Vimax cerita ngentot Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News
cerita dewasa Cerita Mesum Cerita Mesum Cerita Dewasa Cerita Sex cerita dewasa terbaru

Kisah Lucah Terbaru

Vimax
Kisah Lucah Terbaru, Bu Mela, Ibu kostku ini adalah seorang
janda beranak 3, semua anaknya sudah kawin dan tidak tinggal serumah lagi
dengan Bu Mela. Ibu kost ku ini sebenarnya udah cukup tua umurnya kira-kira 50
tahunan, namun menurutku, untuk wanita seusianya, tubuh Bu Mela masih terhitung
bagus, meski agak gemuk namun tetap montok dengan bongkahan pantatnya yang
bahenol dan buah dadanya yang besar. Rambutnya yang hitam panjang selalu di
jepitnya di belakang kepalanya. Pembawaannya tenang dan ramah. Kalau sedang
dirumah Bu Mela paling sering memakai daster sehingga bentuk tubuhnya
menggodaku untuk selalu mencuri-curi pandang. Buah dadanya yang montok itu juga
sering ku lihat terkadang tanpa di tutupi BH sehingga tampak menggantung
bergoyang-goyang saat badannya menunduk membersihkan tanamannya. Pada suatu
hari ketika itu aku masuk siang jadi agak santai. Setelah membeli koran aku
kembali ke kamar untuk membacanya, pintu kamar kubiarkan saja terbuka. Beberapa
saat kemudian kulihat ibu kost berjalan ke arah kamar mandi sambil membawa
handuk, rupanya mau mandi. Dia berhenti sejenak di depan kamarku untuk menyapaku.,
Kisah Lucah
“Kok belum berangkat? “ Sapanya .
“Iya Bu, hari ini masuk siang”. Jawabku.
“Wah enak dong bisa santai..,” Kata Bu Mela lagi sambil
tersenyum dan meneruskan langkahnya menuju kamar mandi.
Kisah Sex Terbaru, Dari kamar mandi ku dengar Bu Mela
bersenandung kecil di timpali bunyi air. Saat itu pikiranku jadi ngeres dengan
membayangkan Bu Mela telanjang membuat kemaluanku mengeras dan timbul keinginanku
untuk mengintipnya. Segera kututup pintu kamarku dan dengan berhati-hati ku
cari celah sambungan papan antara kamarku dengan kamar mandi. dan ternyata ada
sedikit lubang tipis yang karena cet nya sudah hancur, tempatnya tepat agak
dibawah dekat bak mandi. Dengan hati berdegub keras, aku intip Bu Mela, tampak
dia telanjang bulat, badannya masih montok untuk ukuran wanita seusia Bu Mela.
Teteknya sudah agak turun tapi besar dan menantang, sedangkan kemaluannya
ditutupi bulu cukup lebat., Kisah Sex,
Gelorabirahi.com , Dia menyabuni teteknya agak lama, dia
permainkan putingnya dengan memilin-milinnya, sedang tangan yang satu lagi
menyabuni memeknya, jari telunjuknya dimasukan berulang-ulang sedangkan matanya
tampak terpejam-pejam mungkin sedang menikmati, gerakannya itu kulihat seperti
layaknya orang bersenggama. Bu Mela lalu menghentikan kegiatannya lalu
berjongkok persis menghadapku untuk mencuci BH dan celana dalamnya sehingga
memeknya dengan jelas ku lihat membuat gairahku menyala-nyala. Ku keluarkan
penisku yang sudah tegang berdiri, kumainkan dengan tanganku tak kuperdulikan
lagi kemungkinan seandainya Bu Mela mengetahui apa yang aku lakukan. Semakin
lama nafsu seks ku semakin tak terkendali kepalaku sudah tidak bisa berfikir
jernih lagi, yang ada di kepalaku bagaimana caranya bisa menikmati tubuh Bu Mela.
Kisah Seks Terbaru, Bu Mela pun akhirnya selesai mandi,
setelah mengelap tubuhnya dengan handuk, dililitkannya handuk itu menutupi
tubuhnya, sedangkan pakaiannya di masukannya ke dalam ember yang ada di dalam
kamar mandi. Aku pun segera bersiap-siap dengan rencanaku. pun keluar dari
kamar mandi. Ketika Bu Mela melewati kamarku cepat ku buka pintu kamarku dan
tanpa berkata-kata lagi kupeluk tubuh Bu Mela dari belakang sambil menarik
handuk yang di pakai Bu Mela hingga ahirnya Bu Mela telanjang, tanganku ku
remaskan ke buah dadanya., Kisah Seks,
“Aw, aduh.., apa-apaan nih..,” Pekik Bu Mela terkejut.
“Aduh Dal, jangan Dal ah…,” Bu Mela mencoba menghindar.
