Vimax cerita ngentot Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News
cerita dewasa Cerita Mesum Cerita Mesum Cerita Dewasa Cerita Sex cerita dewasa terbaru

Cerita Ngentot Dengan Om Pemuas Nafsu

Vimax
cerita bokep 2016,
cerita bokep terbaru,cerita bokep, cerita ngentot 2016, cerita ngentot terbaru,
cerita ngentot
, Begitu perkasanya Om ku malam itu. Aku digaulinya habis-habisan
hingga aku mencapai puncak kepuasan yang sangat aku inginkan. Aku sangat mendambakan
seseorang yang sangat bisa memuaskan hasratku, karena memang nafsuku sangat
besar. Sebut saja namaku Astrid, aku memiliki tubuh yang sangat istimewa dan
semok. Disamping itu aku juga memilki nafsu yang sangat besar, sekali aku
diberi sentuhan, aku pasti langsung menggila dengan perlakuan Sex ku dengan lawan
seranjangku. Namun sampai saat ini aku hanya mendapatkan yang biasa-biasa saja
dan belum bisa memuaskan nafsuku hingga akhirnya Om ku lah yang mampu
memberikan semua yang aku dambakan.
Gelora Birahi, Aku
tinggal dirumah Om ku sudah lumayan lama, karena kedua orang tuaku diluar
negri, jadi aku dititipkan kepada Om dan Tanteku. Selama tinggal dirumah Om ku,
aku mengetahui kalau om dan tante sering bertengkar, dan jika sudah bertengkar
mereka berdua saling pergi sendiri-sendiri dan tak lagi saling menyapa. Itu merupakan
hal biasa yang aku lihat sehari-hari. Dengan om dan tanteku yang sering tidak
dirumah, aku menjadi sangat bebas, dan pergaulanku juga yang bebas membuatku
semakin Binal. Aku sering dugem dan pulang hingga dini hari, kalau om dan
tanteku keluar kota aku juga sering membawa teman cowoku kerumah untuk
memuaskan nafsu Sex ku yang membara tanpa sepengetahuan mereka.
Suatu pagi aku mendengar om dan tanteku bertengkar hebat,
hingga akhirnya mereka berdua pergi dan sunyilah rumah yang selalu dihiasi
dengan pertengkaran itu. Setelah aku selesai beres-beres, kemudian aku pun
berangkat kuliah dengan mobil yang dipinjamkan oleh Om ku. Setelah perkuliahan
selesai aku pun tak langsung pulang karena dirumah pasti juga sepi gak ada
orang karena pertengkaran om dan tante tadi pagi. Aku pun nongkrong dicafe
dengan teman-temanku hingga akhirnya setelah aku dan teman-teman merasa bosan
menujulah aku kesebuah diskotik. Suasana ramai dugem membuatku tenang hingga
akhirnya aku minum beberapa sloki alkohol, namun belum sampai aku melayang aku
merasa ada yang mengganjal dan aku putuskan untuk pulang.
Sesampai dirumah, suasana masih sepi sekali. Aku menduga
kalau om dan tante pasti gak pulang. Aku merasa sangat haus sekali lalu
Menujulah aku kebelakang untuk mengambil minuman yang ada di kulkas. Namun saat
aku membungkuk aku sangat terkejut dengan kedatangan seseorang yang secara
tiba-tiba langsung merangkulku dari belakang. Setelah aku menengok kebelakang
ternyata Om ku yang memelukku, aku gak tau dari mana datangnya dan.
“Kamu dari mana Trid”.
“Dugem sama teman-teman om”, jawabku.
“Kamu minum alkohol ya, kecium dari bau mulutmu. Kamu nge
drug ya juga ya Trid”, kata om lagi sambil tetap merangkul dan mengajak aku
duduk,
“Duduk yuk”. Dia menyalakan lampu disebelah sofa, sehingga
ruang menjadi lebih terang.
