Vimax Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News

Mrs Sex And Friend 3

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum, Sudah seminggu berjalan semenjak aku dengan sukses merengut kegadisan Morine, Sandy dan Nia masih belum tahu kalau temannya sudah tidak perawan lagi, dihadapan mereka berdua aku hanya bermain di daerah luar tubuh saja namun jika mereka berdua sudah pulang langsung kulahap habis-habisan kenikmatan dan kehangatan dari tubuh Morine sampai ia kelelahan dalam rintihan dan jeritan-jeritan birahi yang binal, dunia seks yang kukenalkan pada Si kucing liar Morine rupanya membongkar sisi lain dari jati dirinya, keliaran dan kebinalan dalam bercinta.

Malam itu udara terasa dingin , diluar hujan turun dengan begitu deras, disebuah rumah kontrakan inilah aku tinggal, dan selama seminggu ini pertarungan yang hebat selalu terjadi didalam hatiku, namun lama-kelamaan sisi baik didalam diriku semakin kabur , seperti matahari pagi yang hangat ditelan oleh gelapnya malam yang pekat , senyap tanpa sinar sedikitpun. Aku tersenyum dingin menanti datangnya hari esok, yang ada dalam pikiranku hanya kenikmatan, kenikmatan, dan kenikmatan. Pikiran-pikiran kotor dan mesum sudah memakan habis hati nuraniku, sambil menghela nafas aku membaringkan tubuhku, tanganku tidak henti-hentinya mengocok-ngocok batang kemaluanku, kesadaranku mulai hilang dan akupun jatuh dalam gelapnya malam.

Mataku mendadak terbuka, ada senyuman dibibirku, akhirnya hari yang kunantikan sudah tiba, dengan terburu-buru aku mandi, suasana hari itu mendung seperti mau hujan, sudah selama seminggu Aku selalu menjemput Morine lebih awal, dengan mengendap-ngendap kubawa santapan pagiku kedalam mobil agar tidak ketahuan oleh orang rumah, santapan pagi yang mulus dan hangat.

kisah bokep 2016, kisah bokep terbaru, kisah bokep, kisah ngentot 2016, kisah ngentot terbaru, kisah ngentot, kisah hot 2016, kisah hot terbaru, kisah hot, kisah sange 2016, kisah sange terbaru, kisah sange, kisah lucah 2016, kisah lucah terbaru, kisah lucah, gelora birahi

“Jreng…jrengg…jrennggg….ada yang….benci dirinya ada yang….”seorang pengamen mendekati mobilku, ia bernyanyi sebuah lagu sikupu-kupu malam,

“Ini hidup wanita sikupu-kupu mallllaa Uhukkk… uhukkkk…..”Sang pengamen terbatuk-batuk ketika tanganku menyibakkan rok seragam Morine keatas, petikan gitarnya mendadak berhenti, mulutnya terbuka lebar, matanya melotot melihat kemulusan paha Morine.

Morine tercengang kaget dengan aksiku sampai-sampai ia lupa kalau rok seragamnya tetap tersibak memperlihatkan sepasang pahanya yang mulus , sementara lampu lalu lintas berganti warna hijau, Aku segera menginjak gas meninggalkan sang pengamen yang masih bengong.

“Ditttttt…Dittttt… Ditttt!!!” Bunyi klakson terdengar dibelakangku, lewat kaca mobil kulihat rupanya sang pengamen masih bengong ditengah jalan, sementara Morine buru-buru merapihkan Rok seragamnya, ia mencubit lenganku. Aku melihat jam tanganku, masih menunjukkan jam 6.05 menit, seorang satpam tua memperhatikan kami dengan mata yang masih mengantuk disekolah,ia sepertinya tidak curiga dengan kedatangan kami yang terlalu pagi. Aku segera memarkir mobil dilapangan parkir yang masih sepi, baru juga aku mematikan mesin mobil sikucing liar Morine menerkamku, mulutnya mengulum bibirku, aku membalas mengulum bibirnya yang mungil.

Morine membuka kancing baju seragam sekolahnya, tersembullah sepasang buah dada yang ranum dihadapanku, sudah seminggu ini Morine tidak memakai Beha dan juga celana dalam, Morine menyodorkan buah dadanya yang ranum kewajahku, aku langsung melahap buah dadanya , kuhisap dan kujilati bulatan buah dadanya, tidak lupa aku emut-emut putting  susunya yang semakin runcing.

