Vimax Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News

Cerita Sex Terbaru, Kejutan Untuk Teman

Vimax
Cerita Sex, Hari
itu adalah hari Minggu sebulan setelah kisah Sex di vila bersama Pak Krisna dan
Andri,  selama ini aku belum ke sana lagi
akibat kesibukan kuliahku. Hari Minggu itu aku pergi ke sana untuk refreshing
seperti biasa karena memang Seninnya tanggal merah. Kali ini aku tidak sendiri
tapi bersama 2 orang teman cewekku yaitu Anin dan Bella, kami semua adalah
teman akrab di kampus, sebenarnya geng kami ini ada 4 orang, satu lagi si Nana
yang hari ini tidak bisa ikut karena ada acara dengan keluarganya.
Gelora Birahi, Kami
sama-sama terbuka tentang seks dan sama-sama penggemar seks, Anin dikaruniai
tubuh tinggi semampai dengan buah dada yang bulat montok yang membuat pikiran
kotor para laki-laki melayang-layang, beruntunglah mereka karena Anin tidak
sulit diajak ‘naik ranjang’ karena dia sudah hobby seks sejak SMP. Sedangkan Bella
mempunyai wajah yang imut dengan rambut panjang yang Bella, bodynya pun tidak
kalah dari Anin walaupun payudaranya lebih kecil, namun dibalik wajah imutnya
ternyata Bella termasuk cewek yang lihai memanfaatkan laki-laki, sudah
berkali-kali dia ganti pacar gara-gara sifat matrenya. Sedangkan aku sendiri
sepertinya kalian sudah tahulah cewek seperti apa aku ini dari cerita-ceritaku
dulu.
Cerita Dewasa, Baiklah,
sekarang kita kembali ke kejadian hari itu yang rencananya mau mengadakan orgy
party setelah sekian lama otak kami dijejali bahan-bahan kuliah dan urusan
sehari-hari. Waktu itu Anin protes karena aku tidak memperbolehkannya mengajak
teman-teman laki-laki yang biasa diajak, begitu juga Bella yang ikut mendukung Anin
karena pacarnya juga tidak boleh diajak.
“Emangnya lu ngundang siapa aja sih Ci, masa si Chevy aja ga
boleh ikutan?” kata Bella.
“Iya nih, emangnya kita mau pesta lesbian apa, wah gua kan
cewek normal nih” timpal Anin.
“Udahlah, lu orang tenang aja, laki-lakinya nanti nyusul,
pokoknya yang kali ini surprise deh! dijamin kalian puas sampe ga bisa bangun
lagi deh”.
Cerita Mesum, Aku
ingin sedikit membuat kejutan agar acara kali ini lain dari yang lain, karena
itulah aku merahasiakan siapa laki-laki jantan yang tidak lain adalah penjaga
vilaku dan vila tetanggaku, Pak Krisna dan Andri.
Kemarinnya aku memang sudah mengabari Pak Krisna lewat
telepon bahwa aku besok akan ke sana dengan teman-temanku yang pernah
kujanjikan pada mereka dulu. Pak Krisna tentu antusias sekali dengan acara kali
ini, kami telah mengatur skenario acaranya agar seru. Beberapa jam kemudian
kami sampai di villaku, Pak Krisna seperti biasa membukakan pintu garasi, bola
matanya melihat jelalatan pada kami terutama Anin yang hari itu pakaiannya
seksi berupa sebuah tank top merah berdada rendah dengan rok mini. Dia kusuruh
keluar dulu sampai aku memberi syarat padanya, dia menunggunya di villa
tetangga yang tidak lain vila yang dijaga si Andri. Setelah membereskan barang
bawaan, kami menyantap makan siang, lalu ngobrol-ngobrol dan istirahat. Bella
yang daritadi kelihatan letih terlelap lebih dulu. Kami bangun sore hari
sekitar jam 4 sore.
“Eh.. sambil nunggu laki-laki-laki-lakinya mendingan kita
berenang dulu yuk” ajakku pada mereka. Aku melepaskan semua bajuku tanpa
tersisa dan berjalan ke arah kolam dengan santainya.
“Wei.. gila lo Ci, masa mau berenang ga pake apa-apa gitu,
kalo keliatan orang gimana?” tegur Bella.
“Iya Ci, lagian kan kalo si tua Krisna itu dateng gimana
tuh” sambung Anin.
“Yah kalian, katanya mo party, masa berenang bugil aja ga
berani, tenang aja Pak Krisna udah gua suruh jangan ke sini sampai kita pulang
nanti” bujukku sambil menarik tangan Anin.
Di tepi kolam mereka masih agak ragu melepas pakaiannya,
alasannya takut kepergok tetangga, setelah kutantang Anin baru mulai berani
melepas satu demi satu yang melekat di tubuhnya, aku membantu Bella yang masih
agak malu mempreteli pakaiannya. Akhirnya kami bertiga nyebur ke kolam tanpa
memakai apapun.
Perlahan-lahan rasa risih mereka pun mulai berkurang, kami
tertawa-tawa, main siram-siraman air, dan balapan renang kesana kemari dengan
bebasnya. Mungkin seperti inilah kira-kira gambaran tempat pemandian di istana
haremnya para raja. Sesudah agak lama bermain di air aku naik ke atas dan
mengelap tubuhku yang basah, lalu membalut tubuhku dengan kimono.
