Vimax cerita ngentot Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News
cerita dewasa Cerita Mesum Cerita Mesum Cerita Dewasa Cerita Sex cerita dewasa terbaru

Mrs Sex And Friend 2

Vimax

kisah sex 2016, kisah sex terbaru, kisah sex, kisah seks 2016, kisah seks terbaru, kisah seks, Gelora birahi, . Seminggu Setelah aku menaklukkan “sikucing liar Morine”

“Tolong jangan…. Kasihan mereka….”Morine memohon belas kasihanku.

“Jangan banyak bacott!!! Lakukan perintahku ngertii!!!!”Aku membentak Morine, cukup membuat Morine ketakutan dan ia segera menjalankan perintahku.

“Slllllrrrppppphhhhh…. Sllllllrrrrrrpppphhhh………..”

cerita bokep 2016, cerita bokep terbaru,cerita bokep, cerita ngentot 2016, cerita ngentot terbaru, cerita ngentot, cerita hot 2016, cerita hot terbaru, cerita hot, cerita sange 2016, cerita sange terbaru, cerita sange, gelora birahi

*************************

 

Setelah mengantarkan  Sandy dan  Nia, aku dipanggil oleh  Morine kedalam kamarnya kemudian

“Buka seluruh pakaianmu mamang..” Morine menatapku liar, dengan ogah-ogahan aku membuka seluruh pakaianku.

“Auhhhh…”Aku cukup terkejut ketika  Morine menyambar kemaluanku, sambil bersujud dia mengocok-ngocok kemaluanku, aku meringis ketika merasakan sedotan yang kuat dikepala kemaluanku, mau tidak mau perlahan-lahan aku langsung melirik kebawah, mulut  Morine yang biasa dipakai untuk menyinggung perasaanku kini sedang sibuk mengoral  kemaluanku (ini adalah pertama kalinya aku berduaan dengan  Morine, biasanya mereka selalu bertiga , menjadikanku objek seks mereka), diluar hujan mulai turun , mula-mula rintik-rintik namun semakin lama semakin lebat.

Selintas pikiran yang teramat jahat melintas dikepalaku, ekspresi wajahku semakin dingin, apalagi ketika  Morine membuka pakaian seragamnya.

“Tadi gimana mang… supaya.. itu….” Morine rupana ingin merasakan hal yang sama,  Morine menjerit kecil ketika aku menarik tubuhnya dan menidurkannya diatas ranjang.

“Cuma kepalanya doang…. Inget baik-baik….”ia mengingatkanku. Aku tidak menggubris perkataannya kemudian aku mulai menekan-nekankan kepala kemaluanku.

“Sebentarr… kamu yang dibawah…..”  Morine terlihat tidak percaya kepadaku , aku hanya tersenyum sinis kemudian aku tidur terlentang mengangkang.

“Kalau beginikan kamu… ngak akan bisa macam-macam…..!!”sambil berkata begitu  Morine naik keatas tubuhku. Buah pantatnya bergerak mencari posisi yang baik kemudian ia menekan pinggulnya turun, namun kemaluanku terpeleset kekiri dan kekanan ketika akan masuk kedalam lubang Vagina  Morine , aku memegangi batang kemaluanku agar tidak laari kesana-kemari,  Morine menekan kembali pinggulnya dan

“Ssssllllleepppp…. Akkkkkk”Diiringi jeritan kecil kepala kemaluanku akhirnya berhasil juga masuk dalam jepitan bibir Vaginanya yang sempit, nafas  Morine terengah-engah seperti kelelahan, pinggul  Morine mulai bergerak memutar.