Kisah Dewasa Terbaru, Aku tetap tak perduli, tangan kanan ku
malah ku arahkan ke memeknya, ku kobel-kobel dan kucolokan jariku masuk ke
dalamnya sambil ku ciumi tengkuk dan leher belakang Bu Mela. Tubuh Bu Mela
mencoba berontak agar lepas tapi aku tak memberikan kesempatan dengan semakin
mempereret pelukanku., Kisah Dewasa,
“Aduh.., dal ingat dal, ah.., Ibu sudah tua Dal. Lepasin Ibu
Dal.” Kata Bu Mela memohon.
“Hhh.., Ibu masih seksi koq, buktinya saya nafsu sama Ibu.
Udah deh mendingan ibu nikmatin aja lagian kan ibu sudah lama nggak beginian.”
Kataku memaksa.
“Tapi Ibu malu Dal, nanti kalau ada orang yang tahu gimana…?”
Hiba Bu Mela.
“Ya makanya, mending ibu nikmatin saja, kalau begitu kan
orang nggak bakalan ada yang tahu.” Tangkisku.
Kisah Mesum Terbaru, Akhirnya Bu Mela pun terdiam, tubuhnya
tidak berusaha memberontak lagi aku semakin leluasa menjelajahi semua bagian
tubuh Bu Mela, kadang kuelus-elus terkadang kuremas-remas seperti pada
pantatnya yang besar dan montok itu. Menyadari sudah tidak ada penolakan dari
Bu Mela, aku semakin mengintensifkan gerakanku ke bagian-bagian tubuh Bu Mela
yang dapat membuat gairah Bu Mela semakin tinggi agar tidak kehilangan momen.,
Kisah Mesum,
“Ahh.., ssshh…, aahh…, geli Dal, ahh..,” Bu Mela
mendesah-desah pelan pertanda nafsu seksnya sudah bangkit.
Kisah Bokep Terbaru, Ku putar tubuhku menghadap Bu Mela,
sambil tetap ku peluk, ku ciumi bibirnya, dan lidahku kumasukan ke dalam
mulutnya. Bu Mela ternyata mulai mengimbangiku, di balasnya ciuman ku dengan
ketat aku dan Bu Mela bergantian saling menghisap bibir dan lidah. Sambil
begitu ku tuntun tangan Bu Mela ke kemaluanku dan ku selipkan tangannya ke
dalam celana pendek training yang ku pakai., Kisah Bokep
Kisah Ngentot Terbaru, Tanpa ku minta Bu Mela menarik ke
bawah celanaku hingga kontolku bebas mengacung. Digenggamnya kontoku, dengan
jempolnya kepala penisku dielus-elusnya kemudian dikocoknya. Pelerku pun tak
luput di jamahnya dengan meremasnya pelan, sesekali jarinya terasa menelusuri
belahan pantatku melewati anus, sensasi seks yang ku rasakan benar-benar lain. Leher
Bu Mela ganti ku ciumi lalu turun ke bagian dadanya. Buah dada Bu Mela yang
besar itu kuciumi, kuremas-remas, kusedot-sedot dan ku jilati sepuasnya sedangkan
pada putingnya selain ku pelintir-pelintir aku hisapi seperti bayi yang sedang
menetek pada ibunya, yang ternyata membuat Bu Mela kian hot. Tangannya
mengerumasi rambutku dan terkadang menekan kepalaku ke payudaranya. DesaMelannya
semakin sering terdengar., Kisah Ngentot,
“Aduh.., ahh.., sshh.., terus dal, aahh..,”
Kisah Hot Terbaru, Dengan posisi tubuh Bu Mela yang tetap
berdiri, aku merendahkan badanku, kuarahkan mulutku ke selangkangannya, Bu Mela
ternyata tau apa yang akan kulakukan, di renggangkannya kedua kakinya hingga
sedikit mengangkang yang membuat ku lebih leluasa menciumi memeknya. Ku sibak
bulu jembut di permukaan memeknya lalu ku dekatkan bibirku ke permukaan memeknya.
Lidahku ku julurkan mengulas-ulas bibir memek Bu Mela, itilnya ku terkadang
kujepit dengan bibirku sebelum kuhisap-hisap. Tak ketinggalan jariku ku colokan
masuk ke dalam memek Bu Mela sambil ku pitar-putar. Apa yang ku lakukan itu
membuat Bu Mela menggelinjang-gelinjang dengan mulut tak berhenti
berdesah-desah kenikmatan., Kisah Hot,
“Ahh.., aww.., yahhh.., sshh.., terus Dal, iyaahh..”
Kisah Tante Terbaru, Begitu bernafsunya aku dan Bu Mela
bercinta, hingga aku dan Bu Mela sudah tidak perduli lagi kalau waktu itu kami
bergelut di udara terbuka di belakang rumah Bu Mela. Tapi akhirnya
kekhawatiranku muncul juga. Ku hentikan sejenak aktifitasku.
“Bu, sebentar yah, saya mau ngunci pintu dulu, takut ada
yang datang.” Kataku sambil berdiri.