“Ci, sekalian ambilin kita minum yah” pinta Anin. Akupun
berjalan ke dalam dan meminum segelas air.
“Ok, it’s the showtime” gumamku dalam hati, inilah saat yang
tepat untuk menjalankan skenario ini. Aku segera menelepon vila sebelah
menyuruh Pak Krisna dan Andri segera kesini karena pesta akan segera dimulai.
“Iya neng, kita segera ke sana” sahut Andri sambil menutup
gagang telepon.
Hanya dalam hitungan menit mereka sudah nampak di pekarangan
depan vilaku. Aku yang sudah menunggu membukakan pintu untuk mereka.
“Wah udah ga sabaran nih, daritadi cuma ngintipin neng sama
temen-temen neng dari loteng” kata Pak Krisna.
“Pokoknya yang rambutnya dikuncir itu buat saya dulu yah
neng” ujar Andri merujuk pada Bella.
“Iya tenang, sabar, Pokoknya semua kebagian, ok” kataku
“yang penting sekarang surprise buat mereka dulu”.
Setelah beberapa saat berbicara kasak-kusuk, akhirnya
operasipun siap dilaksanakan. Pertama-tama dimulai dari Anin. Aku berjalan ke
arah kolam membawakan mereka dua gelas air, disana Bella sedang tiduran di
kursi santai tanpa busana, sementara Anin masih berendam di air.
“Nin, lu bisa ke kamar gua sebentar ga, gua mo minta tolong
dikit nih” pintaku padanya.
“Lu lap badan dulu gih, gua tunggu di sana”.
Aku masuk ke dalam terlebih dahulu dan duduk di pingir
ranjang menunggunya. Di balik pintu itu Pak Krisna dan Andri yang sudah kusuruh
bugil telah siap memangsa temanku itu, kemaluan mereka sudah mengeras dan
berdiri tegak seperti pedang yang terhunus. Tak lama kemudian Anin memasuki
kamarku sambil mengelap rambutnya yang masih basah.
“Kenapa Ci, ada perlu apa emang?” tanyanya.
“Ngga, cuma mau ngasih surprise dikit kok” jawabku dengan
menyeringai dan memberi aba-aba pada mereka.
Sebelum Anin sempat membalikkan badan, sepasang lengan hitam
sudah memeluknya dari belakang dan tangan yang satunya dengan sigap membekap
mulutnya agar tidak berteriak. Anin yang terkejut tentu saja meronta-ronta,
namun pemberontakan itu justru makin membakar nafsu kedua orang itu.
Pak Krisna dengan gemas meremas payudara kirinya dan
memilin-milin puting susunya. Si Andri berhasil menangkap kedua pergelangan
kakinya yang menendang-nendang. Dibentangkannya kedua tungkai itu, lalu dia
berjongkok dengan wajah tepat di hadapan kemaluan Anin.

“Wah rambutnya lebat juga yah, kaya si neng” komentar Andri
sambil menyentuhkan lidahnya ke liang vagina Anin, diperlakukan seperti itu Anin
cuma bisa merem melek dan mengeluarkan desahan tertahan karena bekapan Pak Krisna
begitu kokoh.
“Hei, jangan rakus dong, dia kan buat Pak Krisna, tuh jatah lu
masih nunggu di luar sana” kataku padanya. Mengingat kembali sasarannya semula,
Andri menurunkan kembali kaki Anin dan bergegas menuju ke kolam.
“Jangan terlalu kasar yah ke dia, bisa-bisa pingsan
gara-gara lu” godaku.

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks, gelora birahi
Setelah Andri keluar tinggallah kami bertiga di kamarku. Pak
Krisna langsung menghempaskan dirinya bersama Anin ke ranjang spring bed-ku.
Tak berapa lama terdengarlah jeritan Bella dari kolam, aku melihat dari jendela
kamarku apa yang terjadi antara mereka. Bella terpelanting dari kursi santai
dan berusaha melepaskan diri dari Andri. Dia berhasil berdiri dan mendapat
kesempatan menghindar, tapi kalah cepat dari Andri, tukang kebun itu berhasil
mendekapnya dari belakang lalu mengangkat badannya.
“Jangan.. tolong!” jeritnya sambil meronta-ronta dalam
gendongan Andri.
Andri dengan santai membawa Bella ke tepi kolam, lalu
dilemparnya ke air, setelah itu dia ikutan nyebur. Dia air Bella terus berontak
saat Andri menggerayangi tubuhnya dalam himpitannya. Sekuat apapun Bella tentu
saja bukan tandingan Andri yang sudah kesurupan itu. Perlawanan Bella mengendur
setelah Andri mendesaknya di sudut kolam, riak di kolam juga mulai berkurang.
Tidak terlalu jelas detailnya Andri menggerayangi tubuh Bella, tapi aku dapat
melihat Andri memeluk erat Bella sambil melumat bibirnya.
Kutinggalkan mereka menikmati saat-saat nikmatnya untuk
kembali lagi pada situasi di kamarku. Aku lalu menghampiri Pak Krisna dan Anin
untuk bergabung dalam kenikmatan ini. Sama seperti Bella, Anin juga
menjerit-jerit, namun jeritannya juga pelan-pelan berubah menjadi erangan
nikmat akibat rangsangan-rangsangan yang dilakukan Pak Krisna. Waktu aku
menghampiri mereka Pak Krisna sedang menjilati paha mulus Anin sambil kedua
tangannya masing-masing bergerilya pada payudara dan kemaluan Anin.
