Vimax Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News

Kisah Sex Terbaru

Vimax
Kisah Sex Terbaru, Mungkin belum banyak yang tahu dimana
Dukuhseti berada. Letaknya di utara Kota Pati, Jateng. Wilayah ini juga masih
masuk Kabupaten Pati. Jalan ke Utara Pati menyusuri pinggir Gunung Muria, akhirnya
bisa mencapai Kota Jepara. Aku bukan warga Dukuhseti, tetapi sudah lama
memendam keinginan untuk sesekali menikmati liburan di kampung itu. Memang
tidak ada obyek wisata yang menarik. Dia hanya kampung biasa, jika kita
melintas di wilayah itu, juga jarang tertarik untuk berhenti, kecuali, kehabisan
rokok, atau haus. Pokoknya sepintas lalu kampung ini tidak punya daya tarik
istimewa., Kisah Sex
Kisah Seks Terbaru, Namun aku pernah baca liputanya di
sebuah majalah wanita, lupa namanya, mengungkapkan warga Dukuhseti sangat
terbuka soal sex. Diceritakan bahwa bukan hanya anak gadis yang bisa di ajak
bobo dirumahnya sendiri, tetapi yang sudah berstatus istri juga bisa dikeloni
oleh pendatang. Tidak mudah memang menemukan mereka yang bisa diajak begitu.
Aku pernah penasaran jalan-jalan bertiga sama teman melintas Dukuhseti. Tidak
ada yang bisa dijadikan pemberhentian untuk sekedar mencari informasi. Aku
memaksa berhenti di sebuah warung kecil, dengan sedikit gaya diplomasi
menanyakan keberadaan teman bobo di sekitar itu. Eh pemilik warungnya Nayah
mengangkat alis. Dia katanya tidak pernah tahu. Lha kemana lagi nyarinya., Kisah
Seks,
Kisah Dewasa Terbaru, Memang kalau ada kemauan selalu ada
jalan. Dari oreintasiku yang gagal menemukan sasaran, akhirnya aku kembali ke
Jakarta. Teman-temanku yang berasal dari Semarang, Demak dan Pati, termasuk
dari Juwana kutanyai soal itu. Mereka pada melongo dan menyatakan belum pernah
tau. 2 tahun aku memendam informasi itu, sampai suatu saat temanku orang
Semarang mengatakan, dia punya teman yang mengenal betul Dukuhseti. Aku diberi
no kontaknya. Tanpa menunda waktu, no kontak itu segera kuhubungi. Ternyata
benar dia warga desa Pendem, desa dekat Dukuhseti, mengaku sering memandu orang
Semarang dan Jakarta untuk menemukan pasangan di Dukuhseti., Kisah Dewasa,
Gelorabirahi.com Segera kurancang liburan cuti untuk
beravonturir ke wilayah Pantura Jateng itu. Aido begitu nama kontakku, yang
selanjutkan kusebut Kibus (kaki busuk), menyarankan aku agar datang ke sana
tanpa membawa mobil atau sepeda motor. Dia menyarankan aku agar menggunakan
kendaraan umum saja, karena jalur itu banyak dilayani kendaraan umum.
Kisah mesum Terbaru, Aku tentu tidak puas dengan hanya
berbekal No HP, meskipun Aido memberi lebih dari 1 nomor. Aku memaksa meminta
no telp rumah. Meski rumahnya tidak ada telepon, tetapi no siapalah yang bisa
menghubungi Aido yang punya No telp rumah. Sebabnya bisa konyol, jika aku sudah
mendekati sasaran, semua no HP nya tidak bisa kuhubungi. Singkat cerita aku
sudah dijemput di satu titik di Dukuhseti. Dengan kendaraan sepeda motor, aku
diajak ke rumahnya yang tidak berapa jauh. Rumahnya sangat asri, dengan
kerimbunan pohon dan khas suasana desa. Setelah hidangan kopi dan singkong
rebus siang itu Aido lalu menanyakan seleraku untuk menemani tidur nanti Nayam.,
Kisah Mesum,
Aku bingung juga menyebut kriterianya.
“ Pokoknya yang cantiklah,” kataku.
Kisah Bokep Terbaru, Aido lalu merapatkan duduk. Dia
menunjukkan foto-foto yang tersimpan dalam HPnya. Dia menggunakan HP China
dengan layar yang cukup lebar. Ada sekitar 15 orang dengan foto berbagai gaya,
dari setengah badan sampai full body. Bingung juga aku memilih foto itu. Bagiku
sama bingungnya seperti memilih foto di receptionist panti pijat., Kisah Bokep,
Kisah Ngentot Terbaru, Aido kemudian menceritakan latar
belakang masing-masing orang dalam foto itu. Ada yang belum kawin, ada yang
masih punya suami, ada yang janda lengkap dengan perkiraan umurnya. Aido memang
marketer yang piawai juga dia. Informasi dagangannya dikuasai penuh, bahkan dia
mengetahui kelebihan masing-masing anggotanya. Karena kedatanganku ke Dukuhseti
ini ingin merasakan sensasi yang mungkin jarang ditemui di daerah lain, aku
memilih wanita yang masih bersuami. Aido menawarkan 5 orang masing-masing dalam
rentang usia 20 – 27 tahun dan sudah memiliki anak., Kisah Ngentot,
Kisah Hot Terbaru, Sulit bagiku membayangkan situasi di
rumah itu, jika aku ingin memakai istrinya dan dikeloni seNayaman. Gimana si
suami, gimana si anak dan gimana lingkungannya. Meskipun berdebar-debar juga
sebelum melakukan itu, aku akhirnya memilih wanita cukup cantik berusia 23
tahun baru punya anak 3 tahun dan tinggal serumah dengan suaminya. Aido segera
mengontak sasaranku, dan menjelaskan kemungkinan aku menginap seNayam di
rumahnya. Kelihatan di seberang sana ok, karena sambil menelepon Aido
mengangkat jempolnya ke aku, tapi diminta menunggu 2 jam dulu untuk mereka
beberes dalam rangka akan kedatangan tamu., Kisah Hot,
Kisah Lucah Terbaru, Aido menyebutkan kisaran biaya yang
diperlukan. Menurutku angka yang disebutkan Aido masih wajar. Aku membandingkan
dengan biaya menyewa cewek untuk tidur seNayam di hotel di Jakarta. Rasanya
angka yang disebutkan Aido masih di bawah biaya itu. Aku sengaja tidak
menyebutkan nominalnya, karena cerita ini jika dibaca 10 tahun lagi, bakal
menggelikan karena nilai itu sudah tergerus inflasi., Kisah Lucah,
Aku banyak bertanya ke Aido, mengenai bagaimana aku harus
bersikap ketika hadir di tengah keluarga itu . Aido Nayah dengan enteng
menjawab,
“Anggap saja Bapak berkunjung ke famili di kampung, ya
begitu aja.”