“Oh iya, untung kamu ingat, tapi cepet yah Dal, Ibu sudah
nggak tahan nih,” Jawab Bu Mela nakal. Aku hanya tersenyum, sambil berlalu
kuremas dulu tetek Bu Mela.
Sebenarnya jarak ke pintu hanya beberapa meter saja, berhubung
aku dan Bu Mela sedang diliputi kenikmatan seks hingga tak mau kehilangan waktu
meski sekejap. Setelah mengunci pintu aku kembali, kontolku terayun-ayun waktu
berjalan karena celanaku sudah terlepas meskipun aku masih memakai kaos., Kisah
Tante,
“Kalau pintu depan dikunci nggak Bu?” Tanyaku ketika sudah
dekat Bu Mela.
“Dikunci, dari pagi Ibu belum membukanya.” Jawab Bu Mela
sambil merengkuh tubuhku ke pelukannya.
“Dal kita pindah ke kamar yuk!” Pinta Bu Mela.
“Disini aja deh bu, cari suasana lain, pasti Ibu belum
pernah kan ngewe di sama bapak dulu di tempat terbuka seperti ini.”
“Ah, kamu ini ada-ada saja.” Elak Bu Mela sambil membuka
kaosku.
Kisah Janda Terbaru, Aku dan Bu Mela kembali berpagutan di
atas kursi yang ku tari dari depan kamarku, tubuh Bu Mela ku pangku di atas
pahaku, Bu Mela semakin aktif menciumi ku, pentilku pun di hisap dan di
jilatinya sedangkan tanganku menggerayangi memeknya yang semakin basah. Bu Mela
kemudian berdiri lalu berjongkok di hadapanku, di hadapkannya mukanya ke arah
kontolku lalu lindahnya menjulur mengulas-ulas kepala kontolku beberapa saat
kemudian di masukannya kontolku ke dalam mulutnya, di hisap-hisapnya dengan
menggerakan kepalanya maju mundur, kemudian pelirku di hisapnya juga. Gerakan
lidah Bu Mela benar-benar membuatku di penuhi kenikmatan., Kisah Janda,

kisah hot 2016, kisah hot terbaru, kisah hot, kisah sange 2016, kisah sange terbaru, kisah sange, kisah lucah 2016, kisah lucah terbaru, kisah lucah, gelora birahi
“Ahh, enak Bu..,” Erangku penuh nafsu.
Tanganku mempermainkan buah dadanya yang menggantung
bergoyang-goyang, sesekali ku remas rambutnya dan ku tekan kepalanya agar
semakin dalam mulutnya melahap kontolku. Bu Mela lalu menghentikan hisapannya
pada kontolku.
“Dal, ayo kontolmu masukin, memek Ibu sudah kepengen banget
di ewe.” Pintanya sambil membaringkan tubuhnya di atas tikar dengan kedua
kakinya dilebarkan memperlihatkan memeknya yang mumplu.
Tanpa berkata lagi aku menyusul Bu Mela dan ku kangkangi
tubuhnya dari atas. Bu Mela meraih kontolku lalu di arahkannya ke lubang
memeknya. Setelah pas lalu ku tekan perlahan-lahan hingga kontolku masuk
seluruhnya ke dalam memek Bu Mela lalu ku tarik dan ku masukan lagi dengan
gerakan semakin cepat. Mulut Bu Mela terus berdesis-desis menahan nikmat. Tubuh
Bu Mela terhentak-hentak karena dorongan tubuhku, buah dadanya yang
bergerak-gerak indah kuremas-remas penuh nafsu, sambil terus bergerak aku dan
Bu Mela berpelukan erat, mulutku dan mulutnya saling hisap.
Bu Mela lalu memintaku berganti posisi di atas, aku
berbaring dan Bu Mela duduk di atas selangkanganku setelah kontolku di
masukannya ke dalam memeknya. Bu Mela menggoyang-goyangkan pantatnya, terasa
seperti memeknya memilin-milin kontolku. Dari bawah tetek Bu Mela ternyata
tampak lebih indah ……menggantung bergoyang-goyang. Aku dan Bu Mela kembali
ke posisi semula. Gerakan aku dan Bu Mela semakin liar. Tusukan kontolku
semakin cepat yang diimbangi dengan gerakan pantat Bu Mela yang kadang
bergoyang ke kiri dan ke kanan kadang ke atas dan ke bawah menambah semakin
panasnya permainan seks yang aku dan Bu Mela lakukan. Hingga akhirnya ku
rasakan cairan spermaku segera keluar.
“Bu saya mau ke luar..,” Erangku.
“Ibu juga mau keluar, Dal..,” Desah Bu Mela.