“Ahhhhh… Ahhhhhhh Manggggg  Triminiii…. Ouhhhh manggggg”Morine menjerit-jerit liat karena desakan birahi.

“Sssssssttttt…. Jangan terlalu keras manissss… nanti kedengeran orang gimana….???” Kataku mengingatkan sambil menciumi bibir dan lehernya.

Morine tidak menjawab ia hanya mendesah-desah dengan nafas yang semakin memburu keras. Tangan Morine memaksa membuka retslueting celanaku dan menarik keluar isi celana dalamku, Morine naik keatas tubuhku yang masih duduk dengan santai , dipagi hari yang dingin , kepala kemaluanku masuk kedalam lubang yang hangat dan seret, lubang Vagina Morine, pinggulnya naik turun dengan liar, kepalanya terangkat-angkat keatas, jeritan kecil kadang-kadang terdengar dari mulutnya, aku tidak mau diam lagi kini kusentak-sentakkan kemaluanku dengan kuat kedalam lubang mungil dan seret, berulang kali tanganku meremas – remas buah pantatnya yang padat ,

“Akhhhhh Crrrrr… Crrrr”gerakan-gerakan Morine yang liar berhenti , kedua tangannya memelukku kuat-kuat, sesekali kusentakkan kemaluanku untuk mengantar mengiringi badai dahsyat yang baru saja melemparkan Morine kejurang kenikmatan, ciuman-ciuman kasarku berkali-kali hinggap didadanya yang turun naik seiring dengan desah nafasnya. Morine turun dari tubuhku dan duduk dikursi sebelahku, setelah membersihkan cairan yang meleleh di pahanya Morine merapihkan pakaiannya, aku menerkamnya

“Sudah manggg…. Hampir jam 07.00 Cuma kurang dikit”

Aku tidak mempedulikan kata-kata Morine , kusibakkan rok seragamnya sampai aku bisa melihat kembali gundukan mungil diselangkangannya, bibir Vagina Morine masih terlihat basah, lidahku langsung menari-nari, kukait-kait clitoris Morine sampai Morine tersentak-sentak dan merintih-rintih, aku tidak peduli lidahku semakin liar memainkan daging kecil didalam lubang Vaginanya.

“Auh… Crrrr….. Crrrrrr”Morine merintih untuk kedua kalinya, mulutku dengan lahap menyedot cairan putih yang terasa asin dan gurih sampai habis.

“Mangg…Manggg Trimin…”Morine mendorong kepalaku keluar dari selangkangannya. Mataku melihat keadaan disekeliling rupanya satpam tua itu mulai mendekati mobil kami. Situa mendekati pintu mobil dan

“tok… tokkk….”Pintu mobil diketuk, Morine membuka jendela mobil dan

“koq ngak turun Non?” Si tua Bangka bertanya, matanya memandangi kami berdua dengan tatapan matanya yang penuh selidik. gelorabirahi.com

“Koq baunya gini…”Hidungnya mengendus-ngendus, Wangi cairan yang keluar dari lubang Vagina Morine menimbulkan  Aroma yang tidak asing lagi bagi penggemar seks.

“Psstttt… Psttttt…….” Morine menyemprotkan parfum , si tua bangka tampak kecewa sekaligus curiga, Morine tertunduk ia seperti takut ketahuan oleh Si tua bangka.

“Hehhhh ngapain loh…. Minggir….”Aku turun dari mobil dan menghardiknya agar segera pergi menjauh dari Morine, Si tua bangka segera ngacir pergi menjauh.

Aku menenangkan Morine yang masih ketakutan, sebelum ia keluar dari mobil aku masih sempat meremas buah dadanya, Morine menatapku dengan manja dan kemudian sambil tertawa kecil ia menuju ruangan kelasnya, aku dengan tidak sabar menunggu ketiga gadis Chinese itu selesai sekolah, sang waktu berjalan lambat seolah-olah berusaha menyelamatkan Sandy dan Nia dari nafsu liarku, dengan kelelahan sang waktu mengakhiri perlawanannya ketika bel sekolah berdentang dengan nyaring tanda jam sekolah telah usai, akhirnya penantian di hari Sabtu yang kutunggu berakhir juga.

“Morine Haus nihh…” Sandy menatap Morine dengan tatapan manja.

