sandy semakin menderita , sedangkan napi yang mengorek-ngorek lubang anus Sandy malah tertawa lepas, dibaringkannya tubuh Sandy dan dengan sekali sentakan kasar dijebloskannya kemaluan hitam itu kelubang Vagina Sandy, selanjutnya tubuh Sandy terguncang guncang dengan kuat.

“Ayo sini he he he” Sang Napi menyukai goyangan Morine, kini Morine dipaksa berdiri sementara beberapa orang memegangu tubuh Morine, sebatang kemaluan mulai mendesak memasuki lubang Vagina Morine, sambil berdiri Morine dipaksa bergoyang, air mata mulai mengalir dimata Morine.Sandy, Nia dan Morine menangis dalam dekapan para Napi , Para lelaki liar itu seakan-akan tidak pernah habis, wajah-wajah baru selalu meneduhi tubuh mereka yang mulus, rasa putus asa, ketidak berdayaan semakin lama semakin terasa menyesakkan dada mereka, sedikitpun tidak pernah terpikirkan kalau mereka akan mengalami “Pemerkosaan Masal”

 

Aku menunggu diluar, detik demi detik terasa lama, menit demi menit seakan akan tidak pernah mau berlalu dariku, berkali-kali aku menanyakan pada petugas jaga didepan “Dimanakah para gadisku” namun mereka hanya cengengesan, beberapa orang petugas disana tersenyum mesum. Sinar matahari yang hangat kini berganti dengan gelapnya malah yang dingin, sesekali bunyi geledek terdengar seperti akan hujan lebat. Aku menunggu kedatangan seseorang , akhirnya kudengar suara mesin mobil, buru-buru kucegat

“Jhoni….” Aku memanggil sahabatku.

Jhoni turun dari mobil Mitsubishi T120SS tahun1990 berwarna Biru Tua,ia baru disuruh belanja oleh tukang masak di LP itu, terburu-buru Jhoni menghampiriku, aku menjelaskan duduk permasalahannya, Jhoni mengangguk-anggguk, entah kenapa wajahnya juga terlihat cemas. “Bantu aku Jhon, cari mereka…!!!”Aku sangat mengharapkan bantuannya.

“Tenang Sobat.. Aku pasti membantumu!!” Jhoni menatapkuku dengan yakin.Gelora Birahi

Kini aku hanya dapat menunggu, dinginnya malam menusuk tubuhku namun itu semua tidak kupedulikan, yang ada hanya rasa kuatir, dan rasa cemas. Akhirnya aku melihat Jhoni dari kejauhan, ia agak berlari-lari kecil, aku berlari menghampirinya. “Bagaimana Jhon… dimana mereka!!!” Aku mengguncang-guncangkan tubuh sahabatku, Jhoni hanya menundukkan kepalanya ia menggeleng-gelengkan kepala

“Habiss… para napi diblok D memperkosa mereka seharian, mereka kini dibawa keruangan  doctor ijon.. entah masih hidup atau tidak…….”Jhoni tidak berani memandangiku.

“Hahhhh….!!!!!” Mendadak tubuhku lemas,

“Dimana ruangannya!! Dimana…!!!! Bajingan!!!! aku bunuhhh merekaaa semuaaaa!!!!!” Aku histeris dan hendak menerobos penjara terkutuk itu, namun Jhoni memegangi tubuhku.

“Trimin… sabar!!!!… Trimin…. Jangan sia-siakan pengorbanan mereka…Bukkk” Trimin meninju wajahku, Aku tercekat, tersadar.

Aku mengikuti langkah Jhoni Dari belakang, Jhoni menarik kereta Dorong sedangkan aku membantu mendorong kereta dorong itu dari belakang.

“Siapa dia ?” petugas jaga disana bertanya menyelidik.

“Ohhh.. ini yang sekarang disuruh Bantu-bantu saya… pakaian kotornya mana pak ?” Jhoni mengalihkan topic pembicaraan.

“Nihhh… “Sipetugas jaga melemparkan pakaian kotor dengan kasar. Tanpa banyak bicara Jhoni dan aku melewati petugas jaga disana.