Aku dan Bu Mela saling berpelukan dengan ketatnya, bibirku
dan bibir Bu Mela saling hisap dengan erat dan spermaku pun menyemprot di dalam
memek Bu Mela. Beberapa saat aku dan Bu Mela saling diam menikmati sisa-saisa
kenikmatan. Sambil berbaring di atas tikar di bawah pohon rambutan yang rindang
dengan tubuh sama-sama telanjang aku dan Bu Mela melepas lelah sambil ngobrol
dan bercanda. Tanganku mempermainkan tetek Bu Mela entah mengapa aku suka sekali
dengan tetek Bu Mela itu. Aku dan Bu Mela lalu membersihkan badan di kamar
mandi, saling gosok dan sambil remas hingga gairah ku dan gairah Bu Mela
kembali bangkit, aku dan Bu Mela kembali bersetubuh di kamar mandi sampai puas.
Wanita seusia Bu Mela memang sangat berpengalaman dalam
memuaskan pasangannya, mereka tidak egois dalam menyalurkan gairah seksnya,
bahkan yang kurasakan Bu Mela cenderung memanjakanku agar mendapatkan
kenikmatan yang setinggi-tingginya. Maka karena itulah akupun merasa di tuntut
untuk bisa mengimbanginya. Gairahku terhadap Bu Mela entah kenapa selalu
menyala., maunya setiap hari aku bisa menggaulinya, dan ternyata Bu Mela pun
demikian. Hal ini kudengar sendiri ketika aku mengajaknya untuk bersetubuh
padahal ketika itu teman kostu sedang ada di kamarnya. Saat Bu Mela sedang
mencuci piring ku dekap dia dari belakang, tapi dengan halus Bu Mela
menolaknya.
“Jangan sekarang Dal, nanti temanmu tahu.” Kata Bu Mela.
“Tapi Bu, saya sudah nggak tahan..,” Sanggahku.
“Ibu juga sama, malahan ibu pengennya tiap hari begituan
sama kamu.”
Akhirnya aku mengalah dan kembali ke kamarku dengan kepala
penuh hasrat yang tak terlampiaskan. Sudah 4 hari ini gairahku tak tersalurkan,
aku dan Bu Mela hanya bisa saling bertukar kode tanpa bisa berbuat lebih,
gelorabirahi.com hingga ketika itu sore, mendadak temanku pulang ke kampungnya
setelah dapat telepon bapaknya sakit. Setelah temanku pergi ku kunci pintu lalu
segera aku mencari Bu Mela. Di dalam rumah tampak Bu Mela baru keluar dari
kamarnya. Bu Mela ketika itu memakai baju kurung berkerudung sepertinya Bu Mela
mau pergi.
“Mau ke mana Bu?” Tanyaku mendekatinya.
“Ibu mau ngaji dulu Dal..,” Jawab Bu Mela.
“..Bu, ayo dong, sudah lama nih..,” Rujukku.
“Nanti aja yah Dal, Ibu cuma sebentar koq ngajinya.”
“Ayo lah Bu sebentar aja..,” Paksaku sambil ku peluk Bu Mela.
Tanganku segera saja menjalar ke balik baju Bu Mela yang
gombrong. Buah dada Bu Mela yang besar yang selama beberapa hari ini ku
rindukan, jadi mainanku.
“..Dasar kamu, nggak sabaran banget.., tapi sebentar aja
yah!” Rengek Bu Mela akhirnya pasrah.
Ternyata Bu Mela juga sudah panas, ciuman bibirku segera di
balasnya dengan bergelora. Meskipun waktu itu Bu Mela memakai kerudung tak
menghalangi aku dan Bu Mela untuk saling berbagi kenikmatan malahan aku merasa
ada nuansa yang lain yang kian membuat gairah bercintaku menjadi-jadi dan
permintaan Bu Mela melepas kerudungnyapun kularang.
“Dal, kerudungnya Ibu lepas dulu yah!” Pinta Bu Mela.
“Jangan Bu, biarin saja, saya semakin bernafsu melihat pakai
kerudung..”. Larangku.
“Ah kamu ini ada-ada saja.”
Sambil terus berciuman Bu Mela melepas Bhnya, lalu bajunya
ku angkat ke atas dan ku sorongkan wajahku menjamah buah dadanya. Ku ciumi dan
ku jilati sepuas-puasnya. Bu Mela merengek-rengek kecil sambil tangannya
mengerumasi rambutku.
“..Ah.., ngghh.., yah.., sshh.., ahh..,” Suara Bu Mela
pelan.
Tangan Bu Mela menarik celanaku hingga kontolku yang sudah
keras itu mengacung bebas, lalu di permainkannya kontolku dengan
meremas-remasnya. Kain bawahan yang di pakai Bu Mela ku angkat dan ku gelungkan
di pinggangnya, lalu pantatnya ku remas-remas setelah kutarik celana dalamnya.
“Dal.., ayo Dal cepet masukin..,” Pinta Bu Mela.
“Iya Bu, disini aja ya Bu! Jawabku sambil membimbing tubuh
Bu Mela ke kursi panjang yang ada di ruang tamu.
“Tapi nanti kalau ada orang gimana Dal?” Tanya Bu Mela
khawatir.