“Ya… ambil sana dikulkas……..” Morine menyahut

“Minta Fantaaaaaaaaaaa”Sandy tambah manja , sambil sebelah tangannya menyusup kebalik rok seragam sekolah Morine. Nina juga mulai ikut-ikutan ia merangkul Morine dari belakang dan meremas-remas bagian buah dadana yang masih bersembunyi dibalik seragam sekolahnya,

“Aku minta coca-cola yahhh… cuppp.. cupppp”Dikecupnya leher Morine sampai Morine keenakan.

“Ya sudah kalian tunggu disini… aku ambilkan…..”Morine membalas dengan meremas Susu Sandy dan Nia dengan lembut.

“Awww…enak”

“aduhhhhhhh… jangannnnnnnn” Sandy dan Nia menjerit manja, kemudian sambil tertawa lepas Morine keluar dari kamar , Morine mengambilkan minuman untuk kedua orang temannya. Aku mengikuti Morine kedapur, Aku tersenyum ketika Morine mulai mengisi Gelas-gelas kenikmatan itu dengan Fanta dan Coca Cola kesukaan Sandy dan Nia. Kupeluk Morine dari belakang, kukeluarkan obat perangsang dosis tinggi,ambil menciumi dan menggigit-gigit kecil daun telinga Morine aku berbisik

“Masukkan ini sekalian manisku…”. Morine menoleh menatapku , ia bertanya keheranan

“Apa… ini manggg”. Aku tersenyum memeluk Morine sambil melepaskan kancing baju sekolah dan beha Morine dari belakang

”Itu Obat perangsang “

“Tolong jangan…. Kasihan mereka….”Morine memohon belas kasihanku.

”Jangan banyak bacott!!! Lakukan perintahku ngertii!!!!”Aku membentak Morine, Morine ketakutan dan ia segera menjalankan perintahku, dimasukkannya obat perangsang pemberianku kedalam gelas kenikmatan rasa Fanta dan Coca Cola, Sambil bersujud kulepaskan rok seragam Morine dan kutarik celana dalam Morine.

“Slllllrrrppppphhhhh…. Sllllllrrrrrrpppphhhh………..” kujilati belahan pantatnya yang lembut dan halus, kupeluk erat-erat pinggul Morine sambil mencari-cari daging kecil didalam lubang Vaginanya, kutelan-tekan perlahan daging kecil itu dalam gerakan memutar, Morine merintih kecil, Api birahi semakin besar menyala dalam dirinya, sambil merendahkan posisiku dari belakang kutusukkan kemaluanku pada lubang Vaginanya, kupacu Vagina Morine kuat-kuat dan iapun bergoyang dengan binal, kedua tangannya bertumpu pada pinggir meja.

“Kamu jangan nakal manisku…Ayo berikan minuman ini pada Sandy dan Nia….agar aku dapat segera menikmati mereka!!” perintahku kepada Morine. Morine melangkah dengan pasti , sepertinya Api birahi yang berkobar dengan dashyat sudah membakar habis akal sehatnya. Sambil tertawa senang aku mengikuti langkah Morine yang sudah lebih dulu sampai kedalam kamar, Hmm dikamar hanya ada Morine yang terdiam memegang dua buah gelas ditangannya, diletakkannya gelas itu diatas meja belajarnya, Morine menoleh kearahku, dilantai kulihat Pakaian seragam milik Sandy, sedangkan dalam jarak yang agak jauh lagi kulihat pakaian seragam milik Nia, sambil memunguti Attribute ditubuh Sandy dan Nia yang tercecer ,aku mengikuti jejak yang sengaja ditinggalkan oleh santapanku yang pasti lezat dan mengenyangkan nafsu birahiku, Rok seragam, kemudian Beha dan yang terakhir celana dalam, semuanya kutemukan, sambil membungkuk kuambil celana dalam terakhir berwarna coklat muda dan…

”Dharrrrrrr……..!!!!!!!” Sesuatu melompat dari tempat yang tersembunyi ,Mataku hampir melompat keluar dari tempatnya ketika melihat dua pasang buah dada yang segar dan ranum melompat kehadapanku. Dua sosok tubuh mulus yang kukenal tertawa lepas tanpa beban, sepertinya mereka tidak tahu kalau hari ini mereka wajib melepaskan dan dan menghidangkan  keperawanan mereka untukku Aku menerkam mereka berdua dan kuciumi mereka berdua, tanganku merayap.