“Aduh Ci.. tega-teganya lu nyerahin kita ke orang-orang kaya
gini.. ahh!” kata Anin ditengah desahannya.
“Tenang Nin, ini baru namanya surprise, sekali kali coba
produk kampung dong” kataku seraya melumat bibirnya.
Aku berpagutan dengan Anin beberapa menit lamanya. Jilatan
Pak Krisna mulai merambat naik hingga dia melumat dan meremas payudara Anin
secara bergantian, sementara tangannya masih saja mengobok-obok vaginanya.
Desahan Anin tertahan karena sedang berciuman denganku, tubuhnya
menggeliat-geliat merasakan nikmat yang tiada tara.
“Hhhmmhh.. tetek Neng Anin ini gede juga ya, lebih gede dari
punya Neng” kata Pak Krisna disela aktivitasnya.
Memang sih diantara kami bereempat, payudara Anin termasuk
yang paling montok. Menurut pengakuannya, laki-laki-laki-laki yang pernah ML
dengannya paling tergila-gila menghisap benda itu atau mengocok Burung mereka
diantara himpitannya. Pak Krisna pun tidak terkecuali, dia dengan gemas menghisap
susunya, seluruh susu kanan Anin ditelan olehnya.
Puas menetek pada Anin, Pak Krisna bersiap memasuki vagina Anin
dengan Burungnya. Kulihat dalam posisinya diantara kedua belah paha Anin dia
memegang Burungnya untuk diarahkan ke liang itu.
“Ouch.. sakit, duh kasar banget sih babu lu” Anin meringis
dan mencengkram lenganku waktu Burung super Pak Krisna mendorong-dorongkan Burungnya
dengan bernafsu.
“Tahan Nin, ntar juga lu keenakan kok, pokoknya enjoy aja”
kataku sambil meremasi kedua payudaranya yang sudah basah dan merah akibat
disedot Pak Krisna.
Pak Krisna menyodokkan Burungnya dengan keras sehingga Anin
pun tidak bisa menahan jeritannya, Anin kelihatan mau menangis nampak dari
matanya yang sedikit berair.Pak Krisna mulai menggarap Anin dengan genjotannya.
Aku merasakan tangan Anin menyelinap ke bawah kimonoku menuju selangkangan,
“eennghh..”  aku
mendesah merasakan jari-jari Anin menggerayangi kemaluanku.
Aku lalu naik ke wajah Anin berhadapan dengan Pak Krisna
yang sedang menggenjotnya. Anin langsung menjilati kemaluanku dan Pak Krisna
menarik tali pinggang kimonoku sehingga tubuhku tersingkap. Dengan terus
menyodoki Anin, dia meraih payudaraku yang kiri, mula-mula dibelainya dengan
lembut tapi lama-lama tangannya semakin keras mencengkramnya sampai aku
meringis menahan sakit. Dia juga menyorongkan kepalanya berusaha mencaplok
payudara yang satunya. Aku yang mengerti apa maunya segera mencondongkan
badanku ke depan sehingga dadaku pun makin membusung Bella. Ternyata dia tidak
langsung mencaplok payudaraku, tetapi hanya menjulurkan lidahnya untuk
menjilati putingku menyebabkan benda itu makin mengeras saja. Aku merasakan
sensasi yang luar biasa, geli bercampur nikmat. Sapuan-sapuan lidah Anin pada
vaginaku membuat daerah itu semakin becek, bukan cuma itu saja Anin juga
mengorek-ngoreknya dengan jarinya.
Aku mendesah tak karuan merasakan jilatan dan sedotan pada
klistoris dan putingku. Ciuman Pak Krisna merambat naik dari dadaku hingga
hinggap di bibirku, kami berciuman dengan penuh nafsu. Tidak kuhiraukan
nafasnya yang bau rokok, lidah kami beradu dengan liar sampai ludah kami
bercampur baur.
“Aahh.. oohh.. gua dah mau.. Pak!” erang Anin bersamaan
dengan tubuhnya yang mengejang dan membusur ke atas.
Melihat reaksi Anin, Pak Krisna semakin memperdahsyat
sodokannya dan semakin ganas meremas dadanya. Aku sendiri tidak merasa akan
segera menyusul Anin, dibawah sana seperti mau meledak rasanya. Dalam waktu
yang hampir bersamaan aku dan Anin mencapai klimaks, tubuh kami mengejang hebat
dan cairan kewanitaanku tumpah ke wajah Anin. Erangan kami memenuhi kamar ini
membuat Pak Krisna semakin liar.
Setelah aku ambruk ke samping, Pak Krisna menindih Anin dan
mulai menciuminya, dijilatinya cairan cintaku yang blepotan di sekitar mulut Anin,
tangannya tak henti-hentinya menggerayangi payudara montok itu, seolah-oleh tak
ingin lepas darinya.
“Hhmmpphh.. sluurrpp.. cup.. cup..” demikian bunyinya saat
mereka bercipokan, lidah mereka saling membelit dan bermain di rongga mulut
masing-masing.
