Vimax Cerita Dewasa Cerita Sex Terbaru
Breaking News

Cerita Seks Terbaru, Lift Sex

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya
Cerita Seks Terbaru,
Gelora Birahi | Pengalamanku yang
satu ini terjadi ketika masih kuliah semester empat, kira-kira empat tahun yang
lalu. Waktu itu aku harus mengambil sebuah mata kuliah umum yang belum kuambil,
yaitu kewiraan. Kebetulan waktu itu aku kebagian kelas dengan fakultas sipil, agak
jauh dari gedung fakultasku, di sana mahasiswanya mayoritas cowok pribumi,
ceweknya cuma enam orang termasuk aku. Tak heran aku sering menjadi pusat
perhatian cowok-cowok di sana, beberapa bahkan sering curi-curi pandang
mengintip tubuhku kalau aku sedang memakai pakaian yang menggoda, aku sih sudah
terbiasa dengan tatapan-tatapan liar seperti ini, terlebih lagi aku juga
cenderung eksibisionis, jadi aku sih cuek-cuek aja.
Cerita Sex Terbaru,
Hari itu mata kuliah yang bersangkutan ada kuliah tambahan karena dosennya
beberapa kali tidak masuk akibat sibuk dengan kuliah S3-nya. Kuliah diadakan
pada jam lima sore. Seperti biasa kalau kuliah tambahan pada jam-jam seperti
ini waktunya lebih cepat, satu jam saja sudah bubar. Namun bagaimanapun saat
itu langit sudah gelap hingga di kampus hampir tidak ada lagi mahasiswa yang
nongkrong.
Cerita Dewasa Terbaru,
Keluar dari kelas aku terlebih dulu ke toilet yang hanya berjarak empat ruangan
dari kelas ini untuk buang air kecil sejenak, serem juga nih sendirian di WC
kampus malam-malam begini, tapi aku segera menepis segala bayangan menakutkan
itu. Setelah cuci tangan aku buru-buru keluar menuju lift (di tingkat lima).
Ketika menunggu lift aku terkejut karena ada yang menyapa dari belakang.
Ternyata mereka adalah tiga orang mahasiswa yang juga sekelas denganku tadi,
yang tadi menyapaku aku tahu orangnya karena pernah duduk di sebelahku dan
mengobrol sewaktu kuliah, namanya Hendy, tubuhnya kurus tinggi dan berambut
jabrik, mukanya jauh dari tampan dengan bibir tebal dan mata besar. Sedangkan
yang dua lagi aku tidak ingat namanya, cuma tahu tampang, belakangan aku tahu
yang rambutnya gondrong dikuncir itu namanya Jemblunk dan satunya lagi yang
mukanya mirip Arab itu namanya Ramelan, tubuhnya lebih berisi dan kekar
dibandingkan Hendy dan Jemblunk yang lebih mirip pemakai narkoba.
Cerita Mesum Terbaru,
“Kok baru turun sekarang Cit?” sapa Hendy berbasa-basi.
“Abis dari WC, lu orang juga ngapain dulu?” jawabku.
“Biasalah, ngerokok dulu bentar” jawabnya.
Cerita Bokep Terbaru,
Lift terbuka dan kami masuk bersama, mereka berdiri mengelilingiku seperti
mengepungku hingga jantungku jadi deg-degan merasakan mata mereka memperhatikan
tubuhku yang terbungkus rok putih dari bahan katun yang menggantung di atas
lutut serta kaos pink dengan aksen putih tanpa lengan. Walau demikian, terus
terang gairahku terpicu juga dengan suasana di ruangan kecil dan dengan
dikelilingi para pria seperti ini hingga rasa panas mulai menjalari tubuhku.
“Langsung pulang Cit?” tanya Jemblunk yang berdiri di
sebelah kiriku.
“Hemm” jawabku singkat dengan anggukan kepala.
“Jadi udah gak ada kegiatan apa-apa lagi dong setelah ini?”
si Hendy menimpali.
“Ya gitulah, paling nonton di rumah” jawabku lagi.
“Wah kebetulan.. Kalo gitu lu ada waktu sebentar buat kita
dong!” sahut Jemblunk.