Setelah tiba waktunya, Aido mengkonfirmasi sebelum kami
berangkat. Ketika mendapat jawaban ok, kami pun berangkat. Aku dibonceng Aido
menuju rumah, yang disebut Aido bernama Mbak Wani.
Kisah Tante Terbaru, Aido mungkin sudah akrab dengan
keluarga Mbak Wani. Dia santai saja langsung masuk ke rumah dan menemui
langsung penghuninya. Lha yang keluar Nayah laki-laki berusia sekitar 32 tahun,
ya sepantar Aido lah. Aku sempat terkesiap juga. Tapi segera sirna ketika
laki-laki itu yang ternyata suami Wani datang menyodorkan tangannya untuk
bersalaman denganku, sambil mempersilakan aku duduk di dalam., Kisah Tante,
Tentu saja aku tidak bisa membuang rasa rikuhku, sehingga
mungkin aku terlihat canggung.
“Santai aja pak” kata Aido.
“Iya santai aja disini udah biasa koq,” kata suami Wani.
Kisah Janda Terbaru, Tidak lama kemudian muncul sesosok
wanita berkulit putih, rambut tergerai sampai hampir mencapai lengan membawa
nampan berisi hidangan teh manis. Selesai meletakkan cangkir teh, dia
menyalamiku dan memperkenalkan diri bernama Wani. Aku membatin dalam hati, wah
lumayan ok juga, parasnya ayu, badannya tinggi sekitar 160 dan dadanya ukuran
normal, tidak terlalu besar, dan juga tidak rata., Kisah Janda,
Dia duduk di sebelah Aido, karena memang Aido menempati sofa
panjang, sedang suaminya duduk di kursi tambahan.
“Piye kabare mas, “ katanya sambil menepuk paha Aido. Yang
ditegur sedang asyik mengisap kretek Jarum Coklat.
“Iki tak kenalke dholor anyar, “ kata Aido yang maksudnya
dia membawa keluarga baru, maksudnya membawaku.
Waktu itu jam di tangan sudah menunjukkan 5 sore. Suami Wani
pandai juga mencairkan suasana sehingga kecanggunganku mulai sirna. Aido
mengkodeku dengan kedipan mata mengajakku keluar. Aku mengikutinya. Aido
mengatakan agar uangnya langsung diberikan ke Wani. Aido lalu mau pamit dan
menanyakan jam berapa aku mau dijemput besok. Aku bilang sekitar jam 9 -10 lah,
nanti aku telepon lagi soal itu.
Kami berdua kembali masuk ke ruang tamu, Aido langsung
pamit.
“ Kok kesusu toh mas,” kata Wani berbasa-basi.
Sepeninggal Aido aku diajak suami Wani untuk meletakkan
ranselku dikamar tidur yang akan kutempati.
 “ Silakan pak kalau
mau istirahat, “ katanya.
Cerita Sex Terbaru, Aku tentu saja rikuhlah masak baru
datang langsung mau tiduran. Aku permisi ingin ke kamar mandi. Suami Wani
menunjukkan arah kamar mandi. Aku segera melampiaskan hasrat kecilku. Selesai
itu, ketika keluar aku berpapashian dengan Wani. Uang yang sudah kusiapkan ku
serahkan langsung ke tangannya. Dia menyatakan terima kasih, lalu ku sambung
dengan permintaanku dibuatkan kopi. Aku kembali duduk di ruang tamu sambil
menonton TV. Suami Wani tidak kulihat. Kata Wani pergi naik motor bersama
anaknya ke warung., Cerita Sex,
Cerita Seks Terbaru, Sampai hari gelap suami Wani belum juga
muncul. Aku ditawari untuk menyegarkan badan dengan mandi. Memang badanku
terasa lengket karena perjalanan dari Jakarta tadi terlalu pagi. Aku segera
mandi . Sekembali dari kamar mandi rasanya mulai ngantuk. Padahal baru jam 6
sore. Aku mencoba rebahan . Mungkin tempat tidur yang kutempati ini adalah
tempat tidur Wani dan suaminya., Cerita Seks,

kisah sex 2016, kisah sex terbaru, kisah sex, kisah seks 2016, kisah seks terbaru, kisah seks, Gelora birahi
Sedang aku memandang keliling kamar, tiba-tiba Wani masuk
dan langsung mengunci pintu.
“Ayo mas istirahat dulu, apa mau saya pijetin,” kata Wani.
Cerita Dewasa Terbaru, Tawaran yang sulit ditolak, tentu
saja kusetujui dengan langsung membuka bagian atas dan membiarkan celana pendek
tetap terpasang. Aku telungkup. Wani memulai memijat dari kaki sampai ke
punggung. Selesai bagian belakang dia minta aku berbalik ke posisi telentang.
Penisku sudah mengeras dari tadi, ketika aku telentang celana pendekku jadi
menonjol bagian depannya. Wani mulai lagi memijat dari kaki Sampai bagian
vital, tanpa ragu-ragi Wani meremas penisku. Aku tentu saja melenguh keenakan.,
Cerita Dewasa,
Cerita Mesum Terbaru, Tanpa minta izin Wani memelorotkan
celanaku sekalian celana dalamnya. Penisku yang terbebas segera dijadikan
sasaran hisapan mulut Wani. Aku menggelinjang-gelinjang merasakan sensasi oral
Wani. Dia cukup lihai melakukan oral. Tidak berapa lama dia kemudian melepas
semua pakaiannya sehingga bugil. Lampu kamar diredupkan. Meskipun cahaya
remang-remang aku masih bisa melihat tubuh montok Wani. Ternyata susunya
lumayan gede dan masih kenceng. Jembutnya cukup lebat, dan pinggulnya melebar.,
Cerita Mesum,
Wani kembali mengoralku. Aku terus bertahan agar tidak
sampai jebol. Kutarik tubuh Wani menindihku lalu kubalikkan sehingga aku jadi
menindihnya. Aku menciumi wajahnya, lehernya. Terasa bau wangi sabun. Dia
mungkin baru selesai mandi. Susunya menjadi sasaran selanjutnya, kiri dan kanan
ku kenyot. Pentilnya sudah agak membesar. Mungkin akibat menyusui. Wani
menggeliat-geliat. Ciuman ku teruskan ke bawah dan aku harus menguak rimbunan
jembut agar bisa menemukan belahan vaginanya. Kujilati seputar vaginanya dan
akhirnya aku membekap mulutku ke sasaran dan lidahku mengusap clitorisnya.