“Enggak sampe pake obat kok om, cuma memang sering minum”,
jawabku.
Saat itu aku pake pakaian dugemku, tank top ketat dan celana
super pendek. Belahan tanktop ku rendah sehingga buah dadaku selalu mau loncat
keluar kalo aku membungkuk. aku duduk disebelah om sambil menuangkan air dingin
ke gelas sambil menawarinya.
“Om mau minum?” Dia diam saja, matanya menelusuri buah dada
dan pahaku. Aku juga bisa mencium bau alkohol dinapasnya, ternyata om baru
minum bir, karena dimeja dekat sofa tergeletak beberapa kaleng bir kosong.
“Om minum juga, ngilangin stres ya om”, kataku. Dia diam
saja, tangannya masih merangkulku.
“Dugemnya dilanjutin sama om yuk”, katanya sambil mencium
pipiku.
Aku memberontak, tapi dia mempererat rangkulannya, aku
tenggelam dalam rangkulannya. Dia mulai menciumi leherku, daerah yang paling
sensitif di tubuhku. Aku mulai menggeliat akibat ciumannya. Tiba2 dia
melepaskan pelukannya, mukaku dihadapkan ke wajahnya dan dia langsung mencium
bibirku. Kembali tangan satunya segera memelukku dan tangan lainyya menyambar buah
dadaku dan diremas2nya pelan. Aku menggeliat2, nafsuku langsung naik, apalagi
aku masih berada dalam pengaruh ringan alkohol,
“Om…”. Lupa bahwa yang memelukku adalam suami tanteku.
Tubuhnya bergeser merapat, bibirku terus dilumatnya. Aku balas
mengulum bibirnya yang tebal dan ketebalan bibirnya memenuhi mulutku. Sedang
kunikmati lidahnya yang menjelajah dimulutku, kurasakan tangan besarnya
menyelusup kedalam tank topku dan meremas buah dadaku yang masih terbungkus
bra. Buah dadaku ternyata tercakup penuh  dalam tangannya. Dan aku rasanya sudah tidak
kuat menahan gejolak nafsuku, padahal baru awal pemanasan. Bibirnya mulai meneruskan
jelajahannya, sambil melepaskan tank topku, leherku dikecup, dijilat kadang digigitt.
Sambil tangannya terus meremas-remas buah dadaku.
Kemudian tangannya menjalar ke punggungku dan melepas kaitan
bra ku sehingga buah dadaku bebas dari penutup. Bibirnya menelusuri puting
kiriku, disentuh dengan lidahnya dan dihisap. Terus pindah ke puting kanan.
Kadang-kadang seolah seluruh buah dadaku akan dihisap. Dan tangan satunya mulai
turun dan memainkan puserku, terasa geli tapi nikmat, nafsuku makin membara
karena elusan tangannya. Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah selangkanganku.
Vaginaku yang pasti sudah basah sekali. Lama hal itu dilakukannya sampai akhirnya
dia kemudian membuka ristsluiting celana pendekku dan menarik celanaku ke
bawah, Tinggalah celana dalam miniku ku yang tipis yang memperlihatkan rambut
kemaluanku yang lebat, saking lebatnya rambut lemaluan itu muncul di kiri kanan
dan dibagian atas dari cd mini itu.
Rambut kemaluanku lebih terlihat jelas karena celana dalam
ku sudah basah oleh cairan Vaginaku yang sudah banjir. Dibelainya celah Vaginaku
dengan perlahan. Sesekali jarinya menyentuh klitorisku karena ketika dielus
pahaku otomatis mengangkang agar dia bisa mengakses daerah Vaginaku dengan
leluasa. Bergetar semua rasanya tubuhku, kemudian celana dalam ku yang sudah
basah itu dilepaskannya. Aku mengangkat pantatku agar dia bisa melepas cdku.
Telanjanglah aku dihadapan nya. Jarinya mulai sengaja memainkan klitorisku. Dan
akhirnya jari besar itu masuk ke dalam Vaginaku.
Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati puting
kiri dan kanan dan sesekali dihisap dan terus menjalar ke perutku. Dan akhirnya
sampailah ke Vaginaku. Kali ini diciumnya rambut kemaluanku yang lebat dan aku
rasakan bibir Vaginaku dibuka dengan dua jari. Dan akhirnya kembali Vaginaku
dibuat mainan bibirnya, kadang bibirnya dihisap, kadang klitorisku, namun yang
membuat aku tak tahan adalah saat lidahnya masuk di antara kedua bibir Vaginaku
sambil menghisap klitorisku. Dia benar benar mahir memainkan Vaginaku. Hanya dalam
beberapa menit aku benar-benar tak tertahankan. Dan aku mengejang, dengan
sekuatnya aku berteriak sambil mengangkat pantatku supaya merapatkan klitorisku
dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya yang mulai menampakkan ubannya.
“Hebat om, hanya dengan bibir dan lidah saja aku sudah klimaks”.
Dia terus mencumbu Vaginaku, rasanya belum puas dia memainkan Vaginaku hingga nafsuku
bangkit kembali dengan cepat.
“Om, Astrid sudah pengen digauli.” kataku memohon sambil
kubuka pahaku lebih lebar. Dia pun bangkit, mengangkat badanku yang sudah lemes
dan dibawanya ke kamarnya.
cerita bokep 2016, cerita bokep terbaru,cerita bokep, cerita ngentot 2016, cerita ngentot terbaru, cerita ngentot, cerita hot 2016, cerita hot terbaru, cerita hot, cerita sange 2016, cerita sange terbaru, cerita sange, gelora birahi
Di kamar, aku dibaringkan di tempat tidur ukuran besar dan
dia mulai membuka bajunya, kemudian celananya. Aku terkejut melihat Penisnya
yang besar dan panjang mncuat dari bagian atas celana dalamnya sampai hampir
menyentuh pusernya, gak kebayang ada yang sebesar dan sepanjang Penisnya.
Kemudian dia juga melepas celana dalamnya. Sementara itu aku dengan berdebar terbaring
menunggu, Penisnya yang besar dan panjang dan sudah maksimal ereksinya, tegak
hampir menempel ke perut. Dan saat dia pelan-pelan menindihku, gelorabirahi.com
aku membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar Vaginaku menunggu masuknya
Penis extra gede itu.
Aku pejamkan mata. Dia mulai mendekapku sambil terus mencium
bibirku, kurasakan bibir Vaginaku mulai tersentuh ujung Penisnya. Sebentar
diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir Vaginaku terdesak
menyamping. Terdesak Penis besar itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan
sesak liang Vaginaku dimasuki Penisnya. Aku menahan nafas. Dan nikmat luar
biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk Penisnya. Aku mendesah tertahan
karena rasa yang luar biasa nikmatnya.
“Terus.. Terus..” Akhirnya ujung Penis itu menyentuh bagian
dalam Vaginaku, maka secara refleks kurapatkan pahaku. Sangat mengganjal sekali
rasanya, besar, keras dan panjang. Dia terus menciumi bibir dan leherku. Dan
tangannya tak henti-henti meremas-remas buah dadaku. Tapi konsentrasi
kenikmatanku tetap pada Penis besar yang mulai ditenggelamkan halus dan pelan.
Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah.
Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan Penis besar itu.
Maka hanya dalam waktu yang singkat aku makin tak tertahankan.
Dan dia tahu bahwa aku semakin hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku,
leherku dan remasan tangannya di buah dadaku makin kuat. Dengan tusukan
Penisnya yang agak kuat dan dipepetnya klitorisku dengan menggoyang goyangnya,
aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya. Vaginaku
menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar nikmat. Ohh, aku
benar benar menerima kenikmatan yang luar biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi
kecuali kenikmatan dan kenikmatan.
