Vimax cerita ngentot Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News
cerita dewasa Cerita Mesum Cerita Mesum Cerita Dewasa Cerita Sex cerita dewasa terbaru

Cerita Tante 2016

Vimax
Cerita Tante 2016, Cerita Tante Terbaru“Mah, kemana saja sih
kok sudah sebulan ini baru datang” ? tanyaku sengit ketika Mama ku datang
mengunjungiku di Bandung.
“Mama sudah dapat pacar baru ya ? sampe enggak sempet datang
? Pokoknya aku enggak mau kalo Mama dapat Papa baru”.
Cerita Sex 2016, Cerita Sex Terbaru, Mama ku terlihat kaget
ketika aku marah, padahal beliau baru saja datang dari Jakarta hari Jum’at sore
itu. Tetapi ketika kepalaku di elus-elus nya dan mama mengatakan minta maaf
karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan sekaligus juga mengatakan kalau mama
tetap sayang dengan ku, perasaan marahku pun jadi luluh., Cerita Sex,
“Masak sih Mas (padahal namaku sebenarnya sih Pur…. Tapi
mama selalu memangggilku Mas sejak aku masih kecil), kamu enggak percaya sama
mama” ?
“Mama terlalu sayang padamu, jadi kamu jangan curiga kalau
mama pacaran lagi”, katanya ter isak sambil menciumi pipiku dan akhirnya kami
berpelukan.
Cerita Seks 2016, Cerita Seks, Oh iya, sebelum aku
melanjutkan ceritaku ini, ingin sebaiknya kuceritakan sedikit background
keluargaku. Aku sekarang ini sedang kuliah di salah satu universitas di Bandung
dan sudah semester 6, sedangkan Mama ku masih kerja di salah satu departemen di
Jakarta dan usianya sekitar 40 tahunan. Sebetulnya, mamaku ini bukanlah ibu
kandungku, tetapi dia adalah adik dari Ibuku. Hal inipun baru aku ketahui sejak
aku mulai duduk di bangku SLTA., Cerita Seks,
Cerita Dewasa 2016, Cerita Sks Terbaru, Cerita yang kutahu
sih, aku di minta dan diasuh oleh adik Ibuku sejak masih bayi. Waktu itu,
katanya untuk memancing agar bisa hamil, karena adik Ibuku sudah menikah selama
5 tahun tetapi belum punya anak. Tetapi beberapa tahun yang lalu, adik Ibuku
dan yang sekarang kupanggil Mama itu bercerai dengan suaminya, entah kenapa. Jadi
sekarang ini, aku sepertinya lebih sayang dengan mama ku di banding dengan Ibu
kandungku sendiri. Maklum saja karena dari bayi aku sudah di asuhnya. Setelah
makan malam, lalu kami berdua ngobrol di ruang tamu sambil melihat acara TV.,
Cerita Seks
“Mas, rambutmu itu sudah mulai banyak lagi yang putih…sini
mama cabutin”, kata mama yang biasanya selalu mencabuti ubanku bila datang ke
Bandung. Segera saja aku bergegas ke kamar untuk mengambil cabutan rambut lalu
duduk menghadap kearah TV di lantai sambil sandaran di sofa yang diduduki mama.
Terus terang, aku paling senang kalau mama sudah mulai mencabuti ubanku,
soalnya bisa sampai ngantuk.
“Banyak betul sih Mas ubanmu ini ?” komentar mama sambil
mulai mencabuti ubanku.
“Habis sih…..mama sudah lama enggak kesini…cumin ngurusin
kerjaan melulu. ”
“Ya sudah, sekarang deh mama cabutin ubanmu sampai habis ”
Kami lalu diam tanpa berkata kata.
“Mas……ngomong2 kamu sudah punya pacar apa belum ? ” tanya
mama tiba2, sambil masih tetap mencabuti ubanku di kepala bagian belakang.
“Belum kok Ma…..masih dalam penjajakan”, sahutku.
“Tuh…..kan. Kamu ngelarang mama cari pacar, tapi kamu
sendiri malah mau pacaran ” sahut mama dengan nada agak kesal.
“Pokoknya, mama enggak mau lho kalau kamu mulai pacaran,
apalagi masih sekolah bisa2 pelajaranmu jadi ketinggalan dan berarti kamu juga
sudah enggak sayang lagu sama mama ”, tambahnya
“Enggak kok Ma….aku masih sayang kok sama mama ”
“Sudah selesai mas yang belakang, sekarang yang bagian
depan” perintahnya. Lalu ku putar duduk ku menghadap ke arah Mama dan tetap
duduk dilantai diantara kedua paha mamaku serta Mamapun langsung saja
meneruskan mencabuti uban2 ku.
“Mas….., kamu kan sekarang sudah tambah dewasa, apa enggak
pingin punya pacar atau pingin meluk atau dipeluk seorang perempuan ? kata mama
tiba2. “Atau kamu sudah jadi laki2 yang enggak normal barangkali ya, Sayang ?“
lanjut Mama.