Cerita Bokep Terbaru, Wani mulai kelojotan ketika penisnya
terus aku serang. Dia merintih-rintih seolah di rumah ini hanya kami berdua.
Wani tidak mampu bertahan lama, karena dia akhirnya mencapai orgasmenya yang
pertama. Aku segera memasukkan penisku ke dalam belahan vaginanya. Terasa
hangat dan cairannya agak lengket. Efeknya penisku serasa dicekat oleh liang
Wani. Aku menggerakkan maju-mundur dengan ritme yang pelan, tetapi berusaha
menggeruskan bagian atas liang vaginanya., Cerita Bokep,
Cerita Ngentot Terbaru, Namun rasa nikmat tidak bisa
kupungkiri sehingga aku akhirnya tidak sabar dan mempercepat gerakanku. Aku
sudah semakin dekat dengan ejakulasi dan rasanya tidak terbendung lagi. Aku
genjot dengan gerakan kasar dan cepat. Saat ejakulasiku tiba kutekan dalam-dalam
penisku ke dalam vagina Wani. Wani rupanya juga mencapai orgasmenya, karena aku
merasa cengkeraman lubang vaginanya dengan ritme yang hampir sama dengan ritme
ejakulasiku., Cerita Ngentot,
Cerita Hot Terbaru, Selesai hubungan itu kami istirahat
sebenar. Wani bangkit mengambil handuk kecil yang sudah dia basahi. Sekujur
penisku di bersihkannya dengan telaten, sampai bersih benar. Handuk yang sama
juga digunakan untuk membersihkan vaginanya sebelum dia kembali mengenakan
pakaian. Aku bangkit untuk kembali memakai kaus dan celana boxer ku. Rasanya
lelah juga habis bertempur dengan Wani. Setelah Wani keluar kamar aku mencoba
istirahat sambil berbaring. Rupanya aku jatuh tertidur. Aku sadar ketika Wani
membangunkanku sekitar jam 9 Nayam untuk makan Nayam. Dengan mata masih berat
aku bangun., Cerita Hot,
Cerita Lucah Terbaru, Sekeluar dari kamar aku langsung ke
kamar mandi untuk BAK dan mencuci muka. Di ruang tengah sudah menanti makanan,
katanya makanan itu khas Pati, nasi Gandul. Aku baru pertama ini makan nasi
gandul. Nasi dengan lauk seperti semur daging, tapi rasanya beda dengan semur.
Suami dan anak Wani ikut makan bersama. Kami sudah seperti keluarga. Namun
uniknya keluarga baru jadian yang langsung meniduri istri tuan rumah. Enak Tho,
Mantap Tho, kata almarhum Mbah Surip. Selesai makan aku duduk di ruang depan
sambil menghisap rokok ditemani suami Wani. Kami ngobrol ngalor ngidul gak ada
isi. Tapi rasa penasaranku menggelitik juga ingin mengetahui pandangan suami
Wani dan penduduk sekitar sini yang membolehkan istrinya ditiduri orang lain.,
Cerita Lucah,
“Wah disini sudah biasa begitu Pak, tetapi akhir-akhir ini
agak dibatasi, karena Lurah dan Camat tidak ingin daerahnya dicap jelek.,” kata
suami Wani.
Cerita Tante Terbaru, Kami ngobrol sampai jam 11 Nayam,
sampai akhirnya suami Wani mempersilakan aku istirahat. Aku turuti, karena
memang agak ngantuk juga. Sebelum masuk peraduan, aku sikat gigi dulu biar
mulut terasa segar. Di dalam sudah ada Wani yang berbaring. Kuredupkan lampu
dan aku berbaring di sebelahnya. Kami mulai lagi bercumbu sampai akhirnya
berdua bugil. Permainan dilanjutkan dengan berbagai posisi. Permainan kali ini
agak lama karena aku agak bisa menahan lama ejakulasiku., Cderita Tante
Cerita Janda Terbaru, Seperti tadi sore selepas aku melepas
hasratku, Wani membersihkan penisku dengan handuk basah. Dia menawariku
mengenakan sarung. Aku tanpa celana dalam dan kaus mengenakan sarung. Suasana
desa itu tidak terlalu dingin, tetapi juga tidak gerah. Wani keluar lalu
kembali dengan juga mengenakan sarung. Dia membuka semua pakaian atasnya dan
tidur di sebelahku . Wani tidur memelukku, sehingga teteknya menekan pundakku.
Aku yang sudah lelah dan ngantuk akhirnya jatuh tertidur. Entah sudah berapa
lama aku tidur, terbangun karena merasa ada sesuatu. Penisku rupanya sudah
menjadi santapan Wani. Dia dalam keadaan telanjang menelungkup diantara kedua
kakiku sambil melomoti penisku. Kulirik jam tangan , baru jam 5 pagi, tetapi
dari kisi-kisi jendela sudah mulai terlihat ada cahaya terang., Cerita Janda,
Permainan pagi adalah yang paling aku sukai. Rasanya badan
kembali fit untuk melakukan pertempuran. Aku pasrah dikerjai Wani. Setelah puas
mengoralku, dia mulai menduduki penisku dan dengan gerakan hati-hati dia mulai
menggenjot dengan gerakan naik turun. Dia mengira aku masih tertidur sehingga
gerakannya terasa sangat hati-hati. Namun sejalan makin meningkatnya nafsu
birahi menjalari tubuhnya, Wani mulai melakukan gerakan kasar sambil
mendesis-desis. Gerakannya juga kini sudah berubah menjadi maju mundur. Penisku
seperti diperas di dalam vagina Wani. Nikmat sekali rasanya, tetapi aku terus
bertahan dengan pura-pura tidur. Kelihatannya Wani mendekati orgasme sehingga
dia melakukan gerakan dengan semangat sambil terus mendesis.