“Tenang aja Bu, kan kita nggak telanjang” Aku meyakinkan Bu Mela.
“Dal, Ibu di atas yah..!” Bu Mela meminta posisi di atas.
Aku mengiyakan kemauan Bu Mela, ku dudukan tubuhku di atas
kursi panjang dengan posisi agak berbaring, selanjutnya Bu Mela menempatkan
tubuhnya di atasku, dengan kedua kaki melipat sejajar pahaku, gelorabirahi.com
lalu Bu Mela menurunkan tubuhnya dan mengarahkan memeknya ke kontolku. kontolku
di pegangnya agar pas dengan lubang memeknya.
Setelah itu Bu Mela menekan tubuhnya hingga kontolku masuk
ke dalam memeknya sampai dasar lalu diputar-putarnya pantatnya, lalu
diangkatnya memeknya dan di tekan lagi sambil di putar-putar dengan gerakan
semakin cepat. Buah dada Bu Mela yang besar bergoyang keras mengikuti gerakan
tubuh Bu Mela yang semakin liar itu segera ku sosor dengan mulutku, ku ciumi
dan ku hisapi hingga meninggalkan tanda merah, sementara tanganku meremas-remas
bongkahan pantatnya. Biarpun Bu Mela tidak melepas pakaian dan kerudungnya
persetubuhan aku dan Bu Mela tetap dahsyat malah semakin membuatku bernafsu. Ku
imbangi gerakan Bu Mela dengan menghentakan pantatku ke atas apabila Bu Mela
Menekan ke bawah sehingga aku merasakan *kontolku seperti menghujam ke dalam
memek Bu Mela, membuatnya semakin terhempas-hempas kenikmatan.
“Ahhh.., ssshh.., mmhh.., Yaahh..,” Mulut Bu Mela tak
berhenti merintih.
“Ayo Dal, terus tusuk yang dalam memek Ibu.., iyyahh..,”
Katanya di sela-sela rintihannya.
Setelah beberapa saat aku dan Bu Mela saling menggenjot
dengan posisi Bu Mela tetap di atas, kurasakan spermaku mau keluar.
“Bu saya mau keluar.., Bu..,” Erangku.
“Ibu juga dal, mau kaluar.., aahh..,” Balas Bu Mela.
Gerakan tubuh ku dan tubuh Bu Mela sudah tidak beraturan
lagi, aku dan Bu Mela semakin liar menjelang klimaks. Tubuhku dan tubuh Bu Mela
saling peluk erat, bibir ku dan bibir Bu Mela bertautan erat saling hisap ,
hingga akhirnya tubuhku dan tubuh Bu Mela sama-sama mengejang, spermaku pun
tumpah di dalam memek Bu Mela. Aku dan Bu Mela bersama-sama menikmati puncak
permainan seks yang bergelora walaupun tidak begitu lama.
Aku dan Bu Mela sama-sama terdiam dengan masih berpelukan
menikmati sisa-sisa gairah. Setelah keadaan dirasa normal Bu Mela mengangkat
tubuhnya lalu berdiri, baru tampak olehku kalau pakaian dan kerudung yang
dipakai Bu Mela begitu acak-acakan akibat pergumalan tadi.
“Udah ya Dal, Ibu mau berangkat.” Kata Bu Mela sambil
beranjak menuju kamar mandi.
Aku lalu mengikutinya. Aku dan Bu Mela sama-sama masuk kamar
mandi untuk membersihkan cairan sisa pergumulan. Sambil saling bercanda aku dan
Bu Mela saling basuh.
“Gara-gara ini nih Ibu jadi terlambat..,” Kata Bu Mela
sambil meremas pelan kontolku yang mulai layu.
Aku hanya nyengir mendengar gurauan Bu Mela. Setelah dirasa
bersih aku dan Bu Mela keluar dari kamar mandi, aku masuk ke dalam kamarku
sedang Bu Mela berjalan ke dalam rumah. Ku ganti kaos dan celanaku lalu aku
duduk di depan kamarku, ngeroko sambil baca koran. Dari dalam terlihat Bu Mela
berjalan ke arahku dia sekarang sudah rapi kembali.
“Dal, Ibu berangkat ngaji dulu yah.., kalau mau istirahat
jangan lupa pintu depan kunci dulu.” Kata Bu Mela.
“Iya Bu”. Jawabku sambil berdiri dan berjalan mengikuti Bu Mela,
iseng dari belakang ku remas pantat Bu Mela yang bergoyang-goyang. Bu Mela
hanya mendelik manja.
“Dal, ah nakal kamu, belum puas yah..?”
“Nggak tahu nih Bu, kalau ngelihat Ibu bawaannya jadi nafsu.”
Setelah menutup pintu aku kembali ke kamar untuk tidur.