“Ihhhh mang Trimin… ihhhhhh”

“Ahhhh geli mang!” Kata – kata seperti itulah yang keluar dari mulut Sandy dan Nia. Kugiring Sandy dan Nia menuju kamar Morine , kamar tempat aku akan menyantap keperawanan mereka. Didalam kamar tanpa basa-basi Sandy dan Nia meminum minuman yang sudah disediakan oleh Morine, Morine tertunduk, sepertinya ia merasa serba salah, aku memeluknya dari belakang sambil berbisik

“Jangan kuatir… mereka berdua akan baik-baik saja…… hari ini kita berempat pasti akan bersenang-senang sampai puas….. apa kamu sudah melaksanakan perintahku…?” sambil meremas kedua susunya dalam gerakan memutar aku bertanya pada Morine, Morine mengangguk sambil mendesah resah.

“Bagussss… ha ha ha ha…..” aku tertawa senang.

15 menit yang lalu

“Haloooo…. Siapa ini…?” suara yang terdengar dari gagang telepon bertanya.

“Ini Morine tante…. Sandy nginap dirumahku tante….”Morine berusaha agar tidak gugup.

“Ooooo Sandy mana ?”suara itu bertanya lagi.

“Lagi…. Dikamar kecil tante, jadi aku bantuin ngasih tau supaya tante nggak kuatir…?”Morine berbohong.

“Ooo ya sudah kalau begitu….”Suara itu tampak lebih tenang.

“Mari tante dhagg”Morine kemudian menutup gagang telepon. Kemudian ia juga menghubungi orang tua Nia dan melakukan hal yang sama

Baru 10 menit aku meremas – remas Susu Felin, dihadapanku Sandy dan Nia mulai terlihat resah dan gelisah, aku tersenyum karena tahu kalau pengaruh dari obat perangsang pasti mulai bekerja, kubalikkan tubuh Morine, kemudian aku masukkan kemaluanku  ke lubang Vaginanya kutusuk-tusukkan dengan cepat dan kuat sampai terdengar bunyi

“Clepp.. Cleppp.. Clepppp” bunyi itu semakin kuat terdengar dan

“Akhhhhhh…..Crrrrrrrrr” satu pekikan manja terdengar dari mulut Morine. Kucopot kemaluanku dengan kasar, kemudian sambil menggoyang-goyangkan kemaluanku aku mendekati Sandy dan Nia, kedua gadis itu kini menggigil hebat karena berada dibawah pengaruh obat perangsang. Kudorong tubuh keduanya keatas ranjang yang empuk. Aku menerkam Sandy dan Nia kemudian menciumi mereka, ciumanku semakin liar dan kasar ketika aku menggeluti buah dada mereka. Sandy dan Nia menggelepar-gelepa, rintihan mereka semakin keras, kulepaskan tubuh Sandy kini aku mulai berkonsentrasi pada tubuh Nia, kulumat lembut putting susunya, Nia memekik kecil ketika aku merubah gaya bercintaku menjadi liar dan kasar, dengan rakus kulumat-lumat buah dadanya bergantian yang kiri dan yang kanan.

Nia seperti merengek-rengek menahan nafsu birahi yang semakin tinggi, kugigit – gigit dengan gemas putting susunya yang semakin mengeras, rakus sekali mulutku ketika menjilati, mengemut, dan mengigit – gigit buah dadanya yang semakin mengeras. Ciumanku yang liar dan brutal semakin turun, keperut, dan…hinggaplah aku disebuah gundukan mungil yang aromanya sudah sangat kukenal.

”nggghh…ahhhh!!” tubuh Nia mengejang ketika aku melumat-lumat bibir Vaginanya dengan kasar,  kutekan dan kubuka bibir Vagina Nia dengan jari jempolku, tersembullah daging kecil dambaan setiap laki-laki , kukait-kait daging kecil mungil yang menggemaskan itu dengan lidahku sampai pemiliknya tersentak-sentak kenikmatan. Aku mulai menggesek-gesekan kepala kemaluanku pada lubang Vagina Nia, kutekan dan kucoblos lubang Vagina Nia dengan satu sentakan yang kuat

“clepppppppp” bunyi lubang kecil itu ketika kepala kemaluanku merangkak masuk. Kutekan kemaluanku agar lebih dalam lagi memasuki lubang sempit yang berdenyut-denyut  meremas-remas kemaluanku dengan kuat, untuk sesaat aku tersentak…kuhentikan gerakanku, api kecil menyala didalam hati nuraniku,haruskan aku merampas kegadisan Nia yang baik hati dan pemaaf? Pada saat-saat yang kritis ini Nia menekuk dan mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, kemudian mengangkat-angkat pinggulnya keatas, api kecil itu mendadak padam bagaikan tertiup oleh angin badai yang dasyat, kusentakkan kemaluanku berkali-kali merobek-robek kegadisan Nia.