Benar juga tak lama kemudian dia menghentikan gerakan lalu
ambruk ke dadaku. Sekujur liang vaginanya berkedut-kedut. Aku yang lagi tanggung
untuk mencapai orgasme langsung membalikkan posisi. Wani kugenjot dengan
mengangkat kedua kakinya tinggi-tinggi. Sensasi jepitan vaginanya terasa nikmat
sekali. Namun posisi itu tetap sulit bagiku untuk menghantar orgasme. Aku
kembali ke posisi awal sambil setengah menindih Wani Nayakukan gerakan keluar
masuk ke vagina Wani. Rasa vagina Wani memang sedap sekali, legit dan
mencengkeram. Tidak bisa bertahan lama aku segera menyemprotkan ejakulasiku ke
rahim Wani. Setelah itu aku terbaring lemas di sisnya. Kami berdua dalam
keadaan telanjang bulat berbarih rehat setelah bertempur sekitar setengah jam.
Wani bangkit menyerahkan sarung agar aku pakai. Dia minta
aku menunggu sebentar di kamar sambil istirahat. Dia dengan mengenakan sarung
dan kaus keluar kamar. Sekitar 15 menit, Wani masuk dan menarikku bangun. Aku
diajaknya ke kamar mandi . Aku turuti apa yang dikehendaki, tanpa tahu ujungnya
bagaimana. Ternyata di kamar mandi sudah tersedia air panas. Kata Wani, air panas
itu disiapkan oleh suaminya. Wani membuka semua bajunya lalu bajuku. Engan
dengan telaten memandikanku bagaikan memandikan anak kecil. Semua bagian dia
usap dengan sabun sampai ke belahan pantat dia bersihkan. Nikmat sekali service
Wani van Dukuhseti ini. Mungkin kalau dirating, servicenya dapat point 9.
Selesai kami berdua mandi, Wani membimbingku kembali ke
kamar. Aku dibedakinya dengan bedak talk dan dikenakannya pula bajuku. Wah benar-benar
dimanjakan rasanya. Aku sudah barang tentu segar bugar. Namun perut terasa
lapar juga, Tidak lama kemudian muncul Wani mempersilakan aku menikmati sarapan
nasi goreng. Selepas itu aku kembali duduk di ruang tamu sambil menikmati
seiaran berita pagi. HP ku bergetar, Aido mengontakku, dia tanya apa mau
dijemput sekarang. Aku segera menyetujui. Tidak sampai 10 menit Aido sudah
muncul.
Aku berpamitan dengan Wani dan suaminya, berjanji
kapan-kapan akan mampir lagi kalau ke Dukuhseti. Aido dasar seorang marketer
yang berbakat, dia menawariku lagi pasangan untuk menginap seNayam lagi di
desa. Ditunjukkan foto di HP. Wajahnya manis, kulitnya putih, dan kelihatan
masih muda. “ Baru 18 tahun pak, belum pernah kawin dan belum punya anak, ini
sip pak. Orang nya lebih cantik dari fotonya , dijamin mantap lah pak.” Kata Aido
terus berpromosi.
Setelah kutimbang-timbang akhir setuju memparpanjang seNayam
lagi di Dukuhseti. Aido segera mengontak cewek yang dia promokan. Cewek itu
bernama Harti tinggal di Desa Pendem, tidak jauh dari tempat tinggal Aido. Kami
berdua segera meluncur menuju sasaran. Rumah Harti tidak sebagus rumah Wani.
Keluarganya hidup sangat sederhana . Rumahnya separuh batu, yang separuh lagi
dari anyaman bambu yang dilapisi kertas lalu dicat pakai kapur tembok. Model
rumahnya kayak model joglo, lantainya semen. Sesampainya dirumah tujuan Aido
seperti biasa langsung blusak-blusuk ke dalam, sementara aku menunggu di amben
di teras rumah. Rumahnya agak masuk ke dalam gang dan halamannya tertutup pohon
rimbun, diantaranya ada pohon pisang.
Tidak lama kemudian keluar sepasang suami istri yang
kutaksir berumur sekitar 40 tahun. Mereka memperkenalkan diri sebagai bapak dan
ibunya Harti. Aku dipersilakan masuk duduk di ruang tamu. Tak lama kemudian
muncul gadis yang bernama Harti dengan rambut diikat kebelakang. Ia membawa
nampan berisi teh tawar. Wajahnya khas abg, masih segar, cantik , putih dan
tingginya kutaksir hampir 165. Gadis-gadis di Dukuhseti ini banyak yang
cantik-cantik. Konon katanya di zaman dahulu banyak orang Portugis mengawini
wanita lokal. Sebenarnya bukan hanya di Dukuhseti, tetapi juga di Keling dan
Tayu. Wah tapi itu mungkin di abad 17 apa 16 ya. Menurut catatan, benteng
Portugis di Tayu dibangun antara tahun 1613-1645. Boleh jadi keturunan Portugis
itu sudah generasi yang kesekian. Yang masih tersisa adalah wajah cantik dan
kulit putih.
Saat kami ke rumah Harti, jamnya adalah jam tanggung yaitu
jam 11 siang. Janggal aja rasanya jam segitu sudah kelonan sama anak orang.
Harti diminta duduk dekat ku dengan kursi tambahan oleh kedua orang tuanya
setelah salaman dengan ku. Seperti biasa Aido lalu pamit. Sepeninggalan Aido,
kedua orang tua Harti juga undur diri kebelakang. Tinggallah aku dan Harti
berdua di ruang tamu yang sederhana ini. Terlintas di otakku tiba-tiba untuk
mengajak jalan-jalan Harti ke Pati. Paling tidak aku butuh ke ATM dan mungkin
bisa menikmati wisata kuliner di kota itu. Ketika Harti kutawari itu, dia
setuju. Dia pun bergegas mengganti pakaiannya dengan celana jeans dan kaus.
Meski tampilan pakaiannya sederhana, tetapi kecantikannya terpancar dari
auranya.
Dengan kendaraan umum kami berdua menuju Pati. Tujuan
pertama adalah mencari ATM. Setelah itu aku ingin menikmati wisata kuliner di
kota ini. Harti tidak banyak tahu mengenai tempat-tempat makan. Dia hanya tahu
tempat makan bakso. Yah mungkin seusianya , belum waktunya berkenalan wisata
kuliner. Aku terpaksa menelpon Aido.
