Vimax
Breaking News

Kisah Janda 2016

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya
Cerita Janda 2016, Cerita Janda Terbaru, Pak Agus adalah
ketua RT di daerah tempat aku tinggal. Ia sering datang ke rumahku untuk
keperluan menagih iuran daerah dan biaya air ledeng. Dia adalah seorang pria
berusia sekitar 50 tahunan dan mempunyai dua istri. Benar kata orang bahwa dia
ini seorang bandot tua, buktinya ketika di rumahku kalau aku melewat
didepannya, seringkali matanya jelalatan melihat padaku seolah-olah matanya
tembus pandang ke balik pakaianku. Bagiku sih tidak apa-apa, aku malah senang
kalau tubuhku dikagumi laki-laki, terkadang aku memakai baju rumah yang seksi
kalau melewat di depannya. Aku yakin di dalam pikirannya pasti penuh hal-hal
yang jorok tentangku., Cerita Janda,
Cerita Sex 2016, Cerita Sex terbaru, Pada suatu hari aku
sedang di rumah sendirian. Aku sedang melakukan fitness untuk menjaga bentuk
dan stamina tubuhku di ruang belakang rumahku yang tersedia beberapa peralatan
fitness. Aku memakai pakaian yang enak dipakai dan menyerap keringat berupa
sebuah kaus hitam tanpa lengan dengan belahan dada rendah sehingga buah dadaku
yang montok itu agak tersembul keluar terutama kalau sedang menunduk apalagi
aku tidak memakai BH, juga sebuah celana pendek ketat yang mencetak pantatku
yang padat berisi. Waktu aku sedang melatih pahaku, tiba-tiba terdengar bel
berbunyi, segera saja kuambil handuk kecil dan mengelap keringatku sambil
berjalan ke arah pintu. Kulihat dari jendela, ternyata Pak Agus yang datang,
pasti dia mau menagih biaya ledeng, yang dititipkan ayah padaku tadi pagi. Kubukakan
pagar dan kupersilakan dia ke dalam, Cerita Sex
“Silakan Pak duduk dulu ya, sambil nunggu saya ambil
uangnya” senyumku dengan ramah mempersilakannya duduk di ruang tengah
“Kok sepi sekali nak, kemana yang lain ?”
“Papa hari ini pulangnya malam, tapi uangnya udah dititip ke
saya kok, mama juga lagi arisan sama teman-temannya”
Seperti biasa matanya selalu saja menatapi tubuhku, terutama
bagian dadaku yang agak terlihat itu. Aku juga sadar kalau dadaku sempat
diintip olehnya waktu menunduk untuk menaruh segelas teh untuknya.
“Minum Pak” tawarku lalu aku duduk di depannya dengan
menyilangkan kaki kananku sehingga pahaku yang jenjang dan putih itu makin
terlihat. Nuansa mesum mulai terasa di ruang tamuku yang nyaman itu
Cerita Seks 2016, Cerita Seks Terbaru, Dia menanya-nanyaiku
sekitar masalah anak muda, seperti kuliah, hoby, keluarga, dan lain-lain, tapi
matanya terus menelanjangiku
“Nak Mayang lagi olah raga yah, soalnya badannya keringatan
gitu terus mukanya merah lagi” katanya
“Iya nih Pak , biasa kan cewek kan harus jaga badan lah,
cuma sekarang jadi pegel banget nih, pengen dipijat rasanya, bapak bisa bantu
pijitin ga ?” godaku sambil mengurut-ngurut pahaku.Cerita Seks,
Tanpa diminta lagi dia segera bangkit berdiri dan pindah ke
sebelahku, waktu berdiri kuperhatikan ia melihat putingku yang menonjol dari
balik kausku, juga kulihat kontolnya ngaceng berat membuatku tidak sabar
mengenggam benda itu.
 “Mari Nak, kesinikan
kakinya biar bapak pijat”
Cerita Dewasa 2016, Cerita Janda Terbaru, Aku lalu merubah
posisi dudukku menjadi menyamping dan menjulurkan kakiku ke arahnya. Dia mulai
mengurut paha hingga betisku. Uuuhh…pijatannya benar-benar enak, telapak
tangannya yang kasar itu membelai pahaku yang putih mulus membangkitkan
birahiku. Akupun mendesah-desah sambil menggigit bibir bawahku.