“Ah, mama ini kok nanyanya yang enggak2 sih “? sambil
kucubit paha mama yang mulus dan putih bersih.
“Habis nya selama ini kan kamu enggak pernah cerita soal
temen wanita kamu, Mas, sahut mama.
“Aku ini masih laki2 tulen Mah…. Kalau mama enggak percaya,
boleh deh dibuktiin atau di test ke dokter“ tambahku sambil kuelus elus paha
mama. Kata Mama, aku enggak boleh acaran dulu, tambahku.
“Naaah….gitu dong mas……pacarannya nanti nanti saja deh Mas,
kalau kamu sudah lulus“.
“Tapi, kamu kan sudah dewasa, apa enggak kepingin meluk dan
mencium lawan jenis kamu “, tanyanya lagi.
“Kadang2 sih kepingin juga sih Ma, apalagi banyak teman2 ku
yang sudah punya pasangan masing2….tapi….ngapain sih Ma, kok nanya2 gituan ? “
“Ya….enggak apa apa sih, mama cuman pingin tahu saja “ sahut
mama sambil tetap mencari ubanku.
Cerita Mesum 2016, Cerita Mesum Terbaru, Karena aku duduk
menghadap mama dan jaraknya sangat dekat, tanpa kusadari mata ku tertuju
kebagian dada mama dan karena Mama ku hanya memakai baju tidur putih yang tipis
sekali, maka tetek dan puting susu nya secara transparan terlihat dengan jelas.,
Cerita Mesum,
“Mah…….. ngapain sih Mama pake baju tidur ini “?
“Lho….. memangnya kenapa mas dengan baju tidur mama ini ?
emangnya kamu enggak suka ya Mas ?” tanya mamaku, tanpa menghentikan kerjanya
mencabuti ubanku.
“Emangnya Mama enggak malu ? …….. tuh kelihatan ? ” sambil
kututul puting tetek mama yang terlihat menonjol keluar dari balik baju
tidurnya dengan ujung jariku.
“Huuuusss”, teriak mama kaget. “Mama kirain kenapa ? wong
enggak ada orang lain saja kecuali kamu dan bibi dirumah ini. Lagipula mama kan
enggak keluar rumah. Memangnya kamu enggak suka ya Mas ? ” sahut mama
menghentikan kerjanya dan memandang mataku.
“Wah…..ya suka bangeet dong Mah…. Apalagi kalau boleh megang
? ” senyumku.
“Huussss….. ” sambil menjundul dahi ku. “wong kamu ini masih
kecil saja ” tambahnya.
“Mah…. Aku ini sudah mahasiswa lho….. bukan anak TK lagi,
masak sih aku masih kecil ? kalo ngeliat sedikitkan enggak apa apa kan mah ?…..
boleh kan Mah ? ” rengekku.
Cerita Bokep 2016, Cerita Bokep Terbaru, Mama tidak segera
menjawab dan tetap saja meneruskan mencabuti ubanku seolah olah enggak ada
apa-apa. Setelah kutunggu sebentar dan mama tidak menjawab atau melarangku,
akhirnya kuberanikan untuk menjulurkan tanganku kearah kancing baju tidurnya
didekat dadanya., Cerita Bokep,
“Sebentar aja lho Mas ngelihatnya ” ujarnya tanpa
menghalangi tanganku yang sudah melepas 3 buah kancing bajunya.
“Aduh Mah…..putih betul sih tetek mama” komentarku sambil
membuka baju tidurnya sehingga tetek mamaku tersembul keluar. Aku enggak tahu
ukurannya, tetapi yang pasti tidak terlalu besar sehingga kelihatan tegang
menantang serta berwarna merah gelap di sekitar puting nya.
“Sudah ah Mas, tutup lagi sekarang ” katanya sambil tetap
mencabuti ubanku.
“Lho…. Kok malah bengong, tutup dong Mas ? ” katanya lagi
ketika kata kata mama enggak aku ikutin dan tetap memandang kedua tetek mama
yang kupandang begitu indah.
“Bentar dong Mah….. aku belum puas nih Mah, melihat tetek
mama yang begitu indah ini. Boleh ya Mah pegang dikit ?”
“Tuh kan….. Mas ini sudah ngelunjak. Katanya tadi cuman mau
ngelihat sebentar, eeeh sekarang pingin pegang. ” sahut Mama sambil tetap
melanjutkan mencabut ubanku. “Sebentar aja lho ” sahutnya tiba2 ketika
melihatku hanya bengong aja mengagumi tetek mama.