Dia merekomendasikan hidangan “ndas mayung””Kepala ikan
mayung . Ini rasanya pas benar. Aku tentu saja tidak tahu alamat yang ditunjuk Aido,
tetapi dengan bantuan becak dan pengetahuan Harti yang agak terbatas, akhirnya
ketemu juga warung yang menyediakan menu kepala ikan mayung dimasak mangut.
Yakni berkuah santan dengan rasa agak pedas. Lumayan sedap santapan yang
direkomendasikan Aido. Paling tidak tempat ini menjadi catatanku kalau kelak
kembali ke Pati.
Kuperhatikan Harti memiliki HP yang sudah ketinggalan zaman
dengan layar masih hitam putih, padahal anak seusia dia, paling senang
kutak-katik HP. Yah mungkin dia dari keluarga yang kemampuannya terbatas,
sehingga tidak sempat mengeluarkan biaya untuk membeli HP model terbaru. Aku
menanyakan dimana banyak orang menjual HP. Harti menunjuk satu lokasi lalu kami
kesana. Dia sempat bertanya, mau cari apa kok nanya tempat penjualan HP. Aku
bilang aja mau beli baterai HP ku karena sudah kurang bagus.
Di tempat tujuan aku memilih satu toko yang kelihatannya
mempunyai cukup lengkap koleksi HP Nokia. Harti heran melihat aku memilih-milih
HP Nokia. Aku minta kepada penjual, tipe yang tipis, ada radio, ada kamera,
bisa dengar lagu banyak dan modelnya candy bar. Aku ditunjukkan satu model yang
kelihatannya ok. Lalu setuju aku beli. Setelah meninggalkan toko, Harti
bertanya,
“Lho tadi katanya mo beli baterai, kok Nayah beli HP toh
oom,” tanyanya heran.
“ Iya ini untuk kamu, “ kataku sambil menyerahkan bag berisi
kotak HP.
“Yang bener Oom, makasih yaaa, makasih, “ katanya dengan
raut wajah kegembiraan.
Harti lulus SMA tahun lalu, tetapi tidak melanjutkan ke
perguruan tinggi. Selain tidak ada biaya dia merasa kemampuannya tidak nyampe
untuk kuliah, apalagi harus ke Pati, atau ke Semarang.
Dengan kendaraan umum kami kembali ke Dukuhseti, tepatnya ke
Desa Pendem. Harti tidak sabar ingin melihat HP barunya. Dia segera
mengeluarkan HP itu dari kotaknya dan mengutak-kutik sepanjang perjalanan
pulang. Sampai-sampai hampir kelewatan kami turun dari angkutan. Sesampai di
rumah Harti langsung melapor ke orang tuanya bahwa aku membelikannya HP baru.
Naluri cewek terhadap HP memang luar biasa. Tanpa kuajari dia sudah paham soal
menu dan penggunaan HP. Sesampainya di rumah Harti, aku merasa gerah dan ingin
mandi. Kamar mandi di rumah ini agak kebelakang dan sepertinya di bagian luar
rumah mendekati sumur.
Setelah badanku segar, aku dipersilakan oleh kedua orang tua
Harti untuk beristirahat di kamar. Kamar untukku sudah dipersiapkan rapi, ada
kelambunya segala. Enak sekali rasanya berbaring menghilangkan kepenatan jalan
ke Pati tadi. Tanpa kusadari ternyata aku tertidur. Aku terbangun setelah
mungkin tertidur sejam, karena merasa kakiku dipijati. Ternyata Harti dengan
hanya berkemben sarung duduk di bagian kakiku memijati kakiku kiri dan kanan.
Segera dia kutarik untuk berbaring disampingku. Kupeluk dan kuciumi pipi dan
lehernya. Harti bereaksi dengan mendongakkan kepala. Sarungnya kubuka ,
ternyata Harti tidak mengenakan BH. Buah dadanya mancung dengan puting yang
kecil. Kenyal sekali ketika kuremas-remas.
Aku melepaskan sarungnya melalui cara memelorotkan ke bawah.
Ternyata dia juga tidak mengenakan celana dalam. Terasa tersentuh jembut tipis
dari vagina yang mentul. Jari tengahku segera beroperasi di belahan vaginanya
yang sudah mulai basah. Kedua tetek ranumnya kuciumi dan pentilnya sekali-kali
kuhisap dan kugigit pelan. Harti sudah terangsang. Kakinya dibukanya
lebar-lebar. Aku ingin mencicipi rasa vagina abg 18 tahun ini. Aku segera
menjilati seputaran turuk mentulnya. Harti menggeliat-geliat.Apalagi ketika
itilnya kujilat. Dia makin gelisah.aku terus bertahan menyerang klitorisnya
sampai akhirnya dia mencapai orgasme. Giliran berikutnya aku menancapkan batang
penisku dan memompanya. Harti terengah-engah menikmati sodokanku. Aku berganti
posisi dogy, setelah itu posisi WOT, akhirnya kembali lagi ke posisi MOT sampai
aku melepaskan tembakan mani di dalam vaginanya.
Kami berbaring berdampingan. Harti kelihatan kelelahan
karena dia langsung tertidur nyenyak. Aku kembali mengenakan pakaian untuk ke
kamar mandi belakang. Di dapur kulihat ibu Harti sedang sibuk menyiapkan
masakan. Tadi siang sebelum aku berangkat ke Pati sudah sempat menyelipkan uang
jasa untuk Harti ke ibunya. Mungkin saja dari uang itu dia menyiapkan hidangan
untuk nanti Nayam. Aku kembali ke kamar dan tidur disamping Harti. Anak ini
pulas sekali tidurnya. Mungkinkah dia mencapai orgasme yang paripurna, karena
biasanya cewek kalau mendapat kepuasan sex yang tinggi akan mengantuk dan
tidurnya sampai ngorok. Nah si Harti juga ngorok halus, sambil tetap telanjang.
Tidak ada yang dapat kukerjakan kecuali ikut tidur lagi. Aku
terbangun hari sudah Nayam dan yang membangunkanku adalah Harti. Dia mengajakku
makan Nayam. Hidangan soto kemiri, yang khas Pati sudah terhidang di meja dalam
keadaan berasap. Aku memang sudah keroncongan dari tadi, tanpa rasa sungkan aku
langsung menyendok nasi dan soto. Nikmat sekali rasanya. Ibu Si Harti pintar
masak rupanya.