“Ohhhhh… ternyata enak…”matanya berbinar-binar dan terpejam-pejam. Kedua tanganku kini bergerak-meremas-remas pinggulnya, tidak ada lagi senyuman diwajahku dan…

“Heiiiii….Ngapain Akksss……… mampusss aku…….aduhh Akkkk!!!”Mata Morine melotot seakan-akan tidak percaya, ketika aku menarik pinggulnya sambil menyentakkan kemaluanku keatas, sesuatu yang besar dan panjang menerobos semakin dalam dan akhirnya merobek-robek selaput daranya,Morine mendadak lemas tubuhnya terjatuh diatas tubuhku nafasnya tersengal-senggal. Tanganku yang satu menekan buahpantatnya sedangkan yang satu menekan punggungnya erat-erat. Aku tertawa sinis

“He he he segitu sih blon mampussss…. Tapi yang ini pasti bikin lo mampussssssss ha ha ha hihhhhh!!!!!!!!” Dengan sekuat tenaga aku menyentakkan kemaluanku sehingga kemaluanku amblas semakin dalam

“Awwww sakittttt…..Ouggggg… Akkkss Ampunnnn….Owwww perihhhhh sakittttt”begitulah erangan dan jeritan Morine, ia perlahan menangis terisak-isak tanpa daya sedikitpun. Aku bangkit dari posisi ku yang terlentang kini Morine dan Aku dalam posisi duduk saling berhadapan dengan kemaluanku menancap dalam-dalam dilubang vaginanya, kusentak-sentakkan kemaluanku mengebor lubang yang masih seret dan sempit, mulut Morine terbuka seperti huruf “A” dan matanya mendelik-delik kesakitan ketika aku mengeluar masukkan kemaluanku.

Wajahnya yang menyebalkan mendadak menjadi begitu mengasikkan untuk dipandang, biarpun Morine masih menangis ekspresi wajahnya sangat sensual dan seksi, mulutnya meringis-ringis ketika kukocok-kocok liang vaginanya yang sempit, kedua tangannya mencengkram bahuku kuat-kuat karena menahan sakit diliang vaginanya yang sedang kuaduk-aduk dengan kemaluanku yang besar dan panjang, sudah sangat lama sekali aku tidak merasakan hangatnya lubang Vagina, sambil mengajaknya berciuman aku terus memompa lubang Vagina Morine, kedua tanganku meremas-remas buah pantatnya yang bulat dan kencang

“Akhhh Crrrttt… crrrr” kedua tangannya semakin kuat mencengkram bahuku, air keringat mulai mengalir dari pori-porinya, lubang sempitnya . Aku mencopot kemaluanku dari lubang Vagina Morine, kemudian kutidurkan tubuhnya yang lemas tidak berdaya diatas ranjang, air mata masih meleleh dari matanya yang kadang-kadang terpejam, untuk beberapa saat aku aku berbaring disisinya , tanganku menarik-narik putting susunya yang semakin lama semakin mengeras, beberapakali aku mengulum bibirnya dengan sangat kasar sampai terdengar bunyi berdecak-decak yang semakin keras, tangisannya mulai berhenti.

Pada saat aku menempelkan kepala kemaluanku pada bibir vaginanya Morine memandangiku dengan tatapan mata yang kosong, tatapan matanya penuh keputusasaan. Sambil membelai-belai paha Morine aku kembali menekankan kepala kemaluanku dengan kasar, sampai tubuhnya tersentak dengan kuat ketika aku menjebloskan kepala kemaluanku memasuki lubang Vaginanya yang kini terasa licin akibat air maninya yang menjadi pelumas, kemaluanku semula keluar masuk perlahan-lahan namun semakin lama gerakanku semakin liar, gelorabirahi.com  kupercepat kocokan-kocokanku mengocok lubang Vagina Morine, tubuhnya terguncang-guncang akibat sodokanku, kuputar-putar gerakan pinggulku seolah-olah sedang mengaduk-ngaduk isi Vagina Morine. Morine memalingkan wajahnya kekanan, mulutnya terbuka disertai erangan tertahan

“Ennghhh….” Tubuh nya meliuk dalam gerakan yang erotis, kemudian air panas itu kembali menyempot dari dalam Vagina Morine, denyutan-denyutan yang kuat memberikan sensasi tersendiri pada kemaluanku yang masih asik berendam dan menjulur kelar masuk dengan kasar didalam lubang Vagina Morine, Malam hari itu kulahap kenikmatan dari tubuh Morine sepuas-puasnya, karena aku tahu orang tua Morine tidak pulang selama seminggu.

Keesokan paginya selesai mandi pagi , aku menuju kamar Morine, pada saat itu jam didinding masih menunjukkan pukul 07.00, kubuka pintu kamar dengan perlahan, Morine ternyata sudah sadar(kemarin malam Morine sempat pingsan beberapakali) dan terbangun, ia sedang berusaha memakai bra, posisinya yang membelakangiku membuat kehadiranku tidak diketahui olehnya.