Malamnya aku dan Bu Mela nonton TV berdua di rumahnya, kami hanya mengobrol dan
bercanda saja, tak enak juga untuk mengajak Bu Mela bersetubuh lagi kasihan
sepertinya dia cape. Ketika aku mau kembali ke kamar telepon Bu Mela berdering
yang ternyata dari cucunya Bu Mela yang mengatakan bahwa besok siang mau
berkunjung. Wah alamat gairahku bisa tak tersalurkan lagi nih, kataku dalam
hati.
Jam setengah tujuh pagi aku bangun dan langsung mandi. Saat
berjalan ke kamar mandi kulihat Bu Mela sedang berada di dapur dengan hanya
memakai daster tipis membuat gairahku naik. Ketika mandi pikiranku tertuju
terus ke Bu Mela, dan acara mandi pagi pun ku percepat. Pikirku kalau sekarang
nggak bisa menikmati tubuh Bu Mela bisa gigit jari, soalnya kalau cucu Bu Mela
datang bisa berhari-hari mereka tinggal. Aku segera mengganti kaos, sedangkan
celana pendek tetap ku pakai biar praktis. Aku lalu mengendap-ngendap mendekati
Bu Mela yang sedang berdiri di depan meja dapur dengan posisi membelakangiku.
Setelah dekat dengan Bu Mela kepalaku langsung ku susupkan ke bawah pantat Bu Mela
setelah terlebih dahulu bagian bawah dasternya aku angkat dan langsung ku ciumi
belahan pantat Bu Mela yang ternyata tidak memakai celana dalam.
“Aw!.., apaan nih..!” Teriak Bu Mela terkaget-kaget setelah
tiba-tiba merasa ada sesuatu yang mendesak-desak pantatnya, tapi setelah tahu
aku yang melakukannya Bu Mela pun tenang kembali.
“Iiih, kamu ini ngapain sih, ngagetin Ibu aja, untung Ibu
nggak Jantungan”. Rutuknya. Sambil membiarkan saja apa yang aku lakukan
terhadapnya.
Aku terus saja menciumi sekeliling pantat Bu Mela yang masih
berwangi sabun, rupanya Bu Mela juga baru habis mandi. Dari balik dasternya,
tanganku ku julurkan ke ke atas untuk meraih teteknya yang menggantung yang
juga tidak memakai BH, setelah terpegang lalu ku remas-remas, sedangkan Bu Mela
sejauh ini masih cuek saja dengan terus memilih-milih ……sayuran.
“Dal, Ibu sih sudah menebak kalau pagi ini kamu pasti minta
jatah sama Ibu.” Kata Bu Mela.
“Memangnya kenapa Bu.” Tanyaku dari dalam dasternya.
“Iya, kamu semalam denger kan kalau cucu Ibu mau datang.
Kasihan deh kamu Dal bakal nganggur beberapa hari, hi.., hi.., hi..,” Jawab Bu Mela
sambil tertawa mengikik membayangkan penderitaanku nanti.
“Nasib-nasib.., “ Sesalku. Bu Mela kembali tertawa mendengar
ratapanku itu.
Sambil terus menciumi pantat Bu Mela, kuminta dia agar
sedikit melebarkan kedua kakinya, dan setelah kedua kakinya lebar mengangkang
ku geser tubuhku semakin kedalam lalu ku balikan badan dengan wajahku menghadap
keatas persis di bawah memeknya. Memek Bu Mela yang berbulu tebal itu lalu ku
ciumi dan ku jilati, dan lubang memeknya ku masuki dengan jari tanganku sambil
ku putar-putar di dalamnya. Bu Mela pun mengimbangi dengan menggoyang-goyangkan
dan menekan-nekankan pantatnya, sepertinya gairah Bu Mela pun mulai naik.
“Dal berhenti dulu sebentar” Pintanya.