“Pijatan bapak enak ya Nak ?” tanyanya
“Iya Pak, terus dong…enak….emmhh !” aku terus mendesah
membangkitkan nafsu Pak Agus, desahanku kadang kusertai dengan geliat tubuh.
Dia semakin berani mengelus paha dalamku, bahkan menyentuh
pangkal pahaku dan meremasnya
“Enngghh…Pak !” desahku lebih kuat lagi ketika kurasakan
jari-jarinya mengelusi bagian itu, Cerita Janda
Tubuhku makin menggelinjang sehingga nafsu Pak Agus pun
semakin naik dan tidak terbendung lagi. Celana sportku dipelorotkannya beserta
celana dalamku. “Aaww…!” aku berlagak kaget sambil menutupi kemaluanku dengan
telapak tanganku. Melihat reaksiku yang malu-malu kucing ini dia makin gemas
saja, ditariknya celanaku yang sudah tertarik hingga lutut itu lalu dilemparnya
ke belakang, tanganku yang menutupi kemaluan juga dibukanya sehingga kemaluanku
yang berambut lebat itu tampak olehnya, klistorisku yang merah merekah dan
sudah becek siap dimasuki. Pak Agus tertegun beberapa saat memandangiku yang
sudah bugil bagian bawah itu.
“Kamu memang sempurna Nak Mayang, daridulu bapak sering
membayangkan ngent*tin kamu, akhirnya hari ini kesampaian juga” rayunya
Dia mulai melepas kemejanya sehingga aku dapat melihat
perutnya yang berlemak dan dadanya yang berbulu itu. Lalu dia membuka sabuk dan
celananya sehingga benda dibaliknya kini dapat mengacung dengan gagah dan
tegak. Aku menatap takjub pada organ tubuh itu, begitu besar dan berurat aku
sudah tidak sabar lagi menggenggam dan mengulumnya. Pak Agus begitu membuka
pahaku lalu membenamkan kepalanya di situ sehingga selangkanganku tepat
menghadap ke mukanya.
“Hhmm…wangi, pasti anak rajin merawat diri yah” godanya
waktu menghirup kemaluanku yang kurawat dengan apik dengan sabun pembersih
wanita.
Cerita Mesum 2016, Cerita Mesum Terbaru, Sesaat kemudian
kurasakan benda yang lunak dan basah menggelitik memekku, oohh…lidahnya
menjilati klistorisku, terkadang menyeruak ke dalam menjilati dinding
kemaluanku. Lidah tebal dan kumisnya itu terasa menggelitik bagiku, aku
benar-benar merasa geli di sana sehingga mendesah tak tertahan sambil meremasi
rambutnya. Kedua tangannya menyusup ke bawah bajuku dan mulai meremas buah
dadaku, jari-jarinya yang besar bermain dengan liar disana, memencet putingku
dan memelintirnya hingga benda itu terasa makin mengeras.Cerita Mesum,
“Pak…oohh..saya juga mau…pak !” desahku tak tahan lagi ingin
mengulum kontol itu.
“Kalau begitu bapak di bawah saja ya nak” katanya sambil
mengatur posisi kami sedemikian rupa menjadi gaya 69
Aku naik ke wajahnya dan membungkukkan tubuhku, kuraih benda
kesukaanku itu, dalam genggamanku kukocok perlahan sambil menjilatinya.
Kugerakkan lidahku menelusuri pelosok batang itu, buah pelirnya kuemut sejenak,
lalu jilatanku naik lagi ke ujungnya dimana aku mulai membuka mulut siap
menelannya. Oohh…batang itu begitu gemuk dan berdiameter lebar persis seperti
tubuh pemiliknya, sehingga akupun harus membuka mulutku selebar-lebarnya agar
bisa mamasukkannya.