Cerita Ngentot 2016, Cerita Ngentot Terbaru, Setelah Mama
mengizinkan dan dengan penuh keraguan serta tanpa berani melihat wajah Mama,
segera saja kuremas pelan kedua tetek mama dengan kedua telapak tanganku. Aahh….sungguh
terasa halus dan kenyal tetek mama, gumanku dalam hati. Lalu kedua tetek mama
ku elus2 dan ku remas2 dengan kedua tanganku. Karena asyiknya meremasi tetek
mama, baru aku sadar kalau tangan mama sudah tidak lagi mencabuti ubanku lagi
di kepalaku dan setelah kulirik, ternyata mama telah bersandar di sofa dengan
mata tertutup rapat, mungkin sedang menikmati nikmatnya remasan tangan ku di
tetek nya., Cerita Ngentot,  Melihat
mamaku hanya diam saja dan memejamkan matanya, lalu timbul keberanianku dan
segera saja kumajukan wajahku mendekati tetek kirinya dan mulai kujilat puting
teteknya dengan ujung lidahku., Cerita Ngentot,
Cerita Hot 2016, Cerita Hot Terbaru, Desahan ini walaupun
hampir tidak terdengar membuat ku semakin berani dan jilatan di puting teteknya
dan kuselingi dengan hisapan halus serta remasan di tetek mama sebelah kanan
pun kuselingi dengan elusan elusan lembut. Tiba2 saja terdengar bunyi “kling”
di lantai dan itu mungkin cabutan ubanku yang sudah terlepas dari tangan mama,
karena bersamaan dengan itu, terasa kedua tangan mama sudah meremas remas
rambutku dan kepalaku di tekannya kearah badannya sehingga kepalaku sudah
menempel rapat di tetek mama dan nafasku pun sedikit tersengal. Desahan dari
mulut mamaku pun semakin keras ssssshhh….. ooooohh… aaaaahhh …….. maaaaaassss….
Desahan yang keluar dari mulut mamaku ini menjadikan ku semakin bersemangat dan
kugeser kepalaku yang sedang dipegangi mama kearah tetek yang satunya dan
tangan kananku kuremaskan lembut di tetek kiri mama dan tak henti2 nya desahan
mama terdengar semakin kuat dengan nafas cepat., Cerita Hot,
Maaasss…..aaaaahhh….maaaaass…… sssshh…..…aaaaahhh….ooooohh…
Maaaaaas…., desah mama dengan keras dan tubuhnya meliuk liuk, seraya mendekap
kepalaku sangat kuat sehingga wajahku tenggelam kedalam teteknya.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh……teriak nya dan diakhiri dengan nafasnya yang cepat dan
ter sengal sengal.
“Maaas, mama lemes sekali ”, kata mama dengan suara yang
hampir tidak terdengar dengan nafasnya yang masih tersengal sengal. “Maass…
tooloong bawa mama ke kamar”, tambahnya dengan nafasnya yang masih cepat.
“Ayoooo Maas….cepat bawa mama ke kamar ” katanya lagi dan
tanpa berfikir panjang akhirnya kubopong mama dan kuangkat ke tempat tidurnya
dan dengan hati2 ku tidurkan terlentang di tempat tidurnya dan mata mama masih
tetap merem tapi nafasnya yang cepat sudah sedikit mereda.
Cerita Tante 2016, Cerita tante Terbaru, Aku enggak tahu
harus berbuat apa, jadi aku hanya tiduran saja disamping mama sambil ku elus
elus dahi yang berkeringat dan rambutnya serta pandanganku tidak pernah lepas
dari wajah mama karena takut terjadi apa2, gelorabirahi.com tapi sering juga mataku tertuju ke
tetek mama yang menyembul keluar dari baju tidurnya yang terbuka. Nafas mama
makin lama semakin teratur. Tak lama kemudian mata mama mulai terbuka pelan2
dan ketika melihatku ada disampingnya, mama tersenyum manis sambil tangannya
dieluskan ke wajahku., Cerita Tante,
“Kenapa Mah……. Aku sampai takut ” kataku sambil kuciumi
tangan yang sedang memegang wajahku.
“Mama lemes sekali sayang….. kaki mama gemetaran, tolong
kamu pijitin mama ” perintahnya dengan suara yang hampir tidak terdengar.
Cerita Janda 2016, Cerita Janda Terbaru, Tanpa membantah,
segera saja aku berpindah ke dekat kaki mama dan ketika kedua kakinya di geser
kearah berlawanan, lalu kutempatkan dudukku diantara kedua paha mama yang sudah
terbuka lebar. Kulihat mama sudah menutup matanya kembali. Penisku yang tadi
sudah tidur karena rasa takut, kembali mulai bangun ketika baju tidur mama yang
tersingkap dan cd nya terlihat jelas. Benar-benar merupakan pemandangan yang
sangat indah, pahanya yang putih mulus serta padat berisi itu membuat jantungku
serasa mau copot., Cerita Janda,
Karena enggak pernah tahu bagaimana caranya memijat,
akhirnya kedua tanganku kuletakkan di kedua paha mama dan ku pijit2 dari bawah
ke atas. Aku enggak tahu, apakah pijitanku itu enak apa tidak, tetapi
kelihatannya mama tetap memejamkan matanya tanpa ada protes. Demikian juga
ketika kedua tanganku kosodokan di cd nya beberapa kali, mama pun tetap diam
saja. Memang godaan syahwat bisa mengalahkan segalanya. Penisku pun sudah
begitu tegang sehingga kugunakan salah satu tanganku untuk membetulkan arahnya
keatas agar tidak terasa sakit.