“Om, Astrid orgasme om”. Aku sendiri terkejut atas teriakkan
kuatku.
Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas. Telah
dua kali aku klimaks dalam waktu relatif singkat, namun terasa nyaman sekali,
Dia membelai rambutku yang basah keringat. Kubuka mataku, dia tersenyum dan
menciumku lembut sekali, tak henti hentinya buah dadaku diremas-remas pelan.
Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan
diteruskan ke leher serta tangannya meremas-remas buah dadaku lebih kuat. Nafsuku
naik lagi dengan cepat, saat kembali dia memainkan Penisnya semakin cepat. Uhh,
sekali lagi aku orgasme, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali aku
berteriak lebih keras lagi. Dia terus memainkan Penisnya dan kali ini dia ikut
menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram lenganku dan
satunya menekan buah dadaku. Aku makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan
diikuti semburan sperma yang kuat di dalam Vaginaku, menyembur berulang kali.
Oh, terasa banyak sekali air mani kental dan hangat
menyembur dan memenuhi Vaginaku, hangat sekali dan terasa sekali sperma yang
keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat. Setelah selesai, dia
memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut buah dadaku sambil
mencium wajahku. Aku senang dengan perlakuannya terhadapku.
“Trid, kamu luar biasa, Vaginamu seret dan nikmat sekali”,
pujinya sambil membelai buah dadaku.
“Om juga hebat. Bisa membuat Astrid orgasme beberapa kali,
dan baru kali ini Astrid merasakan Penis raksasa”.
“Jadi kamu suka dengan Penisku?” godanya sambil menggerakkan
Penisnya dan membelai belai wajahku.
“Ya om, Penis om nikmat, besar, panjang dan keras banget”
jawabku jujur.
Dia memang sangat pandai memperlakukan wanita. Dia tidak langsung
mencabut Penisnya, tapi malah mengajak mengobrol sembari Penisnya makin mengecil.
Dan tak henti-hentinya dia menciumku, membelai rambutku dan paling suka
membelai buah dadaku. Aku merasakan spermanya yang bercampur dengan cairan Vaginaku
mengalir keluar. Setelah cukup mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan Penis
yang telah menghantarkan aku ke awang awang itu dicabut sambil dia menciumku
lembut sekali. Benar benar aku terbuai dengan perlakuannya. Dia kemudian memutar
lagu classic sehingga tertidurlah aku dalam pelukannya, merasa nyaman dan
benar- benar aku terpuaskan.
Menjelang siang, aku bangun masih dalam pelukannya. Katanya
aku tidur nyenyak sekali, sambil membelai rambutku. Kurang lebih setengah jam
kami berbaring berdampingan. Ia lalu mengajakku mandi. Dibimbingnya aku ke
kamar mandi, saat berjalan rasanya masih ada yang mengganjal Vaginaku dan
ternyata masih ada sperma yang mengalir di pahaku, mungkin saking banyaknya dia
menyemburkan spermanya di dalam Vaginaku. Dalam bathtub yang berisi air hangat,
aku duduk di atas pahanya. Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun
menyabuni punggungnya. Dia memelukku sangat erat hingga dadanya menekan buah
dadaku.
Sesekali aku menggeliatkan badanku sehingga putingku
bergesekan dengan dadanya yang dipenuhi busa sabun. Putingku semakin mengeras.
Pangkal pahaku yang terendam air hangat tersenggol2 Penisnya. Hal itu
menyebabkan nafsuku mulai bergolak kembali. Aku di tariknya sehingga menempel
lebih erat ke tubuhnya. Dia menyabuni punggungku. Sambil mengusap- usapkan busa
sabun, tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Dia mengusap- usap
pantatku dan diremasnya. Penisnya pun mulai ereksi kembali ketika menyentuh Vaginaku.
Terasa bibir luar Vaginaku bergesekan dengan Penisnya. Dengan usapan lembut,
tapak tangannya terus menyusuri pantatku. Dia mengusap beberapa kali hingga ujung
jarinya menyentuh lipatan daging antara lubang pantat dan Vaginaku.