Selepas makan Nayam aku duduk di depan dengan hidangan kopi
panas tubruk, mengobol dengan Bapak. Dia bercerita tentang pertanian dan
nelayan. Kedua bidang itu sekarang makin berat dijadikan sandaran hidup.
Pertanian selalu dipermainkan oleh harga, sementara mencari ikan makin sulit.
Aku menimpali seadanya, sesuai dengan pengetahuanku. Namun
si ayah bersemangat sekali cerita. Aku merasa heran juga, dia sama sekali tidak
jengah kepadaku, padahal, jelas-jelas anaknya baru kutiduri, dan itu
dirumahnya. Suasana seperti ini sebenarnya yang kucari sampai jauh-jauh datang
ke Dukuhseti. Kalau sekedar mencari, cewe, banyak yang cantik di Jakarta,
tempat menginap di sana juga jauh lebih nyaman, tetapi aku tidak mendapatkan
suasana apa-apa, kecuali menikmati tubuh lawan mainku. Aku merasa menyelami isi
hati masyarakat setempat, sampai mereka bisa menerima “tamu” untuk main
dirumahnya sendiri.
Kami ngobrol sampai jam 11 Nayam dan ayah Harti
mempersilakan aku untuk istirahat, karena besok akan melakukan perjalanan jauh
kembali ke Jakarta. Aku masuk ke kamar, kulihat Harti sudah tidur tergolek,
lampu sudah dipadamkan . Sumber cahaya hanya dari celah-celah lubang angin.
Kuperhatikan Harti sudah mengenakan kemben sarung seperti tadi sore. Aku pun
mengikuti mengenakan sarung langsung tidur di sebelahnya.
Begitu aku berbaring, Harti langsung memelukku. Sambil
berpelukan aku ngobrol mengenai kehidupan di desa ini terutama soal cewek yang
bisa diajak tidur. Banyak temen-temen Harti yang tamat SMA, atau Nayah yang
masih sekolah sudah menerima “tamu” di rumahnya. Menurut dia tradisi itu sudah
berlangsung lama, mungkin sejak neneknya mereka sudah melakukan hal itu.
Makanya mereka sampai sekarang mewarisi tradisi itu.
Aku Nayam itu hanya kuhabiskan dengan ngobrol sampai
tertidur. Mau bertempur rasanya lagi hilang selera. Kami tidur berpelukan . Paginya
ternyata penisku masih bisa berdiri. Aku mulai mencumbu Harti. Dia terbangun
dan menanggapi cumbuanku. Pagi itu sekitar jam 5 kami menuntaskan nafsu birahi
kami, sampai aku jatuh tertidur lagi. Entah jam berapa aku dibangunkan Harti,
katanya Aido sudah datang.
Biasanya dia nelpon aku kalau mau datang, kali ini kenapa
dia langsung nongol, padahal aku belum mandi. Aido mempersilakan aku mandi dan
membereskan barang-barang. Dia memang sengaja datang tanpa menelpon. Katanya
ada informasi penting.
Bikin penasaran saja sampai sarapan yang dihidangkan ibunya
Harti tidak bisa kunikmati. Setelah berbasa-basi sejenak. Aku pamit
meninggalkan kediaman keluarga Harti.
“Ada apa sih Do, kamu kok kelihatannya penting banget,”
tanyaku.
“Sabar bos, nanti saja dirumah saya jelaskan,” katanya.
Sesampai dirumah, Aido menghidangkan kopi tubruk. Memang
mantap menghirup kopi, sambil menyedot rokok kretek.
“ Ini bos ada cewek yang masih segelan, lagi butuh uang.
Orangnya cakep masih 16 tahun. Saya kemarin sore kerumahnya. Ini fotonya,” kata
Aido sambil menunjukkan gambar di HP nya.
Memang bener anaknya masih imut, putih, rambutnya lurus. “
Nggak banyak kok mintanya, “ kata Aido sambil terus menyebutkan angkanya. Aku
membatin dalam hati, jumlah yang disebutkan Aido itu tidak jauh dengan harga HP
yang kubelikan untuk Harti, kemarin. Di Jakarta kalau pun ada cewek yang masih
segelan (perawan), harganya jauh di atas itu dan parasnya tidak pula semanis
dengan cewek yang ditawarkan Aido.
“Bener dia mau buka segel, anaknya apa udah mau,
jangan-jangan karena dipaksa orang tuanya,” tanyaku.
“Enggak bos, anaknya udah siap, saya sudah tanyai anaknya
langsung kok, pokoknya kalau bos berminat kita bisa kesana sekarang,” katanya. Aku
berpikir sejenak, cutiku yang kuhabiskan di Dukuhseti ini bakal sempurna,
karena mendapatkan multi source. Aku menyetujui.
Tunggu bos nggak bisa sekarang, anaknya masih sekolah di SMP
kelas 3. Biasanya anak SMP pulang jam 2 an. Nanti jam 3 saja kita kesana. Sekarang
santai aja dulu katanya. Sekitar jam 2 lebih, HP Aido berdering. Ternyata dari
keluarga si perawan itu. Mereka menanyakan apakah aku jadi menginap dirumahnya.
Aido menjawab sambil jempolnya diacungkan. Mungkin maksudnya dia juga
berkomunikasi dengan ku. Paling tidak dia ingin mengatakan, siiip.
Kami berdua lalu meluncur dengan sepeda motor Aido ke
sasaran. Sebuah rumah yang sederhana, agak terpencil dari tetangganya.
Halamannya luas bersih dari tanaman rumput, karena terlindung oleh rimbunnya
pohon mangga. Rumahnya tidak jauh mutunya dari rumah Harti. Aku segera
disambut, oleh keluarga Pak Santo suami istri. Tidak lama kemudian muncul gadis
yang akan menjual segelnya masih berseragam SMP dengan rok biru. Badannya belum
berkembang penuh, meski teteknya sudah kelihatan tumbuh. Namun tubuhnya agak
bongsor, maksudnya tinggi. Mungkin sekitar 160 cm. Dengan malu-malu dia
menyalamiku.