Pak Krisna cukup pengertian akan kondisi Anin yang mulai
kepayahan, jadi setelah puas berciuman dia membiarkannya memulihkan tenaga
dulu. Dan kini disambarnya tubuhku, padahal gairahku baru naik setengahnya
setelah orgasme barusan. Tubuhku yang dalam posisi tengkurap diangkatnya pada
bagian pinggul sehingga menungging. Dia membuka lebar bibir vaginaku dan
menyentuhkan kepala Burungnya disitu. Benda itu pelan-pelan mendesak masuk ke
vaginaku. Aku mendesah sambil meremas-remas sprei menghayati proses pencoblosan
itu.
Permainan Pak Krisna sungguh membuatku terhanyut, dia
memulainya dengan genjotan-genjotan pelan, tapi lama-kelamaan sodokannya terasa
makin keras dan kasar sampai tubuhku berguncang dengan hebatnya. Aku meraih
tangannya untuk meremasi payudaraku yang berayun-ayun. Tiba-tiba suara desahan Anin
terdengar lagi menjari sahut menyahut dengan desahanku. Gila, penjaga vilaku
ini mengerjai kami berdua dalam waktu bersamaan, bedanya aku dikocok dengan Burung
sedangkan Anin dikocok dengan jari-jarinya. Anin membuka pahanya lebih lebar
lagi agar jari-jari Pak Krisna bermain lebih leluasa.
“Aduhh.. aahh.. gila Nin.. enak banget!” ceracauku sambil
merem-melek.
“Oohh.. terus Pak.. kocok terus” Anin terus mendesah dan
meremas-remas dadanya sendiri, wajahnya sudah memerah saking terangsangnya.
“Yak.. dikit lagi.. aahh.. Pak.. udah mau” aku mempercepat
iramaku karena merasa sudah hampir klimaks.
“Neng Citra.. Neng Anin.. bapak juga.. mau keluar.. eerrhh”
geramnya dengan mempercepat gerakkannya.

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks, gelora birahi
Burung itu terasa menyodok semakin dalam bahkan sepertinya
menyentuh dasar rahimku. Sebuah rintihan panjang menandai orgasmeku, tubuhku
berkelejotan seperti kesetrum. Kemudian dia lepaskan Burungnya dari vaginaku
dan berdiri di ranjang. Disuruhnya Anin berlutut dan mengoral Burungnya yang
berlumuran cairan cintaku. Anin berlutut mengemut Burung basah itu sambil
tangan kanannya mengocok vaginanya sendiri yang tanggung belum tuntas. Aku
bangkit perlahan dan ikut bergabung dengan Anin menikmati Burung Pak Krisna. Anin
mengemut batangnya, aku mengemut buah zakarnya, kami saling berbagi menikmati
’sosis’ itu.
Di tengah kulumannya mendadak Anin merintih tertahan,
tubuhnya seperti menggigil, dan kulihat ke bawah ternyata dari vaginanya
mengucur cairan bening hasil masturbasinya sendiri. Disusul beberapa detik
kemudian, Pak Krisna mencabut Burungnya dari mulutku lalu mengerang panjang.
Cairan kental berbau khas memancar dengan derasnya membasahi wajah kami. Kami
berebutan menelan cairan itu, Burung itu kupompa dalam genggamanku agar
semuanya keluar, nampak pemiliknya mendesah-desah dan kelabakan
“Sabar, sabar dong neng, bisa putus burung bapak kalo
rebutan gini” katanya terbata-bata.
Setelah tidak ada yang keluar lagi Anin menjilati sisanya di
wajahku, demikian pula sebaliknya. Mereka berdua akhirnya ambruk kecapaian,
wajah Pak Krisna jatuh tepat di dada Anin.
Saat mereka ambruk, sebaliknya gairahku mulai timbul lagi.
Maka kutinggalkan mereka untuk melihat keadaan Bella dan Andri. Aku tiba di
kolam melihat Andri sedang menggarap tubuh mungil Bella. Di daerah dangkal Bella
dalam posisi berpegangan pada tangga kolam, Andri dari bawahnya juga dalam
posisi berdiri sedang asyik menggenjot Burungnya pada vagina Bella. Kedua
payudara Bella bergoyang naik turun seirama goyang tubuhnya. Pasti adegan ini
membuat para laki-laki di kampusku sirik pada Andri yang buruk rupa tapi bisa
ngentot dengan gadis seimut itu.
“Belum selesai juga lu orang, udah berapa ronde nih?”
sapaku.
“Edan Ci.. gua sampe klimaks tiga kali.. aahh!” desah Bella
tak karuan.
“Neng.. temennya enak banget, udah cantik, vaginanya seret
lagi” komentar Andri sambil terus menggenjot.
Bella tak kuasa menahan rintihannya setiap Andri menusukkan Burungnya,
tubuhnya bergetar hebat akibat tarikan dan dorongan Burung penjaga vila itu
pada kemaluannya. Kepala Andri menyelinap lewat ketiak sebelah kirinya lalu
mulutnya mencaplok buah dadanya. Pinggul Bella naik turun berkali kali
mengikuti gerakan Andri. Jeritannya makin menjadi-jadi hingga akhirnya satu
lenguhan panjang membuatnya terlarut dalam orgasme, gelorabirahi.com beberapa
saat tubuhnya menegang sebelum akhirnya terkulai lemas di tangga kolam. Setelah
menaklukkan Bella, Andri memanggilku yang mengelus-ngelus kemaluanku sendiri
menonton adegan mereka.