“Aaaaahhh!! ” jeritan Nia terdengar menggema didalam kamar itu ketika aku dengan buas melahap keperawanannya, aku terus berkutat merojok-rojok  lubang Vagina Nia sampai kemaluanku tenggelam secara sempurna, kutarik dan kutekankan kemaluanku berkali-kali.

Si kucing Liar Morine kini naik keranjang dan menghampiri Sandy yang mendesah-desah tidak karuan, Morine memeluk Sandy dan mengulum bibir Sandy dengan rakus, kedua gadis itu saling melumat dan saling berpelukan, ciuman Morine kini turun kebuah dada Sandy, mulut Morine begitu rakus menggeluti buah dada Sandy, setelah puas menggeluti buah dada Sandy Morine menarik tubuh Sandy agar bangkit duduk diatas ranjang, sedangkan Morine duduk dibelakang Sandy, sambil memandangiku dengan tatapan matanya yang nakal Morine meremas bagian bawah buah dada Sandy , kemudian dengan gerakan memutar kedua tangannya meremas-remas sepasang susu yang segar dan ranum.

Tangan Morine yang sebelah kiri dengan perlahan merayap semakin turun dan kini hinggap digundukan mungil milik Sandy, jari tangannya menggesek-gesek bibir Vagina Sandy sehingga Sandy semakin sering merintih lirih, sambil terus memacu kemaluanku menikmati Vagina Nia aku menonton “Live Show” yang semakin liar, mata ku merayapi tubuh Sandy, Morine seperti mengerti keinginanku didorongnya tubuh Sandy kearahku,  kurengut dan kutarik tubuh Sandy agar posisi susunya pas dimulutku dan kulahap buah susu Sandy, sipemilik buah susu merintih-rintih ketika aku semakin liar melampiaskan nafsuku pada buah dadanya,lidahku mengait-ngait putting susu Sandy yang semakin keras, kuemut pentilnya dan kuhisap-hisap. Morine menarik kepalaku sambil menyodorkan buah dadanya , aku tersenyum senang sambil menerima pemberian Morine, kepala kemaluanku sibuk menyogok nyogok lubang Vagina Nia, sedangkan kepalaku sibuk mengemut-ngemut empat buah susu ranum yang terhidang dihadapan wajahku,kupercepat kocokan-kocokan kemaluanku pada lubang Vagina Nia yang mulai terasa lancar karena membanjirnya cairan pelumas dari lubang kewanitaannya,sepertinya inilah yang disebut dengan istilah empat sehat lima sempurna.

“Eeengghhh Achhh!!” Nia menjerit kecil, tubuhnya bergetar hebat dan Srrrr…crrrttt, semburan-semburan cairan hangat terasa menyemprot kemaluanku. Aku meneruskan acaraku “berpacu dalam melody” birahi.

“Crep….crepp…plepp…slepp!”Entah apa judul lagu ini, kadang-kadang slow, kadang kadang nge-rock, kadang-kadang agak metal tergantung bagaimana cara aku mengayunkan kemaluanku. Morine menerkam Sandy sehingga tubuh Sandy yang mulus terlepas dari kekuasaanku, Sikucing liar Morine menggeluti  tubuh Sandy, seperti binatang buas yang kelaparan, kubiarkan Morine bermain dengan Sandy, kutarik pinggul Nia kemudian aku meneduhi tubuhnya dan memompa lubang Vaginanya dengan lebih kuat lagi, kupeluk erat-erat tubuh ramping Nia yang seksi, keringat sudah membanjir ditubuh kami berdua, permainan semakin basah, hangat dan mengasikkan, Nia yang sexy sudah  tiga kali menyemprotkan air maninya dalam posisi ditindih oleh tubuhku dan ini yang keempat kali…

“Akkhhh…crrrtttt” Nia kembali terhempas dalam kenikmatan, Nia yang sexy dan cantik terkulai tanpa daya setelah kukalahkan dengan telak, Aku bangkit dan mencabut kemaluanku