“Om nakal”, desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku.
Walau tengkukku basah, aku merasa bulu roma di tengkukku meremang
akibat nikmat dan geli yang mengalir dari Vaginaku. Aku menggeliatkan
pinggulku. Ia mengecup leherku berulang kali sambil menyentuh bagian bawah
bibir Vaginaku. Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh menyusur hingga
akhirnya kurasakan lipatan bibir luar Vaginaku diusap-usap. Dia berulang kali
mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit gigit kecil dengan
gemas.
“Aarrgghh.. Sstt.. Sstt..” rintihku berulang kali. Lalu aku
bangkit dari pangkuannya.
Aku tak ingin orgasme hanya karena jari yang terasa kesat di
Vaginaku. Tapi ketika berdiri, kedua lututku terasa goyah. Dengan cepat dia pun
bangkit berdiri dan segera membalikkan tubuhku. Dia tak ingin aku terjatuh. Dia
menyangga punggungku dengan dadanya. Lalu diusapkannya kembali cairan sabun ke
perutku. Dia menggerakkan tangannya keatas, meremas dengan lembut kedua buah
dadaku dan puting ku dijepit2 dengan ibu jari dan telunjuknya. Puting kiri dan
kanan diremas bersamaan. Lalu dia mengusap semakin ke atas dan berhenti di leherku.
“Om, lama amat main sabunya” rintihku sambil menggeliatkan
pinggulku.
Aku merasakan Penisnya semakin keras dan besar. Hal itu dapat
kurasakan karena Penisnya makin dalam terselip dipantatku. Tangan kiriku segera
meluncur ke bawah, lalu meremas bijinya dengan gemas. Dia menggerakkan telapak
kanannya ke arah pangkal pahaku. Sesaat dia mengusap usap rambut kemaluan
lebatku, lalu mengusap Vaginaku berulang kali. Jari tengahnya terselip di
antara kedua bibir luar Vaginaku. Dia mengusap berulang kali. Klitorisku pun
menjadi sasaran usapannya.
“Aarrgghh..!” rintihku ketika merasakan Penisnya makin kuat
menekan pantatku.
Aku merasa lendir membanjiri Vaginaku. Aku jongkok agar Vaginaku
terendam ke dalam air. Kubersihkan celah diantara bibir Vaginaku dengan
mengusapkan 2 jariku. Ketika menengadah kulihat Penisnya telah berada persis
didepanku. Penisnya telah ereksi berat.
“Om, kuat banget sih, baru nyembur di Vagina Astrid sekarang
sudah ereksi lagi”, kataku sambil meremas Penisnya, lalu kuarahkan ke mulutku.
Kukecup ujung kepala Penisnya. Tubuhnya bergetar menahan
nikmat ketika aku menjilati kepala Penisnya. Dia meraih bahuku karena tak
sanggup lagi menahan nafsunya. Setelah berdiri, kaki kiriku diangkat dan
letakkan di pinggir bath tub. Aku dibuatnya menungging sambil memegang dinding
di depanku dan dia menyelipkan kepala Penisnya ke celah di antara bibir Vaginaku.
“Argh!” rintihku. Dia menarik Penisnya perlahan-lahan,
kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir luar Vaginaku ikut
terdorong bersama Penisnya. Perlahan-lahan menarik kembali Penisnya sambil
berkata
“Enak Trid”.
“Enaak banget om”, jawabku!” Dia mengenjotkan Penisnya dengan
cepat sambil meremas bongkah pantat ku dan tangan satunya meremas buah dadaku.
“Aarrgghh..!” rintihku ketika kurasakan Penisnya kembali
menghunjam Vaginaku.