“Sini neng, mendingan dipuasin pake burung saya aja daripada
ngocok sendiri” .
Akupun turun ke air yang merendam sebatas lutut kami,
disambutnya aku dengan pelukannya, tangannya mengelusi punggungku terus turun
hingga meremas bongkahan pantatku. Sementara tanganku juga turun meraih
kemaluannya.
“Gila nih burung, masih keras juga..udah keluar berapa kali
tadi?” tanyaku waktu menggenggam batangnya yang masih ‘lapar’ itu.
“Baru sekali tadi.. abis saya masih nungguin neng sih”
godanya saambil nyengir.
Kemudian diangkatnya badanku dengan posisi kakiku
dipinggangnya, aku melingkarkan tangan pada lehernya agar tidak jatuh.
Diletakkannya aku pada lantai di tepi kolam, disebelah Bella yang terkapar, dia
merapatkan badannya diantara kedua kakiku yang tergantung.
Dia mulai menciumiku dari telinga, lidah itu menelusuri
belakang telingaku juga bermain-main di lubangnya. Dengusan nafas dan lidahnya
membuatku merasa geli dan menggeliat-geliat. Mulutnya berpBella melumat bibirku
dengan ganas, lidahnya menyapu langit-langit mulutku, kurespon dengan mengulum
lidahnya. Tanganku meraba-raba kebawah mencari kemaluannya karena birahiku
telah demikian tingginya, tak sabar lagi untuk dientot. Ketika kuraih benda itu
kutuntun memasuki kemaluanku, tangan kanan Andri ikut menuntun senjatanya
menembaki sasaran. Saat kepala Burungnya menyentuh bibir kemaluanku, dia
menekannya ke dalam, mulutku menggumam tertahan karena sedang berciuman
dengannya. Ciuman kami baru terlepas disertai jeritan kecil ketika Andri
mengehentakkan pinggulnya hingga Burungnya tertanam semua dalam vaginaku.
Pinggulnya bergerak cepat diantara kedua pahaku sementara mulutnya mencupangi
pundak dan leher jenjangku. Aku hanya bisa menengadahkan kepala menatap langit
dan mendesah sejadi-jadinya.
Kalau dibandingkan dengan Pak Krisna, memang sodokan Andri
lebih mantap selain karena usianya masih 30-an, badannya juga lebih berisi
daripada Pak Krisna yang tinggi kurus seperti Datuk Maringgih itu. Di tengah
badai kenikmatan itu sekonyong-konyong aku melihat sesuatu yang bergerak-gerak
di jendela kamarku. Kufokuskan pandanganku dan astaga.. ternyata si Anin, dia
sedang disetubuhi dari belakang dengan posisi menghadap jendela, tubuhnya
terlonjak-lonjak dan terdorong ke depan sampai payudaranya menempel pada kaca
jendela, mulutnya tampak mengap-mengap atau terkadang meringis, sungguh suatu
pemandangan yang erotis. Adegan itu ditambah serangan Andri yang makin gencar
membuatku makin tak terkontrol, pelukanku semakin erat sehingga dadaku tertekan
di dadanya, kedua kakiku menggelepar-gelepar menepuk permukaan air. Aku merasa
detik-detik orgasme sudah dekat, maka kuberitahu dia tentang hal ini. Andri
memintaku bertahan sebentar lagi karena dia juga sudah mau keluar.
Susah payah aku bertahan agar bisa klimaks bersama, setelah
kurasakan ada cairan hangat menyemprot di rahimku, akupun melepas sesuatu yang
daritadi ditahan-tahan. Perasaan itu mengalir dengan deras di sekujur tubuhku,
otot-ototku mengejang, tak terasa kukuku menggores punggungnya. Beberapa detik
kemudian badanku terkulai lemas seolah mati rasa, begitu juga Andri yang jatuh
bersandar di pinggir kolam. Aku berbaring di pinggir kolam di atas lantai
marmer, kedua payudaraku nampak bergerak naik turun seiring desah nafasku.
Kugerakkan mataku, di jendela Anin dan Pak Krisna sudah tak nampak lagi, di
sisi lain Bella yang sudah pulih merendam dirinya di air dangkal untuk membasuh
tubuhnya.
Kami beristirahat sebentar, bahkan beberapa diantara kami
tertidur. Pesta dimulai lagi sekitar pukul 8 malam setelah makan. Kami
mengadakan permainan gila, ceritanya kami bertiga bermain poker dengan taruhan
yang kalah paling awal harus rela dikeroyok kedua penjaga villa itu dan
diabadikan dalam video klip dengan HP Nokia model terbaru milik Anin, filenya
akan disimpan dalam komputer Anin untuk koleksi dan tidak akan boleh dicopy
atau dilihat orang lain selain geng kami, mengingat kasus bokep Itenas. Kami
duduk melingkar di ranjang, Pak Krisna dan Andri kusuruh menjauh dan kularang
menyentuh siapapun sebelum ada yang kalah, mereka menunggu hanya dengan memakai
kolor, sambil sebentar-sebentar mengocok anunya sendiri Aku mulai membagikan
kartu dan permainan dimulai. Suasana tegang menyelimuti kami bertiga, setelah
akhirnya Bella melempar kartunya yang buruk sambil menepuk jidatnya, dia kalah.