“Eh.. Buat apa?” tanyaku lagi.
Sebelum ada jawaban, aku telah dikagetkan oleh sepasang
tangan yang memelukku dari belakang dan seperti sudah diberi aba-aba, Ramelan
yang berdiri dekat tombol lift menekan sebuah tombol sehingga lift yang sedang
menuju tingkat dua itu terhenti. Tas jinjingku sampai terlepas dari tanganku
karena terkejut.
“Heh.. Ngapain lu orang?” ujarku panik dengan sedikit
rontaan.
“Hehehe.. Ayolah Cit, having fun dikit kenapa? Stress kan,
kuliah seharian gini!” ucap Hendy yang mendekapku dengan nafas menderu.
“Iya Cit, di sipil kan gersang cewek nih, jarang ada cewek
kaya lo gini, lu bantu hibur kita dong” timpal Ramelan.
Srr.. Sesosok tangan menggerayang masuk ke dalam rok miniku.
Aku tersentak ketika tangan itu menjamah pangkal pahaku lalu mulai
menggosok-gosoknya dari luar.
“Eengghh.. Kurang ajar!” ujarku lemah. Aku sendiri
sebenarnya menginginkannya, namun aku tetap berpura-pura jual mahal untuk
menaikkan derajatku di depan mereka.
Mereka menyeringai mesum menikmati ekpresi wajahku yang
telah terangsang. Rambutku yang dikuncir memudahkan Hendy menciumi leher,
telinga dan tengkukku dengan ganas sehingga birahiku naik dengan cepat. Ramelan
yang tadinya cuma meremasi dadaku dari luar kini mulai menyingkap kaosku lalu mangkok
bra-ku yang kanan dia turunkan, maka menyembullah susu kananku yang nampak
lebih mencuat karena masih disangga bra. Diletakkannya telapak tangannya di
sana dan meremasnya pelan, kemudian kepalanya mulai merunduk dan lidahnya
kurasakan menyentuh putingku.

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks, gelora birahi
Sambil menyusu, tangannya aktif mengelusi paha mulusku. Tanpa
kusadari, celana dalamku kini telah merosot hingga ke lutut, pantat dan
kemaluanku terbuka sudah. Jari-jari Jemblunk sudah memasuki vaginaku dan
menggelitik bagian dalamnya. Tubuhku menggelinjang dan mendesah saat jarinya
menemukan klitorisku dan menggesek-gesekkan jarinya pada daging kecil itu.
Aku merasakan sensasi geli yang luar biasa sehingga pahaku
merapat mengapit tangan Jemblunk. Rasa geli itu juga kurasakan pada telingaku
yang sedang dijilati Hendy, hembusan nafasnya membuat bulu kudukku merinding. Tangannya
menjalar ke dadaku dan mengeluarkan susuku yang satu lagi. Diremasinya susu itu
dan putingnya dipilin-pilin, kadang dipencet atau digesek-gesekkan dengan
jarinya hingga menyebabkan benda itu semakin membengkak. Tubuhku serasa lemas
tak berdaya, pasrah membiarkan mereka menjarah tubuhku.
Melihatku semakin pasrah, mereka semakin menjadi-jadi. Kini Ramelan
memagut bibirku, bibir tebal itu menyedot-nyedot bibirku yang mungil, lidahnya
masuk ke mulutku dan menjilati rongga di dalamnya, kubalas dengan menggerakkan
lidahku sehingga lidah kami saling jilat, saling hisap, sementara tangannya
sudah meremas bongkahan pantatku, kadang jari-jarinya menekan anusku. Tonjolan
keras di balik celana Hendy terasa menekan pantatku. Secara refleks aku
menggerakkan tanganku ke belakang dan meraba-raba tonjolan yang masih
terbungkus celana itu.
Susu kananku yang sudah ditinggalkan Ramelan jadi basah dan
meninggalkan bekas gigitan kini beralih ke tangan Hendy, dia kelihatan senang
sekali memainkan putingku yang sensitif, setiap kali dia pencet benda itu
dengan agak keras tubuhku menggelinjang disertai desahan. Si Jemblunk malah
sudah membuka celananya dan mengeluarkan kontolnya yang sudah tegang. Masih
sambil berciuman, kugerakkan mataku memperhatikan miliknya yang panjang dan
berwarna gelap tapi diameternya tidak besar, ya sesuailah dengan badannya yang
kerempeng itu.