kisah hot 2016, kisah hot terbaru, kisah hot, kisah sange 2016, kisah sange terbaru, kisah sange, kisah lucah 2016, kisah lucah terbaru, kisah lucah,
Cerita Bokep 2016, Cerita Bokep Terbaru, Aku mulai
mengisapnya dan memijati buah pelirnya dengan tanganku. Pak Agus mendesah-desah
enak menikmati permainanku, sementara aku juga merasa geli di bawah sana,
kurasakan ada gerakan memutar-mutar di dalam liang memekku oleh jarinya,
jari-jari lain dari tangan yang sama mengelus-elus klistoris dan bibir memekku,
bukan itu saja, lidahnya juga turut menjilati baik anus maupun memekku. Sungguh
suatu sensasi yang hebat sekali sampai pinggulku turut bergoyang menikmatinya,
juga semakin bersemangat mengulum kontolnya. Selama 10 menitan kami
menikmatinya sampai ada sedikit terganggu oleh berbunyinya HP Pak Agus. Aku
lepaskan kontolnya dari mulutku dan menatap padanya. Pak Agus menyuruhku
mengambil HP-nya di atas meja ruang tamu, lalu dia berkata
“Ayo nak, terusin dong karaokenya, biar bapak ngomong dulu
di telepon”, Cerita Bokep,
Aku pun tanpa ragu-ragu menelan kembali kontolnya. Dia
bicara di HP sambil kontolnya dikulum olehku, tidak tau deh bicara dengan
siapa, emang gua pikirin, yang pasti aku harus berusaha tidak mengeluarkan
suara-suara aneh. Tangan satunya yang tidak memegang HP terus bekerja di
selangkanganku, kadang mencucuk-cucukkannya ke memek dan anusku, kadang meremas
bongkahan pantatku. Tiba-tiba dia menggeram sambil menepuk-nepuk pantatku,
sepertinya menyuruhku berhenti, tapi karena sudah tanggung aku malahan makin
hebat mengocok dan mengisap kontol itu sampai dia susah payah menahan geraman nikmatnya
karena masih harus terus melayani pembicaraan. Akhirnya muncratlah cairan putih
itu di mulutku yang langsung saya minum seperti kehausan, cairan yang menempel
di kontolnya juga saya jilati sampai tak bersisa.
“Ngga kok…tidak apa-apa…cuma tenggorokkan saya ada masalah sedikit”
katanya di HP
Tak lama kemudian dia pun menutup HP nya, lalu bangkit duduk
dan menaikkanku ke pangkuannya, tangan kirinya dipakai menopang tubuhku.
“Wah…nak Mayang ini bandel juga ya, tadi kan bapak udah
suruh stop dulu, eee…malah dibikin keluar lagi, untung ga curiga tuh orang”
katanya sambil mencubit putingku
“Hehehe…sori deh pak, kan tadi tanggung makannya saya
terusin aja, tapi bapak seneng kan” kataku dengan tersenyum nakal
“Hmm…kalo gitu awas ya sekarang bapak balas bikin kamu
keluar nih” seringainya, lalu dengan sigap tangannya bergerak menyelinap
diantara kedua pangkal pahaku. Jari tengah dan telunjuknya menyeruak dan
mengorek-ngorek memekku, aku meringis ketika merasakan jari-jari itu bergerak
semakin cepat mempermainkan nafsuku.
Pak Agus menurunkan kaos tanpa lenganku dari bahu dan
meloloskannya lewat lengan kananku, sehingga kini payudara kananku yang putih
montok itu tersembul keluar. Dengan penuh nafsu langsung dia lumat benda itu
dengan mulutnya. Aku menjerit kecil waktu dia menggigit putingku dan juga
mengisapnya kuat-kuat, bulatan mungil itu serasa makin menegang saja. Dia
membuka mulutnya lebar-lebar berusaha memasukkan seluruh payudaraku ke
mulutnya, di dalam mulutnya payudaraku disedot, dikulum, dan dijilat, rasanya
seperti mau dimakan saja milikku itu. Sementara selangkanganku makin basah oleh
permainan jarinya, jari-jari itu menusuk makin cepat dan dalam saja. Hingga
suatu saat birahiku terasa sudah di puncak, mengucurlah cairan cintaku dengan
deras. Aku mengatupkan pahaku menahan rasa geli di bawahku sehingga tangannya
terhimpit diantara kedua paha mulusku.
Setelah dia cabut tangannya dari kemaluanku, nampak
jari-jarinya sudah belepotan oleh cairan bening yang kukeluarkan. Dia jilati
cairanku dijarinya itu, aku juga ikutan menjilati jarinya merasakan cairan
cintaku sendiri. Kemudian dia cucukkan lagi tangannya ke kemaluanku, kali ini
dia mengelus-ngelus daerah itu seperti sedang mengelapnya. Telapak tangannya
yang penuh sisa-sisa cairan itu dibalurinya pada payudaraku
“Sayang kalo dibuang, kan mubazir” ucapnya
Kembali lidahnya menjilati payudaraku yang sudah basah itu,
sedangkan aku menjilati cairan pada tangannya yang disodorkan padaku. Tanganku
yang satu meraba-raba ke bawah dan meraih kontolnya, terasa olehku batang itu
kini sudah mengeras lagi, siap memulai aksi berikutnya.