Kedua orang yang sudah tak sabar menunggu itu segera maju mengeksekusi Bella.
Bella sempat berontak, tapi berhasil dilumpuhkan mereka
dengan dipegangi erat-erat dan digerayangi bagian-bagian sensitifnya. Andri
menyusupkan tangannya ke kimono Bella meraih payudaranya yang tak memakai
apa-apa di baliknya. Pak Krisna menyerang dari bawah dengan merentangkan
lebar-lebar kedua paha Bella dan langsung membenamkan kepalanya pada
kemaluannya yang terawat dan berbulu lebat itu. Perlakuan ini membuat rontaan Bella
terhenti, kini dia malah mengelus-elus Burung Andri yang menegang sambil
memejamkan mata menikmati vaginanya dijilati Pak Krisna dan dadanya diremas
Mulkas. Aku melihat lidah Pak Krisna menjalar jari belahan bawah hingga puncak
kemaluan Bella, lalu disentil-sentilkan pada klistorisnya. Bella tidak tahan
lagi, dia merundukkan badan untuk memasukkan Burung Andri ke mulutnya, benda
itu dikulumnya dengan rakus seperti sedang makan es krim. Event menarik itu
tidak dilewatkan Anin dengan kamera-HP nya.
Bella terengah-engah melayani Burung super Andri, sepertinya
dia sudah tidak peduli keadaan sekitarnya, rasa malunya hilang digantikan
dengan hasrat yang besar untuk menyelesaikan gairahnya. Dia mempertunjukkan
suatu live show yang panas seperti aktris bokep dan Anin sebagai juru
kameranya. Pak Krisna yang baru saja melepaskan kolornya menggesek-gesekkan
benda itu pada bibir kemaluan Bella, sebagai pemanasan sebelum memasukinya.
Kemulusan tubuh Bella terpampang begitu Andri menarik lepas tali pinggang pada
kimononya, sesosok tubuh yang putih mulus serta terawat baik diantara dua tubuh
hitam dan kasar, gelorabirahi.com sungguh perpaduan yang kontras tapi
menggairahkan. Pak Krisna mempergencar rangsangannya dengan menciumi batang
kakinya mulai dari betis, tumit, hingga jari-jari kakinya. Bella yang sudah
kesurupan ’setan seks’ itu jadi makin gila dengan perlakuan seperti itu
cerita sex 2016,
cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita
seks,
“Ahh.. awww.. Pak enak banget.. masukin aja sekarang!”
rintihnya manja sambil meraih Burung Pak Krisna yang masih bergesekan dengan
bibir vaginanya.
Pak Krisna pun mendorong Burung itu membelah kedua belahan
kemaluan Bella diiringi desahan nikmat yang memenuhi kamar ini sampai aku
dibuat merinding mendengarnya. Aku mengeluarkan payudara kiriku dari balik
kimono dan meremasnya dengan tanganku, tangan yang satu lagi turun menggesek-gesekkan
jariku ke kemaluanku, Anin yang juga sudah horny sesekali mengelus kemaluannya
sendiri. Bella nampak sangat liar, kemaluannya digenjot dari depan, dan Andri
yang menopang tubuhnya dari belakang meremasi kedua payudaranya serta memencet-mencet
putingnya. Rambutnya yang sudah terurai itu disibakkan Andri, lalu melumat
leher dan pundaknya dengan jilatan dan gigitan ringan. Hal ini menyebabkan Bella
tambah menggelinjang dan mempercepat kocokannya pada Burung Andri.
Serangan Pak Krisna pada vagina Bella semakin cepat sehingga
tubuhnya menggelinjang hebat.
“Aaakhh..aahh!” jerit Bella dengan melengkungkan tubuhnya ke
atas.
Bella telah mencapai orgasme hampir bersamaan dengan Pak Krisna
yang menyemprotkan spermanya di dalam rahimnya. Adegan ini juga direkam oleh Anin,
difokuskan terutama pada wajah Bella yang sedang orgasme. Tanpa memberi
istirahat, Andri menaikkan Bella ke pangkuannya dengan posisi membelakangi.
Kembali vagina Bella dikocok oleh Burung Andri. Walaupun masih lemas dia mulai
menggoyangkan pantatnya mengikuti kocokan Andri. Andri yang merasa keenakan
hanya bisa mengerang sambil meremas pantat Bella menikmati pijatan kemaluannya.
Pak Krisna mengistirahatkan Burungnya sambil menyusu dari kedua payudara Bella
secara bergantian. Aku semakin dalam mencucukkan jariku ke dalam vaginaku
saking terangsangnya, sampai-sampai cairanku mulai meleleh membasahi
selangkangan dan jari-jariku.
Bosan dengan gaya berpangkuan, Andri berbaring telentang dan
membiarkan Bella bergoyang di atas Burungnya. Kemudian dia menyuruh Anin naik
ke atas wajahnya agar bisa menikmati kemaluannya. Anin yang daritadi sudah
terangsang itu segera melakukan apa yang disuruh tanpa ragu-ragu. Seluruh wajah
Andri tertutup oleh daster transparan Anin, namun aku masih dapat melihat dia
dengan rakusnya melahap kemaluannya sambil menyusupkan tangannya dari bawah
daster menuju payudaranya. Pak Krisna yang anunya sudah mulai bangkit lagi
menerkamku, kami berguling-guling sambil berciuman penuh nafsu. Dengan tetap
berciuman Pak Krisna memasukkan Burungnya ke vaginaku, cairan yang melumuri
selangkanganku melancarkan penetrasinya. Dengan kecepatan tinggi Burungnya
keluar masuk dalam vaginaku hingga aku histeris setiap benda itu menghujam
keras ke dalam. Aku cuma bisa pasrah di bawah tindihannya membiarkan tangannya
menggerayangi payudaraku, mulutnya pun terus menjilati leherku. Aku masih
memakai kimonoku, hanya saja sudah tersingkap kesana kemari.