Kami akhirnya masuk ke ruang tamu. Disitu, Pak Santo,
istrinya dan cewek itu yang kemudian kuketahui bernama NurNaya. Dengan bahasa
Jawa Aido mengkonfirmasi bahwa memang benar Naya, begitu panggilannya akan
menjual keperawanannya. Kedua orang tuanya menggangguk. Naya ketika ditanya
soal kesiapannya juga mengangguk.
“ Tuh bos, sudah lihat sendiri kan, mereka sudah rela,
sekarang tingal bos sendiri memutuskan,” kata Aido.
Aku memutuskan setuju dan deal dengan harga yang mereka
minta. Hati kecilku sesungguhnya merasa tidak tega. Betapa mereka mengorbankan
barang demikian berharga untuk harga yang menurutku tak seberapa. Tapi pikiran
lainku mengatakan, kalau bukan aku yang mengambil kesempatan ini, pasti ada orang
lain yang akan mengambilnya. Aku mengode Aido dengan kedipan, dia mengerti dan
beranjak keluar bersamaku.
“do aku nggak punya amplop,” kataku.
“Sudah langsung aja, di kampung gak perlu amplop-amplopan,”
kata Aido.
Aku segera menyerahkan sejumlah uang yang mereka minta
kepada Pak Santo,. Aku memintanya dia menghitung kembali uang itu, tetapi dia
menolak. Katanya dia tidak pandai menghitung uang. Aku dipersilakan langsung
masuk ke kamar tidur, tetapi tawaran itu kutolak halus. Aku katakan aku ingin
mandi dulu. Rumah di desa ini kebanyakan memiliki kamar mandi di luar rumah.
Aku minta izin mau menyegarkan diri dulu. Pak Santo minta aku menunggu
sebentar, karena dia akan mengisi air untukku mandi. Pintu kamar mandi hanya
berupa korden . Sesungguhnya aku malu juga bertelanjang bulat di kamar mandi
ini.
Sebetulnya dibilang kamar mandi juga kurang tepat, karena
hanya berupa ruangan dengan plesteran semen dan ada 2 ember plastik lebar yang
penuh berisi air dan ada pompa tangan. Ketika aku sedang asyik buka baju,
tiba-tiba Naya masuk kedalam, katanya dia juga mau mandi, karena gerah habis
sekolah. Aku terbengong-bengong,. Bagaimana jadinya kok bisa begini. Naya
tenang saja membuka baju sekolahnya sehingga tinggal BH dan celana dalam. BHnya
, mungkin kurang tepat disebut BH, tetapi mungkin miniset, dan celana dalamnya
terbuat dari kain katun. Dia membelakangiku dan mencopot miniset dan celana
dalamnya lalu langsung berjongkok di dekat ember.
Foto Sex Terbaru, Aku masih terbengong-bengong dan masih
memakai celana dalam. Mungkin aturannya disini kalau mandi harus jongkok di
samping ember. Tapi aku nggak pernah begitu. Rasanya kalau jongkok ada bagian
tubuh yang tidak terguyur air. Jadinya ya aku terpaksa harus berdiri, dan apa
boleh buat harus mempertontonkan keNayauanku ke Naya, sebelum bendera start
dikibarkan. Naya tenang saja telanjang sambil jongkok menghadapku. Meski
telanjang aku juga tidak leluasa mengamati tubuhnya, gelorabirahi.com karena
sebagian susunya tertutup lututnya dan kemaluannya tertutup ember dan jepitan
kedua pahanya. Tadinya aku berharap kalau dia sabunan akan berdiri, tetapi
nyatanya tidak dia tetap jongkok sambil menyabuni tubuhnya., Foto Sex,
Foto Seks Terbaru, Mungkin kalau kamar mandi ini tidak hanya
ditutup kain korden di pintunya aku sudah menawarkan diri menyabuninya. Tapi
rasanya jadi malu kalau ketauan orang tuanya diluar. Akhirnya aku cuek aja
menyabuni diriku dan alat vitalku. Herannya Naya kok tidak tertarik
memperhatikan kelaminku. Pandangannya biasa saja. Aneh juga. Selesai mandi Naya
hanya berbalut handuk keluar dan aku berpakaian lengkap dengan celana panjang
jins dan kaus oblong. Sekeluar dari kamar mandi aku diarahkan oleh Pak Santo
untuk masuk kamarku. Dia lalu menutup pintu. Di dalam aku melihat Naya sedang
duduk dipinggir tempat tidur masih berbalut handuk yang dia pakai keluar kamar
mandi tadi., Foto Seks,
Aku duduk disampingnya.
“ Kamu sudah siap,” Dia menjawab dengan menggangguk.
“Apa kamu nggak takut” Naya mengelengkan kepala.
“Kamu sudah punya pacar ?” Dia kembali menggelengkan kepala.
“Sudah pernah pacaran ?” Kembali kepalanya digelengkan.
“ Kok kamu berani memberikan keperawanan kamu ke saya, “
tanyaku.
“Aku nggak mau kayak teman-temanku keperawannya diambil oleh
pacarnya lalu ditinggal. Mendingkan kayak gini aku dapat duit,” katanya.
Foto Dewasa Terbaru, Jawaban yang diluar perkiraanku ini
masuk akal juga. Dia tidak mau melepaskan keperawanannya secara gratis, apalagi
ke pacarnya seperti teman-temannya lalu ditinggal . Naya kupeluk. Dia diam
saja. Lalu kuajak rebahan. Dia menurut., Foto Dewasa,
Foto Mesum Terbaru, Aku mulai menciumi keningnya, pipinya,
telinganya kiri dan kanan. Terasa sekali kalau gelagatnya dia masih kaku. Handuknya
kubuka, maka terpampanglah kedua payudaranya yang baru tumbuh. Pentilnya masih
kecil dan aerolanya juga belum lebar. Kedua susunya menjadi sasaran ciuman dan
kenyotan mulutku. Naya diam saja pasrah. Tanganku pun beroperasi kebawah
menjangkau kemaluannya, Tanganku merasa di sana belum ada ditumbuhi bulu. Yang
terasa hanya bulu-bulu halus., Foto Mesum
Foto Bokep Terbaru, Ketika handuknya kubuka, terlihat vaginanya
memang masih relatif gundul dan menggembung. Kuciumi susunya lalu perutnya dan
perlahan-lahan turun ke gundukan vaginanya. Naya mengenluh geli. Aku tidak
memperdulikan, Kedua kakinya kurenggangkan sehingga belahan vaginanya agak
terbuka sedikit. Warnanya merah muda. Jilatanku langsung menuju belahan itu. Naya
mengeluh karena rasanya geli. Aku minta dia bertahan sebentar, karena rasa geli
itu nanti akan hilang., Foto Bokep
Foto Ngentot Terbaru, Lidahku beroperasi di belahan vagina Naya
dan ujung clitorisnya terlihat agak mencuat. Aku menjilati ujung itil itu, Naya
menggeliat, geli sekali katanya. Aku bersabar tidak langsung menjilat ujung
itilnya lagi, tetapi di seputar itilnya sampai dia merasa tidak geli lagi.