Diraihnya tanganku yang sedang meraba selangkangan Hendy ke kontolnya,
kugenggam benda itu dan kurasakan getarannya, satu genggamanku tidak cukup
menyelubungi benda itu, jadi ukurannya kira-kira dua genggaman tanganku.
“Ini aja Cit, titit gua kedinginan nih, tolong hangatin
dong!” pintanya.
“Ahh.. Eemmhh!” desahku sambil mengambil udara begitu Ramelan
melepas cumbuannya.
“Gua juga mau dong, udah gak tahan nih!” ujar Ramelan sambil
membuka celananya.
Wow, sepertinya dia memang ada darah Arab, soalnya ukurannya
bisa dibilang menakjubkan, panjang sih tidak beda jauh dari Jemblunk tapi yang
ini lebih berurat dan lebar, dengan ujungnya yang disunat hingga menyerupai
helm tentara. Jantungku jadi tambah berdegup membayangkan akan ditusuk olehnya,
berani taruhan punya si Hendy juga pasti kalah darinya.
Hendy melepaskan dekapannya padaku untuk membuka celana,
saat itu Ramelan menekan bahuku dan memintaku berlutut. Aku pun berlutut karena
kakiku memang sudah lemas, kedua kontol tersebut bagaikan pistol yang
ditodongkan padaku, tidak.. bukan dua, sekarang malah tiga, karena Hendy juga
sudah mengeluarkan miliknya. Benar kan, gelorabirahi.com milik Ramelan memang
paling besar di antara ketiganya, disusul Hendy yang lebih berisi daripada Jemblunk.
Mereka bertiga berdiri mengelilingiku dengan senjata yang mengarah ke wajahku.
“Ayo Cit, jilat, siapa dulu yang mau lu servis”
“Yang gua aja dulu Cit, dijamin gue banget!”
“Ini aja dulu Cit, gua punya lebih gede, pasti puas deh!”
Demikian mereka saling menawarkan kontolnya untuk mendapat
servis dariku seperti sedang kampanye saja, mereka menepuk-nepuk miliknya pada
wajah, hidung, dan bibirku sampai aku kewalahan menentukan pilihan.
“Aduh.. Iya-iya sabar dong, semua pasti kebagian.. Kalo gini
terus gua juga bingung dong!” kataku sewot sambil menepis senjata mereka dari
mukaku.
“Wah.. Marah nih, ya udah kita biarin Citra yang milih aja,
demokratis kan?” kata Jemblunk.
Setelah kutimbang-timbang, tangan kiriku meraih kontol Jemblunk
dan yang kanan meraih milik Ramelan lalu memasukkannya pelan-pelan ke mulut.
“Weh.. Sialan lu, gua cuma kebagian tangannya aja!” gerutu Jemblunk
pada Ramelan yang hanya ditanggapinya dengan nyengir tanda kemenangan.
“Wah gua kok gak diservis Ci, gimana sih!” Hendy protes
karena merasa diabaikan olehku.
Sebenarnya bukan mengabaikan, tapi aku harus memakai tangan
kananku untuk menuntun kontol Ramelan ke mulutku, setelah itu barulah
kugerakkan tanganku meraih kontol Hendy untuk menenangkannya. Kini tiga kontol
kukocok sekaligus, dua dengan tangan, satu dengan mulut.
Lima belas menit lewat sudah, aku ganti mengoral Hendy dan Ramelan
kini menerima tanganku. Tak lama kemudian, Jemblunk yang ingin mendapat
kenikmatan lebih dalam melepaskan kocokanku dan pindah berlutut di belakangku.
Kaitan bra-ku dibukanya sehingga bra tanpa tali pundak itu terlepas, begitu
juga celana dalam hitamku yang masih tersangkut di kaki ditariknya lepas. Lima
menit kemudian tangannya menggerayangi susu dan vaginaku sambil menjilati
leherku dengan lidahnya yang panas dan kasar. Pantatku dia angkat sedikit
sampai agak menungging.