“Mah…..celana mama mengganggu nih…. aku buka saja ya mah ? ”
tanyaku minta izin sambil memandang ke arah nya.
Cerita Lucah 2016, Cerita Lucah Terbaru, Mama enggak segera
menjawab, tapi kuperhatikan mama mengangguk sedikit. Tanpa berlama lama
walaupun aku masih ragu, segera kutarik turun cd nya dan ketika bagian bawah
pantat mama sulit kutarik, mama malah membantunya dengan mengangkat badannya
sedikit sehingga cd nya dengan mudah kupelas dari kedua kakinya. Lalu sekalian
saja kulepas beberapa kancing baju tidur nya yang tersisa dengan salah satu
tanganku dan dengan cepat, kupelas juga kaos dan celana yang melekat di
tubuhku. Sambil kembali kupijati paha mama, mataku enggak lepas memandang vagina
mama yang baru pertama kali ini kulihat. Bulu jembutnya terlihat hanya beberapa
lembar sehingga bentuk vaginanya terlihat dengan jelas dan dari celah bibirnya
kulihat sudah ber air. Detak jantungku menjadi kian kencang terpacu melihat
bagian-bagian indah milik mamaku.Cerita Lucah,
Karena enggak tahan cuma memelototi lubang kenikmatan mama,
lalu ku selonjorkan badanku kebelakang sehingga wajahku pun sudah berada tepat
diatas vagina mama tapi tanganku pun masih memijati pahanya walaupun itu hanya
berupa elusan elusan barangkali.
Awalnya sih aku hanya mencoba membaui vagina mama dengan
hidungku. Ah, ada bau yang meruap asing di hidungku, segar dan membuatku tambah
terangsang. Eeeh…. Kuperhatikan mama tetap tenang saja, walaupun nafas nya
sudah lebih cepat dari biasanya.
Ketika lidahku mulai kumainkan dengan menjilat di seputar
belahan bibir vagina nya yang sudah terlihat basah dari tadi dan terasa asin
tapi enak, pinggul mama tergelinjang keras sehingga hidungku basah terkena
cairan mama.

kisah bokep 2016, kisah bokep terbaru, kisah bokep, kisah ngentot 2016, kisah ngentot terbaru, kisah ngentot,
“Aduuuuh…Mas…” teriak mama tiba2 dengan suara serak dan
tersendat sendat diantara nafasnya yang sudah memburu. Mama kembali diam dan
aku artikan mama setuju saja dengan apa yang aku lakukan dan walaupun kedua
tangannya memegangi kepalaku.
Tanpa minta izin, segera saja jari-jariku kugunakan untuk
membuka bibir vagina dan memainkan bibir vagina serta daging kecil yang sudah
menyembul dari sela-sela bibir vaginanya. “Aduuuuuh…….aaaaaah…..aaahhh
..maaaaas…”, kudengar desahan mama agak keras.
Dapat kurasakan cairan lendirnya yang sudah semakin
membasahi vagina mama yang indah itu. Betapa nikmat rasanya, apalagi dengan
desahan mama yang semakin lama semakin keras, membuatku semakin bersemangat dan
mulai kujilati, kuendus dan kumasukkan hidungku kedalam vaginanya serta
kumainkan lidahku di lobang vagina mama.
Mungkin karena keenakan, desahan mama sudah menjadi erangan
yang keras dan rambut kepalaku pun sudah diremas remas mama seraya di tekan
tekannya kepalaku dan pantatnya pun digoyangnya naik turun sehingga seluruh
wajahku terasa basah semua terkena cairan yang keluar dari vagina mama. Aku
terus saja memainkan lidahku tetapi tidak berapa lama kemudian bisa kurasakan
goyangan tubuh mama semakin cepat dan nafasnya pun sudah terdengar cepat dan
keras sekali. Tubuh mama mengejang dan akhirnya dia mendesah keras
maaaas…..addduuuuh….aaaaaah….. maaas…sssssssh…. teee..ruuuuusss..maaas, sambil kepalaku
ditekannya dalam dalam kearah vaginanya. Lalu mama terkapar melepas tangan nya
dari kepalaku dengan nafas ngos2an yang cepat dan aku yakin sekali kalau mama
sudah mencapai orgasmenya lagi.
Tanpa disuruh aku segera naik dan tiduran miring
menghadapnya disamping mama yang terlentang dengan nafasnya yang masih cepat.
“Aduuuh…maaas, kamu nakal sekali ya ? kamu bikin mama jadi
keenakan sampe lemes sekali ” katanya setelah nafasnya agak normal sambil
memencet hidungku.