Cerita Sex, Dan setelah aku menghentikan kegiatanku, dengan
masih tetap berdiri di tariknya kursi makan di sebelahku lalu diangkatnya satu
kakinya dan di letakan di atas kursi, dengan posisi seperti itu memungkinkan
aku semakin bebas menjelajahi memeknya. Memek Bu Mela kembali ku jelajahi , dan
tak lama berselang kurasakan Bu Mela mengejang dengan kepala kini munumpu di
atas meja satu tangannya menekan kepalaku tersuruk kian dalam ke memeknya.,
lalu gerakan Bi Mela pun melemah kemudian terhenti, hanya dengus nafasnya saja
terdengar masih cepat., Cerita Sex,
Cerita Seks Terbaru, Seiring dengan melemahnya gerakan Bu Mela,
aku pun menghentikan permainan ku pada memek Bu Mela. Tanganku kini berpindah
meremasi buah dada Bu Mela yang menggantung bergoyang-goyang karena kepala Bu Mela
masih tergeletak di atas meja dan tubuhnya menjadi doyong ke depan. Mulutku
ikut menyerbu, buah dada Bu Mela dengan rakus ku ciumi, ku hisapi dan
kuremas-remas. Setelah merasa pulih, Bu Mela lalu bangkit, dan akupun kemudian
duduk di atas kursi. Bu Mela lalu memelukku dari arah depan hingga kedua
teteknya yang empuk menghimpitku karena saat itu aku masih duduk di kursi. Bu Mela
menciumi kepalaku lalu ciumannya turun ke wajah. Aku dan Mela saling berpagutan
dan bertukar lidah., Cerita Seks
Cerita Dewasa Terbaru, Bu Mela Lalu jongkok, di tariknya
celana pendekku hingga kontolku yang sudah keras itu mengacung. Dipermainkannya
kontolku dengan mengocoknya lalu dimasukannya ke dalam mulutnya sambil
dihisap-hisapnya. Aku dan Bu Mela menuju ke menu utama permainan,dengan
menyingsingkan dasternya, Bu Mela lalu tengkurap diatas meja satu kakinya tetap
menginjak lantai sedang yang satunya di angkat melintang di atas meja,
menampilkan pemandangan erotis pada memeknya. Terlihat memeknya sedikit
mendongak. Segera kuarahkan kontolku ke belahan memek Bu Mela, kemudian ku
dorong hingga amblas dan ku tarik lagi dengan lebih cepat., Cerita Dewasa,
Cerita Mesum Terbaru, Tubuh Bu Mela terhempas-hempas
terdorong oleh hentakanku, untung saja meja makan yang di jadikan tumpuan tubuh
Bu Mela kuat, itupun sesekali beradu juga dengan dinding hingga menimbulkan suara
berdegup. Aku dan Bu Mela lalu berganti posisi dengan berbaring di lantai
dapur. Bu Mela memiringkan tubuhnya, aku yang sudah berjongkok di depannya
segera mengangkat dan menahannya dengan pundak satu kaki Bu Mela hingga
terpentang, lalu kuarahkan kontolku ke memek Bu Mela yang tampak merekah itu
dan kutusukan hingga dasar memek Bu Mela., Cerita Mesum
Cerita Ngentot Terbaru, Ketika kurasakan saat-saat puncak
sudah dekat, kusetubuhi Bu Mela dengan meniindihnya dari atas, mulutku menciumi
buah dada Bu Mela. Kedua kaki Bu Mela melingkar di pinggangku, hingga aku
akhirnya aku klimaks, spermaku tumpah di dalam memek Bu Mela. Aku dan Bu Mela
berpelukan erat dengan bibir saling berpagutan, aku dan Bu Mela mengahiri
pergulatan puas. Setelah itu aku dan Bu Mela segera bangkit karena khawatir
kalau-kalau cucu Bu Mela datang, dan benar saja tak lama setelah aku
tidur-tiduran di kamarku terdengar cucu-cucu Bu Mela datang. Ternyata cucu Bu Mela
tinggal lama karena sekolahnya sedang libur panjang, tinggal aku yang sengsara
menahan gairah sama Bu Mela yang tidak dapat tersalurkan. Akhirnya aku tak
tahan lagi, suatu sore, ketika Bu Mela hendak mandi dan cucunya sedang main di
depan, ku hentikan langkah Bu Mela di depan kamarku dengan berpura-pura ngobrol
aku utarakan hasratku pada Bu Mela., Cerita Ngentot,
“Bu, saya sudah nggak tahan lagi nih..,” Rengekku pada Bu Mela.
“Sabar dong Dal, kamu kan tahu sendiri ada cucuku, Ibu juga
sama, sudah kepengen, tapi ya gimana.” Jawab Bu Mela.
“Tuh Ibu juga sama, sudah kepengen kan ayolah Bu, sebentar
saja.” Desakku.
“Iya sih, tapi nggak ada kesempatannya, cucu Ibu itu lho,
maunya sama Ibu terus..”
“Bu, gimana kalau nanti malam, setelah cucu Ibu tidur Ibu
pura-pura saja sakit perut, atau setelah semua tidur Ibu nanti ke sini.”
“Terus kalau pas kita lagi begitu ada yang ke kamar mandi
gimana?” Kata Bu Mela Khawatir.
“Kitakan begituannya tidak di kamar mandi.”
“Habis dimana?, di kamarmu?” Tanya Bu Mela lagi.
“Ya nggak lah itu sih resikonya sama, disitu aja tuh,
tempatnya kan gelap, orang nggak akan melihat kita, lagian kalau ada orang
rumah yang keluar kita bisa segera tahu.” Kataku sambil menunjuk tempat dekat
pohon belimbing di depan gudang yang gelap kalau malam.
“Ya udah deh kalau gitu, nanti malam ibu coba kesini, sudah
ya nanti ada melihat.” Jawab Bu Mela setuju.