Kemudian aku menggeliat ketika kurasakan hangat pada liang
vaginaku. Kontol Jemblunk telah menyentuh vaginaku yang basah, dia tidak
memasukkan semuanya, cuma sebagian dari kepalanya saja yang digeseknya pada
bibir vaginaku sehingga menimbulkan sensasi geli saat kepalanya menyentuh
klitorisku.
“Uhh.. Nakal yah lu!” kataku sambil menengok ke belakang.
“Aahh..!” jeritku kecil karena selesai berkata demikian Jemblunk
mendorong pinggulnya ke depan sampai benda itu amblas dalam liang vaginaku.
Dengan tangan mencengkeram susuku, dia mulai menggenjot
tubuhku, kontolnya bergesekan dengan dinding vaginaku yang
bergerinjal-gerinjal. Aku tidak bisa tidak mengerang setiap kali dia
menyodokku.
“Hei Cit, yang gua jangan ditinggalin nih” sahut Hendy seraya
menjejalkan kontolnya ke mulutku sekaligus meredam eranganku.
Aku semakin bersemangat mengoral kontol Hendy sambil
menikmati sodokan-sodokan Jemblunk, kontol itu kuhisap kuat, sesekali lidahku
menjilati ‘helm’nya. Jurusku ini membuat Hendy blingsatan tak karuan sampai dia
menekan-nekan kepalaku ke selangkangannya. Kocokanku terhadap Ramelan juga
semakin dahsyat hingga desahan ketiga pria ini memenuhi ruangan lift.
Teknik oralku dengan cepat mengirim Hendy ke puncak, kontolnya
seperti membengkak dan berdenyut-denyut, dia mengerang dan meremas rambutku..
“Oohh.. Ngentot.. Ngecret nih gua!!”

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks, gelora birahi

Muncratlah cairan kental itu di mulutku yang langsung
kujilati dengan rakusnya. Keluarnya banyak sekali sehingga aku harus buru-buru
menelannya agar tidak tumpah. Setelah lepas dari mulutku pun aku masih
menjilati sisa sperma pada batangnya. Ramelan memintaku agar menurunkan
frekuensi kocokanku.
“Gak usah buru-buru..” demikian katanya.
“Cepetan Ful, kita juga mau ngerasain memeknya, kebelet
nih!” kata Ramelan pada Jemblunk.
“Sabar brrooo.. Uuhh.. Nanggung dikit lagi.. Eemmhh!” jawab Jemblunk
dengan terengah-engah.
Genjotan Jemblunk semakin kencang, nafasnya pun semakin
memburu menandakan bahwa dia akan orgasme. Kami mengatur tempo genjotan agar
bisa keluar bersama.
“Uhh.. Uhh.. Udah mau Cit, boleh di dalam gak?” tanyanya.
“Jangan.. gue lagi subur.. Ah.. Aahh!!” desahku bersamaan
dengan klimaks yang menerpa.
“Hei, jangan sembarangan buang peju, ntar gua mana bisa
jilatin memeknya!” tegur Hendy.
Jemblunk menyusul tak sampai semenit kemudian dengan meremas
kencang susuku hingga membuatku merintih, kemudian dia mencabut kontolnya dan
menumpahkan isinya ke punggungku.
“Ok, next please” Jemblunk mempersilakan giliran berikut.
Hendy langsung menyambut tubuhku dan memapahku berdiri.
Disandarkannya punggungku pada dinding lift lalu dia mencium bibirku dengan
lembut sambil tangannya menelusuri lekuk-lekuk tubuhku, kami ber-french kiss
dengan panasnya. Serangan Hendy mulai turun ke susuku, tapi cuma dia kulum
sebentar, lalu dia turun lagi hingga berjongkok di depan vaginaku. Gesper dan
resleting rokku dia lucuti hingga rok itu merosot jatuh. Dia menatap dan
mengendusi vaginaku yang tertutup rambut lebat itu, tangan kanannya mulai
mengelusi kemaluanku sambil mengangkat paha kiriku ke bahunya. Jari-jarinya mengorek
liang vaginaku hingga mengenai klitoris dan G-spotku.
cerita sex 2016,
cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita
seks,
“Sshh.. Di.. Oohh.. Aahh!!” desisku sambil meremas rambutnya
ketika lidahnya mulai menyentuh bibir vaginaku.