“Mah….. booo leeeh enggak aaaa kuuuu ? ” tanyaku tapi enggak
berani meneruskan kalimatnya, sambil ku usap2 dahi mama yang masih berkerigat.
Mudah2an saja mama mengerti maksudku itu, soalnya penisku sudah tegang sekali.
“jangan ya sayang…..” jawab mama seraya mengecup pipiku dan
jawaban itu tentu saja membuatku menjadi sedikit kecewa.
Mungkin mama melihat perubahan wajahku dan karena merasa
kasihan, lalu katanya….. “Mas, boleh deh….tapi hanya digesek gesekin saja ya di
luar ?”. Mendengar jawaban itu, membuat hatiku agak lega, yah….dari pada enggak
boleh sama sekali, padahal rasa kepinginku sudah sampe diujung.
“Sini sayang……naiklah”, lanjut nya sambil meraih tubuhku
untuk naik di atas tubuh mama dan dari rasa sentuhan dikakiku, terasa mama juga
sudah membuka ke dua pahanya, tapi tidak terlalu lebar.
Tanpa berkata kata, lalu kunaiki tubuh mama dengan penisku
yang sudah siap tempur dengan kepalanya yang mengkilap tegang. Tangan mama
sudah memegangi penisku dan mengarahkan batang kemaluanku ke vaginanya. Lalu,
penisku yang sedang dipegangnya di gesek2an keatas dan kebawah secara perlahan
lahan di vaginanya yang memang sudah licin dan kupergunakan kesempatan ini
untuk menjilati leher mama.
Aku pun harus bersabar sedikit dan menunggu agar nafsu mama
naik kembali karena sentuhan penisku divaginanya dan jilatan2 ku di lehernya.
Sesekali kuperhatikan wajah mama dan kulihat mama sedang memejamkan kedua
matanya yang mungkin sedang menikmati gesekan2 penisku di vaginanya.
Suatu ketika, mama menghentikan gerakan tangannya dan
melepaskan pegangan tangannya di penisku.
Kedua tangan mama lalu memegangi kepalaku dan melepaskanku
dari dadanya yang sedang kujilati serta memandangku dengan mata sayu.
“Gimana….. sayang….? Enak enggak ?” tanyanya.
“Ya enak dong maaaah……tapiiiiiiii…..” jawabku di telinganya
tanpa berani meneruskan.
“Tapi…..kenapa Maaas ?’ Tanya mama pura2 enggak mengerti
kata2ku tadi.
“Boo….. leh ya maaaah dimasukin ”? jawabku agak gugup
didekat telinganya lagi.
Belum sampai kata2 yang aku ucapkan itu selesai, terasa ibu
telah berusaha merenggangkan ke dua kakinya pelan2 lebih lebar lagi dan kulihat
ibu tidak berusaha menjawab, tapi malah terus menutup matanya.
Dengan tanpa melihat, karena aku sibuk menjilati telinga dan
leher mama dan kedua tangan mama hanya dipelukannya di punggungku, kutekan
pantatku sedikit dan mama lalu menggeser pantatnya sedikit saat penisku sudah
menempel di vaginanya, sepertinya mama yang memang sudah lebih berpengalaman,
sedang berusaha menempatkan lobang vaginanya agar penisku mudah memasukinya.
Ketika mama sudah tidak menggerakkan tubuhnya lagi, pelan2
kutekan penisku ke vagina mama, tetapi sepertinya kepala penisku terganjal dan
tidak mudah masuk atau mungkin salah tempat, walau aku tahu vagina ibu sudah
basah sekali dari tadi.
Tetapi ketika kuperhatikan wajah mama yang lagi merem itu,
sepertinya mama agak menyeringai, mungkin sedang menahan rasa sakit sewaktu
penislku kutekan ke vaginanya.. “peel.. laaan.. pelaaan…sayyyy….aaang,
saaa…kiiitt, mama sudah lama enggak pernah lagi”, kudengar bisik mama didekat
telingaku. Karena kasihan mendengar suara mama yang kesakitan, segera saja
kuangkat pelan2 penisku tetapi tangan mama yang dari tadi ada di punggungku
sepertinya berusaha menahannya.
“Nggggak…aaapp….paa aapa….Maaas” terdengar bisik mama lagi.
Aku nggak menjawab apa2, tetapi kemudian terasa tangan mama sepertinya menekan
pantatku, mungkin menyuruhku untuk mencoba memasukan penisku, lalu kutusukkan
lagi saja penisku pelan2 ke vagina mama dan …..ssssrreeeeeeeet….,., terasa
kepala penisku seperti menguak sesuatu yang tadinya tertutup rapat dan langsung
saja kuhentikan tusukan penisku ke vagina mama, karena terlihat mama
menyeringai menahan sakit dan terdengar lagi mama merintih
“….Aduuuuhh…….maaaaas…..” sambil kedua tangannya menahan punggungku sedikit dan
kembali tekanan pantatku kebawah segera kuhentikan. Aku jadi kasihan melihat
wajah mama selalu menyeringai seperti kesakitan.