“Plooopppp” aku memperhatikan lubang Vagina Nia yang memar kemerahan, cairan putih kental meleleh keluar dari sela-sela Vaginanya bercampur dengan cairan berwarna merah, darah perawan, Nia terengah-engah kecapaian, gelorabirahi.com matanya terpejam rapat-rapat, mulutnya sedikit terbuka. Aku merangkak mendekati Sandy dan Morine, bersama-sama dengan Morine Aku mengemuti Susu Sandy, Morine mengemut Susu kanan dan Aku mengemut susu sebelah  kiri, lumayan lama juga kami berdua menyusu didada Sandy, Morine mendorong tubuhku sampai aku terlentang diatas ranjang dengan posisi mengangkang, kemudian Morine menaikkan Sandy keatas tubuhku,Morine menekan pinggul Sandy turun, aku tidak menyia-nyiakan maksud baiknya, kuarahkan kepala kemaluanku pada lubang vagina Sandy yang mendekati kemaluanku, beberapa kali kepala kemaluanku terpeleset ketika akan masuk kedalam lubang Vagina Sandy yang licin, seret dan hangat, setelah kurasakan pas kali ini dengan satu sentakan keras kuhentakkan kemaluanku keatas

“Cleppp…”suara itu begitu keras terdengar.terdengar, Morine menekan pinggul Sandy , kurasakan kemaluanku semakin dalam terbenam menusuk Vagina Sandy.

“Brettt… drrrrrrrrrtttt prrrrrrrrrttt……”terasa sekali enaknya ketika kepala kemaluanku merobek-robek keperawanan Sandy, sedangkan pemilik keperawanan meringis-ringis ketika aku merobek-robek miliknya yang berharga, sesuatu yang tidak akan pernah mungkin dapat kembali lagi, kucengkram pinggul Sandy sambil berkali-kali menghentakkan kemaluanku keatas, sedangkan Morine mengangkangi wajahku, SiKucing liar menghidangkan Vaginanya yang beraroma harum menggairahkan. Aku langsung menjulurkan lidahku mencari-cari daging mungil kesukaanku , pinggul Morine berulang kali menekan-nekan kebawah, sehingga lidahku semakin tenggelam ke dalam lubang Vaginanya, kukorek lubang Vagina Morine, kuemut-emut Vagina Morine dengan rakus.

“Akh….Hnngghh!!” Sandy memuntahkan cairan kenikmatannya, Sandy yang mulus memang lebih cepat mencapai kenikmatan jika dibandingkan kedua temannya. Morine menekan-nekankan Vaginanya kemulutku, pinggulnya bergoyang kesana kemari

“Aww…Crrrr” Morine semakin kuat menekan pinggulnya kewajahku ketika aku dengan lahap menjilati cairan gurih yang meleleh dari selangkangannya. Morine hendak mengangkat Vaginanya namun kutahan buah pantatnya dengan kedua tanganku, aku tidak akan membiarkan santapan yang lezat ini ,seenaknya berlalu dihadapanku, sambil terus menghentak-hentakkan kemaluanku merojok-rojok Sandy, aku melumat-lumat selangkangan Morine, kadang-kadang Morine memekik ketika aku mengigit-gigit kecil bibir Vaginanya dengan gemas.

“Unghhh…crrrrrrr…” Sandy kembali mengeluh dan cairan hangat terasa menyemprot kemaluanku berkali-kali. Aku merasakan Sandy turun dari tubuhku

“ploppppppppp….”Kemaluanku terlepas dari Vaginanya, Kuterkam sikucing liar  Morine dan kugeluti tubuhnya, tembakan-tembakan gencar berulang kali kuarahkan untuk menghantarkannya berkali-kali kejurang kenikmatan,setelah itu sasaranku alihkan pada Sandy yang terkulai lemas diatas ranjang, kubalikkan tubuhnya kini Sandy dalam posisi menungging,bibir Vaginanya kini merekah dan agak terbuka, aku kembali menjejalkan kemaluanku kedalam lubang Vaginanya yang seret , kutekan kemaluanku sedalam mungkin, sampai buah pantatnya menggesek perutku, halus, begitu lembut, hangat dan ada perasaan serrrrr di jantungku. Kukocokan kuat-kuat kemaluanku sampai terdengar bunyi

“Plokkk…”

“Plokkk….”

“Plokkk!” yang semakin lama semakin keras terdengar.