Aku mengigit-gigit bibir menikmati jilatan Hendy pada
vaginaku, lidahnya bergerak-gerak seperti ular di dalam vaginaku, daging kecil
sensitifku juga tidak luput dari sapuan lidah itu, kadang diselingi dengan
hisapan. Hal ini membuat tubuhku menggeliat-geliat, mataku terpejam menghayati
permainan ini. Tiba-tiba kurasakan sebuah gigitan pelan pada puting kiriku,
mataku membuka dan menemukan kepala Jemblunk sudah menempel di sana sedang
mengenyot susuku. Ramelan berdiri di sebelah kananku sambil meremas susuku yang
satunya.
“Cit, toked lu gede banget sih, ukuran BH-nya berapa nih?”
tanyanya.
“Eenngghh.. Gua 34B.. Mmhh!” jawabku sambil mendesah.
“Udah ada pacar lo Cit?” tanyanya lagi.
Aku hanya menggeleng dengan badan makin menggeliat karena
saat itu lidah Hendy dengan liar menyentil-nyentil klitorisku. Sensasi ini
ditambah lagi dengan Ramelan yang menyapukan lidahnya yang tebal ke leher
jenjangku dan mengelusi pantatku. Sebelum sempat mencapai klimaks, Hendy
berhenti menjilat vaginaku. Dia mulai berdiri dan menyuruh kedua temannya
menyingkir dulu.
“Minggir dulu jek.. Gua mo nyoblos nih! Walah.. Nih toked jadi
bau jigong lu gini Mblunkkk!” omelnya pada Jemblunk yang hanya ditanggapi
dengan seringainya yang mirip kuda nyengir.
Paha kiriku diangkat hingga pinggang, lalu dia menempelkan
kepala kontolnya pada bibir vaginaku dan mendorongnya masuk perlahan-lahan.
“Ooh.. Di.. Aahh.. Ahh!” desahku dengan memeluk erat
tubuhnya saat dia melakukan penetrasi.
“Aakkhh.. Yahud banget memek lu Cit.. Seret-seret basah!”
Kemudian Hendy mulai memompa tubuhku, rasanya sungguh sulit
dilukiskan. Kontol kokoh itu menyodok-nyodokku dengan brutal sampai tubuhku
terlonjak-lonjak, keringat yang bercucuran di tubuhku membasahi dinding lift di
belakangku. Eranganku kadang teredam oleh lumatan bibirnya terhadapku.
Senjatanya keluar-masuk berkali-kali hingga membuat mataku merem-melek
merasakan sodokan yang nikmat itu. Aku pun ikut maju mundur merespons
serangannya. Saat itu kedua temannya hanya menonton sambil memegangi senjata
masing-masing, mereka juga menyoraki Hendy yang sedang menggenjotku seolah
memberi semangat.
Sementara dia berpacu di antara kedua pahaku, aku mulai
merasakan klimaks yang akan kembali menerpa. Tubuhku bergetar hebat, pelukanku
terhadapnya juga semakin erat. Akhirnya keluarlah desahan panjang dari mulutku
bersamaan dengan melelehnya cairan kewanitaanku lebih banyak daripada
sebelumnya. Namun dia masih bersemangat menggenjotku, bahkan bertambah kencang
dan bertenaga, nafasnya yang menderu-deru menerpa wajahku.
“Uuhh.. Uuh.. Cit.. Yeeahh.. Hampir!” geramnya di dekat
wajahku.
Tubuhnya berkelojotan diiringi desahan panjang, kemudian
ditariknya kontolnya lepas dari vaginaku dan menyemprotlah isinya di perutku.
Dia pun lalu ambruk ke depanku sambil memagut bibirku mesra. Karena Hendy
melepaskan pegangannya terhadapku, pelan-pelan tubuhku merosot hingga terduduk
bagai tak bertulang, begitu pun dengannya yang bersandar di lift dengan nafas
ngos-ngosan. Aku meminta Jemblunk mengambilkan tissue dari tasku, aku lalu
menyeka keringat di keningku juga ceceran sperma pada perutku sambil menjilat
jari-jariku untuk mendapatkan ceceran sperma itu. Hingga kini pakaian yang
masih tersisa di tubuhku cuma sepatu dan kaos yang telah tergulung ke atas.