Tetapi beberapa saat kemudian, “teken lagi maas….tapi pelan
pelan ya… “ sambil kedua tangan mama menekan pantatku pelan2, langsung saja aku
mengikuti tekanan tangan dipantatku menekan pelan2 dan tiba2 …..
sssrrrrreeett….bleesss….., terasa kepala penisku masuk ke vagina mama.
“…Maaaaasss….” teriak mama pelan bersamaan dengan masuknya kepala penisku.
“Sudah… maaass…..suuuuukk….saaa…. yaang…”, lanjutnya sambil
melepas nafas panjang tapi tangan mama malah menahan tekanan pantatku.
Aku diamkan sebentar pergerakan penisku sambil menunggu
reaksi mama, tetapi dalam keadaan diam seperti ini, aku merasa penisku sedang
terhisap kuat di dalam vagina mama dan tanpa kusadari terucap dari
mulutku…..”Maaah……maaah……terr… .uuusss….Maaah…enaaaaak.
Saking enaknya, aku sudah nggak memperhatikan tangan atau
wajah mama lagi, lalu kegerakkan pantatku naik turun pelan2 dan mamapun
mengimbanginya dengan mengerakkan pantatnya seperti berputar-putar.
Maaasss..teer……ruuus. maaas..enaaakk..aduuuhhh…enakk k..maaaas.., kudengar
kata2 mama terbata-bata dan kubungkam bibir mama dengan mulutku sambil lidahku
kuputar didalam mulutnya, serta kedua tanganku kucengkeram kuat diwajah
mama..”cerita seks sedarah”
Sedang kan kedua tangan mama masih tetap di posisi pantatku
dan menekan pantatku apabila pantatku lagi naik. Goyangan dan gerakan aku dan
mama semakin cepat dan kudengar bunyi.crreeettt…creeettt..cree etttt.secara
teratur sesuai dengan gerakan naik-turunnya pantatku serta bunyi suara mama
….hhmmm…aaaahhhh.. aaahhh….yang nggak keluar karena bibirnya tertutup bibirku.
Tiba2 saja mama menghentikan gerakan tubuhnya dan mengatakan
“berhenti sebenar sayaaaang ”.
“Kenapa Ma ? ”
“Maasss…toloong cabut punyamu. duluuu, mama mau mengelap
punya mama supaya agak kering sedikit, biar kita sama sama enak nantinya”,
katanya.
Bener juga kata Mama, kataku dalam hati, tadi vagina Mama
terasa sangat basah sekali. Lalu pelan2 peniskukucabut keluar dari vagina Mama
dan kuambil handuk kecil yang ada di tempat tidur sambil kukatakan
“Maaam, biar aku saja deh yang ngelap..boleeehkan … Maaam ”
?
“Terserah ….kamuuu…..deh…maasss”, jawab Mama pendek sambil
membuka kedua kakinya lebar2 dan aku merangkak mendekati vagina Mama dan
setelah dekat dengan vagina Mama, lalu kukatakan…
“aku. bersihkan. sekarang.yaaaa..maaaaa” ? dan kedengar Mama
hanya menjawab pendek …. “boleeeh.sayaaaang ”. Lalu kupegang dan kubuka bibir vagina
Mama dan..kutundukkan kepalaku ke vaginanya lalu ku jilat jilat itil dan
belahan vagina mama dan pantat Mama tergelinjang keras mungkin karena kaget
sambil berseru..
“Maaas ….. kamuuu.. nakaaaal . …yaaaaa”. Tanpa menjawab, aku
teruskan isapan dan jilatan di semua bagian vagina Mama dan membuat Mama
menggerak gerakkan terus pantatnya dan kedua tangannya kembali menekan
kepalaku. Beberapa saat kemudian, terasa kepalaku seperti ditarik Mama sambil
berkata,
“Maas…sudaaaah..sayaaaaang…mam a nggak tahaaaaaan…. Kalau
kamu gituin terus…..sini..yaaaang”. Lalu kuikuti tarikan tangan Mama dan aku
langsung naik diatas badan Mama dan setelah itu kudengar mama seperti berbisik
di telngaku…. “mas,…masukiiiin..lagi.. punyamu..sayaaang…mama.sudah.n ggaaak.tahaaaaan..yaaang”
dan tanpa membuang-buang waktu, kuangkat kedua kaki Mami dan kutaruh diatas
pundakku sambil ingin mempraktekkan seperti apa yang kulihat di blue film yang
sering kulihat dan sambil kupegang batang penisku, kuarahkan ke vagina Mama
yang bibirnya terbuka lebar lalu kutusukkan pelan2, sedangkan mama dengan
menutup matanya seperti pasrah saja dengan apa yang kuperbuat. Karena vagina
Mama masih tetap basah dan apalagi baru ku jilat dan kuisap-isap, membuat vagina
mama semakin basah sehingga sodokan peniskudapat dengan mudah memasuki lobang vagina
Mama.