“Oww…. “Morine terkejut ketika aku memeluknya dari belakang, ia membalikkan tubuhnya , wajahnya menahan marah yang bergejolak penuh dendan membara.

“Mahluk turunan setan… apa lagi sih yang kamu mauu!!!” ia membentakku dengan kasar.

“Plakkkkkk……!!!” dengan keras aku menamparnya hingga dia terhunyung kebelakang, tanganku menjambak rambutnya dan kemudian

“plakkkkk… plakkkkkkkkk… Awwwww” Morine meringis.

“berani lu ngebentak-bentak gua hahhh!!! Plakkkkk….”Kudorong tubuhnya hingga dia tersungkur. Kakiku terangkat dan hendak menendangnya wajahnya

“Am Ampunn… Manggggg” Wajah Morine pucat pasi kedua tangannya berusaha melindungi wajahnya.

“Berani lagi lu ngebentak-bentak gua ?” aku bertanya dengan beringas, Morine menggelengkan kepalanya. Aku duduk disisi ranjang

“Sini lu…!!!” Morine berdiri dan menghampiriku, tubuhnya bergetar ketakutan,

“Buka tuh beha…. Gua mau nyusu” pikirku pagi-pagi begini pasti enak netek disusu Morine.

“Ouchhh…. “ tubuh Morine seera kuraih dan dengan rakus aku menyusu didadanya, kedua tangannya bahkan tidak berani mencegahku bahkan ketika aku mengigit-gigit kecil buah dadanya yang ranum ia hanya mengerang ketika aku mengigit putting susunya keras – keras, aku tersenyum penuh kemenangan, kucing liar yang genit dan nakal ini telah sepenuhnya berhasil kutaklukkan, aku tahu  Morine masih ketakutan , aku berusaha bersifat lunak.

“Sekarang lu jilatin titit gua….”tanpa banyak bicara Morine menuruti keinginanku, aku menekan kepalanya sampai terdengar suara ingin muntah dari mulut Morine ketika kemaluanku masuk mendera tenggorokannya.

“Uhukkk… uhukkk… “Morine terbatuk-batuk karena tersedak. Aku ingin menjejalkan kemaluanku kembali kedalam mulut Morine, namun tanpa kusangka Morine malah menarik batang kemaluanku dan menghisapi kepala kemaluanku dan mengocok-ngocok batang kemaluanku, aku tersenyum mengerti rupanya Morine berusaha memberikan servicenya agar tidak di Deep Throat olehku.

“Bagus…bagus…Morine memang pandai hehehe”Aku menepuk-nepuk kepalanya.

“Hhmmmm Emmmm…..”Suara mulut Morine yang sedang sibuk mengemut-ngemut tititku.

“karena kamu pintar… jadi kamu boleh pilih…. Mau diperkosa terus disodomi atau lu mau masukkin sendiri titit gua ke bool lu…. He he he”, mendengar perkataanku Morine memohon , wajahnya tampak pucat, ia terus memohon , aku menampar mulutnya agar ia diam. Aku menyuruhnya berdiri membelakangiku kemudian Tanganku menarik pinggulnya, kemudian aku selipkan telunjukku dibelahan pantatnya, telunjukku mencari – cari lubang Anus Morine, setelah kurasakan pas aku menekan jari telunjukku berusaha memekarkan lubang anus Morine dan

“Oooohhh!!” Mulut Morine terbuka seperti huruf O , kepalanya terangkat keatas , menahan rasa sakit dianusnya, aku terus menekan jari telunjukku sedalam-dalamnya , sesekali kugerakkan jari telunjukku memutar-mutar didalam lubang anus Morine, Morine meringis-ringis, agak lama juga aku memainkan lubang Anus Morine.Gelora Birahi

Setelah melumasi kemaluanku dengan Baby Oil

“Ayo kita masukkan” Aku menariknya naik keatas ranjang, tubuhku sudah siap terlentang mengangkang, kuperintahkan Morine agar naik mengangkangi tubuhku, wajahnya tampak kuatir ketika aku menyuruhnya memasukkan kemaluanku pada lubang anusnya.