Tubuh Sandy terdorong maju mundur, semakin cepat aku mengayuhkan kemaluanku semakin cepat pula tubuhnya terayun-ayun dalam posisi menungging, kemaluanku keluar masuk menelusuri lubang kenikmatan yang seret dan sempit, pada saat aku mendorongkan kemaluanku bibir vagina Sandy bagaikan amblas tertekan masuk, dan pada saat aku menarik kemaluanku bibir Vagina Sandy bagaikan tertarik keluar.Gelora Birahi

“Engggg Ahhhhh… Akh…ssshhttt!” Sandy menjerit tertahan ketika dirinya kembali tenggelam kedalam lautan kenikmatan. Tanpa melepaskan pinggul Sandy aku menjatuhkan diriku kebelakang, kini aku duduk diatas ranjang sedangkan  Sandy menduduki kemaluanku, tanganku meremas-remas Susunya , kocokan-kocokan kemaluanku semakin kuat menghujami lubang Vagina Sandy.

“Uhhhhh…” Aku menghentikan gerakanku, Tubuh Sandy dan tubuhku sudah basah bagaikan habis kehujanan , keringat mengalir dengan deras dari tubuh Sandy dan tubuhku, sesekali kuayunkan kemaluanku keatas dengan gerakan yang santai sambil mengumpulkan kembali tenagaku yang terkuras,punggung Sandy bersandar didadaku kepalanya terkulai lemah kecapaian, gesekan buah pantat Sandy yang halus mulus menimbulkan sensasi yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata

kisah sex 2016, kisah sex terbaru, kisah sex, kisah seks 2016, kisah seks terbaru, kisah seks, Gelora birahi,kisah dewasa 2016, kisah dewasa terbaru, kisah dewasa, kisah mesum 2016, kisah mesum terbaru,kisah mesum,

“Utssss…Crrrott” tanpa kuduga sesuatu yang sangat nikmat keluar dari dalam tubuhku ,nafasku seperti tertahan, kuremas lembut Susu Sandy dari belakang, tenggorokanku terasa panas, kulepaskan tubuh Sandy , aku berlalu keluar untuk mengambil minuman dingin dari kulkas, Kemaluanku yang besar kini terkulai, kubuka pintu kulkas dan kuraih sebotol Sprite untuk melepaskan dahagaku, , kugerakkan tubuhku untuk menghilangkan rasa pegal, beberapa saat kemudian tenagaku mulai pulih, ulat-ulat saru mulai menggeliat diotakku, kulangkahkan kakiku menuju kamar Morine dan kubuka pintu kamar itu perlahan, diatas ranjang terbaring tiga sosok tubuh mulus yang terkulai lemah, kuhampiri tubuh mereka dan kini kubalikkan kembali tubuh Sandy dan tubuh Nia ,kujilati lubang anus Sandy kemudian lubang Anus Nia, perjalanan Sandy dan Nia masih panjang, kuarahkan kepala kemaluanku pada lubang anus Sandy dan…jeritan kesakitan Sandy kembali terdengar menggema didalam kamar…..setelah aku selesai kulepaskan tubuh Sandy tidak berapa lama kemudian terdengarlah jeritan kesakitan Nia, mereka berdua menangis terisak-isak , sepertinya pengaruh obat perangsang yang kuberikan mulai hilang, kesadaran mereka perlahan-lahan mulai pulih namun segalanya sudah terlambat, aku kembali menikmati kemulusan dan kehangatan tubuh mereka bertiga.

Beberapa bulan kemudian

Dari dalam sel disebuah penjara, tepatnya diblok D terdengar suara gelak tawa para napi, mereka sedang mengerubuti tiga orang gadis yang seksi, cantik dan mulus, para napi itu seperti kesetanan tidak mempedulikan jeritan ketakutan yang keluar dari mulut ketiga gadis dihadapan mereka.

“Jangannnnn…. Ampunnnnn…… akkkkkkkkkkkkk” ,

“Aduhhhhhhhhhhh… Owwwwwwww…..”

“ngakkkkkk….. uhhhhhhhhhhhhhhh” suara – suara yang keluar dari mulut ketiga gadis itu.

Sandy ?…. Nia ?………… Morine ?…………… Huhh ????? Mau Ngapain mereka didalam sana ?

cerita,sex,seks,dewasa,mesum,bokep,ngentot,hot,sange,telanjang,panas,syur,lesby, gay,homo,bugil,telanjang,tante,bispak,kontol,memek,vagina,lendir,onani, masturbasi,anal,kimcil,xxx,bondage,perkosaan,cabul,skandal

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.