Mama mulai meggerakkan pantatnya naik turun mengikuti
gerakan peniskuyang keluar masuk vaginanya.
“Mas….terus teken yang kuat ” desah mama dan tanpa perintah
kedua kalinya, akupun menggenjot vaginanya lebih kuat sehingga terdengar
bunyi…crroooooot…..crroooottt… croooott, mungkin akibat vagina mamaku yang
sudah basah sekali. “Ayyooo….maaasss ” serunya lagi dengan nafasnya yang sudah
tersengal sengal.
“Maas…turunkan kaki mama ” mintanya dan sambil peniskumasih
kusodok sodokkan kedalam vagina mama, satu persatu kakinya ku turunkan dari
bahuku dan akupun sudah menempel tubuh mama serta mama mulai menciumi seluruh
wajahku sampai basah semua..
Nggak lama kemudian gerakan pantat mama yang berputar itu
semakin cepat dan kedua tangannya mencengkeram kuat2 di pantatku dan…tiba2 mama
melepas ciumanku serta berkata tersendat sendat agak keras….. Maaaaassss…..
mama….. haam.. piirr…..maaaas… aa… yyoooo ..maass….cepppaaaat.., moment ini
nggak kusia siakan, karena aku sudah nggak kuat menahan desakan pejuku yang
akan keluar…. Ayyooo…maaaah……aduuuh..maaah…, sambil kutekan peniskukuat2
kedalam vagina mama dan kurasakan cengkeraman kuat kedua tangan mama di
pantatku makin keras dan agak sakit seakan ada kukunya yang menusuk pantatku.
Kuperhatikan mama dengan nafas yang masih ter engah2 terdiam
lemas seperti tanpa tenaga dan kedua tangannya walau terkulai tapi masih dalam
posisi memelukku, sedangkan posisiku yang masih diatas tubuh mama dengan peniskumasih
menancap semuanya didalam vaginanya.
Karena mama hanya diam saja tapi nafasnya mulai agar
teratur, aku berpikir mama mau istirahat atau langsung tidur, lalu kuangkat
pantatku pelan2 untuk mencabut peniskuyang masih ada di dalam vagina mama,
eeehh…nggak tahunya mama dengan kedua tangannya yang mash tetap di punggungku
dan memiringkan badannya sehingga aku tergeletak disampingnya lalu dengan
matanya masih terpejam dia berguman pelan…Maaas…bii.aarkan..mas….b iarkan
punyamu itu dida..laaamm…sebentar. rasanya..enak.ada yang mengganjel
didalam…sambil mencium bibirku mesra sekali dan…kami terus ketiduran sambil
berpelukan.
Entah berapa lama aku sudah tertidur dan akhirnya aku
terbangun karena aku merasakan ada sesuatu yang menghisap hisap penisku. Ketika
kulihat jam diding, kulihat sudah jam 5 pagi dan kulihat pula mamaku sudah
berada di bagian bawah lagi asyik mengulum dan mengocok ngocok penisku. Aku
pura2 masih tidur sambil menikmati kuluman mulut mama di penisku. Mama mengulum
peniskudan memainkan dengan lidahnya, aku terasa geli.
Sambil mengulum, terasa kelembutan jari jemari mama mengusap
dan membelai batang penisku. Diusap dan diurutnya keatas dan kebawah. Terasa
mau tercabut batang peniskudiperlakukan seperti itu. Aku hanya mendesis geli
sambil mendongakkan kepala menahan nikmat yang luar biasa.
Setelah itu, giliran pangkal paha kananku diselusurinya.
Lidah mama mengusap-usap pangkal pahaku, terus menyusur ke paha dan terus naik
lagi ke buah zakar, ke batang penisku, ke kepala penisku, enuaaaknyaa.
Tetapi lama lama tidak tahan juga sehingga mau tak mau
pantanku pun mulai kugerakkan naik turun dan yang membuat mama nengok kearahku
dan melepas kuluman di peniskutapi tetap masih memeganginya.
“Sudah bangun saayaaang. ” katanya dengan suara lembut.
“Teruuus…maaah…enaaaaakk… ”, kataku dan kembali mamaku
mengulum peniskusehingga terlihat peniskukeluar masuk mulut mama. Setelah
beberapa lama peniskudikulumn dan mengurut batang penisku, tiba tiba saja mama
lalu melepas penisku. Kini, lidah mama sudah naik menyusuri perutku,
menjilat-jilat pusarku, terus naik lagi ke dada kanan, melumuri puting susu
kananku dengan air liur yang hangat, lalu ke leher, dan akhirnya ke mulutku.
Lidah mama ketika memasuki mulutku, kugigit sedikit dengan
gemasssss… Tiba-tiba, aduuhhhh…aku merasa batang kemaluanku memasuki jepitan
daging hangat, kenyal dan berlendir….vagina mama. Rupanya saat mulutku asyik
menikmati lidahnya, mama menyodokkan vaginanya ke peniskuyang memang sudah
tegang sekali. Tanpa mengeluarkan lidahnya dari mulutku, mama mulai menekan
pantatnya ke bawah. Blesssss…. peniskumenerobos masuk kedalam vagina mama.