Aku melihat Andri masih berasyik-masyuk dengan kedua
temanku, hanya kali ini Anin sudah bertukar posisi dengan Bella. Sekarang
mereka saling berhadapan, Anin bergoyang naik turun diatas Burung Andri sambil
berciuman dengan Bella yang mekangkangi wajah Andri. Bella membuka kakinya
lebar-lebar sehingga cairannya semakin mengalir, cairan itu diseruput dengan
rakus oleh si Andri sampai terdengar suara sluurrpp.. sshhrrpp..Ketika aku
sedang menikmati orgasmeku yang hebat, dia tekan sepenuhnya Burung itu ke dalam
dan ini membawa efek yang luar biasa padaku dalam menghayati setiap detik
klimaks tersebut, tubuhku menggelinjang dan berteriak tak tentu arah sampai
akhirnya melemas kembali. Pesta gila-gilaan ini berakhir sekitar jam 11 malam.
Aku sudah setengah sadar ketika Pak Krisna menumpahkan maninya di wajahku,
tulang-tulangku serasa berantakan. Bella sudah terkapar lebih dulu dengan tubuh
bersimbah peluh dan ceceran sperma di dadanya, dari pangkal pahanya yang
terbuka nampak cairan kewanitaan bercampur sperma yang mengalir bak mata air.
Sebelum tak sadarkan diri aku masih sempat melihat Andri
menyodomi Anin yang masih dalam gaun transparan yang sudah berantakan, tubuh
keduanya sudah mandi keringat. Karena letih dan ngantuk aku pun segera tertidur
tanpa kupedulikan jeritan histeris Anin maupun tubuhku yang sudah lengket oleh
sperma. Besok paginya aku terbangun ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah
sepuluh pagi dan aku hanya mendapati Bella yang masih terlelap di sebelah
kiriku. Kuguncang tubuh Bella untuk membangunkannya.
“Gimana Dah.. puas semalem?” tanyaku .
“Gila gua dientotin sampe kelenger, barbar banget tuh dua
orang, eh.. omong-omong pada kemana yang lain si Anin juga ga ada?”
“Ga tau juga tuh gua juga baru bangun kok, duh lengket
banget mandi dulu yuk.. udah lengket gini” ajakku karena merasa tidak nyaman
dengan sperma kering terutama di wajahku, rasanya seperti ada sarang laba-laba
menempel di sana.
Baru saja keluar dari kamar, sayup-sayup sudah terdengar
suara desahan, kuikuti asal suara itu yang ternyata dari kamar mandi. Kami
berdua segera menuju ke kamar mandi yang pintunya setengah terbuka itu, kami
tengok ke dalam dan melihat Anin dan kedua penjaga villa itu. Darahku berdesir
melihat pemandangan erotis di depan kami, dimana Anin sedang dikerjai oleh
mereka di lantai kamar mandi. Andri sedang enak-enaknya mengocok senjatanya
diantara kedua gunung bulat itu, sedangkan Pak Krisna berlutut diantara paha
jenjang itu sedang menyetubuhinya, air dan sabun membuat tubuh mereka basah
berkilauan. Kedatangan kami sepertinya tidak terlalu membuat mereka terkejut,
mereka malah menyapa kami sambil terus ‘bekerja’. Aku dengan tidak terlepas
dari live show itu berjalan ke arah shower dan membuka kimonoku diikuti Bella
dari belakang. Air hangat mengucur membasuh dan menyegarkan tubuh kami, kuambil
sabun cair dan menggosokkannya ke sekujur tubuh Bella. Demikian juga Bella dia
melakukan hal yang sama padaku, kami saling menyabuni satu sama lain.
Kami saling mengelus bagian tubuh masing-masing, suatu
ketika ketika tanganku sampai ke bawah, iseng-iseng kubelai bibir kemaluannya
sekaligus mempermainkan klistorisnya.
“Uuhh.. Ci!” dia menjerit kecil dan mempererat pelukannya
padaku sehingga buah dada kami saling berhimpit.
Tangan Bella yang lembut juga mengelusi punggungku lalu
mulai turun ke bawah meremas bongkahan pantatku. Darahku pun mengalir makin
cepat ditambah lagi adegan panas Anin dengan kedua pria itu membuatku makin
naik. Bella mendekatkan wajahnya padaku dan mencium bibirku yang terbuka karena
sedang mendesah, selama beberapa menit bibir kami berpagutan. Kemudian aku
memutar badanku membelakangi Bella supaya bisa lebih nyaman menonton Anin.