“Enggh…masukin aja Pak, udah kepingin nih”
Cerita Ngentot 2016, Cerita Ngentot terbaru, Dia membalik
tubuhku, tepat berhadapan dengannya, tangan kananya memegangi kontolnya untuk
diarahkan ke memekku. Aku membukakan kedua bibir memekku menyambut masuknya
benda itu. Setelah kurasakan pas aku mulai menurunkan tubuhku, secara perlahan
tapi pasti kontol itu mulai terbenam dalam kemaluanku. Goyanganku yang liar
membuat Pak Agus mendesah-desah keenakan, untung dia tidak ada penyakit
jantung, kalau iya pasti sudah kumat. Kaosku yang masih menyangkut di bahu
sebelah kiri diturunkannya sehingga kaos itu menggantung di perutku dan
payudara kiriku tersingkap. Nampak sekali bedanya antara yang kiri yang masih
bersih dengan bagian kanan yang daritadi menjadi bulan-bulanannya sehingga
sudah basah dan memerah bekas cupangan., Cerita Ngentot,
Cerita Hot 2016, Cerita Hot Terbaru, Kedua tangannya
meremas-remas kedua payudaraku, ketika melumatnya terkadang kumisnya yang kasar
itu menggesek putingku menimbulkan sensasi geli yang nikmat. Lidahnya bergerak
naik ke leherku dan mencupanginya sementara tangannya tetap memainkan
payudaraku. Birahiku sudah benar-benar tinggi, nafasku juga sudah makin tak
teratur, dia begitu lihai dalam bercinta, kurasa bukan pertama kalinya dia
berselingkuh seperti ini. Aku merasa tidak dapat bertahan lebih lama lagi,gelorabirahi.com
frekuensi goyanganku kutambah, lalu aku mencium bibirnya. Tubuh kami terus
berpacu sambil bermain lidah dengan liarnya sampai ludah kami menetes-netes di
sekitar mulut, eranganku teredam oleh ciumannya. Mengetahui aku sudah mau
keluar, dia menekan-nekan bahuku ke bawah sehingga kontolnya menghujam makin
dalam dan memekku makin terasa sesak. Tubuhku bergetar hebat dan jeritanku tak
tertahankan lagi terdengar dari mulutku, perasaan itu berlangsung selama
beberapa saat sampai akhirnya aku terkulai lemas dalam pelukannya., Cerita Hot,
Dia menurunkanku dari pangkuannya, kontolnya terlihat
berkilauan karena basah oleh cairan cinta. Dibaringkannya tubuhku yang sudah
lemas itu di sofa, lalu dia sodorkan gelas yang berisi teh itu padaku. Setelah
minum beberapa teguk, aku merasa senakit lebih segar, paling tidak pada
tenggorokkanku karena sudah kering waktu mendesah dan menjerit. Kaosku yang
masih menggantung di perut dia lepaskan, sehingga kini aku bugil total. Sebelum
tenagaku benar-benar pulih, Pak Agus sudah menindih tubuhku, aku hanya bisa
pasrah saja ditindih tubuh gemuknya. Dengan lembut dia mengecup keningku, dari
sana kecupannya turun ke pipi, hingga berhenti di bibir, mulut kami kembali
saling berpagutan. Saat berciuman itulah, Pak Agus menempelkan kontolnya pada memekku,
lalu mendorongnya perlahan, dan aahh…mataku yang terpejam menikmati ciuman
tiba-tiba terbelakak waktu dia menghentakkan pinggulnya sehingga kontol itu
menusuk lebih dalam.