“Ingat Trimin…jangan gegabah…, yang itu ruangan Doktor Ijon…”Jhoni mengingatkanku sekaligus memberitahuku. Aku mengangguk kemudian dengan mengendap-ngendap kami mendekati pintu yang sedikit terbuka, aku mendorong pintu ruangan itu.

“Keparat….” Aku memaki dalam hati, aku melihat Doktor Ijon dan 2 orang petugas disana tengah mengangkangi Sandy , Nia dan Morine, tidak ada rintihan yang keluar dari mulut para gadisku, tubuh mereka diam tidak bergerak. Aku dan Jhoni berpandangan, kemudian mengangguk , Jhoni memadamkan lampu diruangan itu , terdengar bunyi

“Buk..!!! Bukkkkk… Bukkk!!!” Didalam ruangan yang kini pencahayaannya sangat minim, hanya mendapat sedikit cahaya dari lampu diluar ruangan.

“Brukkkk….” Terdengar bunyi tiga sosok tubuh yang terjatuh keatas lantai, Jhoni menyalakan kembali lampu diruangan Doktor ijon. Tubuh bugil doctor ijon dan 2 orang petugas di LP itu roboh ,

“Jhoni Cepat..!!!” Aku memanggul Morine dan Nia dibahuku, Jhoni seperti tersadar ia memanggul tubuh Nia , kami masukkan tubuh mereka bertiga kedalam kereta dorong, dengan rapi Jhoni menumpukkan baju-baju kotor , untuk menutupi Sandy , Nia dan Jhoni. Jhoni menarik kereta dorong itu dan aku membantu mendorong dari belakang, sepertinya situasi berjalan sukses sampai…deg… deggg deggggg…. Seorang petugas menghampiri kami ia hendak membuang kopi panas kedalam kereta dorong

“Untuk saya saja pak..” aku maju menghadang sambil mengulurkan tanganku.

“Mau Nihhh!!”

“Byur..Arggghhhh”rasa panas menyengat dikulitku, kemudian petugas itu meludah dilantai dan berlalu dari hadapan kami. Jhoni memandangi petugas itu dengan geram, ia tidak terima aku diperlakukan seperti itu.

“Ayo terus.. Jhon…”Aku mendorong kereta itu kembali.

Aku dan Jhoni mengangkat baju-baju kotor dari dalam kereta, kemudian aku masukkan Sandy dan Morine kedalam Mobil Tua yang biasa dipakai Jhoni untuk membeli sayur mayor pesanan situkang masak didalam penjara itu, Loh……….. koq Nia Nggakkk ada !!!!!!!!!!! apa ketinggalan ya??????!!! Aku panic dan bengong.

“Jhoniiii… Nia ketinggalan….”

“Hahhh dimana ?” emangg ada empat ?” Jhoni ikut gugup. Aku menoleh kearah Suara Jhoni yang gugup , wajahku mendadak berseri-seri, aku melihat Jhoni tengah membopong tubuh Nia.

“Nggak Cuma tiga he he he”Aku tertawa gembira.

Jhoni yang kebingungan meletakkan Nia disamping kedua temannya, kemudian Jhoni duduk didepan untuk segera mengemudikan mobil tua itu sedangkan aku masuk kebelakang.

“Sandy.. Niaaa… Morine” Aku mengguncang-guncangkan tubuh mereka, wajahku mendadak pucat, tubuh mereka semakin dingin, nafas mereka bertiga semakin lama semakin lemah.

“Arggggg! Tidak!!” Jeritanku mengguncang malam dan rintik hujan semakin lama semakin lebat disertai bunyi geledek yang memekakkan telinga.

***************************

Aku memandangi rumah kosong itu, gelap, tidak ada canda tawa lagi didalamnya, tidak ada desahan – desahan manja Nia, ataupun jeritan Morine yang liar, ataupun guyonan Sandy yang nakal. Dinginnya angin malam menerpa tubuhku. Rintik-rintik gerimis.. membuat hatiku pilu.

cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.