Tenggang waktu ke babak berikutnya kurang dari lima menit, Ramelan
setelah meminta ijin dahulu, memegangi kedua pergelangan kakiku dan
membentangkannya. Ditatapnya sebentar lubang merah merekah di tengah bulu-bulu
hitam itu, kedua temannya juga ikut memandangi daerah itu.
“Ayo dong.. Pada liatin apa sih, malu ah!” kataku dengan
memalingkan muka karena merasa risi dipelototi bagian ituku, namun sesungguhnya
aku malah menikmati menjadi objek seks mereka.
“Hehehe.. Malu apa mau nih!” ujar Jemblunk yang berjongkok
di sebelahku sambil mencubit putingku.
“Lu udah gak virgin sejak kapan Cit? Kok memeknya masih OK?”
tanya Ramelan sambil menatap liang itu lebih dekat.
“Enam belas, waktu SMA dulu” jawabku.
Kami ngobrol-ngobrol sejenak diselingi senda gurau hingga
akhirnya aku meminta lagi karena gairahku sudah kembali, ini dipercepat oleh
tangan-tangan mereka yang selalu merangsang titik-titik sensitifku. Ramelan
menarikku sedikit ke depan mendekatkan kontolnya pada vaginaku lalu mengarahkan
benda itu pada sasarannya.
“Uuh..” kemaluanku benar-benar terasa sesak dan penuh dijejali
oleh kontolnya yang perkasa itu. Cairan vaginaku melicinkan jalan masuk
baginya.
“Aa.. aadduhh, pelan-pelan dong!” aku mendesah lirih sewaktu
Ramelan mendorong agak kasar. Sambil menggeram-geram, dia memasukkan kontolnya
sedikit demi sedikit hingga terbenam seluruhnya dalam vaginaku.
“Eengghh.. Ketat abis, memek Cina emang sipp!” ceracaunya.
Dia menggenjot tubuhku dengan liar, semakin tinggi tempo
permainannya, semakin aku dibuatnya kesetanan. Sementara Jemblunk sedang asyik
bertukar ludah denganku, lidahku saling jilat dengan lidahnya yang ditindik,
tanganku menggenggam kontolnya dan mengocoknya. Sebuah tangan meraih susuku dan
meremasnya lembut, ternyata si Hendy yang berlutut di sebelahku.
“Bersihin dong Cit, masih ada sisa tadi!” pintanya dengan menyodorkan
kontolnya ke mulutku saat mulut Jemblunk berpindah ke leherku.
Serta merta kuraih kontol itu, hhmm, masih lengket-lengket
bekas persenggamaan barusan, kupakai lidahku menyapu batangnya, setelah
beberapa jilatan baru kumasukkan ke mulut, aku dapat melihat ekspresi
kenikmatan pada wajahnya akibat teknik oralku.
Tak lama kemudian, Jemblunk berkelojotan dan bergumam tak
jelas, sepertinya dia akan klimaks. Melihat reaksinya kupercepat kocokanku
hingga akhirnya cret.. cret.. Spermanya berhamburan mendarat di sekitar dada
dan perutku, gelora Birahi tanganku juga jadi belepotan cairan seperti susu
kental itu. Saat itu aku masih menikmati sodokan Ramelan sambil mengulum kontol
Hendy.
Kemudian Hendy mengajak berganti posisi, aku dimintanya
berposisi doggy, Ramelan dari belakang kembali menusuk vaginaku dan dari
depanku Hendy menjejalkan kontolnya ke mulutku. Kulumanku membuat Hendy
berkelojotan sambil meremas-remas rambutku sampai ikat rambutku terlepas dan
terurailah rambutku yang sebahu itu. Kontol itu bergerak keluar-masuk semakin
cepat karena vaginaku juga sudah basah sekali.