Aku melihat wajah horny Anin yang cantik, dia meringis dan
mengerang menikmati tusukan Pak Krisna pada vaginanya, sementara Andri hampir
mencapai orgasmenya, dia semakin cepat menggesek-gesekkan Burungnya diantara
gunung kembar itu, tangannya pun semakin keras mencengkram daging kenyal itu
sehingga pemiliknya merintih kesakitan. Akhirnya menyemprotlah spermanya
membasahi dada, leher dan mulut Anin. Mataku tidak berkedip menyaksikan semua
itu sambil menikmati belaian Bella pada daerah sensitifku. Dengan tangan
kanannya dia memainkan payudaraku, putingnya dipencet dan dipilin hingga makin
menegang, tangan kirinya meraba-raba selangkanganku. Perbuatan Bella yang
mengobok-obok vaginaku dengan jarinya itu hampir membuatku orgasme, sungguh
sulit dilukiskan dengan kata-kata betapa nikmatnya saat itu.
Aku masih menikmati jari-jari Bella bermain di vaginaku
ketika Andri yang baru menyelesaikan hajatnya dengan Anin berjalan ke arahku, Burungnya
agak menyusut karena baru orgasme. Jantungku berdetak lebih kencang menunggu
apa yang akan terjadi. Tangannya mendarat di payudara kiriku dan meremasnya
dengan lembut sambil sesekali memelintirnya. Lalu dia membungkuk dan
mengarahkan kepalanya ke payudara kananku yang langsung dikenyotnya. Aku
memejamkan mata menghayati suasana itu dan mengeluarkan desahan menggoda. Lalu
aku merasakan kaki kananku diangkat dan sesuatu mendesak masuk ke vaginaku.
Sejenak kubuka mataku untuk melihat, dan ternyata yang bertengger di vaginaku
bukan lagi tangan Bella tapi Burung Andri yang sudah bangkit lagi. Kembali aku
disetubuhi dalam posisi berdiri sambil digerayangi Bella dari belakang. Tubuhku
seolah terbang tinggi, wajahku menengadah dengan mata merem-melek merasakan
nikmat yang tak terkira.
Hampir satu jam lamanya kami melakukan orgy di kamar mandi.
Akhirnya setelah mandi bersih-bersih kami bertiga mencari udara segar dengan
berjalan-jalan di kompleks sekalian makan siang di sebuah restoran di daerah
itu. Setelah makan kami kembali ke vila dan mengepak barang untuk kembali ke
Jakarta. Bella dan Anin keluar dari kamar terlebih dulu meninggalkanku yang
masih membereskan bawaanku yang lebih banyak. Cukup lama juga aku dikamar
gara-gara sibuk mencari alat charge HP-ku yang ternyata kutaruh di lemari meja
rias. Waktu aku menuju ke garasi terdengar suara desahan dan ya ampun..
ternyata mereka sedang bermain ’short time’ sambil menungguku.
Kisah Mesum, Bella
yang celana panjang dan dalamnya sudah dipeloroti sedang menungging dengan
bersandar pada moncong mobil, Pak Krisna menyodokinya dari belakang sambil
memegangi payudaranya yang tidak terbuka. Sementara di pintu mobil, Anin
berdiri bersandar dengan baju dan rok tersingkap, paha kirinya bertumpu pada
bahu Andri yang berjongkok di bawahnya. Celana dalamnya tidak dibuka, Andri
menjilati kemaluannya hanya dengan menggeser pinggiran celana dalamnya, tangannya
turut bekerja meremasi payudara dan pantatnya.
“Weleh.. weleh.. masih sempat-sempatnya lu orang, asal
jangan kelamaan aja, ntar kejebak macet kita” kataku sambil geleng-geleng
kepala.
“Tenang neng ga usah buru-buru, masih pagi kok, ini cuma
sebentar aja kok” tanggap Pak Krisna dengan terengah-engah.
Kisah Sex, Akhirnya
setelah 15 menitan Pak Krisna melepas Burungnya dan memanggilku untuk bergabung
dengan Bella menjilatinya. Aku tadinya menolak karena tak ingin make upku
luntur, tapi karena didesak terus akhirnya aku berjongkok di sebelah Bella.
“Tapi kalo keluar lu yang isep ya Dah, ntar muka gua luntur”
kataku padanya yang hanya dijawab dengan anggukan kepala sambil mengulum benda
itu.
Kisah Seks, Sesuai
perjanjian tidak lama kemudian Pak Krisna menggeram dan cepat-cepat kuberikan Burung
itu pada Bella yang segera memasukkan ke mulutnya. Pria itu mendesah panjang
sambil menekan Burungnya ke mulut Bella, Bella sendiri sedang menyedot sperma
dari batang itu, sepertinya yang keluar tidak banyak lagi soalnya Bella tidak
terlalu lama mengisapnya.
“Yuk cabut, udah ga haus lagi kan Dah?” ujar Anin yang sudah
merapikan kembali pakaiannya.
Kisah Dewasa, Kami
naik ke mobil dan kembali ke kota kami dengan kenangan tak terlupakan. Dalam
perjalanan kami saling berbagi cerita dan kesan-kesan dari pengalaman kemarin
dan membicarakan rencana untuk mengerjai si Nana yang hari ini absen.

cerita,sex,seks,dewasa,mesum,bokep,ngentot,hot,sange,telanjang,panas,syur,lesby,gay,homo,bugil,telanjang,tante,bispak,kontol,memek,vagina,lendir,onani,masturbasi,anal,kimcil,xxx,bondage,perkosaan,cabul,skandal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.