Aku terpaksa berjinjit karena Penis itu terasa seolah
membelah Vaginaku karena besarnya. Terasa Vaginaku sesak kemasukan Penis besar
dan panjang itu. Kedua tangannya dengan erat mememegang pinggulku dan dia
memainkan Penisnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Terdengar kecipak air setiap
kali pangkal pahanya berbenturan dengan pantatku.
“Aarrgghh.., aarrgghh..! Om, Astrid orgasme..!” Aku lemas
ketika orgasme lagi untuk kesekian kalinya. Rupanya dia juga tidak dapat
menahan spermanya lebih lama lagi.
“Aarrgghh.., Trid”, kata nya sambil menghunjamkan Penisnya
sedalam-dalamnya.
“Om.., ssh ” kataku karena berulangkali merasa tembakan spermanya
diVaginaku.
“Aarrgghh.., Trid, enaknya!” bisiknya.
“Om, ssh! Nikmat sekali ya digoyag om”, jawabku karena
nikmatnya orgasme.
Dia masih mencengkeram pantatku sementara Penisnya masih tertancap
 di Vaginaku. Beberapa saat kami diam di
tempat dengan Penisnya yang masih tetap di Vaginaku. Kemudian dia membimbingku
ke shower, gelorabirahi.com menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra
dibawah kucuran air hangat. Akhirnya terasa juga perut lapar yang sudah minta
diisi. Setelah selesai dia keluar duluan, sedang aku masih menikmati shower. Selesai
dengan rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, aku keluar dari
kamar mandi. Ternyata dia sudah menyiapkan makanan berupa roti dan isinya serta
piza yang mungkin dibelinya kemarin. Teh celup dan kopi instant serta
creamernya menjadi pilihan minumannya.
Pizanya masih hangat, karena baru dipanaskan sebentar dengan
microwave oven. Aku dipersilakan minum dan makan sambil mengobrol, makan dan
diiringi lagu lembut. Setelah aku makan, dia lalu memintaku duduk di
pangkuannya. Aku menurut saja. Terasa kecil sekali tubuhku. Sambil mengobrol,
aku dimanja dengan belaiannya. Akhirnya setelah selesai makan, diraihnya
daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya,tentu  aku mengimbangi ciumannya.
Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas-remas buah
dadaku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali
rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu yang aku duduki terasa mulai agak
mengeras. Lalu aku bangkit. Aku bersimpuh di depannya dan ternyata Penisnya
sudah kembali ereksi, walau masih belum sepenuhnya. Kepala Penisnya sudah mulai
sedikit mencuat keluar dari kulupnya lalu ku raih, ku belai dan kulupnya
kututupkan lagi. Aku suka melihatnya dan sebelum penuh ereksinya langsung aku
kulum Penisnya. Aku memainkan kulup Penis yang tebal dengan lidahku.
Kutarik kulup ke ujung, membuat kepala Penisnya tertutup
kulupnya dan segera kukulum,kumainkan  kulupnya
dengan lidahku dan kuselipkan lidahku ke dalam kulupnya sambil lidahku berputar
masuk di antara kulup dan kepala Penisnya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan
cepatnya Penisnya makin membengkak dan dia mulai menggeliat dan berdesis
menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh.
“Om hebat ya sudah ereksi lagi, kita lanjut yuk om”, kataku
yang juga sudah terangsang.
Rupanya dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku.
Maka aku ditarik dan diajak ke tempat tidur. Kakiku ditahannya sambil
tersenyum, dibukanya kakiku dan dia langsung menelungkup di antara pahaku.
“Aku suka melihat Vaginamu Trid” ujarnya sambil membelai rambut
kemaluan yang lebat.
“Mengapa?”
“Sebab rambut kemaluanmu lebat dan cewek yang rambut
kemaluannya lebat nafsunya besar, kalau digoyang  jadi binal seperti kamu, juga tebal bibirnya”.
Aku merasakan dia terus membelai rambut kemaluan dan bibir Vaginaku.
Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka Vaginaku
dimainkan berlama-lama, aku terkadang melirik apa yang dilakukannya. Seterusnya
dengan dua jarinya membuka bibir Vaginaku, aku 
makin terangsang dan aku merasakan makin banyak keluar cairan dari Vaginaku.
Dia terus memainkan Vaginaku seolah tak puas-puas memperhatikan Vaginaku,
kadang kadang disentuh sedikit klitorisku, membuat aku penasaran.
cerita hot 2016, cerita hot terbaru, cerita hot, cerita sange 2016, cerita sange terbaru, cerita sange, cerita bokep 2016, cerita bokep terbaru,cerita bokep, cerita ngentot 2016, cerita ngentot terbaru, cerita ngentot, gelora birahi
Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran.
Maka saat aku mengangkat pinggulku, langsung disambut dengan bibirnya. Terasa
dia menghisap lubang Vaginaku yang sudah penuh cairan. Lidahnya ikut menari
kesana kemari menjelajah seluruh lekuk Vaginaku, dan saat dihisapnya klitorisku
dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung klitorisku, benar benar
aku tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat aku tak sadar berteriak.
“Aauuhh!!”. Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku
sudah tak tahan lagi.
“Ayo dong om, Astrid pingin dientot lagi” ujarku.
Dia langsung menempatkan tubuhnya makin ke atas dan mengarahkan
Penis gedenya ke arah Vaginaku. Aku masih sempat melirik saat dia memegang
Penisnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir Vaginaku. Kembali aku
berdebar karena berharap. Dan saat kepala Penisnya telah menyentuh di antara
bibir Vaginaku, aku menahan nafas untuk menikmatinya. Dan dilepasnya dari
pegangan saat kepala Penisnya mulai menyelinap di antara bibir Vaginaku dan
menyelusup lubang Vaginaku hingga aku berdebar nikmat. Pelan-pelan ditekannya
dan dia mulai mencium bibirku. Makin kedalam.. Oh, nikmat sekali.
Kurapatkan pahaku supaya Penisnya tidak terlalu masuk ke
dalam. Dia langsung menjepit kedua pahaku hingga terasa sekali Penisnya menekan
dinding Vaginaku. Penisnya semakin masuk. Belum semuanya masuk, dia menarik
kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulku naik mencegahnya agar
tidak lepas. Beberapa kali dilakukannya sampai akhirnya aku penasaran dan
berteriak-teriak sendiri. Setelah dia puas menggodaku, tiba tiba dengan hentakan
agak keras, dipercepat gerakan memainnya hingga aku kewalahan. Dan dengan hentakan
keras serta digoyang goyangkan, tangan satunya meremas buah dadaku, bibirnya
dahsyat menciumi leherku.
Akhirnya aku mengelepar-gelepar. Dan sampailah aku kepuncak.
Tak tahan aku berteriak, dia terus menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak
habis-habisnya aku melewati puncak kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat aku
meneruskannya. Aku memohon, tak kuat menerima rangsangan lagi, benar benar
terkuras tenagaku dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya dia pelan-pelan
mengakhiri serangan dahsyatnya. Aku terkulai lemas sekali, keringatku bercucuran.
Hampir pingsan aku menerima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar aku tidak
menyesal ngentot dengannya, dia memang benar-benar hebat dan mahir dalam main,
dia dapat mengolah tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.
Lamunanku lepas saat pahanya mulai kembali menjepit kedua
pahaku dan dirapatkan, tubuhnya menindihku serta leherku kembali dicumbu.
Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya kembali meremas buah dadaku.