Tidak sampai sepuluh menit kemudian muncratlah sperma Hendy
memenuhi mulutku, karena saat itu genjotan Ramelan bertambah ganas, hisapanku
sedikit buyar sehingga cairan itu tumpah sebagian meleleh di pinggir bibirku.
Setelah Hendy melepas kontolnya, aku bisa lebih fokus melayani Ramelan, aku
ikut menggoyang pinggulku sehingga sodokannya lebih dalam.
Bunyi ‘plok-plok-plok’ terdengar dari hentakan selangkangan Ramelan
dengan pantatku. Mulutku terus mengeluarkan desahan-desahan nikmat, sampai
beberapa menit kemudian tubuhku mengejang hebat yang menandakan orgasmeku.
Kepalaku menengadah dan mataku membeliak-beliak, sungguh fantastis kenikmatan
yang diberikan olehnya. Kontraksi otot-otot kemaluanku sewaktu orgasme
membuatnya merasa nikmat juga karena otot-otot itu semakin menghimpit kontolnya,
hal ini menyebabkan goyangannya semakin liar dan mempercepat orgasmenya. Dia
mendengus-dengus berkelojotan lalu tangannya menarik rambutku sambil mencabut kontolnya.
“Aduh-duh, sakit.. Mau ngapain sih?” rintihku.
Dia tarik rambutku hingga aku berlutut dan disuruhnya aku
membuka mulut. Di depan wajahku dia kocok kontolnya yang langsung menyemburkan
lahar putih. Semprotan itu membasahi wajahku sekaligus memenuhi mulutku.
“Gila, banyak amat sih, sampai basah gini gua!” kataku
sambil menjilati kontolnya melakukan cleaning service.
Kisah Sex Terbaru,
Setelah menuntaskan hasrat, Ramelan melepaskanku dan mundur terhuyung-huyung
sampai bersandar di pintu lift dimana tubuhnya merosot turun hingga terduduk
lemas. Dengan sisa-sisa tenaga aku menyeret tubuhku ke tembok lift agar bisa
duduk bersandar. Suasana di dalam lift jadi panas dan pengap setelah terjadi
pergulatan seru barusan. Aku mengatur kembali nafasku yang putus-putus sambil
menjilati sperma yang masih belepotan di sekitar mulut, aku bisa merasakan
lendir hangat yang masih mengalir di selangkanganku.
Kisah Seks Terbaru,
Hendy sudah memakai kembali celananya tapi masih terduduk lemas, dia
mengeluarkan sebotol aqua dari tas lusuhnya, Jemblunk sedang berjongkok sambil
menghisap rokok, dia belum memakai celananya sehingga batang kemaluannya yang
mulai layu itu dapat terlihat olehku, Ramelan masih ngos-ngosan dan meminta Hendy
membagi minumannya. Setelah minum beberapa teguk, Ramelan menawarkan botol itu
padaku yang juga langsung kuraih dan kuminum. Kuteteskan beberapa tetes air
pada tissue untuk melap wajahku yang belepotan.
Kisah Dewasa Terbaru,
Kami ngobrol-ngobrol ringan dan bertukar nomor HP sambil memulihkan tenaga. Aku
mulai memunguti pakaianku yang tercecer. Setelah berpakaian lengkap dan
mengucir kembali rambutku, kami bersiap-siap pulang. Hendy menekan tombol lift
dan lift kembali meluncur ke bawah. Lantai dasar sudah sepi dan gelap, jam
sudah hampir menunjukkan pukul tujuh. Lega rasanya bisa menghirup udara segar
lagi setelah keluar gedung ini, kami pun berpisah di depan gedung sipil, mereka
keluar lewat gerbang samping dan aku ke tempat parkir.
Kisah Mesum Terbaru,
Dalam perjalanan pulang, aku tersenyum-senyum sendiri sambil mendengar alunan
musik dari CD-player di mobilku, masih terngiang-ngiang di kepalaku kegilaan
yang baru saja terjadi di lift kampus.

cerita,sex,seks,dewasa,mesum,bokep,ngentot,hot,sange,telanjang,panas,syur,lesby,gay,homo,bugil,telanjang,tante,bispak,kontol,memek,vagina,lendir,onani,masturbasi,anal,kimcil,xxx,bondage,perkosaan,cabul,skandal
Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.