Cerita Lucah 2016, Cerita Lucah Terbaru, Kenikmatan ini pun
berlanjut, aku sangat menikmati gesekan-gesekan pada dinding memekku. Buah
dadaku saling bergesekan dengan dadanya yang senakit berbulu, kedua paha
rampingku kulingkarkan pada pinggangnya. Aku mendesah tak karuan sambil
mengigiti jariku sendiri. Sementara pinggulnya dihentak-hentakkan diatasku,
mulutnya tak henti-hentinya melumat atau menjilati bibirku, wajahku jadi basah
bukan saja oleh keringat, tapi juga oleh liurnya. Telinga dan leherku pun tak
luput dari jilatannya, lalu dia angkat lengan kananku ke atas dan dia selipkan
kepalanya di situ. Aahh…ternyata dia sapukan bibir dan lidahnya di ketiakku
yang halus tak berbulu itu, kumis kasar itu menggelitikku sehingga desahanku
bercampur dengan ketawa geli.
“Uuuhh..Pak…aakkhh…!” aku kembali mencapai orgasme, memekku
terasa semakin banjir, namun tak ada tanda-tanda dia akan segera keluar, dia
terlihat sangat menikmati mimik wajahku yang sedang orgasme. Suara kecipak
cairan terdengar jelas setiap kali dia menghujamkan kontolnya, cairanku sudah
meleleh kemana-mana sampai membasahi sofa, untung sofanya dari bahan kulit,
jadi mudah untuk membersihkan dan menghilangkan bekasnya. gelorabirahi.com
Tanpa melepas kontolnya, Pak Agus bangkit berlutut di antara kedua pahaku dan
menaikkan kedua betisku ke pundaknya. Tanpa memberiku istirahat dia meneruskan
mengocok kemaluanku, aku sudah tidak kuat lagi mengerang karena leherku terasa
pegal, aku cuma bisa mengap-mengap seperti ikan di luar air.
“Bapak udah mau…nak…Mayang…!!” desahnya dengan mempercepat
kocokkannya.
“Di luar…Pak…ahh…uuhh…lagi subur” aku berusaha ngomong walau
suaraku sudah putus-putus.
Tak lama kemudian dia cabut kontolnya dan menurunkan kakiku.
Dia naik ke wajahku, lalu dia tempelkan kontolnya yang masih tegak dan basah di
bibirku. Akupun memulai tugasku, kukulum dan kukocok dengan gencar sampai dia
mengerang keras dan menjambak rambutku. Maninya menyemprot deras membasahi
wajahku, aku membuka mulutku menerima semprotannya. Setelah semprotannya mereda
pun aku masih mengocok dan mengisap kontolnya seolah tidak membiarkan
setetespun tersisa. Batang itu kujilati hingga bersih, benda itu mulai menyusut
pelan-pelan di mulutku. Kami berpelukan dengan tubuh lemas merenungi apa yang
baru saja terjadi.
Sofa tempat aku berbaring tadi basah oleh keringat dan
cairan cintaku yang menetes disana. Masih dalam keadaan bugil, aku berjalan
sempoyongan ke dapur mengambil kain lap dan segelas air putih. Waktu aku
kembali ke ruang tamu, Pak Agus sedang mengancingkan lagi bajunya, lalu meneguk
air yang tersisa di gelasnya.
“Wah Nak Mayang ini benar-benar hebat, istri-istri bapak
sekarang udah ga sekuat anak lagi padahal mereka sering melayani bapak berdua
sekaligus” pujinya yang hanya kutanggapi dengan senyum manis.
Setelah berpakaian lagi, aku mengantarnya lagi ke pintu
depan. Sebelum keluar dari pagar dia melihat kiri kanan dulu, setelah yakin
tidak ada siapa-siapa dia menepuk pantatku dan berpamitan
“Lain kali kalo ada kesempatan kita main lagi yah Nak”
“Dasar bandot, belum cukup punya istri dua, masih ngembat
anak orang” kataku dalam hati

Akhirnya aku pun mandi membersihkan tubuhku dari sperma,
keringat, dan liur. Siraman air menyegarkan kembali tubuhku setelah seharian
penuh berolahraga dan berolah syahwat. Beberapa menit sesudah aku selesai mandi,
ibuku pun pulang. Beliau bilang wangi ruang tamunya enak sehingga kepenatannya
agak berkurang, aku senyum-senyum saja karena ruang itu terutama sekitar “medan
laga” kami tadi telah kusemprot pengharum ruangan untuk menutupi aroma bekas
persenggamaan tadi. demikian cerita sarunya, nantikan cerita saru yang panas
dan hot selanjutnya untuk anda semua pecinta memek sejati!!!
kumpulan cerita hot terbaru, terupdate 2016, 
Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.