“Hehhhh !!! koq diam sihh!!! Aku membentaknya, Morine sampai tersentak kaget, perlahan-lahan pinggul Morine turun , posisi Morine seperti lagi jongkok mau buang air kecil, ditekankannya kepala kemaluanku pada lubang anusnya. Berkali-kali Morine Gagal, gelorabirahi.com sepertinya ia sengaja , lama-kelamaan aku mulai geram

“Awas kalau sampe ngak masuk!!!”Aku mulai tidak sabaran, kali ini Morine sepertinya mulai berusaha bersungguh-sungguh berkali-kali tubuhnya bergetar hebat ketika melakukan usaha keras yang mulai membuahkan hasil, Morine menggigit bibirnya ketika kepala kemaluanku mulai melesak masuk kedalam lubang anusnya, Nafasnya terengah-engah, keringat mengucur dari lubang pori-porinya, membuat tubuhnya berkilauan dengan indah. Dengan sekali sentakan kuat kusodokkan kemaluanku keatas membobol lubang anusnya, akhirnya masuk juga biarpun baru ujungnya.

“Hekkkkk… “Nafas Morine tertahan, matanya mendelik, mulutnya terbuka lebar dan kemudian ia mulai terisak menangis menahan rasa sakit dianusnya,tangisan Morine semakin keras ketika kusodok-sodokkan kemaluanku dengan kuat berusaha memasuki lubang anus Morine yang terasa hangat dan seret.

“Sakit… manggg pelan-pelan… okkkkhhh aduuw..owwhh”Morine merintih, Aku tersenyum

“Boleh saja… tapi kamu musti belajar….ngentot.. He he he.. Gimana ??” kusuruh Morine menaik turunkan pinggulnya dan kuajarkan cara bermain diatas tubuhku, Morine mengangguk pasrah.

Setelah beberapa saat, susu Morine bergerak dalam irama yang teratur ketika ia berusaha untuk menaik-turunkan pinggulnya, gerakannya memang masih perlahan dan amatir namun cukup enak kurasakan ketika kemaluanku keluar masuk lubang anusnya yang seret namun sepertinya Morine takut untuk memasukkan kemaluanku lebih dalam lagi kedalam anusnya, kedua tanganku bergerak memelintir-melintir dan menarik-narik putting Susu Morine yang kini mengeras, sambil kukombinasikan permainanku, menggesek-gesek clitorisnya dengan jempolku, Aku meraih pinggulnya dan kutarik pinggulnya lebih turun lagi sehingga kemaluanku semakin dalam memasuki lubang anus Morine,  kepala Morine terangkat keatas, matanya terpejam rapat, kedua tangannya bertumpu didadaku, tubuhnya berkali – kali merinding seperti terkena sengatan listrik ketika kemaluanku semakin dalam terus masuk dan amblas dengan sempurna kedalam lubang anus Morine .Morine kini duduk dengan leluasa diatas kemaluanku kedua buah pantatnya yang empuk terasa Hangat menggesek-gesek tubuhku, pinggulnya berputar perlahan-lahan, jika ia memutarkan pinggulnya ke kanan maka aku memutar kemaluanku kearah kiri sehingga lubang anus Morine seperti diaduk-aduk oleh kemaluanku.

Seranganku pada anusnya dan juga Serbuan jempolku yang semakin kuat menggesek-gesek Clitorisnya mulai membuat Morine Gelisah

“Akhhhhh… Crrrtttt.. Crrrrrrrr”Ekspresi Wajah Morine tampak begitu renyah ketika badai kenikmatan menghantam dirinya, tubuhnya meliuk erotis diatas tubuhku.  Aku menyuruhnya menungging diatas ranjang, dan aku menggeser posisiku mendekati buah pantat Morine yang menungging, Dalam posisi menungging seperti itu aku dapat melihat dua buah lubang, lubang anus Morine yang merekah dan memar akibat kusodomi, kusentuh lingkaran anusnya perlahan.