Badannya berjingkat-jingkat menandakan ada rasa nikmat yang dia rasakan. Dengan
sentuhan halus lidahku mulai bermain di itilnya. Naya mendesis tertahan. Dia
melonjak-lonjak setiap kali itilnya kusapu dengan lidah. Lama sekali aku bermain
oral di kemaluannya tetapi aku tidak merasakan dia mencapai orgasme., Foto
Ngentot,
Foto Hot Terbaru, Akhirnya aku bosan dan aku mulai
menindihnya . Kepala penisku ku posisikan di depan lubang kemaluan Naya. Dia
kelihatan tegang. Aku minta agar jangan tegang, karena nanti akan terasa sakit.
Penisku berkali-kali kepeleset gagal memasuki lubang tujuan. Aku bangkit dan
membasahi ujung penisku dengan ludah. Sambil duduk kubuka lebar belahan vaginanya
dan kepala penisku kudorongkan ke liang vaginanya.
“Oom pelan-pelan oom, sakit,” katanya., Foto Hot,
Foto Lucah Terbaru, Aku minta dia menahan sakit itu
sebentar. Kepala penisku mulai berhasil menerobos masuk, meski hanya bagian
kepala saja. Kudorong lebih jauh, tetapi terasa sukar. Aku tidak menyerah, dan
terus mendorong, sampai masuk agak dalam dan akhirnya tertahan. Mungkin selaput
daranya menahan laju masuknya penisku. Kutarik sedikit penisku lalu didorong
lagi. Begitu berkali kali sampai jalannya agak lancar. Tetapi untuk masuk terus
masih ada halangan. Aku mengeraskan penisku dan mendorong sedikit agak kuat.
Terasa ada sesuatu yang pecah di dalam. Naya menjerit kecil sambil mengatakan
sakit. Aku terus mendorong, dan penisku bisa makin dalam memasuki liang
vaginanya yang masih perawan., Foto Lucah,
Foto Tante Terbaru, Ketika semua batang penisku sudah
ambles. Terasa lubang vaginanya sangat mencekam. Ketat sekali rasanya. Ketika
kutarik sedikit Naya meringis, menahan sakit lalu kudorong lagi, sampai
akhirnya gerakanku agak lancar baru aku berani memompa dengan gerakan agak
panjang. Vaginanya sempit banget, maklum masih perawan. Sehingga aku pun tidak
mampu bertahan lama dan pecahlah spermaku di dalam vagina Naya. Kubiarkan
penisku di dalam vaginanya sampai akhirnya susut dan pelan-pelan kutarik
keluar. Mani tidak terlalu banyak, karena selama 2 Nayam ini terus-terusan
bertempur. Kulihat di penisku ada sedikit darah. Dan di sprei juga ada sedikit
mani bercampur darah . Naya mengatakan vaginanya perih. Aku jelaskan bahwa
memecahkan perawan memang selalu terasa perih. Untuk selanjutnya kuyakinkan
bahwa rasanya tidak akan sesakit itu lagi., Foto Tante,
Foto Janda Terbaru, Aku beristirahat . Naya bangkit dengan
berkemben handuk dia keluar kamar. Dia kelihatannya mencuci vaginanya. Aku pun
membersihkan penisku yang agak belepotan mani dan darah dengan tissu lalu kembali
mengenakan pakaian lengkap. Aku berbaring saja di kamar untuk beristirahat.
Mungkin karena kelelahan aku tertidur. Aku dibangunkan Naya ketika hari sudah
mulai gelap. Setelah membersihkan diri ke kamar mandi aku dipersilakan makan Nayam.,
Foto Janda,
Foto Bugil Terbaru, Tidak ada rasa canggung baik Pak Santo
maupun istrinya, juga Naya berhadapan denganku. Kami ngobrol dan meneruskan
obrolan ke ruang tamu. Belum jam 10 aku dan Naya sudah digiring lagi oleh Pak
Santo masuk ke kamar tidur. Di dalam kamar Naya hanya tidur terbujur. Aku
mengorek informasi mengenai lingkungannya dan akhirnya Nayam itu aku main
sekali lagi. Agak lama meski vaginanya yang kuterjang masih sempit. Rasanya dia
belum bisa menikmati persetubuhan, karena katanya vaginanya masih agak perih.,
Foto Bugil,
Foto Telanjang Terbaru, Selesai “bermain” kami tertidur
lelap. Paginya sebetulnya aku masih ingin menggenjot sekali lagi. Tetapi
seleraku sudah hilang, sehingga niat itu urung. Aku bangun pagi langsung mandi
kebelakang dan memompa sendiri air. Tak lama kemudian Naya pun menyusul. Kami
kembali mandi berdua. Tapi kali ini aku tidak canggung-canggung memandikan Naya
dan menyabuninya. Dia pun mau ketika kuminta menyabuni tubuhku. Aku tidak
perduli jika pun ada yang melihat sekilas dari luar aktifitas kami di kamar
mandi. Sebelum aku pamit, aku sempat menyelipkan sejumlah uang sebesar setengah
dari harga yang diminta kemarin langsung ke Naya. Pesanku,
“ ini untuk beli HP baru.”, Foto Telanjang,
Tak lama kemudian Aido sudah muncul. Aku langsung naik ke
boncengannya dan dia kembali membawaku kerumahnya.
“ Gimana bos masih kuat. “ aku bilang aku sudah menyerah,
gak kuat lagi.

Aku diantar Aido ke pemberhentian angkutan dan dengan itu
aku kembali ke Semarang dengan berganti bus di Pati. Di semarang aku sempat
meningap seNayam, baru keesokan siangnya aku terbang kembali ke Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.