Pelan-pelan mulai dienjotkan Penisnya. Kali ini aku ingin lebih menikmati
seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhku. Tangannya terus menelusuri
permukaan tubuhku. Dadanya merangsang buah dadaku setiap kali bergeseran
mengenai putingku. Dan Penisnya dipompakan dengan cepat sekali, bibirnya
menjelajah leher dan bibirku.
cerita hot 2016,
cerita hot terbaru, cerita hot, cerita sange 2016, cerita sange terbaru, cerita
sange,
Ohh, luar biasa. Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas,
mulai terbakar lagi. Aku berusaha menggeliat, tapi tubuhku dipeluk cukup kuat,
hanya tanganku yang mulai menggapai apa saja yang kudapat. Dia makin
meningkatkan cumbuannya dan memompakan Penisnya makin cepat. Gesekan di dinding
Vaginaku makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali ini leherku
digigitnya agak kuat dan dimasukkan seluruh Penis Penisnya serta digoyang- goyang
untuk meningkatkan rangsangan di klitorisku.
Maka jebol lah kembali bendungan, aku mencapai puncak
kembali. Kali ini terasa lain, tidak liar seperti tadi. Puncak kenikmatan ini
terara nyaman dan romantis sekali, tapi tiba tiba dia dengan cepat memainkan
lagi. Kembali aku berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat,
aku meronta sekenaku. Gila, batinku, dia benar-benar membuat aku kewalahan. Kugigit
pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat.
Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi saat itu dibaliknya
tubuhku hingga aku di atas tubuhnya. Aku terkulai di atas tubuhnya. Dengan sisa
tenagaku aku keluarkan Penisnya dari Vaginaku. Dan kuraih Penisnya. Tanpa pikir
panjang, Penis yang masih berlumuran cairan Vaginaku sendiri kukulum dan
kukocok. Dan pinggulku diraihnya hingga akhirnya aku telungkup di atasnya lagi
dengan posisi terbalik. Kembali Vaginaku yang berlumuran cairan jadi mainannya,
aku makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian Penisnya.
Dipeluknya pinggulku hingga sekali lagi aku orgasme.
Dihisapnya klitorisku sambil ujung lidahnya menari cepat sekali. Tubuhku
mengejang dan kujepit kepalanya dengan kedua pahaku dan kurapatkan pinggulku
agar bibir Vaginaku merapat ke bibirnya. Ingin `ku berteriak tapi tak bisa
karena mulutku penuh, dan tanpa sadar aku menggigit agak kuat Penisnya dan kucengkeram
kuat dengan tanganku saat aku masih menikmati orgasme.
“Trid, aku mau nyembur, di dalam Vaginamu ya”, katanya
sambil menelentangkan aku.
“Ya, om”, jawabku.
Dia menaikiku dan dengan satu hentakan keras, Penisnya yang
besar sudah kembali menyesaki Vaginaku. Dia langsung memain Penisnya keluar
masuk dengan cepat dan keras. Dalam beberapa goyangan saja tubuhnyapun
mengejang. Pantat kuhentakkan ke atas dengan kuat sehingga Penisnya nancap
semuanya ke dalam Vaginaku dan akhirnya
“crot .. crot ..crot,” spermanya nyembur dalam beberapa kali
semburan kuat. Herannya, nyemburnya yang ketiga masih saja spermanya keluar
banyak, memang luar biasa staminanya. Dia menelungkup diatasku sambil memelukku
erat2.
“Trid, nikmat sekali ngentot sama kamu, Vagina kamu kuat sekali
cengkeramannya ke Penisku”, bisiknya di telingaku.
“Ya om, Astrid juga nikmat sekali, tentu saja cengkraman Vagina
Astrid terasa kuat karena Penis om kan gede banget”
“Rasanya sesek deh Vagina Astrid kalau om neken Penisnya masuk
semua. Kalau ada kesempatan, Astrid dientot lagi ya om”, jawabku
“Ya sayang”, lalu bibirku diciumnya dengan mesra.

cerita,sex,seks,dewasa,mesum,bokep,ngentot,hot,sange,telanjang,panas,syur,lesby,gay,homo,bugil,telanjang,tante,bispak,kontol,memek,vagina,lendir,onani,masturbasi,anal,kimcil,xxx,bondage,perkosaan,cabul,skandal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.