“Enhhh…”Morine menarik pantatnya, sepertinya ia masih merasakan perih. Yang Satunya lubang Vagina yang baru kemarin malam kuperkosa, Tanganku mempermainkan lubang Vagina Morine, kucari-cari daging kecil kesukaanku dan dengan lembut kusentil-sentil daging kecil itu yang membuat pemiliknya berkali-kali merintih tersentak keenakan. Aku mulai mempersiapkan serangan , kutempelkan kepala kemaluanku pada belahan bibir Vagina Morinedan dengan satu sentakan kuat melesatlah kemaluanku menjelajahi dunia kenikmatan dilubang Vagina Morine, tidak ada lagi erangan dan keluhan kesakitan yang keluar dari mulut Morine, yang ada hanya rintihan manja dan jeritan-jeritan kenikmatan yang terdengar liar namun mengasikkan

“Akkkkkhhhh mangggg enakhh…. Mmm Akkhhh…. Ooow”. Semakin liar Morine menjerit  semakin liar pula aku menyetubuhi tubuhnya yang mulus.

Berkali-kali Morine meraih kenikmatan setelah kupacu lubang Vaginanya yang seret dalam posisi doggie style, akhirnya kutarik pinggulnya sambil kutusukkan kemaluanku kuat-kuat.

“Brrrccctt…brrcoott” sambil memeluk Morine dari belakang kujatuhkan tubuhku menindihnya. Suasana hangar-bingar yang tadi terdengar kini mendadak hilang, yang ada hanya suara desahan nafas memburu yang semakin lama semakin perlahan – lahan terdengar teratur. Kucabut kemaluanku yang sudah bersenang-senang didalam lubang Vagina Morine. Aku bangkit melangkahkan kakiku dengan gembira keluar dari kamar tidur Morine, setelah kuambil segelas air dan sebutir pil pencegah kehamilan aku baru kembali kekamar Morine.

Didalam kamar kulihat Morine masih tidur dalam posisi terlentang mengangkang, kuciumi kupingnya dan kugigit-gigit kecil daun telinganya, matanya terbuka sedikit, mata sayunya memandangiku, kekecup keningnya sambil berkata dengan lembut

“Bangunlah kucing kecilku… minum ini dulu….”Aku membantunya untuk duduk, kusodorkan segelas air dan kumasukkan  pil pencegah kehamilan kedalam mulutnya, dengan lahap Morine menghabiskan air yang kubawa, sepertinya ia sangat kehausan,Aku memperhatikan jam didinding sudah pukul 10.30 berarti selama tiga setengah jam aku melahap kenikmatan dan kehangatan tubuh Morine. Aku memperhatikan Morine yang tertunduk memandangi lantai dengan tatapan kosong, Aku tidak tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya, yang aku tahu betapa nikmatnya tubuh dihadapanku , tubuh Morine yang mungil dan mulus.

“Kringg…. Kring!!” Aku mendengar bunyi telepon diluar kamar, aku bergegas untuk mengangkat telepon.

“Halooo…”

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum, gelora birahi

************************

Malam Harinya

Sambil memeluk dan mengelus-ngelus tubuh mulus sikucing liar Morine, ia tertidur kelelahan setelah bergoyang dengan liarnya, tubuh Morine yang mulus dan halus terkulai lemas diatas tubuhku yang cacat penuh luka bakar, Aku gelisah……

Terjadi pertentangan Batin yang hebat didalam hatiku, Nia dan Sandy merekalah yang aku pikirkan, apakah aku harus memperkosa mereka ?. Disatu sisi aku merasa tidak tega pada Nia dan Sandy karena mereka selama ini begitu baik padaku, yang satu cantik periang dan baik hati, yang satunya seksi , lembut, biarpun agak pendiam dan pemalu tapi kadang-kadang keberaniannya bisa meledak-ledak dan membuatku kagum.

Disisi lain……………. Binatang buas didalam diriku yang selama ini terkurung selama 15 tahun terus meronta-ronta…. Ingin memangsa Nia dan Sandy, Nafsu binatangku sebagai penjahat dan pemerkosa yang sadis.

cerita,sex,seks,dewasa,mesum,bokep,ngentot,hot,sange,telanjang,panas,syur,lesby,

gay,homo,bugil,telanjang,tante,bispak,kontol,memek,vagina,lendir,onani,

masturbasi,anal,kimcil,xxx,bondage,perkosaan,cabul,skandal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.