Cerita Bokep Terbaru, Saat Bu Mela berlalu, aku sempatkan
meremas bongkahan pantatnya setelah melihat keadaan di dalam rumah Bu Mela
sepi. Bu Mela hanya merintih pelan sambil terus berjalan ke kamar mandi. Untuk
semakin mematangkan rencana, dari sehabis isya aku berpura-pura tidur dan lampu
kamarku pun ku matikan. Menjelang tengah malam sekitar jam sebelas ku dengar
pintu belakang rumah Bu Mela di buka, segera ki intip dari celah jendela, dan
seperti yang ku harapkan terlihat memang Bu Mela yang keluar. Segera aku bangun
dan keluar. Tanpa mengeluarkan kata, setelah menutup kembali pintu rumahnya dan
melihatku keluar dari kamar, Bu Mela langsung menuju tempat yang telah di
rencanakan, aku menyusulnya delangkah hati-hati., Cerita Bokep,
Cerita Hot Terbaru, Setelah berdekatan, aku dan Bu Mela
langsung saling berpelukan sambil berciuman dengan panas. Bibirku dan bibir Bu Mela
saling pagut dengan liar dan penuh nafsu untuk melepaskannya yang selama ini
sama-sama di tahan. Tanganku dan tangan Bu Mela sama sama sibuk saling
menggerayangi. Ku selusupkan tanganku ke balik daster Bu Mela hingga bagian
bawah daster Bu Mela ikut terangkat ketika tanganku mulai ku remaskan ke
belahan pantatnya lalu berpindah ke depan mengobel memeknya yang ternyata tidak
bercelana dalam. Bulu jembutnya yang lebat ku permainkan dulu dengan
menarik-nariknya dengan pelan sebelum menjamah memeknya. Memek Bu Mela yang
tembam itu lalu kepermainkan, itilnya kucubit-cubit halus, jariku lalu ku
masukan ke belahan memek Bu Mela dan kuputar- putar di dalamnya. Sedangkan
tangan Bu Mela segera menyongsong kontolku yang sudah tegang di kocok-kocoknya
perlahan batang kontolku seperti sedang mengurut, kemudian berpindah meremas
buah zakarku., Cerita Hot,
Cerita Lucah Terbaru, Karena situasinya tidak begitu begitu
kondusif aku dan Bu Mela tidak berlama-lama melakukan cumbuan, segera saja aku
dan Bu Mela bersetubuh. Dengan mencoba tetap waspada kalau-kalau ada orang
rumah yang keluar. Tubuh Bu Mela berdiri menyender di dinding dengan ujung
daster bagian bawah di tariknya ke atas, satu kakinya naikan ke atas dan ku
tahan dengan tanganku, tubuhku menghimpit tubuh Bu Mela ke dinding dan setelah
dirasa posisinya pas mulai ku hujamkan kontolku ke memek Bu Mela., Cerita
Lucah,
Cerita Tante Terbaru, Biarpun dalam keadaan yang tidak
begitu leluasa, aku dan Bu Mela saling bergelut dengan liar. Aku dan Bu Mela
sama-sama penuh gairah dalam persetubuhan yang kami lakukan. Nafasku dan nafas
Bu Mela saling memburu. Dengan tetap menusuk-nusukan kontolku tubuh Bu Mela
sedikit ku angkat dengan tangan ku yang sebelumnya meremasa-remas bongkahan
pantat Bu Mela. Aku dan Bu Mela terus bergerak untuk saling berbagi kenikmatan
dengan mulut yang tanpa mengeluarkan suara dan kutahan. Dengan cara seperti itu
ternyata aku merasakan sensasi bersetubuh yang lain, yang tak kalah nikmat nya
dengan persetubuhan biasa. Aku dan Bu Mela menjadi lebih panas dan penuh gairah
untuk segera menuntaskan permainan penuh nafsu ini., Cerita Tante,

Cerita Janda Terbaru, Mukaku ku labuhkan di tengah-tengah
payudara Bu Mela setelah Bu Mela membuka kancing daster nya, lalu ku permainkan
buah dada Bu Mela dengan mulutku dengan menciumi dan menghisapinya dan pada
putingnya mulut ku menyosot seperti sedang menyusu membuat Bu Mela meliuk-liuk
penuk nikmat. Dan Akhinya dengan tanpa merubah posisi kami yang tetap berdiri
aku dan Bu Mela sampai ke ujung klimaks, tubuhku dan tubuh Bu Mela bergelut
kian rapat, pantat Bu Mela menggeol-geol tak beraturan dengan semakin liar dan
ku hujamankan kontolku semakin kencang sedangkan bibirku dan bibir Bu Mela
terus berpagutan dengan ganasnya saling melumat dan bertukar lidah, hingga pada
akhirnya tubuhku dan tubuh Bu Mela sama-sama mengejang menahan kenikmatan yang
tiada tara itu, spermaku pun tumpah memenuhi rongga-rongga memek Bu Mela.,
Cerita Janda, 

cerita,sex,seks,dewasa,mesum,bokep,ngentot,hot,sange,telanjang,panas,syur,lesby,gay,homo,bugil,telanjang,tante,bispak,kontol,memek,vagina,lendir,onani,masturbasi,anal,kimcil,xxx,bondage,perkosaan,cabul,skandal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.