Hangat rasanya.
Mama terus melakukan gerakan memompa …. aduhhhhh batang peniskumerasakan
elusan dan remasan dinding vagina mama.. Akupun menggelepar sehingga lidah mama
keluar dari mulutku. Tapi lidah mama terus mengejar mulutku, sehingga bisa
kembali masuk ke dalam mulutku. Sementara pantatnya tetap memompa dan tedengar
bunyia ….crooot..croott….croott. “Aduhhhh …….enaaaknya ” Seruku tanpa sadar.
“Enaaak….sayaaaaang ”, Tanya mama.
“Teee…rruuuuss…maaaaah …… enaak sekali”
Tiba-tiba saja mama melepaskan mulutnya dari mulutku. Lalu
tangan mama diletakkan dan bertumpu di dadaku, serta mulai naik turun memmompa
dan memutar-mutar pantatnya. Serrrr…..serrr….seeeeerr…. batang peniskupun
serasa ikut terputar seirama dengan putaran pantat mama. “Addduuuuuuhhhh….
maaaaah, aku nggak tahaannn nih…. ” desisku.
Mama kelihatannya tidak ambil pusing dengan rintihanku, dia
tetap memutar, memompa, memutar, memompa pantatnya, tapi nafasnya pun sudah
begitu cepat. Tetek mama yang ada dihadapanku pun juga ikut tergoyang-goyang
seirama dengan gerakkan tubuhnya dan kuremas remas keduanya dengan tanganku. Sekitar
beberapa menit aku terombang-ambing dalam kenikmatan yang luar biasa, sampai
akhirnya ketika ibu mulai mengubah posisi dengan membalik tubuhku sehingga aku
sekarang sudah berada diatas tubuh mama dan nafas mama kuperhatikan sudah
begitu cepat.
“Maaaas….ceeepaaaat….teken yang ku…aaaaat maaass…”,
perintahnya sambil memeluk punggungku erat erat serta menggerakkan pinggulnya
naik turun dengan cepat sehingga membuat peniskuterasa sedikit ngilu.
“Ceee….paaaat….maaaas ” serunya lagi dengan nada suara yang
cukup keras seraya tangannya mendekap punggungku kuat2. Mingkin mama sudah
mendekati orgasme nya barangkali, padahal akupun sudah hampir tidak kuat
menahan air maniku agar tidak keluar.
“Ini…maaaah….ini…tahan yaaa maaah ”sahutku seraya kugenjot vagina
mama kuat2 beberapa kali.
“Ter..rrruss..saaa…yang…terruu uus. ”katanya lagi dengan
gerakan pinggulnya semakin liar saja.
“Maaah…maaaaaaah….aku gaaaaak…tahaaaaan lagiiiiiii….
”teriakku kuat2 dan kutekan peniskulebih kuat lagi kedalam vagina mama dan
crreeet……creeet….creeet…….air maniku akhirnya jebol dan menyemprot kuat kedalam
vagina mama dan mungkin setelah menerima semprotan air maniku akhir nya mama
pun berteriak “Maaaaassss………mama……juuuu…gaaa aaaaa”, teriaknya sambil
merangkulkan kedua kakinya kuat2 dipunggungku dan cengkeraman tangannya pun
membuat punggungku terasa sakit.
Akupun akhirnya menjatuhkan tubuh ku disamping mama dan
sama2 terengah engah kecapaian.
Setelah nafas kami mulai teratur, sambil memelukku mama
berkata serasa berbisik dekat telingaku.
“Enaaak..maaaaaasss ?”
“Enaaak sekali maaaah… ”.
“Maasss….jangan sampai ada yang tahu soal ini yaaaa ? Kamu
kan bisa jaga rahasia kita ya ”kata mama.
“Iya maaah…. ”
“Dan satu lagi….. ”, kata mama sambil memandangku tajam.
“Apa itu Maaah…. ”
“Yang ini punya mama……jangan kamu kasihkan orang lain ya ?
”katanya seraya mencengkeram peniskuyang lagi tidur kecapean dan mengelus
elusnya.
“Janji ya.. saaaa…yang…. ”Tambahnya lagi.
“Asal ini semua juga buat saya ya Maaah. ”sahutku sambil
kuremas vagina mama dan kueluskan jariku dibelahan vagina mama yang masih
terasa basah oleh air maniku.

Akhir nya kami tertawa berbarengan dan tiba2 saja ada
ketukan di pintu kamar “Buuuu……sudah siang… ”. Rupanya ketukan dari pembantu
karena saat itu sudah jam 9.00 pagi. Setelah itu, mama selalu tidak pernah
absen mengunjungiku di Bandung atau kalau mama berhalangan, maka akulah yang
datang ke Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.